
Karena itu dia akan tewas, atau setidaknya, tentu akan menderita luka parah andaikata tenaga dalam dan kekebalannya mampu melindungi pinggangnya. Tapi ini adalah siasatnya yang telah matang dan dia pun tertawa pula.
"Ha...ha....ha...! Apakah kalian kira aku tidak akan mampu melepaskan diri!" serunya yang merupakan akal agar tiga orang mencurahkan perhatian dan mengerahkan segala daya untuk mencegah dia melepaskan diri, dan belum akan timbul niat untuk membunuhnya dengan menyayat pinggangnya.
Sekali kedua kakinya mengerahkan tenaga, tubuhnya lalu meloncat ke atas. Loncatan itu tentu akan dapat membawa tubuhnya tinggi sekali kalau saja tiga orang pengeroyoknya tidak cepat menarik cambuk mereka sehingga loncatan itu tertahan di udara dan saat inilah yang ditunggu oleh Hong Lan.
Dia sudah menyimpan sulingnya dan mengambil capingnya yang tadinya tergantung di punggung. Kini, tangan kirinya meluncurkan caping itu ke bawah, caping itu berputar dengan cepat sekali dan meluncur ke arah salah satu dari ketiga orang yang mengeroyoknya, yang berada di depan Hong Lan.
"Weeeng....weeeeng....wengg...!'
Caping itu mengeluarkan suara mendengung nyaring, menyambar ke arah leher lawannya, dan tentu saja dia terkejut bukan main dan ketika dia merendahkan dirinya, caping itu melewati atas kepalanya dan melayang ke arah orang kedua,
Dia pun merendahkan tubuh dan benda itu terus melayang kearahnya yang juga dapat mengelak, akan tetapi benda itu terus melayang berputar-putar dengan cepat.
Ketika itu Hong Lan sudah menggerakkan pedangnya, mengerahkan tenaganya membabat ke arah tiga batang cambuk yang membelit pinggangnya selagi tubuhnya mulai turun ke bawah.
"Brettttt........!"
Tiga batang cambuk itu putus, karena tadi cambuk-cambuk itu meregang, dan pemiliknya sangat terkejut dan menaruh perhatian terhadap caping terbang yang berputaran menyerang mereka,.
Kemudian Hong Lan membuat cambuk-cambuk itu putus dengan menggunakan pedangnya dan membabat cambuk-cambuk itu.
Setelah pedang itu membabat putus cambuk, barulah lawannya terkejut dan sadar bahwa mereka telah lengah.
__ADS_1
Sementara itu seperti bumerang saja, caping yang mulai lemah terbangnya itu ditangkap kembali oleh tangan Hong Lan dan kemudian dikalungkan lagi talinya di lehernya.
Ketiga lawan Hong Lan marah bukan main mereka kembali menyerang, akan tetapi karena cambuk mereka sudah buntung setengahnya lebih, cambuk itu tinggal pendek saja dan terpaksa mereka menyerang dari jarak dekat.
Ini tentu saja menyenangkan hati Hong Lan, karena setelah senjata mereka itu menjadi pendek, dia mendapatkan banyak kesempatan untuk membalas dengan senjatany.
Hok Cu memandang dengan takjub, Pemuda itu memang hebat dan cerdik bukan main. Ia maklum bahwa setelah cambuk-cambuk itu menjadi pendek, tiga orang berpakaian kuning itu bukanlah tandingan yang terlalu berat lagi bagi Hong Lan.
Pendapat ini ternyata benar karena tak lama kemudian, tiga orang pengeroyok itu telah berpelantingan. Seorang terkena totokan suling pada dadanya, seorang tergores pedang pada pahanya dan seorang lagi terkena tendangan pada perutnya. Mereka tidak terluka parah, namun jelas bahwa mereka sudah kalah.
Dengan wajah pucat lawan-lawan Hong Lan itu terpaksa mundur.
Dengan terpaksa ketua Gan Lok bangkit dan maju menghadapi Hong Lan. Diam-diam ketua ini maklum bahwa Hong Lan memang seorang pemuda yang lihai.
