PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Ramendra


__ADS_3

Berita pagi ini.


Pihak kepolisian Metro city menyatakan telah melakukan pengrebekan di Villa Patrik di mulai dari pukul 8 malam berakhir pukul 10 malam.


Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan bahwa Robin, anak tertua dari Aaron Patrik salah satu dari empat keluarga terkaya di negara ini saat ini menghadapi beberapa tuduhan antara lain, bekerja sama dengan Paul mencuri bahan logistik dari perusahaan konstrusi Future of Company di Hillstreet.


Yang ke dua, Robin Patrik telah membuka arena tarung ilegal bersama anak buahnya yang bernama Sendiego di Country home.


Yang ke tiga, Robin Patrik telah menjalankan bisnis narkoba dan dengan sengaja melakukan riset untuk menciptakan narkoba jenis baru di ruang laboratorium bawah tanah Villa Patrik. Polisi mengatakan telah menemukan sejumlah bukti atas kasus ini.


Dan yang ke empat adalah, Robin Patrik dengan sengaja memaksa dan memenjarakan Aaron Patrik demi untuk menguasai seluruh aset keluarga dan dengan sengaja telah memalsukan surat wasiat.


Atas ke empat kesalahan ini, pihak kepolisian Metro city telah memasukkan nama Robin Patrik dalam daftar teratas sebagai Daftar pencarian orang. Dan terancam dengan hukuman minimal Seumur hidup penjara dan atau hukuman maximal adalah hukuman mati.


Begitulah bunyi pernyataan dari kantor pusat kepolisian Metro city pagi ini.


...*...


"Kau kalah lagi Robin." Kata seorang lelaki tua dengan senyum mengejek.


"Pertama kau kalah telak dari Wilson. Dan sekarang kau juga telah dikalahkan oleh anak nya."


"Sial.., sial.., sial..!"


Robin saat ini seperti orang kesurupan. Dia berteriak-teriak memaki Jerry habis-habisan.


"Ayah. Bantu aku untuk membalas kekalahan ini. Aku tidak akan tenang sebelum membumihanguskan keluarga William dan juga keluarga Smith." Kata Robin dengan masih seperti orang kesurupan.


"Apakah kau mampu Robin? Aku bahkan sangat meragukan kemampuan mu." Kata lelaki tua yang di panggil ayah oleh Robin itu.


"Itu lah mengapa aku meminta bantuan dari Ayah mertua. Jika aku mampu, untuk apa aku meminta bantuan darimu?" Kata Robin dengan kesal.


"Aku bisa membantu mu Robin. Bagi Ramendra, itu adalah masalah kecil. Hahaha.."


"Tapi tidak sekarang Robin. Tunggulah beberapa waktu lagi. Saat ini kau masuk dalam daftar penjahat yang paling di cari. Jika kau menampakkan diri, itu sama saja kau bosan hidup." Kata tuan Ramendra.


"Lalu, bagaimana menurut Ayah? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Robin.


"Aku memiliki seorang kenalan. Dia bekerja sebagai staf imigrasi. Aku akan meminta bantuannya untuk membuatkan mu identitas palsu. Kau bisa merubah penampilan mu dan jika waktunya tiba, bereskan semua musuhmu itu!" Kata tuan Ramendra.


"Tunggulah Jerry. Aku akan membunuh mu seperti aku membunuh ayah mu 22 tahun yang lalu." Kata Robin sambil mengepalkan tinju nya.


"Kau terlalu menyepelekan musuh mu Robin." Tegur tuan Ramendra.


"Ya. Itu adalah kesalahan fatal yang aku lakukan. Jerry ini selalu menang selangkah dibanding aku. Aku sudah terlalu banyak menderita kerugian. Long, Ramsey, Rudock, Bruno, Sendiego semua mati di tangan Jerry dan orang-orangnya. Anak ku Hyden di bun*h di depan mata kepala ku sendiri." Kata Robin sambil menangis.


"Aku benar-benar sendiri saat ini. Aku benar-benar sendiri, Ayah!" Kata Robin sambil meratap.

__ADS_1


"Kau harus bisa bersabar. Kita selesaikan satu per satu."


"Aku akan mengambil alih proyek mu Robin. Saat ini perusahaan mu telah dinyatakan bangkrut. Aku juga akan mengikuti tender untuk hotel bintang 6 MegaTown."


"Iya Ayah. Hotel itu sangat berarti bagi ku. Aku menginginkan hotel yang di bangun oleh Wilson itu. Aku ingin Ayah memenangkannya untuk ku!" Kata Robin.


"Itu masalah mudah. Aku akan menawar dengan harga tinggi nanti di pelelangan. 600 juta. Aku rasa itu adalah harga yang sangat mahal. Aku yakin tidak akan ada yang berani melampaui tawaran melebihi itu." Kata tuan Ramendra percaya diri.


"Aku percaya. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam dunia bisnis yang Ayah miliki, seharusnya itu bukan masalah besar." Kata Robin.


"Masih ada beberapa bulan lagi. Kau tenang saja dulu. Sekarang pergi lah beristirahat. Aku akan meminta Efander untuk memantau keadaan di luar." Kata tuan Ramendra.


