
Bab 79.
Mobil Toyota supra itu terus melaju dari arah Mountain Lotus menuju ke Lotus Road dengan kecepatan tinggi. Ketika sampai di lampu merah, Pengemudi yang mengemudikan kendaraan itu berhenti dan sambil menunggu lampu hijau menyala, pemuda itu segera mengeluarkan ponsel nya dan mulai menelepon.
Tidak berapa lama menunggu, Akhirnya terdengar suara seorang pemuda di ujung telepon.
"Hallo Jerry."
"Hallo Van. Kamu dimana sekarang?" Tanya pemuda si penelepon itu yang ternyata Jerry adanya.
"Aku di Hotel saat ini. Ada apa kau menghubungi ku sore ini?" Tanya Ivan ingin tau maksud Jerry menghubungi nya.
"Aku boring Van. Akhir-akhir ini aku seperti merasa terlalu banyak kehilangan." Kata Jerry mengeluh.
"Nikmati saja Jerry. Orang tidak akan merasakan betapa berharganya seseorang di sisinya jika tidak pernah merasakan kehilangan." Kata Ivan berkhotbah.
"Ah kau bisa saja Van. Ayo kita keluar untuk jalan-jalan. Kali ini aku yang akan traktir kau makan." Kata Jerry menawarkan.
"Sudah lah Jerry. Yang kau butuhkan saat ini bukan aku, tapi seseorang yang telah kau buat kecewa. Sebaiknya temui dia dan minta maaf kepadanya. Itu akan membuat sedikit beban di hatimu akan berkurang." Kata Ivan menasehati.
"Kau kalau bicara suka benar Van. Iya aku juga merasakan beban yang cukup mengganjal. Sebaiknya aku akan menemui nya." Kata Jerry mengalah.
"Cepat lah Jerry. Sebelum dia di sambar oleh lelaki lain." Celetuk Ivan.
"Oh ya. jangan lupa beritahu kepadaku siapa wanita itu agar aku tidak salah menggait wanita. Kiranya masih sendiri eh ternyata milikmu. Siapa wanita itu Jerry?" Tanya Ivan menggoda.
"Sebentar Van. Aku parkir dulu. Aku tidak berani mengemudi sambil melakukan panggilan telepon." Kata Jerry lalu memarkir Mobilnya di bahu jalan.
"Kau nanya apa tadi Van?" Tanya Jerry.
"Ah sialan. Apakah tadi aku bicara dengan hantu?" Kata Ivan menggerutu.
"Hahaha... Maaf Van. Bisa kau ulangi!" Pinta Jerry.
"Aku tanya padamu. Siapa wanita yang beruntung itu. Agar kelak aku tidak salah gebet." Kata Ivan.
"Oh itu. Aku juga masih belum pasti Van. Tapi yang jelas, jika dia sudah merasa di miliki oleh seseorang, dia pasti akan menutup hati untuk orang lain." Kata Jerry yakin.
"Oh ya Van..., Bagaimana dengan rencana kita kemarin?" Tanya Jerry tentang rencana yang mereka bahas kemarin ketika Jerry masih di rumah sakit.
__ADS_1
"Oh itu. Aku sudah menghubungi kakek James. Kakek James ini adalah kepala pelayan. keluarga Patrik selama 40 tahun dan kakek ku sangat mempercayai nya. Kini dia lah satu-satunya orang terdekat yang di miliki oleh kakek ku." Ivan berhenti sejenak kemudian melanjutkan.
"Dan benar dugaan kita kemarin Jerry. Bahwa kini di dalam jajaran staf dan dewan direksi tengah terjadi perselisihan pendapat. Dan saat ini, perang dingin diantara mereka sedang berkecamuk. Tunggu lah beberapa hari lagi Jerry! Aku akan memberi mu kabar." Kata Ivan berjanji.
"Baik lah Van. Kalau begitu aku jalan dulu." Kata Jerry yang mulai menekan gas mobil nya.
"Hati-hati Jerry. Jangan terlalu ngebut. Cukup 2500Km/jam." Kata Ivan sambil terbahak-bahak.
"Kalau mau menyuruhku cepat mati bukan gini caranya Van." Kata Jerry juga sambil terkikik geli, lalu segera menutup panggilan telepon itu.
*********
Mobil Toyota Supra itu terus melaju membelah jalan Lotus Road-HillStreet dengan kecepatan tinggi.
Setelah beberapa lama mengemudi, kini Jerry dapat melihat bangunan tiga lantai yang di kenal dengan nama Golden University itu.
Jerry tidak ingin singgah terlebih dahulu ke asrama. Dia terus saja melaju sedikit ke depan dan berbelok ke kiri memasuki sebuah gang.
