PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Ivan mulai sadarkan diri


__ADS_3

...MegaTown...


Semenjak kekalahan demi kekalahan yang terus menerus di derita oleh kubu Ramendra membuat orang tua itu pusing tujuh keliling, bagaimana caranya agar bisa menghentikan sepak terjang ke tiga pemuda ingusan yang selalu saja menjadi penghalang baginya untuk menjatuhkan perusahaan Future of Company.


Kini lelaki tua itu merasakan banyaknya masalah yang harus dia hadapi karena ulah dari Ryan, Riko dan Daniel ini. Itu belum lagi harus membagi perhatian kepada David dan Kevin di rumah sakit yang sewaktu-waktu bisa sembuh atau mati. Jika mati, dia akan terbebas dari rasa kekhawatiran yang menghantuinya siang dan malam. Tapi, bagaimana jika mereka kembali dari koma dan mulai berkicau? Ini pasti akan menyeret dirinya berhadapan dengan hukum.


Takesi okigawa, mantan ninja dari jepang yang menjadi andalannya juga tidak bisa banyak membantu. Ini karena selain Regan dan Lenard, tuan Syam juga telah menempatkan anak buahnya di tempat-tempat yang benar-benar tersembunyi namun dapat memantau kedua pasien itu dengan Jelas.


...*...


Hari ini keluarga Patrik telah mendapat kabar baik bahwa Ivan sudah mulai siuman. Namun, setelah pihak kepolisian mengintrogasi, Ivan mengatakan bahwa mereka di serang oleh sekelompok orang yang mengendarai truk. Hanya itu keterangan yang bisa dia berikan. Ini karena kejadiannya begitu cepat dan dia adalah korban pengeroyokan yang pertama tumbang di tangan lawan yang berjumlah puluhan orang tersebut.


Namun Ivan mengatakan jika David dan Kevin cepat sadar dari koma nya, kemungkinan besar mereka mengetahui siapa dalang di balik pengeroyokan itu.


"Baiklah Tuan Patrik. Maaf karena telah mengganggu waktu istirahat anda. Harap anda berhati-hati! Ini karena kami sampai saat ini belum bisa menangkap pelaku pengeroyokan itu. Semua bukti masih belum di temukan dan kesaksian Nona Lorna juga tidak bisa memberikan titik terang terhadap kasus ini."


"Ada kemungkinan bahwa pihak pengeroyok akan kembali mengincar diri anda, Tuan Patrik. Saya harap anda segera menghubungi pihak kepolisian jika mengalami atau menemukan sesuatu gerakan yang mencurigakan!" Kata pak Polisi itu memanggil Ivan dengan nama belakang sambil memperingatkan.


"Terimakasih Pak Polisi. Saya akan memberikan kerja sama dengan anda jika suatu saat saya dapat mengenali salah satu dari mereka ini." Kata Ivan berjanji.


"Baiklah Tuan Patrik. Anda silahkan beristirahat. Semoga lekas sembuh." Kata pak Polisi itu lalu segera meninggalkan kamar di mana Ivan di rawat.


"Kakek, setelah aku pingsan, dan David serta Kevin juga terbaring di rumah sakit ini, apakah Jerry baik-baik saja?" Tanya Ivan kepada tuan besar Aaron Patrik.


"Kau istirahat lah dulu! Nanti setelah kau sembuh dengan total, kakek akan menceritakan semuanya kepada mu." Kata tuan Patrik masih ragu-ragu menceritakan tentang diri Jerry yang sampai saat ini masih belum di temukan.


"Katakan Kek! Apa yang terjadi dengan Jerry? Percayalah bahwa aku baik-baik saja. Aku justru tidak akan tenang jika pertanyaan yang mengganjal di hatiku tidak terjawab." Kata Ivan memohon.


Tidak ada pilihan bagi tuan Aaron untuk menutup-nutupi masalah ini kepada Ivan. Lalu dia pun menceritakan semuanya bahwa Jerry sampai saat ini menghilang tanpa ada kabar apakah dia sudah mati, atau masih hidup.

__ADS_1


Begitu tuan Aaron selesai menceritakan semua yang dia ketahui kepada Ivan, kontan saja membuat Ivan menangis sejadi-jadi nya.


"Lalu, apakah tidak ada tanda-tanda bahwa Jerry ini masih hidup atau sudah mati Kek?" Tanya Ivan di sela-sela tangis nya.


"Semua sumber daya dan tenaga telah di kerahkan untuk mencari Jerry ini. Tapi anak itu seperti hilang di telah bumi. Jika memang dia mati tenggelam, paling lama 3 hari mayatnya pasti sudah mengapung. Tapi herannya semua ini sama sekali tidak terjadi. Kuat firasatku mengatakan bahwa Jerry ini masih hidup dan di tolong oleh seseorang." Kata tuan besar Patrik mengemukakan firasat nya.


