PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 10 Lega


__ADS_3

Tiba - tiba Aisyah memeluk tubuh Haikal dan meneteskan air mata. haikal hanya bisa pasrah meskipun ia syok dengan tindakan tiba - tiba itu dan ia pun sebenarnya merasa nyaman di peluk oleh wanita yang baru ia kenal itu. Suasana berubah haru di rasakan oleh semua orang kecuali Haikal.


Setelah puas memeluk Haikal, baru lah Aisyah melepas pelukan nya. "Maaf buat kamu kurang nyaman, saya hanya merindukan anak saya". Ucap Aisyah sambil mengusap sisa air mata nya.


"Enggak papa nyonya, saya juga sebenarnya ingin meminta maaf atas sikap saya tadi. Saya cuma berpikir bagaimana ingin membayar tagihan rumah sakit nanti sementara saya sendiri nggak ada uang. Terima kasih nyonya sudah membayarkan nya untuk saya, saya janji akan membalas kebaikan nyonya dan tuan...". Sahut Haikal segan.


"Sebenarnya kami nggak mengeluarkan uang sedikit pun karena rumah sakit ini juga milik kita. Kamu nggak perlu segan begitu, santai saja. Tapi kalau kamu memang mau membalas bisa tapi tidak dengan uang cukup lakukan sesuatu untuk kami". Imbuh Zack sambil merangkul mesra bahu sang istri.


"Wah, ternyata anda sudah banyak membangun rumah sakit di beberapa tempat. Dan setahu saya rumah sakit yang sedang di bangun pun untuk membantu orang miskin seperti saya. Saya akan melakukan apa pun untuk membalas jasa nyonya dan Tuan asal tidak menimbulkan dosa". Tanya Haikal kagum.


Zack menatap wajah istrinya yang juga menatap nya bingung. "Jangan tuntun apa pun dari nya, mas. Aku nggak mau dia terbebani". Lirih Aisyah dengan suara berbisik.


Zack tidak menjawab, ia hanya mengecup kening istri nya mesra membuat wanita itu semakin bingung dan penasaran.


"Kamu tenang saja, Haikal. Saya cuma ingin menawarkan pekerjaan untuk kamu dan saya harap kamu tidak menolak niat baik saya ini". Sahut Zack dengan tersenyum hangat.


"Pekerjaan? Saya tiada niat ingin menolak tawaran tuan tapi saya ingin menyelesaikan sekolah saya dulu. Setelah ujian kelulusan saya janji akan memenuhi tawaran tuan tapi sekarang...". Haikal tertunduk bersalah. Baru saja ia mengatakan ingin melakukan apa pun untuk membalas jasa pasangan kaya raya itu, tapi jika di tuntut untuk putus sekolah sudah tentu ia akan menolak untuk saat ini..


"Bagaimana kalau kamu aku beri gaji 10 juta perbulan hanya dengan menjadi supir pribadi saya?". Zack kembali menawarkan pada Haikal..


Haikal terbeliak dengan gaji yang di janjikan tapi tekat nya untuk melanjutkan sekolah nya hingga tamat lebih kuat mengalahkan apa pun. "Maaf pak, saya dari dulu selalu mempertahan kan sekolah saya, walau apa pun rintangan yang perlu saya lalui saya rela menerjangnya demi tetap sekolah. Maaf saya harus menolak tawaran tuan jika tuan menuntut saya bekerja sekarang. Saya akan melakukan apa pun asal kan saya tidak putus sekolah. Hanya tinggal beberapa bulan lagi dan saya tidak akan menyianyiakan segala pengorbanan untul tetap sekolah selama ini. Maaf sekali lagi". Haikal tetap pada pilihan nya.

__ADS_1


Yaitu menolak tawaran Zack menjadi supir pribadi nya. Walau pun di tawar kan gaji besar bagaimana pun ia tetap akan menolak nya jika di tuntut putus sekolah.


"Ok kalau kamu nggak menerima tawaran saya. Bagaimana kalau kamu tetap kerja dengan saya dan tetap sekolah juga tapi dengan satu syarat". Zack kembali memberi tawaran berbeda.


Aisyah memberi cubitam manja ke perut suami nya. "Mas, sudah lah jangan membuat nya bingung begitu


"Syarat apa itu tuan". Tanya Hakal.


"Kamu harus tinggal bersama kami di mansion. Pagi nya kamu bisa sekolah dan sepulang sekolah kamu boleh kerja, bagaimana kamu setuju kan?". Imbuh Zack menyampaikan syarat nya.


