
Bab 99
Helicopter itu menderu-derus membelah gelap nya malam.
Ada 2 unit Helicopter saat ini yang terbang dari atas bangunan gedung tinggi dimana perusahaan William Group bermarkas.
Helicopter yang paling depan kini segera terbang membawa Daniel dan Ryan sebagai penumpang. Sedangkan yang di belakang membawa Jerry yang di kawal oleh 2 orang bodyguard bersenjata lengkap.
Mereka terus membelah udara malam yang pekat menuju ke-arah Mountai Lotus di kawasan Starhill dengan kecepatan tinggi dan tepat pukul 2 dini hari, mereka pun mendarat di atas atap hotel.
Saat ini Jerry melihat ada ramai orang yang menunggu mereka di bagian paling atas hotel teratai tersebut. Terlihat di sana ada tuan Barry, Austin dan beberapa orang yang tidak dia kenal.
Setelah berhasil mendarat, Jerry pun segera turun dari helicopter itu didampingi oleh kedua bodyguard yang mengawal perjalanannya dari Metro City ke Starhill ini.
"Selamat kembali Tuan muda." Kata Barry dengan hormat menyambut Jerry yang baru turun dari helicopter tersebut.
"Terimakasih Tuan Barry. Oh ya.., ada apa begitu ramai orang disini?" Tanya Jerry dengan heran.
"Oh.., itu adalah mereka anak-anak buah Drako yang sengaja datang dari Metro city untuk memastikan keselamatan anda." Kata tuan Barry menjelaskan.
"Oh. Apakah Ayah angkat ku ada disini?" Tanya Jerry.
"Tidak Tuan muda. Hanya orang-orang bawahannya saja yang datang ke Starhill ini." Kata tuan Barry menjelaskan.
"Tuan Barry.., ayo kita turun dan aku ingin beristirahat dengan segera. Ini karena aku sangat lelah sekali selama 2 hari ini." Kata Jerry.
"Silahkan Tuan muda!" Kata tuan Barry sambil menepi memberikan jalan untuk Jerry.
Sesampainya Jerry di dekat lift untuk turun kelantai bawah, dia melihat seorang lelaki tegap yang belum pernah dia lihat sebelumnya dan dengan heran dia bertanya kepada tuan Barry.
"Tuan Barry. Siapakah paman ini? Apakah dia anggota baru yang anda rekrut?" Tanya Jerry.
"Menjawab anda Tuan muda..., ini adalah pak Jeff. Orang kanan yang di tugaskan oleh Drako untuk memimpin seratus orang anak buah nya ke Starhill guna menumpas anak buah yang di kirim oleh Robin ke bandara Starhill untuk mencelakai anda."
"Apa? Robin mengirim anak buah nya ke Starhill ini?" Tanya Jerry terkejut.
"Benar Tuan muda." Kata Barry dan menceritakan semua kejadian tadi sore secara rinci.
__ADS_1
"Itu lah Jerry. Untung saja kita tidak berangkat tadi Sore dari Metro City ke Starhill. Jika tidak, mungkin kita telah menjadi bangkai." Kata Ryan.
"Benar juga katamu Ryan. Hampir saja." Kata Jerry menarik nafas lega.
"Trimakasih paman Jeff. Oh ya.., bagaimana kabar ayah angkat ku?" Tanya Jerry dengan sopan.
"Ayah angkat anda baik-baik saja Tuan muda. Dia saat ini bekerja sama dengan tuan Syam di Metro city untuk melindungi anda dari jarak tertentu." Kata Jeff menjelaskan.
"Hmmmm.., baiklah. Mari kita turun dan paman bisa beristirahat dengan baik." Kata Jerry sambil mempersilahkan mereka untuk segera turun dari atap hotel itu untuk memilih kamar dan beristirahat.
Sepanjang perjalanan mereka turun, tuan Barry tak henti-hentinya bercerita tentang apa saja selama dua hari ini dan bertanya bagaimana dengan kunjungan nya ke Metro city 2 hari ini.
"Mengesankan. Sangat mengesankan." Kata Jerry dengan senyum mengembang di wajah nya.
"Maksud Tuan muda?" Tanya tuan Barry sedikit penasaran.
Sambil berjalan Jerry pun menceritakan semua yang dia alami di Metro City. Dari bertemu dengan kakek nya, sampai bertemu dengan kepala pelayan keluarga Patrik, sampai tentang proses pengalihan perusahaan William Group menjadi anak perusahaan Future of Company yang membuat tuan Barry menganga mendengarkan nya.
"Ja.., jadi anda telah mengakuisisi William Group sebagai anak perusahaan FoC?" Tanya tuan Barry.
Sesampainya dia di kamar yang telah di siapkan untuknya oleh tuan Barry, Jerry melihat David dan Kevin berdiri di luar kamar itu seperti pengawal.
"Hey.., apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Jerry heran.
"Oh..., anda telah sampai Tuan muda? Kami disini khusus menjaga anda. Segera lah masuk dan beristirahat!" Kata Kevin sambil cengar cengir.
"Apa itu kawal-kawal. Ayo masuk. kita berlima malam ini tidur di sini.!" Kata Jerry.
"Ta.. tapi Tuan muda?"
"Tidak ada tapi-tapian. Ayo masuk dan besok kita harus cepat bangun. Aku tidak mau kita terlambat besok ke kampus." Kata Jerry sambil mengajak teman-temannya untuk segera masuk dan beristirahat.
Setelah mereka masuk, tugas yang seharusnya dilakulan oleh Kevin dan David di ambil alih oleh Jeff dan Austin.
