PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Negosiasi di mulai


__ADS_3

...Restoran Bahagia Starhill...


Mobil sport Jaguar itu terlihat melaju dengan mulus dari arah Country home dan berbelok ke kanan memasuki area parkir tepat di depan restoran bahagia.


Restoran ini adalah salah satu dari deretan restoran yang di miliki oleh Jerry William selain restoran Bintang, restoran Paul di Lotus Road, Lotus mansion dan hotel teratai di Mountain Lotus adalah sebagian kecil dari aset properti yang di miliki oleh tuan muda sang pewaris tunggal dari dua keluarga konglomerat ini.


Hari ini adalah hari yang telah di janjikan oleh Daniel dan Ramendra bahwa mereka akan mengadakan pertemuan bagi membahas kerja sama dalam bentuk investasi untuk perusahaan Future of Company.


Baru saja mobil sport Jaguar itu berhenti untuk di parkir, dari arah Hillstreet meluncur kendaraan Mercedez benz S Class dan langsung berbelok ke kiri juga menuju tempat parkir di depan restoran bahagia itu.


"Maaf Pak Daniel. Apakah anda telah lama menunggu?" Tanya seorang lelaki tua begitu dia melihat seorang pemuda sedang berdiri acuh sambil bersandar di mobil sport nya dengan tangan terlipat di depan dada.


"Oh.., apakah itu Tuan Ramendra?" Tanya Daniel sambil mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan orang tua itu.


"Bener. Saya adalah Ramendra dari MegaTown. Ternyata anda adalah orang yang sangat tepat waktu Pak Daniel." Kata Ramendra memuji.


"Ah.., anda terlalu memuji saya Tuan. Mari silahkan!" Kata Daniel sambil mempersilahkan Ramendra untuk masuk ke dalam restoran tempat yang mereka sepakat untuk melakukan pertemuan yang telah di sepakati.


Ketika mereka memasuki restoran, tampak Manager Tom sendiri yang turun tangan untuk melayani dua tamu terhormat itu.


"Silahkan Tuan Ramendra untuk mencicipi makanan khas restoran ini sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang kesepakatan kerja sama seperti apa yang akan kita bahas." Kata Daniel berusaha seramah mungkin.


"Baiklah jika sudah demikian maka saya tidak akan perlu berbasa-basi lagi." Kata Ramendra sambil memindahkan hidangan tersebut ke dalam piring makan nya.


Kini mereka berdua mulai menyantap hidangan yang telah di sajikan langsung oleh Manager Tom sambil memutar otak bagaimana caranya agar rencana licik diantara keduanya mampu mempengaruhi pihak lain.


"Sialan. Orang tua bau tanah ini ternyata sangat cerdik dan terlalu berhati-hati. Sepertinya aku tidak bisa memperdayai uang nya. Hmmm.., Rencana awal harus di ubah. Awas kau Ramendra." Kata Daniel dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu di pihak lain Ramendra juga sedang berfikir keras bagaimana caranya agar rencana yang telah dia atur bersama Robin bisa berjalan dengan mulus dan mampu memperdayai lawan.


"Daniel ini ternyata hanya bocah ingusan yang belum matang. Tadi aku sempat mengira jika anak ini terlalu Jenius. Ternyata hanya anak muda tolol yang sama saja dengan majikannya. Kau lihat bagaimana aku akan mempermainkan mu nanti." Fikir Ramendra dalam hati sambil melirik ke arah Daniel dengan sorot mata yang tajam.


Kini mereka berdua telah sama-sama selesai menyantap hidangan tersebut.


Tampak ada senyum puas mengambang di bibir Daniel. Dia memuji dengan tulus masakan khas restoran itu dan ini pertama kali dia mencicipi nya.


"Bagaimana Pak Daniel? Apakah kita bisa memulai negosiasi kita?!" Tanya Ramendra sambil menyeka bibirnya dengan tisu.


"Ah Tuan Ramendra ternyata adalah orang yang sangat agresif. Baik lah. Silahkan anda mulai. Saya akan mendengarkan seperti apa permohonan kerjasama itu." Kata Daniel.


"Maaf Pak Daniel. Ramendra tidak pernah memohon kerja sama dengan siapa pun. Ramendra hanya memberikan tawaran kerja sama. Apakah Pak Daniel tau bahwa ada puluhan perusahaan yang menginginkan dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan Ramendra? Tapi Ramendra hanya memilih Future of Campany." Kata Ramendra dengan sombong.


