PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana jahat Anton


__ADS_3

Bab 81.


Via yang baru saja kembali dari kafe hanya bisa marah dan mengumpat di dalam hatinya.


Dia sangat kesal sore ini.


Sesampai nya di Rumah kos mereka, Via tidak langsung masuk. Dia masih duduk di kursi beranda berharap kalau Jerry akan datang.


Sebenarnya Via sengaja memperlambat langkah kaki nya dengan harapan Jerry akan mengejar dan memohon-mohon padannya agar tidak marah dan jangan pergi. Tapi itu tidak terjadi. Jerry malah diam mematung tanpa tau harus berbuat apa.


Kini Via masih tetap duduk di depan rumah kos-kosan menanti kalau-kalau Jerry akan datang meminta maaf kepadanya seperti di film-film dan sinetron. Maka dia akan berlagak jual mahal agar Jerry menghiba dan memohon-mohon sambil berlutut. Kalau bisa, Jerry akan berdiri sampai subuh di depan rumah itu menunggu maaf nya di terima. Apa lagi ada hujan datang dan Jerry akan basah kehujanan demi sebuah kata maaf dari Via.


Sial bagi Via bahwa ini bukan lah sinetron. Bukan Drama Korea apa lagi kisah romantis dalam film Hindustan.


Yang ada, sampai pantat Via tumbuh akar karena terlalu lama duduk, namun batang hidung Jerry pun tidak kelihatan.


"Sial sekali Jerry ini. Pas aku menghindari nya, dia mencari ku. Setelah aku ada di hadapannya, dia mengabaikan ku." Fikir Via dalam hati.


Sebenarnya Jerry sudah datang sekitar sejam yang lalu untuk menemui Via. Tapi Via nya tidak ingin bertemu dengan Jerry. Malah dia menyuruh sahabatnya yang super galak bernama Megan untuk menemui Jerry. Jerry bukan saja kecewa karena tidak bisa menemui Via, tetapi juga di hina sebagai orang miskin oleh Megan.


Setelah berapa lama menunggu tapi Jerry tidak juga datang, Via yang kecewa dengan marah membanting minuman dalam kemasan itu ke tanah lalu menggedor pintu untuk masuk dan berlari langsung ke kamar membuat semua para sahabatnya merasa heran dengan sikap Via ini.


Sementara itu di kafe, Jerry yang di tarik tangan nya oleh Lisa untuk masuk ke kafe itu hanya bisa pasrah saja seperti kerbau yang di cucuk hidungnya dan menurut saja kemana Lisa menarik nya.


"Ayo Jerry..., segera pesan minuman mu!" Kata Lisa dan segera melambaikan tangan nya memanggil pelayan kafe.


"Kopi pahit untukku." Kata Jerry.


Dia sengaja memesan kopi pahit agar Lisa tau kalau saat ini dia sedang merasakan kepahitan itu. Tapi yah, Lisa mana tau hubungan Jerry dengan Via. Yang dia tau adalah mereka semua sahabat bagi dirinya.

__ADS_1


"Kenapa tidak memesan coklat atau kapucino Jerry?" Tanya Lisa.


"Oh. Kopi pahit sangat bagus Lisa. Itu bisa melatih diri untuk menghadapi kepahitan fikiran." Jawab Jerry asal-asalan.


Lisa hanya mengernyitkan dahi nya saja mendengat alasan yang sama sekali tidak masuk akal itu.


Jerry hanya tersenyum sumbing karena memang tidak tau harus berkata apa lagi.


Mereka terus saja menikmati minuman mereka yang sama sekali tidak nikmat bagi Jerry tanpa mereka sadari, sedikit jauh dari gerbang kampus, sebuah mobil Audi Rs7 terparkir disana.


Tampak di dalam mobil itu ada tiga orang pemuda yang sejak tadi seperti tak berkedip memandang tajam ke arah kafe.


"Anton, lihat kucing kurap itu! Apa kau tidak sakit hati melihat mereka duduk berdua seperti itu?" Tanya seorang pemuda yang ada di dalam mobil itu.