Jerry yang sudah sangat lelah langsung melompat tanpa membuka sepatu dan jas hitam milik nya membuat David dan Kevin bergotong royong melepas sepatu Jerry dan menyimpan nya di bawah dekat ranjang.
"Ayo tidur. Tidak perlu menjaga ku. Dulu aku tidak pernah dijaga dan sampai saat ini aku masih tetap hidup." Kata Jerry berbicara seperti orang mabuk karena dia sudah hampir tertidur saat ini.
__ADS_1
Melihat ulah Jerry ini, Ryan dan Daniel serta kedua David dan Kevin hanya saling pandang, mengangkat bahu lalu segera mengikuti Jerry untuk tidur.
*******
Di luar kamar Jerry saat ini Austin dan Jeff masih tetap berjaga-jaga dan mereka hanya menghabiskan malam sambil mengobrol apa aja tentang beberapa tahun mereka tak bertemu.
"Jeff..., Bagaimana anda bisa muncul kembali setelah sekian tahun anda seperti di telan bumi?" Tanya Austin kepada Jeff.
"Ceritanya panjang Austin. Kau tau kan bahwa aku harus tenggelam dan timbul di metro City. Sejak Ketua kami menghilang, kami semua seperti anak ayam yang kehilangan induk. Berpancar ke setiap sudut kota dan bekerja bagi orang-orang yang mau membayar kami." Jeff berhenti sejenak.
"Aku berusaha bersama Regan untuk menghidupkan kembali Dragon Empire. Namun selalu di kalahkan oleh anak buah Ramsey. Kau tau kan jika kami tidak bisa menjalankan pusat hiburan malam maka dari mana kami bisa mendapatkan uang? Sedangkan ketika itu seluruh Dunia gelap di Metro City berada salam genggaman Ramsey yang di motori oleh Robin sebagai tulang punggung mereka." Kata Jeff menjelaskan kisah nya.
"Aku juga tau tentang itu Jeff. Makanya aku memilih untuk pindah ke Starhill ini agar tidak bentrok dengan anak buah Ramsey di Metro City." Kata Austin.
"Jujur saja ketika Tuan Wilson terbun*h, disitu lah aku baru merasakan pahit nya hidup. Ketika itu juga Drako yang menjadi ketua kami menghilang bagai di telan bumi. Ketika itu aku merasa dunia ini begitu sempit untuk menampung kehadiran ku. Kau bayangkan saja! Hampir disetiap tempat semuanya di kuasai oleh anak buah Ramsey.
Jeff kembali melanjutkan, "Sampai pada satu ketika, Ketua datang menemui ku dan mengajak kami berkumpul kembali untuk melindungi anak dari Tuan Wilson. Aku seperti bermimpi ketika itu dan tanpa berfikir panjang langsung meng-iyakan ajakan itu. Selain untuk balas budi, ini aku lakukan juga karena dendam ku kepada orang-orang Ramsey dan Robin yang membuat Dragon Empire seperti mati suri."
"Kau tau Austin, ketua kami mengatakan bahwa dia telah mendapat sejumlah dana segar dari keluarga Smith untuk memulai misi menjaga keselamatan tuan muda kita. Aku sangat bersyukur ketika itu. Dan mulai dari titik itu lah kami kembali berkumpul dan sambil menjalankan misi dasar kami sebagai pengawal bayangan, kami juga mulai bergerak menguasai beberapa tempat yang belum terjamah oleh anak buah Ramsey."
"Aku sangat senang mendengar bahwa kalian bisa merangkak dan naik kembali. Karena jujur saja, ketika tuan Wilson masih hidup, aku melihat kalian sungguh bahagia dan seperti keluarga walau pun tuan Wilson tidak mengetahui tentang komplotan kalian ini" Kata Austin.
"Hahaha... Aku merasa lucu ketika kami berpura-pura sangat baik di depan tuan Wilson dan berubah menjadi hantu ketika dia jauh dari kami." Kata Jeff sambil mengenang masa lalu.
"Ya.., tuan Wilson sangat baik kepada kalian. Kalian bahkan seperti keluarga bagi nya. Sayang.., sangat di sayangkan orang sebaik itu terlalu cepat di jemput Sang Pencipta." Kata Austin.
"Itu lah sebabnya kami mau jauh-jauh datang ke Starhill ini. Bagaimanapun kami tidak ingin kejadian 22 tahun yang lalu menimpa diri tuan muda. Anak tuan ku itu sudah terlalu lama menderita oleh Robin. Siang dan malam aku menunggu kesempatan untuk bisa membalas kekalahan kami yang dulu. Akhirnya kesempatan itu datang juga dan aku berhasil membantai mereka semua." Kata Jeff tersenyum puas.
"Sebenarnya Tidak sulit untuk membuka urusan dengan Anak buah Robin. Percaya lah sebentar lagi juga akan ada perang besar. Ini karena tuan muda telah mengutus tuan Barry untuk meninjau Country Home dan ternyata, pemerintah daerah telah meluluskan pengajuan proyek raksasa di sana dengan kerja sama jangka panjang." Kata Austin menceritakan semua nya dengan rinci.
"Ah..., sumpah demi apapun itu adalah berita bagus. Bagaimanapun Country Home adalah sarang Sendiego. Sudah waktunya kita mengaduk-aduk air kolam dimana selama ini dia terlalu nyaman berenang didalam nya." Kata Jeff bersemangat.
"Benar katamu Jeff. Aku akan meminta untuk di pindahkan ke Country Home agar bisa ikut ambil bagian dalam membantai mereka disana." Kata Austin penuh harap.
"Semoga saja. Semoga saja." Kata Jeff juga dengan penuh harap.
Bersambung...
__ADS_1