"Terimakasih Ayah. Kalau begitu, Aku mohon diri dulu." Kata Robin segera berlalu dari ruangan itu.


"Simon.., Suruh tuan Abraham untuk mengurus segala persyaratan untuk mengikuti pelelangan itu. Katakan bahwa Ramendra akan mengikuti laga tender di hotel Mega tersebut!"


"Baik Tuan besar." Kata Simon dengan hormat dan segera berjalan keluar Villa.


...**...


Seminggu kini telah berlalu semenjak Riko di rawat di rumah sakit rakyat Country home.


Tuan Obery, Jerry, Ryan, Daniel, Arslan dan pak Ramos saling bargilir menjaga Riko di rumah sakit tersebut.


2 hari yang lalu Riko sudah mulai siuman. Namun kondisi nya sangat lemah. Akan tetapi setelah hari ini, keadaan Riko sudah semakin membaik. Hal ini membuat tuan Obery merasa sangat senang.


"Sialan kau Daniel. Adik ipar kualat. Tega sekali kau makan makanan yang seharusnya untuk ku." Kata Riko.


"Itu lah kau Kakak ipar. Siapa yang menyuruh mu sakit. Diberi sehat malah nyari penyakit." Kata Daniel mencibir sambil menguatkan bunyi kunyahannya membuat Jerry dan Ryan hanya bisa tertawa.


"Cepat sembuh Riko. Biar nanti kita bisa seperti dulu lagi." Kata Jerry.


"Kau harus janji setelah aku sembuh nanti, kau harus membawa aku ke Diamond Box Lotus mansion!" Kata Riko.


"Kafe depan kampus aja ya!" Kata Jerry.


"Sudahlah Jerry. Kau jangan berpura-pura lagi. Aku sudah tau semuanya dari ayah ku. Kau ternyata adalah boss besar dan sangat berkuasa di Starhill, New village, Hillstreet dan di kampung halaman ku ini." Kata Riko.


"Hehehe.., kau cepat lah sembuh. Aku akan membawa mu kemana saja yang mau mau. Kita akan berlibur ke London, Paris, New York atau Bali. Kau tau Bali Riko?" Tanya Jerry.


"Aku pernah mendengar nama pulau itu. Tapi belum pernah ke sana." Jawab Riko dengan jujur.


"Bali itu adalah sebuah pulau wisata. Pulau itu berada dalam wilayah kesatuan Republik Indonesia."


"Kau pernah kesana Jerry?" Tanya Riko.


"Belum. Aku hanya pernah pergi ke Kuala lumpur Malaysia, Singapura dan Bangkok Thailand. Itu pun karena ada urusan bisnis." Jawab Jerry dengan lugu nya.

__ADS_1


"Tidak ku sangka ternyata aku bersahabat dengan seorang yang memiliki pengaruh besar. Terimakasih Jerry. Kau sudah terlalu banyak membantu ku dan juga keluarga ku."


"Dari biaya rumah sakit ibuku, mengembalikan rumah yang sudah kami jual, memberikan ayahku pekerjaan, membantu menjaga adik ku."


"Tidak. Untuk yang terakhir itu aku tidak setuju." Kata Daniel menyela.


"Diamlah kau Daniel. Merusak moment saja." Kata Riko.


"Aku yang menjaga Hellen siang dan malam." Kata Daniel sambil menepuk dada.


"Kau yakin Daniel? Yang ngorok tiap malam sampai bangun kesiangan itu siapa?" Tanya Jerry sambil mencibir.


"Itu.., itu.., itu... Ah kau Jerry. Membuka kartu orang saja." Kata Daniel cemberut.


"Sekarang siapa yang menjaga adikku Daniel?" Tanya Riko.


"Anak buah Herey." Kata Daniel polos.


"Herey itu anak buah siapa Daniel?" Tanya Riko lagi.


"Anak buah tuan Syam." Jawab Daniel.


"Tuan Syam itu bekerja untuk siapa?" Tanya Riko.


"Un.., un.., ah sudah lah!" Kata Daniel jengkel.


"Hahaha.., kalau ayam tetangga melihat wajah mu seperti itu, mereka bisa mogok bertelor, Daniel." Kata Jerry.


"Aku mau pulang.." Kata Daniel merajuk.


"Kau jangan bikin masalah Daniel! Pulang kemana?" Tanya Ryan.


"Pulang ke Starhill lah. Kemana lagi?" Jawab Daniel ngotot.


"Untuk apa kau pulang sekarang? Katanya mau menunggu Riko sembuh." Kata Ryan lagi.


"Aku akan pulang ke Starhill untuk menjaga Hellen." Kata Daniel sambil membuka pintu untuk segera keluar.


"Kau jangan macam-macam Daniel..! Jika Robin melihat mu sendirian, kau bisa dibunuhnya....!" Kata Jerry sambil menjewer telinga Daniel.


"Aduh setan.., sakit Jer.. Woy Jer...."


"Jer.. Jer... Apa?" Kata Jerry sambil menyuruh Daniel untuk duduk.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak melihat ulah Jerry dan Daniel seperti kucing dan tikus.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2