
MegaTown
Seperti biasa, hari ini Daniel, Ryan dan Riko baru saja tiba di lokasi proyek konstruksi bekas proyek milik Robin Patrik yang bangkrut akibat kalah bersaing dengan Future of Company di satu masa dulu.
Selesai mengadakan pertemuan dengan Tuan Abraham yang diangkat langsung oleh mereka sebagai pimpinan perusahaan karena mengingat lelaki setengah baya itu adalah Ayah kandung dari mendiang Via yaitu sahabat mereka ketika sama-sama kuliah di Golden University dulu, maka mereka pun mengangkat Tuan Abraham sebagai Pimpinan Proyek atau PIMPRO.
"Hey Ryan. Aku mendengar bahwa salah satu kota di Sumatera akan mengadakan tender untuk membangun sekolah, panti asuhan dan panti jompo plus rumah sakit untuk kaum terlantar. Kita ini kan sebagai pengusaha kecil di bidang konstruksi mengapa tidak mengirimkan proposal untuk mengikuti tender itu?" Tanya Daniel kepada Ryan dan Riko.
"Oh ya? Dari mana kau tahu berita itu Daniel?" Tanya Riko.
"Aku tadi sempat baca di internet. Sepertinya berita itu baru saja di rilis. Tempat nya bernama kota Kemuning. Proyek itu sendiri dibangun atas keinginan seorang CEO di sana bernama Tigor. Bagaimana menurut mu? Jika kalian tertarik, aku akan mengurus segala proposal kerja sama dengan mereka. Memang proyek itu tidak sampai menelan biaya ratusan juta. Tapi lumayan untuk mengukir nama di dunia konstruksi." Kata Daniel pula.
"Jangan asal mengajukan proposal saja Daniel. Kita harus melihat dulu dari segi jarak tempuh dan keamanan di sana. Aku mendengar bahwa di sana itu sedang terjadi perebutan kawasan. Jangan sampai nanti kita mengantar nyawa saja ke sana ketika terjadi persengketaan antara gengster dan mafia di sana." Kata Ryan pula.
"Karena itu lah aku mengajak mu ke sana. Mereka pasti tidak ingin menerima kontraktor yang abal-abal. Kita memiliki Dragon empire. Itu adalah nilai plus untuk kita. Dengan adanya jaminan keamanan seperti ini, kita sedikit bisa menekan harga kepada mereka dengan alasan bahwa kita harus mempekerjakan banyak tenaga untuk meminimalisir jika ada gangguan yang datang dari pihak lawan mereka." Kata Daniel pula.
"Ok. Kau adalah ahli dalam negosiasi. Kami berdua menyerahkan pekerjaan negosiasi ini kepada mu. Kapan kau akan mengajukan proposal untuk mengikuti tender itu?" Tanya Riko.
"Secepatnya. Aku sudah tidak sabar untuk merambah kanca internasional dalam bidang konstruksi ini. Awal baik bagi kita." Kata Daniel.
"Apa kau tertarik untuk mengajak Ivan, Daniel? Dengan banyaknya tenaga serta armada transportasi, kita bisa sedikit menghemat waktu dan tenaga. Patrik Group sudah sangat mapan dan sangat berpengalaman dalam bidang ini. Kita jangan memikirkan untung dulu! Bagaimanapun ilmu lebih berharga daripada sekedar keuntungan." Kata Ryan.
"Kau benar Ryan. Ayo kita ke Metro City. Kita temui Ivan. Manalah tau dia tertarik. Ya kan?" Kata Daniel sambil tertawa.
"Mari!" Ajak Daniel sambil melangkah menuju ke mobilnya.
"Hahaha... Kota Kemuning... Tunggu lah kami tiba. Aku juga sangat penasaran seperti apa gengster di kota itu. Apakah kuat seperti Tiger atau Dragon empire?" Kata Riko penasaran.
__ADS_1
"Jangan samakan Dragon empire dengan geng manapun Riko! Dragon empire terlalu kuat dengan jumlah anggota saat ini nyaris berjumlah seratus ribu orang di berbagai kawasan." Kata Ryan.
"Kita harus mengajak Kak Arslan juga untuk meninjau kawasan itu. Bagaimana?" Tanya Riko.
