
Mobil Audi Rs7 meluncur dengan kelajuan tinggi melewati Lotus Road menuju kearah Golden University di pagi hari itu.
Di dalam mobil tersebut tampak seorang pemuda yang lumayan tampan memakai kacamata hitam dan baju kemeja slim fit juga berwarna hitam terus melajukan kendaraan itu dan berhenti tepat di kafe depan kampus tempat mahasiswa biasa nongkrong.
Tampak di sana sudah ada ramai mahasiswa lainnya yang sedang menunggu.
Begitu mereka melihat mobil Audi Rs7 itu berhenti, mereka pun kini segera menyambut dengan kata-kata pujian dengan tujuan menjilat.
"Presiden kita telah sampai."
"Hallo Presiden."
"Oh..., Presiden. Selamat pagi."
"Selamat pagi juga. Maaf telah membuat kalian lama menunggu." Kata seorang pemuda itu sebaik saja keluar dari mobil kendaraan nya.
"Hi..., Anton. Selamat ya karena telah dilantik sebagai Presiden persatuan mahasiswa Golden University. Maaf karena baru bisa mengucapkan selamat kepadamu sekarang." Kata salah seorang yang hadir di tempat itu.
"Ah.., tidak apa-apa. Santai saja. Oh ya, mari kita masuk ke kafe. Aku akan mentraktir kalian semua sarapan di pagi ini." Kata pemuda itu yang ternyata adalah Anton.
"Wah bagus.. Bagus sekali. Kita akan sarapan dan minum sepuasnya karena Presiden kita adalah salah satu pemuda kelas atas yang kaya." Kata salah seorang dari mereka membuat cuping hidung Anton kembang kuncup.
"Oh ya.., aku tidak melihat John dan Zeck. Apa mereka belum sampai?" Tanya Anton.
"Oh itu. Aku mendengar bahwa dia sedang membujuk Herman agar mau bergabung dengan kita." Kata mereka menjawab pertanyaan Anton.
Baru saja Anton akan duduk, kini dari kejauhan tampak 3 unit mobil saling membuntuti datang dan langsung berhenti tepat berurutan di sebelah mobil Anton.
Tak lama kemudian tampak 3 orang pemuda keluar dari masing-masing mobil. Namun bedanya adalah, salah seorang pemuda ditemani oleh seorang wanita yang semua tau bahwa dia adalah salah satu dari keempat kembang kampus di Golden university ini.
"Selamat datang dan selamat bergabung kembali dengan kami Herman." Kata Anton merentangkan tangannya untuk memeluk pemuda bersama seorang wanita cantik yang ternyata adalah Herman itu.
__ADS_1
"Ada apa Anton? Mengapa kau mengundang seorang yang kau sebut sebagai penjilat seperti aku ini untuk bergabung dengan kalian? Apakah itu pantas?" Tanya Herman dengan sinis.
Herman sengaja berkata seperti itu karena sebelumnya Anton lah yang telah melemparkan hinaan kepadanya dengan mengatakan bahwa dia adalah seorang penjilat karena dekat dengan Jerry dan Ivan.
"Ah.. Herman. Kau terlalu pendendam. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu ketika itu. Harap maklum lah! Itu karena, waktu itu aku dikuasai oleh kemarahan. Tolong maafkan aku!. Oh ya.., mari duduk dulu. Eh Rindy! Silahkan duduk!" Kata Anton dengan ramah.
"Terimakasih Anton. Oh ya.., Selamat karena kau sudah menjadi Presiden persatuan mahasiswa Golden university." Kata Rindy dengan kaku.
"Ah.. Terimakasih... Terimakasih. Aku sangat senang mendengarnya." Kata Anton sumringah.
"Katakan saja Anton! Sebenarnya mengapa kau menyuruh John dan Zeck mengajak aku untuk datang ke tempat ini? Aku tidak memiliki banyak waktu. Karena, aku masih ada urusan yang lain." Kata Herman dengan ekspresi malas di wajahnya.
"Baiklah..! Dengarkan semua yang ada di sini! Dalam rangka merayakan terpilihnya aku sebagai Presiden persatuan mahasiswa di kampus kita ini, aku ingin mengundang seluruh teman-teman kampus kita untuk berkemah di pegunungan bambu Country Home. Persis di dekat air terjun. Semua boleh ikut dan gratis tanpa terkecuali. Kau Herman, ajak juga Jerry, Daniel dan Ryan! Serta Rindy juga harus mengajak Lisa, Rina dan Jenny untuk ikut sekalian." Kata Anton dengan semangat.