"Huh... Dari tadi aku melihat nya Zeck." Kata pemuda yang di panggil Anton itu.


Saat ini saja Bibir nya masih bengkak sebelah kanan. Jika dia mencari gara-gara dengan Jerry lagi, maka dapat di pastikan bahwa seluruh bibir nya akan seperti Bajaj mencari omprengan.


"Lalu apa rencana mu Anton?" Tanya seorang lagi.


"Ya. Aku memang memiliki rencana untuk menjebak Lisa dan Jerry. Aku akan mengatur sesuatu untuk membuat perangkap bagi mereka. Dan aku Pastikan bahwa Lisa akan membenci Jerry setengah mati." Kata Anton yang agak sumbang suaranya karena bibir nya yang masih bengkak akibat di tinju oleh Riko.


"Namun, untuk memuluskan rencana itu, aku membutuhkan seseorang yang sangat dekat dengan Lisa yang bisa kita suap agar mau bekerja sama dengan kita." Kata Anton sambil memandang ke dua sahabatnya itu.


"Bagaimana dengan Rindy atau Jenny?" Tanya Zeck.


"Kenapa tidak kau katakan Rina saja sekalian." Kata Anton sambil menyeringai.


"Jangan sebut nama itu Anton!" Teriak Zeck dengan gusar.

__ADS_1


Anton hanya mencibir saja melihat ketololan kedua sahabatnya ini.


"Aku heran dengan kalian ini. Mengapa kalian tidak pernah bisa memberi ku idea-idea yang bagus? Kalian ini benar-benar tidak dapat di andalkan." Kaga Anton dengan wajah kecewa.


Kedua teman Anton itu hanya saling pandang melihat Anton yang sedang merengut.


"Lalu apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Zeck.


"Kita sudah berhasil menyingkirkan Riko walau harus babak-belur. Tapi aku belum puas sebelum menyingkirkan mereka semua termasuk Herman. Aku masih ingin perlakuan yang aku terima di halaman Lotus mansion waktu ulang tahun Rindy. Mereka benar-benar telah menghina ku." Geram Anton dengan bibir monyong nya.


"Aku pernah mendengar Lisa bercerita dengan Rindy dan yang lainnya bahwa sepupu nya akan pindah ke Golden University tidak lama lagi." Kata John.


"Wah..., jika itu benar, maka ini adalah berita baik." Kata Zeck.


"Anton..., kau harus bisa mendekati sepupu Lisa ini. Bukankah kau ingin menggunakan orang terdekat Lisa untuk menjebak Jerry. Jika kau bisa memanfaatkan sepupu nya itu, maka peluang keberhasilan mu mungkin terbuka lebar." Kata Zeck.


"Hanya saja kita kan belum tau apa rencana yang dimiliki oleh. Anton." Kata John agak ragu.


"Kalian tenang saja lah. Tunggu saja pelantikan ku sebagai Presiden persatuan mahasiswa di kampus ini." Kata Anton.


"Lalu apa hubungan nya dengan rencana yang sedang kita bicarakan ini?" Tanya Zeck.


"Begitu aku di lantik menjadi presiden persatuan mahasiswa di kampus ini, maka aku akan mengadakan sebuah acara yang akan di ikuti oleh semua mahasiswa. Dan akan ada acara susulan yang akan kau persiapkan untuk mahasiswa yang aku undang sendiri. Kalian akan tau nanti seperti apa aku menjebak Jerry masuk ke dalam perangkap ku. Yang terpenting adalah aku sangat membutuhkan kalian agar membantu ku untuk ber-acting." Kata Anton yang mencoba menjabarkan sedikit tentang rencananya.


"Wah.., kalau soal acting-actingan, kau tidak usah khawatir Anton. Serahkan saja semua nya pada kami." Kata John dan Zeck dengan bersemangat.


Lalu mereka pun tertawa terbahak-bahak di dalam mobil.


Tak lama kemudian mobil itu pun pergi meninggalkan tempat dimana mereka tadi berhenti untuk melihat Jerry dan Lisa yang sedang minum di kafe depan kampus itu.

__ADS_1


__ADS_2