Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 281


__ADS_3

"Ha...ha...ha...! kalian akan mampus semua kalau menentang Raja Iblis! ha...ha...ha....!" kembali terdengar racauan dari Ciang Kun.


"Pendekar, bisakah dia dibiarkan pingsan tanpa menderita?" Perwira Yap yang bertanya.


"Untuk apa perwira?" tanya Hok Ben yang penasaran.


"Karena dia atasanku, bagaimanapun aku tidak berani bertindak kasar terhadap dirinya." jawab Perwira Yap.


Han Beng menganggukkan kepalanya dan sekali dia menepuk tengkuk Ciang Kun, komandan yang seperti gila itu terkulai pingsan. Perwira Yap memanggil empat orang perajurit pengawal dan memerintahkan mereka untuk mengangkat tubuh komandan Ciang Kun


"Biarkan dia di dalam kamar dan jaga baik-baik. Dia menjadi tahanan sementara'" perintah perwira Yap.


Setelah Ciang Kun diangkut pergi, Perwira Yap Ciang Kun lalu mempersilakan Han Beng dan Hok Cu duduk.


"Silahkan duduk pendekar!" seru Perwira Yap dengan ramah.


"Baik, terima kasih." balas Han Beng dan Hok Cu secara bersamaan.


Kemudian mereka duduk berhadapan, lalu dengan singkat Perwira Yap menceritakan tentang perkumpulan Bumi dan Langit.


"Mereka memang tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan. Hubungan mereka dengan para pejabat sangat baik sekali, bahkan ada kalanya mereka membantu petugas menenteramkan keadaan dan membasmi para penjahat yang berani mengganggu ketenteraman sekitar daerah Ceng-touw. Karena Ciang Kun juga berhubungan baik dengan para pimpinan mereka, maka aku sebagai wakilnya tidak dapat berbuat sesuatu. Sampai akhirnya aku mendengar dari para penyelidikku bahwa seringkali ada anggota aliran Bumi dan Langit wanita dibiarkan bermalam di kamar Ciang Kun. Mulailah aku curiga sampai terjadi peristiwa hari ini." jelas perwira Yap.


"Pendekar berdua adalah utusan Liu Tai, tugas apakah yang pendekar berdua bawa?" lanjut perwira itu bertanya.


"Kami dipesan oleh Liu Tai untuk menghubungi Ciang Kun yang menjadi kepala pasukan keamanan di sini, untuk bekerja sama menyelidiki keadaan perkumpulan aliran Bumi dan Langit. Karena beliau telah mendengar berita bahwa aliran tersebut mulai mempengaruhi para pejabat, dan kami memang akan melakukan penyelidikan ke sarang mereka." jelas Han Beng.


"Tugas itu berbahaya sekali! Aku mendengar bahwa pimpinan mereka mempunyai banyak orang yang berilmu tinggi, apalagi seorang pemuda yang menjadi pemimpin umumnya. Kabarnya dia bukan manusia melainkan penjelmaan dari Raja Iblis yang mereka puja." kata Perwira Yap.

__ADS_1


"Kami dapat menjaga diri, Ciang Kun. Kami mempunyai urusan pribadi dengan seorang pimpinan mereka. Urusan mengenai diri Ciang Kun, kami serahkan kepada perwira, karena itu bukan tugas kami untuk mengurusnya. Kelak kami akan melaporkan kepada Liu Tai seperti yang kami janjikan. Nah, kami akan segera pergi, Perwira," kata Hok Cu.


"Baiklah memang itu menjadi tugas saya." kata Perwira Yap yang kemudian bangkit dan mengantar mereka sampai ke pintu gerbang benteng.


Setelah Han Beng dan Hok Cu pergi perwira Yap segera membuat persiapan sendiri dan dia pun mengirim laporan kepada atasannya mengenai persoalan Ciang Kun. Dia tidak tahu bahwa Ciang Kun telah berada di bawah pengaruh sihir dari Lui Seng, ketua dari aliran bumi dan langit.


Karena pengaruh sihir itulah maka dia seperti orang nekat dan gila, membela Raja Iblis secara mati-matian biarpun dia mengalami guncangan hebat ketika rahasianya terbuka dan ketahui oleh dua orang pendekar utusan Liu Tai tadi.


"Braaakkkkk ........ !"