"Wah..., sungguh suatu kesempatan bisa mengexplor Alam bebas di Country home yang masih sangat alami. Jangan lupa membawa kamera kalian. Kita akan merekam setiap aktifitas kita nanti di sana." Kata Zeck dengan semangat.
"Ya. Ini adalah kesempatan terakhir kita untuk mengexplor Alam bebas di sana sebelum perusahaan Future of Comoany yang di Manajeri oleh ayah ku mengelola tempat itu." Kata Anton dengan gaya arogan nya.
"Presiden Anton.., kapan kita akan berangkat?" Kata John yang terlihat seperti tidak sabaran.
"Wah kami setuju. Iya aku sangat setuju." Kata mereka bersorak.
"John.. Aku ingin meminta bantuan mu untuk pergi ke perusahaan penyewaan bus. Aku ingin menyewa 2 bus sebagai kendaraan kita menuju perbukitan bambu di Country home." Kata Anton.
"Tenang saja Presiden. Aku akan mengurus semuanya. Anda hanya akan menerima bersihnya saja." Kata John sambil menepuk dadanya dengan bangga.
"Baik lah. Aku senang jika kita sudah sepakat begini. Kalian atur lah bagaimana baik nya. Masalah uang, Anton yang akan menanggungnya" Kata Anton masih dengan gaya pongah nya lalu mempersilahkan mereka untuk segera menyantap sarapan yang telah dihidangkan di meja.
...*********...
Setelah acara sarapan pagi di kafe depan kampus itu selesai, Herman yang tidak begitu tertarik dengan perkumpulan itu segera meminta diri dan segera pergi menuju kearah mobilnya diikuti oleh Rindy.
__ADS_1
"Bagaimana Herman? Apakah kita akan ikut atau abaikan saja ajakan mereka itu?" Tanya Rindy begitu mereka berdua telah berada di dalam mobil.
"Entahlah Rindy. Aku merasa ada maksud tersembunyi dibalik ajakan Anton ini. Tapi kepada siapa target dia kali ini, itu yang masih menjadi tanda tanya bagiku." Kata Herman dengan raut wajah kusut.
"Lalu, mengapa tidak kita tolak saja?" Kata Rindy.
"Begini saja. Sebaiknya kau sampaikan saja undangannya kepada ketiga sahabat mu. Dan aku akan menyampaikan undangan kepada Jerry, Daniel dan Ryan. Jika mereka menolak, kau harus memberi tahu kepada ku dan kita tidak perlu mengikuti ajakan mereka." Kata Herman.
"Baiklah jika sudah begitu keputusan mu. Ayo antar aku kembali. Aku akan menemui ketiga sahabat ku dan akan menyampaikan undangan Anton." Kata Rindy yang di balas anggukan oleh Herman.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Herman dan Rindy meluncur dengan kecepatan sedang menuju perumahan elit Starhill dimana Lisa, Rina dan Jenny serta Rindy juga bertempat tinggal di sana.
Setelah mengantar Rindy sampai ke depan pintu rumahnya, Herman segera berpamitan dengan tujuan untuk bertemu dengan Jerry.
Namun, karena Herman tidak tau di mana alamat rumah Jerry yang baru, dia hanya bisa menghentikan mobil nya di bahu jalan dan segera mengeluarkan ponselnya dari saku untuk membuat panggilan telepon kepada Jerry.
"Kriiiing..."
"Keliling..."
Setelah beberapa lama menunggu, Akhirnya panggilan itu pun terhubung. Kini di seberang sana terdengar suara Jerry.
"Hallo Herman." Kata Jerry mengawali obrolan tersebut.
"Hallo Jerry. Di mana kau saat ini?" Tanya Herman begitu mendengar suara Jerry.
"Aku saat ini berada di Kafe dekat Jewel star. Ada apa Herman?" Tanya Jerry penasaran.
"Tidak terlalu ada yang penting. Kau bisa mengirim lokasi mu. Aku akan segera kesana untuk menemui mu." Kata Herman.
"Baiklah. Aku akan segera mengirim lokasi kepada mu." Kata Jerry dan langsung mengakhiri panggilan.
__ADS_1
Begitu Herman telah menerima lokasi dimana Jerry berada melalui aplikasi Whatsapp, Herman pun langsung melajukan mobilnya menuju Jewel star dimana Jerry berada.
Bersambung...