"Begitu kah? Maaf Tuan Ramendra. Setahu saya, perusahaan Future of Company tidak pernah memohon untuk menjalin kerja sama dengan pihak mana pun. Perusahaan Future of Company selalu bisa mandiri bahkan menaungi perusahaan kecil dari mulai Hillstreet sampai ke Country home. Apakah Future of Company kami butuh kerjasama? Jika itu bukan permohonan, lalu apa namanya?" Tanya Daniel dengan bahasa yang sangat sinis.


"Wah..., ini sangat menarik, Tuan Ramendra. Saya ingin mendengar lagi saham yang mana yang ingin anda beli. Apakah itu berlokasi di Metro city, New village, Hillstreet, Starhiil atau Country home?" Tanya Daniel.


"Rencana saya adalah, saya ingin memiliki saham di setiap wilayah. Setelah saya memiliki saham terbesar di perusahaan, kita sama-sama akan membentuk dewan Direksi dan saya sendiri dengan pengalaman yang saya miliki akan duduk sebagai Chairman. Sedangkan yang lainnya masih tetap dengan jabatan masing-masing kecuali anda Pak Daniel. Anda bisa memegang jabatan CEO di perusahaan jika kerja sama ini dapat direalisasikan." Kata Ramendra dengan senyum licik mengembang di bibir nya.


"Wah... Saya benar-benar terharu dengan kebaikan anda Tuan Ramendra. Oh ya.., jika saya boleh tau, berapa nilai investasi yang akan anda kucurkan untuk masuk ke dalam kas perusahaan?" Tanya Daniel sambil berpura-pura antusias.


"Saat ini saya akan menginvestasikan dana segar sebesar 500 Juta USD ke dalam perusahaan. Bagaimana menurut anda Pak Daniel. Jika kesepakatan kerja sama ini telah terealisasi, maka saya akan langsung memasukkan sejumlah uang yang saya sebutkan tadi ke dalam rekening perusahaan." Kata Ramendra.


"Bagaimana menurut anda Pak Daniel?" Tanya Ramendra lagi.


"Sangat... Sangat menggiurkan bagi saya secara pribadi. Tapi untuk Future of Company, ada uang, maka kesepakatan akan di bahas kemudian." Kata Daniel.

__ADS_1


"Mampus kau.' Kata Daniel dalam hati.


"Baiklah Pak Daniel. Anda tinggal menyebut saja berapa nomor rekening perusahaan dan saya akan mentransfer sejumlah uang tersebut." Kata Ramendra bersemangat karena merasa bahwa Daniel telah termakan bujuk rayu nya.


"Baik. Anda bisa mentransfer terlebih dahulu ke nomor ********* Itu adalah nomor rekening perusahaan." Kata Daniel sambil berjingkrak girang dalam hatinya.


"Kena kau Ramendra." Kata Daniel lagi dalam hati.


"Manager Tom. Apakah pembayaran atas makanan yang enak ini bisa menggunakan kartu?" Tanya Daniel sambil menguatkan volume suaranya.


"Bisa Pak Daniel. Tidak ada masalah." Kata Manager Tom.


"Baik. Karena saya tidak membawa uang tunai, maka saya akan membayar menggunakan kartu ini." Kata Daniel sambil mengeluarkan dompet nya dan mengeluarkan kartu bank ekslusif lalu berdiri. Namun baru saja dia ingin berdiri, tiba-tiba kaki nya terpelesat dan untuk menjaga keseimbangan tubuh, Daniel terpaksa menekan tangan nya di atas meja membuat kartu bang tersebut terlempar ke atas pangkuan Ramendra.


"Wah maafkan saya Oak Daniel. Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Manager Tom. "Saya akan menegur staf restoran ini nanti karena tidak becus dalam membersihkan lantai." Kata Manager Tom berpura-pura memasang raut wajah penuh penyesalan.


"Ah tidak apa-apa Manager Tom. Saya yang salah karena tidak berhati-hati." Kata Daniel sambil celingukan mencari-cari sesuatu.


"Apakah ini yang anda cari Pak Daniel?" Tanya Ramendra sambil mengacungkan kartu bank di tangan nya.


"Wah... Terimakasih Tuan Ramendra." Kata Daniel sambil menampungkan tangan nya di bawah untuk menerima kartu bank tersebut dari Tuan Ramendra.


Ramendra lalu menyerahkan kartu bank tersebut kepada Daniel lalu...,


Ckreeek...?!


Ckreeek...?!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2