Meja bundar itu hancur berkeping-keping ketika Hong Lan memukul dengan tangannya yang terbuka dan saking marahnya mendengar laporan tujuh orang gadis muda cantik itu.


Baru saja tujuh orang gadis itu menghadap ketua Lui Seng dan melaporkan kegagalan mereka ketika hendak melakukan upacara sembahyang pengangkatan Ciang Kun sebagai anggota yang sah dari aliran bumi dan Langit.


Lu Seng yang sedang marah itu, membawa tujuh orang gadis itu menghadap "pemimpin umum" yang mereka yang dikenal sebagai penjelmaan Raja Iblis sendiri, dan juga yang mengaku sebagai putera mendiang Hong Cu. Hong Lan yang mengatur agar Souw Ciangkun ditarik menjadi anggota Kalau mereka sudah dapat mengait komandan pasukan keamanan menjadi anggota yang setia, maka keamanan dan kekuasaan mereka pun akan terjamii sepenuhnya.


Tujuh orang gadis itu berlutut dengan tubuh menggigil ketakutan. Bahkan Lui Seng sendiri juga agak pucat menghadapi kemarahan pemuda yang dia tahu selain amat lihai, juga amat kejam itu.


"Siapakah kedua orang tamu Ciang Kun yang menggagalkan upacara itu?" bentak Hong Lan yang sangat marah.


Di antara tujuh orang gadis itu, hanya gadis yang tadinya akan dijadikan "korban" yang paling berani menjawab. Hal ini tidaklah aneh karena ia merupakan seorang di antara gadis-gadis anggota aliran Bumi dan Langit.


"Kami masih berada di dalam kamar itu ketika Ciang Kun menjamu kedua orang tamunya, ketua. Kami tidak dapat mendengar banyak, akan tetapi kami mendengar dari percakapan mereka bahwa mereka adalah utusan seorang pejabat tinggi dari Lok-yang, dan kami mendengar Ciang Kun menyebut seorang diantara mereka sebagai pendekar naga sakti................" jawab gadis itu yang langsung dipotong oleh Hong Lan.


"Ah, dia lagi...!" seru Hong San yang sekali ini dia benar-benar kaget bukan main.


Tentu saja dia mengenal siapa itu Pendekar naga sakti, yang sudah dua kalinya Hong Lan dipencundangi oleh pendekar itu. Pertama kali ketika dia hendak memperkosa Cu Ming dan kedua kalinya ketika pendekar itu menolong Hok Cu yang hampir ditawannya dengan bantuan para sekutunya, yaitu mendiang Gan Lok dan lain-lain.

__ADS_1


Dan sekarang kembali pendekar itu yang menggagalkan upacara pengangkatan Ciang Kun sebagai anggota Bumi dan Langit.


"Apakah Yang mulia sudah mengenal pendekar itu?" tanya Lui Seng yang penasaran.


"Tentu saja aku mengenal dia. Kalian gadis-gadis sial ini boleh mundur. Eh nanti dulu, coba ceritakan siapa wanita yang datang bersama pendekar Naga Sakti itu!" seru Hong Lan yang penasaran.


"Maaf, Kongcu, kami tidak mengenal namanya ................" jawab gadis yang hendak dikorbankan tadi.


"Bodoh! Ceritakan bagaimana rupanya! usianya, pakaiannya! kau biasanya cerdik, Lu Cia, hayo ceritakan bagaimana keadaan gadis itu!" seru Hong Lan kepada gadis yang tadi akan dikorbankan dalam upacara pengangkatan Ciang Kun sebagai anggota, yang ternyata bernama Lu Cia.


Lu Cia, gadis yang berkulit putih mulus itu mencoba untuk mengingat-ingat,


"la seorang gadis yang usianya tentu sudah dua puluh tahun lebih, wajahnya cantik jelita, bentuk wajahnya bulat telur dengan dagu runcing keras, bibirnya merah basah tanpa gincu, bedaknya tipis, bajunya Indah dan bersih, berwarna merah muda dan punggungnya terdapat sebatang pedang. Ia nampak galak dan keras sekali........" jawab Lu Cia yang mencoba menggambarkannya.


"Ah, Si Keparat! Ia tentu Hok Cu....!" seru Hong Lan yang dengan geram.


...¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih ini...


...Bersambung...

__ADS_1


...   ...


__ADS_2