
Aneh. Tidak seperti biasa Jewel star sore ini begitu ramai di kunjungi oleh orang-orang yang berdatangan entah dari mana.
Sore itu tampak para pengunjung berdatangan mengunjungi beberapa toko. Ada yang membeli, ada yang menanyakan ini dan itu, namun ada pula yang hanya sekedar melihat-lihat.
Hal yang sama juga terlihat di hotel mutiara cabang dari hotel mutiara Metro city milik keluarga William. Banyak berdatangan lelaki berbadan tegap yang kesemuanya memilih kamar di lantai paling atas.
"Cepat rakit senjata kalian!. Pastikan tepat jam 7 nanti kalian harus sudah bersiap sedia." Kata lelaki yang menjadi ketua dari orang-orang berbadan tegap itu.
"Tenang saja Ketua. Kami sudah terbiasa dengan pekerjaan ini. Senjata seperti ini ibarat anak yang selalu kami timang pagi dan petang. Hahaha." Kata mereka sambil tertawa.
Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai kawasan Jewel Star ini begitu ramai di kunjungi oleh orang-orang asing?!.
...*...
Mobil sport Lamborghini SIAN meluncur dengan kelajuan tinggi menuju mountain lotus. Mobil itu tidak mengarah ke hotel teratai, namun kali ini melaju lurus ke depan mengarah ke Lotus mansion.
Setiba nya di bangunan super mewah itu, seorang pemuda mengenakan baju kemeja slimfit warna biru dipadu dengan kacamata hitam dan celana jeans hitam keluar dari mobil dan segera melangkah memasuki aula besar di dalam mansion tersebut.
Seorang pengawal berlari membawa payung dan mulai memayungi pemuda itu. Tampak beberapa pengawal membungkuk hormat ketika pemuda itu melewati mereka.
"Terimakasih Pak petugas. Silahkan kembali ke posisi anda!" Kata Pemuda itu dengan senyum ramah.
"Siap Tuan muda." Kata lelaki itu dan segera kembali ke posisinya tadi.
"Tuan muda.., apakah anda ingin meminum sesuatu?" Tanya seorang pelayan dengan sangat hormat.
"Buatkan aku teh dan antar ke ruangan ku!" Kata pemuda itu.
"Baik Tuan muda." Kata pelayan itu membungkuk hormat sebelum dia berbalik dan pergi memenuhi tugas yang di berikan kepadanya.
"Paman Jeff, Paman Regan, Paman Ronald, Herey dan Paman Austin. Ketika kalian membaca pesan ini, segera datang dan temui aku di ruangan pribadi ku di Lotus mansion!" Kata pemuda itu mengirim pesan suara group.
30 menit kemudian tampak iring-iringan mobil mewah meluncur dari hotel teratai menuju ke lotus mansion.
Sesampainya iring-iringan tersebut di depan lotus mansion, kini tampak orang-orang berpakaian serba hitam dan berkacamata hitam keluar dari dalam mobil tersebut dan membukakan pintu untuk mobil yang berada di tengah-tengah.
Kini tampak barisan orang-orang besar memasuki aula besar di mansion dan langsung menuju ke lorong samping menaiki lift dan kini mereka telah sampai di lantai paling atas mansion tersebut yang biasa disebut oleh mereka sebagai box diamond.
"Tuan muda.., kami semua sudah tiba. Silahkan beri perintah." Kata Ronald yang mengetuai rombongan itu.
"Duduk!" Kata Jerry mempersilahkan bawahannya untuk duduk.
__ADS_1
"Tuan muda. Apakah ada hal yang begitu penting yang ingin anda bicarakan dengan kami?" Tanya Ronald begitu mereka telah duduk.
"Benar. Sudah bukan rahasia lagi bahwa Starhill ini telah kemasukan pengacau. Hal ini tidak bisa kita biarkan berlarut-larut. Aku telah menyebar mata-mata dan berhasil mencuri informasi bahwa ketua dari geng pengedar ini akan datang malam ini ke Starhill." Kata Jerry menjelaskan.
