PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menagih hutang Ramsey


__ADS_3

Bus yang di kendarai oleh Jerry dan teman-teman nya baru saja tiba sore itu dari Mountain slope ke Starhill.


Ketika keempat anak muda itu baru saja turun dari bus, tampak David, Kevin dan Arslan sudah menunggu mereka di tempat itu.


"Selamat kembali ke Starhill Tuan muda." Kata David sambil membungkuk hormat.


Melihat Kevin dan David membungkuk, Arslan tampak salah tingkah. Dia tidak tau apakah harus membungkuk juga atau tidak. Namun, dia tetap memaksakan diri juga akhirnya.


"Sudah lah. Apa-apaan ini? Berdiri cepat! Aku malu di lihat orang kalau kalian seperti ini." Kata Jerry.


"Apakah kak Jerry ini seberpengaruh itu di kota ini sampai-sampai mereka bertiga ini membungkuk dengan sangat hormat?" Fikir Joanna dalam hati.


"Ryan.., Daniel. Bawa Joanna dari sini. Aku akan ke Mountain lotus dulu. Ada hal yang terlupakan yang harus aku selesaikan dengan segera." Kata Jerry sambil melangkah ke arah mobil Kevin.


"Kapan kau akan kembali Jerry?" Tanya Ryan.


"10 atau 15 hari kedepan. Kalian jaga Joanna baik-baik. Temani dia jika dia ingin sekedar jalan-jalan. Penuhi saja jika dia menginginkan sesuatu!" Kata Jerry lalu segera memasuki mobil Kevin.


"Kau Kevin.., ikuti aku ke Mountain lotus bersama David. Biar Kak Arslan yang mengantar mereka ke Starhousing. Setelah itu segera susul kami ke hotel teratai Kak!" Kata Jerry.


"Baiklah Tuan muda." Kata Arslan.


"Panggil Jerry saja!" Kata Jerry lalu segera mengemudikan mobil nya meninggalkan stasiun bus Starhill tersebut.


Ada tatapan kosong dari sorot mata Joanna ketika melihat Jerry pergi. "15 Hari. Mau kemana kak Jerry ini sebenarnya?" Fikir Joanna dalam hati.


...*...


Mobil yang di kendarai oleh Jerry baru saja tiba di depan hotel teratai.


Sebaik saja dia sampai, para pengawal dan staf tampak sangat sibuk bahkan ada diantara mereka yang hampir saling bertabrakan karena panik.


"Ada apa dengan kalian? Apakah aku ini terlihat seperti hantu?" Tanya Jerry menegur para staf yang tampak kalang-kabut itu.


"Selamat datang Tuan muda." Kata mereka serentak.

__ADS_1


"Panggil Ronald dan Austin kemari. Katakan aku menunggu nya!" Kata Jerry lalu segera berlalu meninggalkan lobby hotel teratai tersebut.


Ketika Jerry sampai di sebuah ruangan yang hanya dia yang boleh memasuki ruangan itu, Jerry segera berganti pakaian dari pakaian biasa ke pakaian seperti seorang atlit.


"Tok.., tok.., tok..."


"Masuk..!"


"Anda memanggil kami Tuan muda?" Tanya salah seorang dari dua lelaki setengah baya itu begitu memasuki ruangan.


"Aku mendapat kabar dari Regan tadi bahwa Ramsey berulah lagi di ruang tahanan. Kali ini dia memaki dan menghina mendiang ayah ku." Kata Jerry dengan muka merah.


"Saya kurang tau masalah itu Tuan muda." Jawab lelaki yang bertubuh lebih besar.


"Apa yang kau kerjakan selama tiga hari ini Paman Austin?" Tanya Jerry.


"Kami saling berbagi tugas. Untuk masalah tahanan, itu adalah urusan anak-anak Dragon empire. Sedangkan Herey dan anak buahnya bertugas di Country home saat ini bersama sebagian anak buah Jeff. Sedangkan saya sendiri fokus bolak-balik dari hotel ke mansion untuk menjamin keamanan." Kata Austin menjelaskan.


"Tuan muda. Apa yang akan anda lakukan selanjutnya kepada Ramsey ini?" Tanya lelaki setengah baya yang memiliki tubuh lebih kecil dari teman nya tadi.


"Paman Ronald. Lupakan untuk menuntut keluarga Patrik. Aku akan menagih hutang darah dengan Ramsey ini. Sekarang juga bawa aku ke ruangan bawah tanah!" Kata Jerry sambil mengepalkan tinju nya.


Begitu dia tiba di ruang bawah tanah itu, tampak kini Ramsey sedang menghina dan memaki Regan dan Jeff dengan kata-kata kesat.


"Tuan muda.."


"Tuan muda..." Kata Jeff dan Regan hampir berbarengan.


