Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 62


__ADS_3

Sinar mata pemuda itu demikian penuh kasih sayang, seolah membelal-belai hati Yauw Lie.


"Kakak Hong, kenapa kamu berkata begitu? Tidak ada perlu dimaafkan, dan jangan engkau terlalu merendahkan diri. Aku hargai pernyataan hatimu tadi, bahkan aku merasa berbahagia sekali." ucap Yauw Lie dan Liu Hong menjulurkan kedua tangannya dan memegang kedua tangan Yauw Lie. Seolah ada getaran keluar dari dua puluh buah jari tangan itu dan terasa oleh keduanya.


 "Aduh, terima kasih, adik Yauw! Aku menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini! Katakanlah, adik Yauw, kalau kamu menerima cintaku dan kamu juga mencintaku?" ucap dan tanya Liu Hong penuh harap.


Yauw Lie menundukkan mukanya yang berubah kemerahan.


 "Aku...... aku terima cintamu Kaka Hong, dan tentang perasaan hatiku...... entahlah, saat ini belum dapat aku memastikan. Akan tetapi aku bahagia, aku senang......!" jawab Yauw Lie. Mereka saling pandang dan bibir mereka merekah dalam senyum.


Liu Hong tidak berani mendesak. Juga dia menahan diri membatasi tindakannya yang mungkin akan membuat gadis yang lincah ini marah. Kedua tangan mereka masih saling berpegangan dan ketika dengan lembut Liu Hong menarik, Yauw Lie tidak menentang dan di lain saat gadis itu telah menyandarkan kepalanya di dada Liu Hong, membiarkan gadis itu merangkul dan memeluknya.


Mereka berdiam diri namun keduanya seolah tenggelam dalam kemesraan. Hanya jantung mereka yang berdetak keras seolah hati mereka yang bicara.


 "Adik Yauw, aku percaya kata-katamu kalau kamu sungguh mencintaiku dan tidak akan membagi cinta dengan pemuda lain. Tapi aku ingin lebih pastinya kalau ada yang bisa buat aku lebih percaya?" tanya Liu Hong yang ingin tahu perasaan Yauw Lie sesungguhnya.


"Aku berjanji demi Langit dan Bumi, disaksikan Bulan yang bersinar terang itu Kaka Hong, bahwa aku sungguh mencintaimu dan tidak akan membagi cintaku dengan pemuda lain. Dan aku juga mau kakak Hong berjanji padaku, akan setia selalu, tak ada wanita lain dihati kakak Hong." ucap Yauw Lie yang penuh harap.


Liu Hong memperkuat rangkulannya dan Yauw Lie menghela napas panjang.


"Aku berjanji, akan setia dan menjagamu melebihi diriku sendiri adik Yauw." balas Liu Hong yang menatap raut wajah cantik Yauw Lie.


"Aku bahagia sekali, kakak!" ucap Yauw Lie yang mengulas senyumnya.


"Mari kita kembali ke rumah induk, adik Yauw. Tidak baik kalau dilihat orang kita berdua berada di sini malam-malam begini." ucap Liu Hong.


"Kakak benar sekali! Memang dapat menimbulkan dugaan yang bukan-bukan. Marilah kita kembali ke sana," kata Yauw Tek dan mereka bergandeng tangan meninggalkan taman menuju ke rumah Ketua Kui.

__ADS_1


Liu Hong semakin girang dan bangga. Gadis yang mencintanya itu benar-benar mencintainya.


Demikian pula dengan perasaan Yauw Lie, ternyata Liu Hong adalah seorang pemuda yang sopan dan menghormatinya. Belum pernah ia dicinta dan diperlakukan laki-laki seperti yang dilakukan Liu hong.


Wajah Liu Hong masih berbinar-binar ketika ia memasuki kamar tidurnya. Liu Ceng yang duduk di atas bangku dalam kamar mereka itu, dan sedang membaca kitab seperti yang biasa ia lakukan sewaktu menganggur, mengangkat muka memandang dan ia melihat keceriaan wajah adik angkatnya.


"Adik Hong, kulihat wajahmu berseri-seri, matamu bersinar dan mulutmu tersenyum manis sekali. Agaknya engkau berbahagia benar, Adikku!" seru Liu Ceng yang penasaran.


"Benar, kakak Ceng, hatiku sedang merasa bahagia. Terlalu bahagia sehingga jantung ini berdebar seperti hendak memecahkan dada!" balas Liu Hong yang tak berhenti mengulas senyumnya.