"Aku akan menunggu sampai aku bisa keluar dari rumah sakit ini kek. Setelah itu aku akan kembali meneruskan pencarian. Bagaimanapun, Jerry ini telah banyak menanam budi diantara aku dan dirimu Kek. Jika bukan karena bantuannya, mustahil dengan kekuatan ku sendiri mampu membebaskan mu dari sekapan ayah ku." Kata Ivan.


"Ya. Aku setuju dengan rencana mu ini. Beristirahat lah dengan tenang. Ketika kau sudah pulih total, maka kau bisa melanjutkan pencarian terhadap Jerry ini." Kata tuan besar Patrik.


Mendengar kakek nya menyetujui rencananya, kini Ivan merasa tenang.


"Terimakasih Kek." Kata Ivan memaksakan senyum di bibir nya.


...*********...


Berita tentang pemerintah daerah MegaTown yang akan melelang hotel Mega bintang enam beberapa bulan yang lalu kini sudah di ambang pelaksanaan.


Kabar ini telah menyebar ke seantero negara dan menarik cukup banyak minat dikalangan pengusaha di berbagai tempat untuk mengajukan pendaftaran bagi mengikuti aktifitas pelelangan tersebut.


Keluarga Walker, Ramendra, Keluarga Patrik, adalah antara orang-orang yang memiliki minat yang besar terhadap pelelangan hotel yang dibangun oleh seorang tuan muda dari keluarga William itu 23 tahun yang lalu.


Saat itu ketiga anak muda sahabat-sahabat Jerry sedang merundingkan bagaimana caranya untuk kembali mematahkan serta mengikis kekuatan Ramendra.


"Bagaimana menurut mu Daniel? Apakah kita akan mengikuti pelelangan itu?" Tanya Ryan kepada sahabatnya itu.


"Benar. Kita akan mengikuti pelelangan itu. Dulu sebelum kejadian musibah yang menimpa Jerry, dia pernah menyuruhku untuk mendaftarkan atas nama perusahaan." Kata Daniel.


.

__ADS_1


"Pelelangan ini mungkin akan diselenggarakan sekitar dua bulan lagi di gedung dewan MegaTown. Sebaiknya jika kita berniat untuk mengganggu Ramendra, maka sebarkan saja kabar angin bahwa tuan muda William telah menginginkan kita untuk memenangkan tender itu dengan cara apa pun dan berapa harga sekalipun." Kata Riko.


"Apakah ketika Jerry menyuruhmu mendaftar atas nama perusahaan, dia mengungkapkan tentang berapa batas anggaran untuk bertarung dalam acara pelelangan itu?" Tanya Ryan.


"Tidak. Aku hanya di suruh untuk mendaftar saja." Kata Daniel.


"Apakah Jerry sangat antusias ketika itu?" Tanya Ryan lagi.


"Wajahnya datar saja. Tidak bahagia dan tidak sedih, juga tidak seperti sedang kebelet mengeluarkan sesuatu." Kata Daniel.


"Sialan kau. Ini artinya Jerry tidak menginginkan Hotel itu untuk di menangkan." Kata Riko.


"Aku mengerti sekarang. Jerry sengaja ingin mengganggu Ramendra di pelelangan nanti. Kita harus merealisasikan semua rencana Jerry ini." Kata Ryan sambil membisikkan sesuatu kepada kedua sahabatnya itu.


"Pelelangan itu di buka dengan harga awal 400 juta Dollar. Mati kita dari mana uang sebanyak itu kita dapatkan?" Kata Daniel mendadak merasa mulas di perutnya.


"Riko, Daniel. Kita akan hembuskan kabar angin bahwa Jerry sangat menginginkan Hotel Mega itu. Ini karena hotel tersebut adalah hasil kerja keras mendiang ayah nya. Masuk akal bukan?" Kata Ryan.


"Dengan harga berapa pun." Kata Riko sambil tersenyum nakal.


"Kita akan mengadukan ini kepada tuan besar Smith dan tuan Besar William agar mereka berdua mendesak tuan Barry agar menyiapkan dana untuk kita gunakan dalam pertarungan di pelelangan nanti." Kata Ryan


"Biar itu menjadi tugas ku. Aku akan melobi kedua orang tua itu. Bagaumanapun, mereka sangat menyesal karena menjadi penyebab atas hilang nya Jerry. Jangankan 1 Milyar. 10 Milyar pun mereka akan mengeluarkan uang itu. Setidak nya mereka pasti akan memperlakukan hotel itu sebagai hotel kesayangan mereka sebagai satu-satunya yang menjadi keinginan Jerry." Kata Daniel.


"Aku sebenarnya sangat berharap sebelum pelelangan nanti, Jerry bisa kembali. Tapi sudahlah! Kita pun tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati." Kata Ryan.


"Aku akan menyiksa Ramendra di pelelangan nanti. Lihat saja bagaimana cara ku meremas kantong menyan nya di gedung dewan kota MegaTown nanti." Kata Daniel dengan Geram.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2