"Hong Lan, kami semua melihat bahwa kau memang seorang pemuda yang memiliki ilmu kepandaian tinggi, akan tetapi, apa sesungguhnya yang menjadi dasar sikapmu hendak mengalahkan kami? Apakah kau bermaksud untuk merampas kedudukan kami sebagai pimpinan para pejuang!'' seru Gan Lok.
Hong Lan yang cerdik, melihat sikap ketua ini, dia berhati-hati. Kalau ketua itu marah-marah dan menantangnya, hal itu bahkan dianggap tidak berbahaya. Pada saat ini sikap ketua itu lembut namun pertanyaannya sangat menyudutkannya.
"Ketua,, seperti yang aku katakan tadi, aku amat setuju dengan gerakan kalian dan bahkan aku bersedia untuk membantu. Sudah kukatakan tadi bahwa yang menjadi pemimpin sebaiknya orang yang usianya masih muda agar bersemangat, tentu saja orang muda yang memiki ilmu kepandaian tinggi dan tidak kalah oleh yang tua. Bukan maksudku menentang perguruan ini." jelas Hong Lan.
Mendengar ini, legalah hati ketua itu. Kalau pemuda yang berbahaya itu memperlihatkan sikap menentang, tentu dia akan terpaksa mengerahkan para pembantu dan anak buahnya untuk mengeroyok dan membunuhnya.
Akan tetap ternyata pemuda itu tidak bermaksud demikian, dan kalau dapat ditarik sebagai pembantu, hal itu amat menguntungkan.
__ADS_1
"Saudara Hong Lan, jangan dikira bahwa menjadi seorang ketua itu mudah, asal memiliki kepandai tinggi dan keberanian besar seperti yang kau maksudkan. Tanpa perjuangan semua anggauta yang akan dipimpin, bagaimana mungkin orang menjadi ketua. Kalau engkau suka membantu kami, tentu kau akan mendapatkan kedudukan yang sesuai dengan kepandaianmu dan mungkin dapat menjadi pembantu utama. Kami membutuhkan orang-orang yang berkepandaian tinggi, terutama orang muda seperti kau. Akan tetapi, kalau kau ingin menjadi ketua, kau harus mendapat persetujuan dari seluruh anggota yang diwakili oleh mereka yang kini hadir di sini!" jelas Gan Lok.
Mendengar ucapan itu, Hong Lan lalu memandang kepada mereka semua yang hadir di situ. Tentu saja kedua anak buah Gan Lok yang telah dikalahkan itu memandang kepadanya dengan sinar mata penuh rasa tidak suka.
Akan tetapi yang lain pun biarpun ada yang memandang kepadanya dengan kagum, tidak memperlihatkan sikap tunduk. Jelaslah kalau dia merebut kedudukan ketua, biarpun dia akan mampu mengalahkan para pimpinan, dia akan menghadapi mereka semua sebagai musuh dan kalau mereka itu maju bersama menentangnya karena dia dianggap musuh, apalagi kalau mereka mengerahkan anak buah, tentu dia akan mati konyol.
"Ketua, siapakah yang ingin menjadi ketua perguruan ini? Aku baru saja datang dan belum mengenal lapangan, bagaimana mungkin aku menjadi ketua? Aku hanya merasa kagum dan suka akan perjuangan yang amat baik ini, dan kalau aku dapat diterima sebagai seorang pembantu, tentu aku akan mencurahkan semua kepandaian dan semangatku untuk memajukan perkumpulan ini dan akan membuat jasa sebanyaknya dan sebesarnya." kata Hong Lan dengan panjang.
Mendengar ini, berubahlah sikap Gan Lok, bahkan kini orang kepercayaan Gan Lok yang tadi sempat dikalahkan Hong Lan juga terenyum. Mereka menghampiri Hong Lan.
"Kepandaian Saudara Hong Lan memang hebat sekali. Aku mengaku kalah, dan aku akan merasa beruntung sekali kalau dapat bekerja sama denganmu." kata salah satu dari orang kepercayaan Gan Lok.
Kemudian mereka saling memberi hormat dan mengulas senyum secara bersamaan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...