"Tuan muda, apakah anda tahu dengan jelas dimana mereka akan melakukan transaksi?" Tanya Ronald.
"Menurut informasi yang aku dapatkan, malam ini boss dari pengedar tersebut akan tiba di Starhill ini tepat nya di kawasan rumah susun Jewel star. Atur segala persiapan kalian karena kita hanya memiliki waktu kurang dari 7 jam." Kata Jerry.
"Untuk Paman Ronald dan Paman Austin, berangkat lah sore ini ke Toko Jeweleri bersama anak buah mu. Atur agar pergerakan kalian tidak menarik perhatian."
"Untuk Herey.., kalian paling ahli dalam urusan menyusup. Susupkan anak buah mu kedalam kawasan rumah susun tersebut."
"Yang terakhir, Paman Regan dan Paman Jeff. Kalian masuk ke hotel mutiara dan pilih kamar dilantai paling atas. Pilih beberapa orang yang ahli dalam menembak. Pastikan senjatanya sudah di pasang peredam! Ini bertujuan agar sewaktu-waktu mereka berhasil kabur, maka tugas para sniper lah untuk menghentikan mereka." Kata Jerry membeberkan rencananya dengan perincian yang matang.
"Kami mengerti Tuan muda. Jika begitu, kami akan kembali terlebih dahulu ke hotel teratai untuk melakukan segala persiapan." Kata Jeff dan Regan.
"Lihat jam tangan kalian masing-masing dan cocokkan waktunya. Begitu juga dengan anak buah kalian. Tepat pukul 7 menjelang malam, semua harus sudah siap berada di posisi masing-masing di tempat yang telah kita rencanakan." Kata Jerry.
"Oh ya Paman Ronald, berhati-hati lah dalam memilik anak buah. Aku khawatir tidak semua di antara mereka yang setia."
"Siap Tuan muda." Kata mereka lalu melakukan sett ulang di jam tangan masing-masing.
Setelah pertemuan itu mencapai kata sepakat, mereka pun kembali ke hotel teratai dengan mobil rongsok melalui pintu belakang mansion tersebut.
"Di Starhousing saat ini, Ryan baru saja selesai melakukan panggilan telepon dengan Jenny.
Dalam panggilan telepon tersebut, banyak hal yang mereka bahas termasuk acting tadi pagi di depan gerbang kampus.
"Sayang.., terimakasih karena telah membantu ku beracting dengan sempurna. Tapi satu hal yang nyaris membuat jantung ku copot adalah, mengapa kau terlalu lama menghindar? Andai aku menginjak pedal gas lebih keras sedikit saja, maka dapat di pastikan saat ini aku akan menjadi duda sebelum menikah." Kata Ryan ketika itu sambil terkikik geli dengan bahasa duda sebelum nikah. Entah mengapa kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut nya.
"Apaan sih? Mana ada duda sebelum menikah. Oh ya sayang.., kau benar bahwa Via memang berkomplot dengan pengedar itu. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa Anton menemuinya subuh-subuh sekali di samping kafe dekat rumah kos-kosan nya."
"Apakah kau ada mengambil rekaman video transaksi mereka?" Tanya Ryan.
"Aku mana berani. Begitu kau memberitahu kepada ku bahwa kau mencurigai Via, subuh itu aku sengaja bersama Rina mengintip Via. Dan ternyata memang benar bahwa dia lah yang telah meracuni anak-anak di Golden university." Kata Jenny.
"Oh ya.., ngomong-ngomong, kau tau dari mana kalau Via itu bergabung dengan sindikat pengedar ini?" Tanya Jenny.
"John yang telah membocorkan semuanya kepada ku." Jawab Ryan.
"John. Apakah itu John teman Anton?" Tanya Jenny seperti tidak percaya.