"Aih, apa yang terjadi, Adikku? Aku ikut senang mendengar engkau bahagia, akan tetapi juga ingin tahu sekali. Dari mana saja dan kenapa kembali ke kamar begini cerah dan gembira?" tanya Liu Ceng yang penasaran.


"Aku tadi berjalan-jalan di dalam taman, kakak Ceng. Wah, indah sekali taman bunga di sini, apalagi bulan bersinar terang. Aku sungguh berbahagia sekali!" balas Liu Hong yang berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Hemm, adik Hong, pasti terjadi sesuatu denganmu. Masa kalau hanya berjalan-jalan di taman saja, bisa membuat kamu demikian bahagia? Apakah yang terjadi denganmu?" tanya Liu Ceng yang curiga.


 "Hemm, apa saja yang kalian perbincangkan sehingga membuat engkau demikian gembira dan bahagia, Adikku?" tanya Liu Ceng semakin penasaran.


"Bermacam-macamlah! Eh, Kakak Ceng, ketika aku memasuki taman tadi, aku melihat kakak meninggalkan adik Yauw di taman. Kalian bercakap-cakap di dalam taman, bukan? Apa saja yang kalian bicarakan?" ucap Liu Hong yang mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa bertanya demikian, Adikku? Memang aku bertemu dengan adik Yauw di sana, akan tetapi pertemuan itu hanya sebentar dan kami bercakap-cakap biasa saja." jawab Liu Ceng yang tersenyum tenang, pada saat melihat adiknya Liu Hong memandang kepadanya dengan sinar mata tajam penuh selidik,


Liu Hong menyadari bahwa pertanyaannya memang agak berlebihan, sehingga terdengar seperti orang menaruh curiga. Maka cepat ia merangkul kakaknya itu.


"Ah, aku tidak bermaksud apa-apa. Kakak Ceng maafkan aku!" ucap Liu Hong.


"Eh, kakak Ceng yang baik, bagaimana sih rasanya orang jatuh cinta itu?" lanjut tanya Liu Hong yang penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kamu tanyakan hal itu? Bagaimana aku dapat menjawabnya?" tanya Liu Ceng yang menatap Liu Hong dengan mengernyitkan kedua alisnya.


"Ah, kakak Ceng, aku bertanya kepadamu karena engkau pernah merasakannya. Bukankah engkau dan kakakku Hua Li saling mencinta? Nah, yang kutanyakan, bagaimana sih rasanya jatuh cinta itu?" jelas Liu Hong


"Adikku, kuharap engkau jangan menyinggung tentang adik Hua. Kamu akan dapat merasakan sendiri kalau jatuh cinta. Akan tetapi, sebagai kakakmu, aku peringatkanmu Adikku. Berhati-hatilah jangan terlalu mudah jatuh cinta karena kalau engkau hanya terdorong gairah kemudian salah pilih, jatuh cinta itu mendatangkan duka. Adik Hong melihat sikap dan mendengar kata-katamu, timbul dugaan di hatiku bahwa tentu ada apa-apa antara engkau dan adik Yauw. Benarkah begitu?" jelas Liu Ceng sekaligus balik bertanya dengan menghela napas panjang.


"Tadi aku mengungkapkan perasaanku pada adik Yauw, dan dia menerimanya" jawab Liu Hong dengan mengulas senyumnya.


Liu Ceng tersenyum walaupun hatinya merasa tidak nyaman mendengar pengakuan adik angkatnya itu. Baru saja Yauw Lie mengatakan ada rasa padanya, tapi kenapa malah menyatakan cinta kepada Liu Hong.


Biarpun sikap gadis itu baik, sopan, ramah, akan tetapi kenapa dia seolah mengadu dia dan adikny


 "Adikku, tidak ada salahnya bagi setiap orang untuk jatuh cinta. Bahkan hidup tanpa adanya cinta akan hampa. Akan tetapi, setiap orang haruslah berhati-hati untuk jatuh cinta, harus waspada agar tidak sampai hanyut oleh cinta palsu karena hal itu akhirnya akan menyakitkan sekali. Jangan sampai menderita kalau sampai pasangan yang tadinya saling mencinta itu akhirnya gagal dan berpisah, bahkan saling membenci." ucap Liu Ceng yang menasehati adiknya.


"Kenapa demikian kak?" tanya Liu Hong yang penasaran.   


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2