PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 41 Siapa yang datang?


__ADS_3

"Benar kah?". Jasmin tampak masih ragu.


"Kamu kok ragu gitu sih? Ini kan cuma jus saja. Kamu takut aku meletakkan obat tidur di minuman kamu? Tenang aja aku nggak meletakkan apa - apa kok. Kalau kamu nggak percaya minum punya aku aja". Haikal sebenarnya menyindir Jasmin tapi entah lah, ia terasa atau tidak..


Jasmin tampaknya tercengang dengan ucapan Haikal. Ia bagai di tampar secara tidak langsung oleh anak muda itu.


Tak ingin meminum dari gelas manapun, tapi gerah yang menyerang diri nya saat ini sangat menyiksa. Ia merasa sangat dahaga sehingga jus itu terlihat sangat menggoda untuk di habiskan. Tanpa pikir panjang lagi, ia meneguk segelas jus hingga tak tersisa setetes pun. Tapi ia masih merasa gerah apa lagi saat melihat Haikal saat ini yang menurutnya sangat menggoda iman, darah nya terasa semakin hangat.


"Aku semakin tidak sabar untuk mencicipi anak ini. Tapi kayak nya waktu nya terlalu cepat, perut ku juga rasanya lapar. Takut nanti tak bertenaga saat berperang yang hujung nya ia pasti tak puas bermain dengan ku. Sebisa mungkin untuk pertama ini meninggalkan kesan baik dari ku untuk nya. Meskipun usia ku tak lagi muda, tapi masalah ranjang aku masih jagonya". Batin Jasmin.


Ia kemudian berpikir untuk membasuh muka lebih dulu agar gerah berkurang.


"Aku permisi ke kamar mandi dulu, yah". Pamit Jasmin.


"Silahkan! Nikmati aja waktu mu di sini". Sahut Haikal.


Jasmin kemudian masuk membasuh wajahnya perlahan. Beruntung make up yang ia gunakan tidak mudah luntur saat terkena air jadi ia tidak perlu khawatir saat wajah nya terkena air atau peluh..


Dalam kamar mandi ia merasa hawa nya jauh lebih sejuk berbanding saat di luar. Ia semakin yakin kalau sebenarnya hanya perasaan nya saja yang merasa gerah karena berdekatan dengan Haikal.


"Haikal memang sangat berbeda, buktinya tubuh ku saja bisa merespon segini dahsyatnya". Gumam Jasmin sambil mengeringkan wajahnya dengan tisyu yang ia sediakan sebelumnya.


Sementara di luar, Haikal sengaja menambah temperatur suhu di kamar itu agar Jasmin mau meminum segelas lagi jus milik nya.


"Kamu udah merasa baikan?". Tanya Haikal saat melihat Jasmin keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum manis ke arah wanita itu.


"Em, I - iya". Jawab Jasmin. "Kita makan sekarang aja, yah. Aku udah paper soalnya". Ajak Jasmin menghilandari dari menatap Haikal. Ia takut hati nya semakin tida kuat untuk menyerang pria itu.

__ADS_1


"Kamu benar, aku juga udah paper banget. Tapi bukan laper ingin makan makanan di atas meja ini tapi aku laper yang lain...". Sahut Haikal dengan tatapan nakal nya.


Jasmin membulatkan mata mendengar ucapan Haikal. "Aku juga". Imbuh Jasmin membalas tatapan Haikal dengan malu - malu. Ia tidak ingin membalas tatapan Haikal lebih lama karena takut tak tahan sebelum ia berhasil menambah tenaga terlebih dahulu.


Mereka berdua mulai mengunyah makanan mereka masing - masing. Meskipun Jasmin tampan sangat tidak nyaman saat ini karena suhu kamar yang menurutnya panas. Sedangkan Haikal tampak biasa biasa saja.


"Kok bibik nggak menyediakan air lebih untuk kita?". Jasmin tampak celingukan mencari air minum.


"Minum ini aja, aku udah biasa kok nggak minum habis makan". Tawar Haikal sambil menyodorkan segelas jus pada Jasmin..


Lagi - lagi Jasmin ragu untuk menerima tawaran Haikal. Tapi ia benar - benar tidak bisa menahan sekarang.


"Kamu masih ragu?". Tanya Haikal memasang wajah sok tersakiti.


"Eh, nggak kok sayang. Terima kasih kamu rela tak minum demi aku". Sahut Jasmin tanpa ragu langsung meneguk jus itu hingga kandas.


