PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pertengkaran Fardy dan Robin


__ADS_3

...MegaTown....


Malam itu iring-iringan mobil memasuki halaman Villa Ramendra di MegaTown. Tampak dari beberapa mobil Van yang terparkir di depan Villa itu keluar para lelaki berbadan tegap lalu seperti berbaris layaknya memberikan honorguard kepada seseorang.


Tak lama berselang keluarlah seorang lelaki berpakaian dengan stelan jas warna putih dari dalam mobil mewah yang tadi pertama memasuki halaman Villa tersebut.


"Selamat datang kembali ke Villa ini Robin Patrik." Kata seorang wanita yang baru saja keluar dari dalam Villa tersebut.


"Terimakasih Syntia. Aku sangat merindukanmu." Kata Robin berniat untuk memeluk wanita setengah baya itu. Namun sebelum itu terlaksana, Syntia segera menghindar membuat Robin harus menelan kekecewaan.


"Mari masuk dulu. Masih banyak yang perlu kita diskusikan di dalam." Kata Syntia mengabaikan Robin dan melenggang memasuki Villa tersebut.


"Sialan. Belagu sekali kau ini." Maki Robin dalam hati namun tetap juga melangkahkan kakinya memasuki Villa itu.


"Selamat datang kembali ke Villa ini Tuan Robin." Kata seorang lelaki berbadan tegap sambil tersenyum.


"Kau masih di sini juga Simon?" Tanya Robin.

__ADS_1


"Kemana lagi saya akan pergi, Tuan? Saya tidak punya siapa-siapa di dunia ini selain mengikuti Nona besar." Jawab lelaki bernama Simon itu.


"Ya. Kau memang lelaki setia. Kelak kita akan bekerja sama kembali dalam menghadapi musuh-musuh kita." Kata Robin sambil menepuk pundak Simon.


"Kau sampai juga akhirnya di Villa ini setelah melarikan diri seperti pengecut dengan meninggalkan ayah ku yang saat itu sedang terpuruk."


Terdengar satu suara sedikit serak dan kasar dari arah kamar besar yang pintunya terbuka separuh membuat Robin sedikit terkejut.


Tidak lama setelah itu keluar seorang lelaki berusia sekitar bawah 40-an mengenakan pakaian seperti ala jepang sambil menatap tajam ke arah Robin. Sama sekali tidak terlihat keramahan atau persahabatan dari sorot pandang lelaki itu.


"Ah.., Fardy. Akhirnya kita bertemu juga di sini. Kau jangan salah sangka kepada ku Fardy. Aku sebenarnya tidak melarikan diri seperti pengecut. Aku justru ingin mengorek keterangan dan informasi di pihak musuh serta mempelajari nya sambil menyusun kekuatan. Bayangkan jika kami berdua mengalami musibah sekaligus?! Lalu siapa yang akan membalas kekalahan ini? Itu lah sebabnya aku melarikan diri agar suatu saat ketika kau tiba di MegaTown ini, aku bisa memberikan sedikit banyak informasi yang berguna kepadamu untuk membalaskan kekalahan mendiang ayah mertua." Kata Robin berusaha untuk mengambil hati Fardy.


"Darimana kau tau bahwa anak Wilson akan membunuhku sedangkan berita tentang anak Wilson yang ternyata masih hidup kau dapatkan dari Syntia dan Syntia mendapatkan informasi itu dari aku. Kau jangan terlalu menganggap bahwa aku tidak berguna bagimu, Fardy. Jika aku tidak memandang Syntia sebagai istriku, aku bahkan telah berkerja untuk Jerry dan dari semua yang aku ketahui tentang dirimu, aku bisa saja mendorong Jerry untuk menghancurkan dirimu. Ingat Fardy! Aku mengetahui seluk-beluk dalam negeri ini dibandingkan dirimu yang baru tiba dari Hongkong. Jadi, jaga juga bahasa mu. Jangan terlalu kasar karena aku masih mampu untuk membungkam mu."


"Satu lagi. Kau jangan lupakan siapa Robin ini!" Kata Robin sambil menepuk dadanya dengan keras.