Sesampainya di sebuah rumah kos yang di huni oleh beberapa anak gadis, dia segera memarkir mobil nya dan turun dari mobil itu kemudian melangkahkan kakinya ke-arah rumah itu.
"Tok..., tok..., tok...!"
"Ini aku Jerry." Jawab Jerry.
"Jerry?"
"Iya Jerry anak jurusan Bisnis dan manajemen." Jawab Jerry.
Tak lama kemudian pintu itu pun di buka dan terlihat seorang wanita yang seumuran dengan Jerry menjukurkan kepala nya ke luar.
"Oh Jerry ini. Bukan kah kamu adalah mahasiswa yang sangat miskin di kampus kita kan?" Tanya wanita itu seperti tidak suka Rumah kos-kosan mereka di datangi oleh Jerry.
"Iya benar. Aku adalah Jerry yang terkenal sangat miskin di kampus." Kata Jerry sangat jengkel.
"Untuk apa kamu datang kesini Jerry?" Tanya wanita itu dengan ekspresi wajah penuh selidik.
"Aku ingin menemui Via. Apakah dia ada?" Tanya Jerry.
"Via sedang tidak berada di sini. Dia kembali ke rumahnya di MegaTown. Mungkin dia akan mengurus untuk pindah kuliah." Kata Wanita itu.
__ADS_1
"Apa..., Pindah?" Kata Jerry terkejut.
"Apa kamu tau alasan dia pindah?" Tanya Jerry lagi.
"Heh Jerry..., untuk apa kamu menanyakan itu. Sudah lah. Urusin aja urusan mu sendiri. Mahasiswa miskin untuk apa mengurusi hal orang lain." Kata wanita itu dengan ketus.
Jerry sebenarnya sangat jengkel dengan penghinaan ini. Namun dia tetap bersabar dan tidak ingin membuat masalah dengan wanita itu.
"Maafkan aku Megan. Aku tidak akan bertanya lagi." Kata Jerry lalu berbalik untuk meninggalkan Rumah kos-kosan itu menuju ke mobil yang dia pinjam dari Kevin di ikuti oleh tatapan mata beberapa gadis.
"Hey lihat itu Megan. Dia mengendarai mobil bagus." Kata salah seorang wanita kepada wanita yang berbicara dengan Jerry tadi.
"Bukankah itu mobil mahasiswa baru di kampus kita?" Tanya salah seorang lagi.
"Huh... Biarkan saja. Mungkin dia ingin pamer di depan kita." Kata Megan sambil mencibir dan melenggang masuk kembali dan menutup pintu.
Di dalam, Via tampak seperti sedang menunggu dengan wajah tegang.
"Megan.., apa kata Jerry tadi padamu?" Tanya Via ingin tau pembicaraan mereka.
"Dia menanyakan dirimu via. Tapi aku memarahi dan menghina nya. Lelaki seperti itu tidak pantas di kasih hati." Kata Megan dengan ekspresi kesal.
"Tidak perlu seperti itu Megan. Sebenarnya aku yang terlalu egois dan cemburu. Jadi, jika dia datang lagi, berbicara lah dengan baik.!" Kata Via dengan perasaan tidak enak hati.
"Dia pasti tidak akan datang lagi."
"Aku heran dengan mu Via. Apa yang kau harapkan dengan mahasiswa sekarat seperti Jerry itu? Melarat dan sangat miskin. Bahkan untuk makan saja dia harus mencekik leher." Kata Megan yang masih belum tau siapa Jerry.
"Memang dia miskin Megan. Tapi setidak nya dia baik dan tidak pernah membuat masalah. Dia juga sangat pintar dan berperestasi. Dari pada Anton dan kawan-kawannya yang Arogan itu, aku seribu kali akan memilih Jerry." Kata Via membela Jerry.
"Kau belum tau siapa Jerry sebenarnya Megan. Aku yakin jika kau mengetahui identitas nya, kau bahkan akan rela di suruh menjadi tukang bawa sepatu nya." Kata Via dalam hati.
"Huh... Masih banyak mahasiswa yang lain."
"Oh ya, jika kau terus saja membela nya, mengapa tadi tidak kau temui saja dia?" Tanya Megan dengan dahi berkerut.
"Aku sengaja menjauh darinya. Hanya ingin tau. Apakah dia akan mencari ku setelah aku jauh darinya. Dan ternyata dia mencari ku Megan." Kata Via dengan sangat bahagia sambil menggoncang-gongcangkan tubuh Megan.
Megan hanya mencibir dan segera kembali menelungkupkan tubuhnya untuk membaca buku.
__ADS_1
Bersambung...