Haikal terdiam memikirkan pilihan, ia adalah lelaki ia harus bertanggung jawab atas ucapan nya tadi. Ia sudah mengatakan akan melakukan apa saja untuk membalas kebaikan pasangan itu, tapi bagaimana keadaan rumah jika ia pergi. "Mamah pasti nggak terima jika aku tinggal bersama mereka, tapi jika aku menjanjikan uang banyak pasti dia akan senang...". Gumam Haikal memikirkan pendapat Sukma..


"Saya sebenarnya tidak keberatan tuan tapi saya harus meminta izin pada mamah saya dulu sebelum memberi keputusan yang pasti. Walau bagaimana pun restu mereka juga penting untuk saya. Mereka yang sudah membesarkan saya hingga bisa sampai sekarang ini, jadi saya harus membujuk mereka dulu". Sahut Haikal memberi pengertian pada Zack dan Aisyah.


Sebenarnya semua yang di tawar kan pada Haikal adalah bentuk ujian darinya. Dan terbukti, walau pun di beri tawaran besar ia tetap kukuh pada pendirian hidup nya. Yaitu sekolah dan menghormati pendapat orang lain yang menurutnya berjasa dalam hidup nya.


Josep dan Kali belum menceritakan tentang kehidupan yang di jalani Haikal pada Zack dan Aisyah. Hanya Pundas yang telah mengetahui jalan hidup Haikal bersama keluarga Karim. Ia memutuskan merahasiakan semua itu untuk sementara waktu.


Sore hari nya Haikal di benar kan pulang, ia hanya perlu banyak istirahat dan tidak terlalu penat terlebih dahulu. Meskipun Aisyah masih ingin Haikal tinggal tapi Zack membujuk nya agar mengikhlaskan putranya pergi untuk kembali lagi dalam waktu dekat ini.


*

__ADS_1


*


Karina menunggu Haikal pulang dengan sangat khawatir. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada saudara angkat nya itu. Kejadian ngeri yang menghantui warga sekitar tempat tinggal nya sehingga muncul peringatan agar berjaga - jaga, membuatnya berpikir jika dua orang pria yang membawa Haikal pergi adalah salah satu dari pelaku penculikan.


Sukma yang nggak melihat perubahan sikap Karina pun bertanya. "Kamu sebenarnya kenapa, gelisah aja mamah lihat dari tadi?". Tanya Sukma sambil menyilang kan kaki nya di meja akibat kelelahan seharian bekerja.


Karina tidak menjawab. Berbicara dengan sang mamah hanya akan membuatnya kesal dan semakin banyak beban pikiran. Menatap pintu utama adalah cara ia menenangkan pikiran nya saat ini.


"Semoga saja keajaiban terjadi, Haikal muncul dari pintu itu dalam keadaan selamat dan tidak kurang apa pun". Batin nya penuh harap.


Sukma yang tidak terima di cuekin oleh sang anak pun mengambil gelas plastik lalu melemparkan nya pada Karina.


Pletakkk....


"Aduh, mamah apa - apaan sih, sakit tauk". Rintihan Karina sambil mengelus dahi nya yang terkena gelas.


"Makanya kalau orang tua bertanya itu di jawab, ini malah cuek dan buang muka. Nggak sopan kamu!". Ujar Sukma kesal.


"Mamah sehari saja nggak ngomel boleh nggak? Nggak ada perkara lain yang ingin mamah lakukan selain ngomel mulu? Sana, lebih baik mamah lanjutin kerja nya, nggak usah kepo kalau ujung - ujung nya nggak peduli juga". Sahut Karina tak kalah kesal.


"Kamu juga! Sehari aja jadi anak baik dan sopan pada orang tua boleh nggak? Mamah udah capek seharian beres rumah, ambilin minum kek". Pinta Sukma.

__ADS_1


"Baru sehari aja Haikal nggak ngelakuin ini semua, mamah udah kayak mayat hidup bagaimana kalau Haikal selama nya nggak pulang lagi ke rumah ini, mungkin mamah akan mati kelelahan". Sahut Karina kembali mengingatkan perbuatan kejam mamah nya pada Haikal selama ini.


"Bukan hanya pekerjaan rumah yang harus mama pikirkan, makan apa kita hari ini pun mungkin akan membuat mama jadi gila". Sambung Karina. Setelah mengatakan itu semua, Karina memilih masuk ke kamar.


__ADS_2