"Hmmm..., aku mendengar kau tadi memaki seseorang. Bisa kau ulangi perkataan mu barusan di depan ku Ramsey?!" Kata Jerry menegur.


"Hahaha..., anak yang baru lepas menyusu. Siapa kau yang sangat berani memerintah kepadaku?" Kata Ramsey dengan angkuh.


"Nyawa sudah di ujung kerongkongan. Tapi kau masih saja sombong Ramsey." Kata Jerry dengan senyum mengejek.


"Regan.., siapa anak yang sombong ini? Hey nak..! Apakah kau tau siapa aku. Aku khawatir jika kau mengetahui siapa aku ini, kau pasti akan lari terbirit-birit." Kata Ramsey masih tetap dengan kesombongan nya.

__ADS_1


"Aku tidak perduli kau itu siapa dan dari mana. Yang aku tau, kau adalah pecundang yang tertangkap oleh orang-orang ku. Lalu, apa lagi yang bisa kau sombongkan?" Kata Jerry mengejek.


"Hahaha..., tindakan tidak jantan dengan main keroyok. Gajah pun tumbang jika di keroyok. Jika memang kau berani, ayo Jeff kita bertarung sekarang!" Kata Ramsey menantang Jeff.


"Ayo lah. Aku juga sudah sangat lama sekali ingin bertarung dengan mu." Kata Jeff segera melangkah. Namun langkah Jeff terhenti ketika Jerry mengibaskan tangannya memberi isyarat agar Jeff tidak melangkah lebih jauh.


"Ramsey.., aku ingin bertanya kepada mu. Bagaimana perasaan mu ketika kau gagal memburu seorang anak kecil sekitar 16 tahun yang lalu namun tiba-tiba, anak itu berada di hadapan mu saat ini?" Tanya Jerry dengan senyum merendahkan.


"Hey bocah apa maksud mu?" Tanya Ramsey.


"Tidak ada salahnya memberi tahu kepada mu bahwa aku adalah Jerry William. Seorang anak yang kau buru bersama Sendiego dan yang lainnya. Kesalahan mu terlalu banyak kepada ku Ramsey. Kau terlibat dalam rencana membunuh ayah ku. Kau juga terlibat membunuh orang tua asuh ku pak Yosep dan bibi Lina. Ini lah aku, anak yang kau buru seperti binatang 16 tahun yang lalu." Kata Jerry menceritakan kepada Ramsey bahwa dia lah anak yang gagal di buru oleh Ramsey karena di gagalkan oleh Drako.


"Hahaha..., ternyata kau adalah anak tuan muda Wilson."


"Hentikan omong kosong mu Ramsey. Ayah ku bukan tuan mu. Kau itu ibarat menolong anjing tersepit. Setelah di tolong kau balik menggigit." Kata Jerry dengan marah.


"Lalu kau mau apa nak? Apakah kau ingin membalas dendam? Kemari lah nak biar aku mempermudah jalan mu untuk bertemu dengan ayah mu di neraka sana. Hahahaha." Kata Ramsey membuat darah Jerry seketika meletup-letup menahan marah.


"Aku adalah lawan mu Ramsey. Kita akan tentukan siapa yang paling kuat di antara kita." Kata Jeff dengan marah.


"Kalian anjing-anjing Drako yang menjilat ke keluarga Smith dan William benar-benar tidak pantas berkata sombong di depan ku." Kata Ramsey.


"Terserah apa katamu. Yang jelas adalah kami jauh lebih baik daripada seorang penghianat seperti mu." Kata Jeff tak mau kalah.


"Hentikan perdebatan kalian! Paman Jeff.., buka borgol di tangan Ramsey. Aku akan menagih hutang yang belum lunas darinya." Kata Jerry sambil membuka bajunya siap untuk bertarung.


"Tapi Tuan muda.." Kata Jeff ragu-ragu.


"Buka kataku!" Bentak Jerry.


Begitu borgol di tangan Ramsey di buka, Ramsey tampak tertawa keras sambil menggosok-gosok pergelangan tangan nya dan berkata, "Berani sekali kau bermain-main dengan api anak ku. Baiklah, jangan salahkan aku jika kau juga akan mati menyusul ayahmu di neraka sana." Kata Ramsey.


"Kau bukan lah lawan yang sepadan untuk ku Ramsey. Kau sudah tua. Andai ada tiga seperti mu aku rasa masih kurang bagi ku." Kata Jerry membalas kesombongan Ramsey.


"Kurang ajar. Kau akan mati nak. Aku akan mengakhiri hidup mu di kandang mu sendiri." Kata Ramsey sambil mengepalkan tinju nya.

__ADS_1


"Lakukan jika kau merasa mampu!" Kata Jerry mengirim tantangan dengan tangannya.


Bersambung....


__ADS_2