Jasmin tampak meneguk slavina nya dengan berat. Ia tak sabar melihat kejutan dari Haikal yang pikir nya menjerumus pada masalah ranjang. "Jangan lama, yah". Kata Jasmi.


Haikal sengaja masuk ke dalam kamar mandi tapi tidak menutup rapat pintu itu agar ia bisa mengawasi Jasmin dari dalam. Terlihat wanita itu mengucek mata nya beberapa kali, mungkin efek obatnya udah mulai bekerja. Beberapa waktu kemudian, wanita itu tumbang hingga tak sadarkan diri.


Haikal keluar untuk memastikan keadaan Jasmin. Benar saja, wanita itu sudah tertidur pulas, saat tubuh nya di angkat untuk berbaring nyaman di atas kasur pun ia sama sekali tidak sadar. Setelah memastikan Jasmin tertidur dengan nyaman. Haikal berganti pakaian yang tak mencolok.


"Semoga saja, om Ronal belum datang sehingga aku bisa lebih mudah mencari informasi tentang keluarga kandung ku di rumah ini". Gumam Haikal.


Ia sudah mendapatkan kunci pintu yang di simpan Jasmin di dalam saku dress yang ia gunakan.


Mengintip keluar kamar ternyata ada dua orang pengawal yang berjaga di sekitar lantai dua. Dengan percaya diri, Haikal melangkah tanpa takut keluar kamar.

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa keluar?". Tanya salah satu dari pengawal yang berjaga.


"Sudah tentu, tante Jasmin ada di kamar ku dan ia sendiri yang meminta ku ke kamar nya untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di sana". Jawab Haikal.


"Ta - tapi...". Pengawal itu masih tampak tidak percaya..


"Kalau kalian tidak percaya, tanya kan saja langsung lada tante Jasmin". Pancing Haikal.


Kedua pengawal itu tampak saling melempar pandangan. Karena tadi sebelum masuk ke kamar Haikal, Jasmin sempat memerintahkan mereka agar tidak masuk campur urusan nya. Jika terjadi apa pun pada nya dan Haikal, itu bukan urusan mereka. Jasmin juga meminta mereka membutakan mata, menulikan telinga, dan membisu kan mulut mereka.


"Baik lah kami percaya. Sila lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan". Sahut pengawal itu tidak lagi menghalangi jalan Haikal..


Haikal membuang nafas lega karena dua pengawal itu tidak lagi mengusik rencana nya. Ia memutuskan untuk memulai pencarian nya di dalam kamar Jasmin, ia yakin wanita itu pasti menyembunyikan sesuatu di kamarnya meskipun petunjuknya sangat minum..


Saat membuka pintu tak berkunci itu. Keadaan nya sangat berantakan. Tampaknya saat bersiap tadi, Jasmin dibuat bingung untuk memilih pakaian yang ingin ia gunakan. Haikal mengabaikan keadaan yang berantakan itu, ia beralih menuju nakal untuk mencari apa pun petunjuk. Tapi sama sekali tidak menemukan apa pun.


"Bahkan perhiasan nya pun nggak terlihat. Aku yakin perempuan jadi - jadian itu menyimpan nya di suatu tempat yang sangat tersembunyi". Gumam Haikal. Ia kemudian menemukan brangkas di dalam lemari pakaian wanita itu. Tapi sama sekali tidak bisa membuka brangkas itu karena belum tahu kode yang di gunakan agar bisa membuka nya.


Kemudian dia iseng menekan enam angka yang sama yaitu '99****' dan beruntung nya berangkas itu terbuka.


"Gampang banget kode nya, dasar kurang waras". Gumam Haikal.


Di dalam berangkas berukuran sederhana itu ada sebuah kotak berisi perhiasan Jasmin, mulai dari emas dan permata. Tapi bukan itu yang menjadi target pencarian Haikal saat ini. Ia kemudian mengeluarkan sebuah map dan mengotak - atik isinya. Ia menemukan sebuah foto seorang wanita yang menggandeng tangan seorang pria.


Mata Haikal tertuju pada wajah pria yang ada di foto itu. Ia seperti pernah melihat pria itu sebelum nya. Tiba - tiba terdengar langkah kaki mendekat ke kamar ini. Haikal tampak panik sehingga...


Cek lek....

__ADS_1


Pintu kamar Jasmin terbuka lebar.


__ADS_2