__ADS_1
"Benar. Dia telah mengaku salah dan meminta maaf kepada Jerry. Hanya saja ini di lakukan secara rahasia. Kau tau sayang, walau pun John ini tidak masuk ke kampus, tapi materi pelajaran tetap diberikan kepadanya dan dia mengikuti mata kuliah secara online." Kata Ryan.
"Benar-benar Jerry ini hebat. Aku salut kepadanya." Kata Jenny memuji.
"Jerry tidak hebat sayang. Jerry hanya baik. Aku takut suatu saat nanti kebaikan yang dia miliki akan mencelakai dirinya sendiri." Kata Ryan mengungkapkan kekhawatirannya.
"Hust... Apa yang kau bicarakan itu? Ingat lah untuk tidak jauh-jauh dari Jerry!" Kata Jenny.
"Ya. Memang untuk saat ini iya. Tapi sampai kapan. Apa mungkin setelah kita menikah nanti, Jerry akan tetap sekamar dengan kita?" Kata Ryan sambil tertawa lepas.
"Sayang..., becanda mu sama sekali tidak lucu. Setidaknya kau harus bersama Jerry sampai musuh-musuh nya berhasil di tumpas. Sayang sekali Riko tidak bersama dengan kalian. Jika dia ada, maka lengkaplah sudah." Kata Jenny.
"Sok tau. Lengkap apa nya?" Tanya Ryan sengaja memancing agar mengetahui sudut pandang Jenny tentang persahabatan mereka.
"Dengar baik-baik ya sayang!!! Jerry itu kaya raya dan nyaris memiliki segalanya. Kau pula pemikir yang hebat. Daniel itu seorang ahli negosiasi dan Riko itu seorang petarung yang hebat. Aku melihat nya ketika itu menghajar Anton, John dan Zeck. Jika tidak hebat, mana mungkin 3 orang sekali gus bisa pontang panting dibuatnya." Kata Jenny.
"Kau mengatakan Riko itu hebat kan? Itu karena kau belum pernah melihat Jerry marah. Ketika dia sudah marah, 5 orang seperti Riko tidak akan sanggup membendung amukan nya." Kata Ryan.
"Iya. Tapi apa mungkin tuan muda akan mengotori tangan nya. Ah kau ini. Mana ada tuan muda maju duluan ke depan. Untuk apa kalian berada di sisinya jika semua mampu dia lakukan sendiri? Paling-paling kalian hanya akan menjadi tukang menghabiskan beras saja." Kata Jenny tertawa.
"Hahaha..., sudah ah sayang. Aku masih ada hal yang harus aku kerjakan. Ingatlah untuk tidak kemana-mana malam ini terutama Jewel star! Ini karena akan ada sesuatu yang terjadi malam ini. Aku tidak ingin kau terkena peluru nyasar nantinya." Kata Ryan memperingatkan agar Jenny tidak keluar ke Jewel star malam ini.
"Baiklah. Aku akan di rumah saja malam ini." Kata Jenny."
"Kiss dong sayang!" Kata Ryan.
"MuuuuuuuuaaaaaaacH...." Dah ah. Kau harus hati-hati!" Kata Jenny memperingatkan.
"Terimakasih sayang." Kata Ryan lalu segera mengakhiri panggilan.
Begitu lah isi percakapan antara Ryan dan Jenny tadi.
...*...
"Ryan di mana kau?" Kata satu suara memanggil.
"Aku di dalam kamar Jerry. Dorong saja! Kamar tidak di kunci." Kata Ryan sambil berteriak.
"Nih untuk mu. Kau harus memakainya nanti. Baju itu di rancang khusus anti peluru. Pakai demi keselamatan mu. Aku tidak ingin menjadi teman yatim." Kata Jerry sambil melemparkan baju anti peluru kepada Ryan.
"Mana ada teman yatim. Yang ada anak yatim." Kata Ryan bersungut-sungut.
__ADS_1
"Istirahat lah! Kita memerlukan banyak energi malam ini." Kata Jerry sambil menutup kembali pintu kamar Ryan.
Bersambung...