"Itu urusan nanti Riko. Pengajuan proposal dulu. Setelah itu, kita masih akan membahas butiran kontrak dan kesepakatan kerja terlebih dahulu. Jika pas, baru kita jalan." Kata Daniel.
"Ok. Itu adalah bidang mu. Hitam katamu, hitam kata kami. Putih katamu, agak kuning kata kami." Kata Riko pula sambil membuka pintu mobilnya.
"Memang nya gigi mu kuning karena jarang di gosok." Kata Ryan sambil tertawa dan buru-buru memasuki mobilnya.
"Sialan kau Ryan!" Kata Riko kesal karena dikatakan jarang gosok Gigi.
*********
Tiga unit mobil sport Jaguar, Mercedez dan Audi R8 itu saling susul menyusul menuju ke Bukit Metro di mana di sana terdapat jejeran Villa-villa mewah milik konglomerat di Metro City ini.
Villa tempat ketiga unit mobil sport itu berhenti adalah Villa mewah milik keluarga Patrik yang terkenal sebagai salah satu dari keluarga kaya raya di kota ini.
Ketika melihat siapa yang datang, tanpa banyak bertanya lagi, para pengawal Villa itu segera membukakan pintu pagar dan dengan hormat mempersilahkan ketiga mobil itu memasuki halaman Villa yang sangat luas tersebut.
"Selamat siang Tuan muda Daniel, Tuan Muda Riko dan Tuan Muda Ryan." Sapa pengawal itu dengan sopan.
"Terimakasih pak. Apakah Ivan ada di dalam?" Tanya Ryan.
"Oh. Tuan Muda kami baru saja kembali. Silahkan menunggu. Saya akan memberitahu kepada Tuan Muda Ivan bahwa anda sedang berada di sini." Kata pengawal itu lagi
"Terimakasih banyak ya Pak." Kata mereka bertiga dengan tak kalah sopan nya.
__ADS_1
Setelah penjaga itu masuk untuk memberitahu kepada Ivan, Ryan, Riko dan Danil pun segera berjalan-jalan mengitari halaman itu sampai ketika mereka melihat mobil super sport Lamborghini SIAN terparkir di samping Villa itu dengan tempat yang sangat istimewa sekali.
Sejenak ketiga pemuda itu memandangi mobil super sport itu dengan berbagai perasaan.
"Lamborghini ini milik Jerry. Aku sangat merindukan mu Jerry. Di mana kau saat ini berada?" Kata Riko sambil mengelus-elus mobil tersebut.
"Kembali lah Jerry. Kami di sini seperti anak ayam kematian induk. Mengapa menyiksa diri hanya demi mempertahankan keegoisan." Kata Daniel pula.
Sementara Ryan hanya mengelilingi mobil itu sambil mengigit bibir.
Terbayang dibenak nya saat dulu ketika mereka bersama-sama dalam suka dan duka.
Ketika itu mereka berempat bukan siapa-siapa. Bahkan sebagai sampah pun tidak.
"Seharusnya Jerry sudah akan menjadi ayah. Terhitung sudah lebih 7 bulan dia meninggalkan kita." Kata Ryan.
"Alah. Itu kalau burung nya bekerja dengan benar. Bagaimana kalau meleset terus?" Kata Daniel.
"Meleset bagaimana maksud mu Daniel?" Tanya Riko tidak mengerti.
"Iya Lah. Jerry itu kan goblok nya kalau sudah kambuh hahaha... Kau tau sendiri lah. Jangankan burung nya. Otaknya sendiri pun tidak terurus jika ketololannya kambuh." Kata Daniel lagi.
"Kau ini tega sekali dengan sahabat sendiri." Kata Ryan namun tidak kuasa menyembunyikan tawanya.
Mereka bertiga ini hafal betul sifat Jerry yang terkadang tidak pernah serius. Namun untuk sisi kemanusiaan, Jerry ini tidak perlu diragukan.
Ryan, Riko, Daniel, Arslan dan banyak lagi orang-orang yang berada di lingkungan mereka adalah produk hasil dari kemanusiaan Jerry.
__ADS_1
Makanya mereka rela berkorban tidak sedikit demi Tuan Muda dari keluarga William dan Smith itu.