"Mengapa aku jadi seperti ini, dan lihat rekam jejakku selama dua puluh tahun lebih! Suatu ketika dulu bahwa Metro city, MegaTown dan Country home pernah berada dalam genggamanku. Kalian bisa hidup enak dan kau bisa melanjutkan studi di hongkong lalu menetap di sana juga atas jasa-jasa dari ku. Jangan jadi kacang yang lupa kepada kulit. Karena ketika kacang telah berpindah tempat kedalam perut, maka ketika keluar kembali dia tidak lebih baik dari kotoran yang menjijikkan." Kata Robin dengan lantang.

__ADS_1


"Sudah lah. Untuk apa kalian bertengkar seperti ini? Saat ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar. Jika kita bertengkar, pasti akan ada pihak yang merasa di untungkan." Tegur Syntia.


"Kau dengar baik-baik Fardy. Sebelum aku mengenal mendiang ayah mu yaitu mendiang mertuaku, hubungan antara aku dan Wilson hanya sebatas persaingan untuk mendapatkan Ellena dan persaingan antara siapa tuan muda yang terbaik di Metro city. Namun setelah dia memenangkan tender proyek hotel Mega dengan mengalahkan mendiang ayahmu, ayahmu lalu menghasut ku untuk menyingkirlan Wilson dengan imbalan menikahkan aku dengan Kakakmu ini padahal kami tidak saling cinta. Jika bukan karena aku yang sering membantu, perusahaan ayah mu sama seperti bayi prematur hidup segan mati tak mau. Akulah Robin Patrik rela berkhianat kepada ayahnya sendiri demi hasutan ayah mu dan sekarang, apa balasan dari mu? Kau masih kecil ketika itu bahkan terlalu penakut untuk sekedar melawan Kenny cucu William King." Kata Robin kembali mencibir.


"Sudahlah Robin. Fardy mungkin merasa sangat kehilangan atas meninggalnya ayah kami. Kau harus memahaminya!" Kata Syntia.


"Apakah kematian mendiang ayah mertua semua kesalahan dilimpahkan kepadaku seolah akulah penyebab kematian orang tua itu? Aku katakan yang sebenarnya bahwa aku telah melarangnya untuk terus menaikkan Bid dalam pelelangan itu karena aku telah mencium adanya kesengajaan oleh Daniel dan Ryan untuk memancing emosi ayahmu. Tapi dia tidak mendengarkan perkataanku dan terus menaikkan Bid menjadi dua milyar. Siapa yang mau menanggung akibat dari sesuatu kesalahan yang tidak pernah dia lakukan? Jika kau tidak mau, maka aku secara manusiawi juga tidak mau menanggungnya. Salah apabila aku menghindar untuk kembali membalas orang-orang yang telah mencelakai ayah mertuaku? Jika kami dipenjara berdua atau mati berdua, mau berapa lagi kerugian yang akan di tanggung? Oleh sebab itu aku lari kemudian ketika ada kesempatan, aku akan membantu kalian untuk membalas dendam kepada Daniel dan Ryan atas nama Future of Company. Kau fikirkan itu baik-baik." Kata Robin sambil menunjukkan ke arah kepalanya sendiri.


"Kau...!"


"Sudah lah Fardy. Saat ini bukan waktunya berdebat. Ingatlah bahwa aku ini adalah Kakakmu. Pengganti ayah sekaligus ibu bagimu. Jika kau tidak mau mendengar nasehat dariku, lalu nasehat siapa lagi yang akan kau dengar?" Tanya Syntia memotong ucapan Fardy.


"Baik. Aku mengalah. Aku menagih seluruh ucapanmu, Robin! Jika tidak, kau akan membayar mahal hutang janjimu berikut bunganya."


"Aku ingin melihat seperti apa anak Wilson ini. Aku ingin melihatnya."


"Simooon! Sebarkan undangan dariku ke seluruh pengusaha di dalam negri ini! Katakan bahwa Fardy akan meresmikan hotel Mega yang dimenangkan oleh Ramendra dan sebagai ahli waris, aku yang akan mengoperasikan hotel tersebut. Undang semua pengusaha tua maupun muda dalam acara peresmian hotel itu nanti." Kata Fardy.

__ADS_1


"Siap Tuan Fardy. Besok saya akan mencetak undangan ekslusif dan mengirimkan langsung kepada para pengusaha-pengusaha dalam negri ini." Kata Simon.


"Jangan lupa untuk mengundang Jerry William, Daniel serta Ryan ini. Ketiga orang ini adalah target utama bagiku." Kata Fardy lalu berjalan memasuki kamar dan membanting pintu dengan keras.


__ADS_2