PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana Jerry dan tuan Syam


__ADS_3

Praaaaak.....?!


Terdengar suara meja di gebrak dengan keras.


Tampak seorang lelaki tua dengan wajah merah padam mendengus dengan keras.


"Robin. Bagaimana bisa para pembunuh bayaran itu gagal menjalankan tugas mereka?" Tanya lelaki tua itu.


"Ini lah yang membuat ku pusing, Ayah. Entah dari mana datang nya seorang lelaki yang tak di kenal kemudian menolong Daniel dan rombongan nya." Kata Robin.


"Huhh... Aku bisa gila kalau begini terus. Bagaimana mungkin monyet tiga ekor itu bisa begitu licin?" Tanya lelaki tua itu lagi.


"Redahkan dulu kemarahanmu, Ayah! Kita akan memikirkan cara lain untuk menyingkirkan mereka." Kata Robin.


"Apa kau tau siapa lelaki yang tidak di kenali ini berasal dari mana?" Tanya lelaki tua itu.


"Ehtahlah Ayah. Menurut orang-orang kita, dia datang dengan mobil Mercedez benz dari arah MegaTown." Kata Robin.


"Siapa lagi ini yang mau ikut campur dalam masalah ku?"


"Robin.., kau sebarkan anak buah mu untuk mencari tau siapa orang yang tidak di kenali itu!" Kata lelaki tua itu memberi perintah.


"Baik Ayah." Kata Robin segera berlalu meninggalkan ruangan itu.


*


Sementara itu, mobil Mercedez hitam telah terparkir di depan hotel mutiara tampak seorang pemuda keluar dari dalam mobil dengan memakai masker dan kacamata hitam.


Begitu dia tiba, tampak seorang resepsionis wanita menegurnya.


Karena dia tidak mau banyak urusan, lelaki itu hanya menunjukkan kartu Vip gold nya kepada resepsionis.


Begitu resepsionis itu melihat kartu vip tersebut, dia lalu mempersilahkan lelaki itu memasuki hotel dengan hormat.


"Kak.., dari mana saja kau?" Tanya seorang gadis begitu melihat seorang pemuda itu menghampirinya.


"Dari menemui para sahabat ku. Oh ya Clara, di mana Ayah?" Tanya pemuda itu.


"Ayah pergi bersama ibu. Katanya mau melihat-lihat rumah. Menurut ibu, dia tidak bisa tinggal di Villa pemberian tuan Wilson karena dia akan merasa sedih bila teringat kejadian dulu." Kata gadis yang ternyata adalah Clara itu.


"Kapan kau akan mengajak ku jalan-jalan Kak?" Tanya Clara.

__ADS_1


"Jangan sekarang Clara. Keadaan tidak memungkinkan untuk saat ini. Setelah esok lusa, aku pasti akan mengajak mu." Kata Jerry.


"Kemana kakek Malik, Clara?" Tanya pemuda itu.


"Dia ikut dengan ayah." Jawab Clara.


"Clara. Kau istirahat lah! Aku akan menemui seseorang." Kata pemuda itu.


"Boleh kah aku ikut?" Tanya Clara.


"Emmm.., boleh. Tapi dengan satu syarat!"


"Apa itu syaratnya Kak?"


"Kau nanti tidak boleh ikut bicara. Karena apa yang akan aku katakan kepada orang itu nanti adalah sesuatu yang serius dan sangat penting." Kata pemuda itu.


"Siap Kak. Kau tenang saja." Kata Clara dengan girang.


Setelah itu mereka pun keluar lalu berjalan menuju lift dan naik ke lantai paling atas.


Setelah mereka sampai di atas, kemudian pemuda itu membawa Clara memasuki satu ruangan yang sangat mewah.


"Wah.., ruangan apa ini Kak? Mewah sekali." Celetuk Clara dengan terkagum-kagum.


"Hehehe.., hebat sekali dirimu Kak." Kata Clara memuji sambil memperhatikan seluruh ruangan tersebut.


Pemuda itu hanya tersenyum saja melihat tingkah Clara ini. Dia tidak terlalu memperdulikannya dan mulai mengeluarkan ponsel nya dari saku.


"Tuan Syam. Aku meminta mu untuk datang ke ruangan pribadi ku di hotel mutiara Metro city. Saat ini aku menunggu mu. Ada hal penting yang ingin aku bahas." Kata pemuda itu melakui pesan suara whatsapp.


"Aku mengetahui bahwa anda masih hidup dan telah kembali ke Metro city. Tapi aku tidak menduga bahwa anda akan menghubungi ku secepat ini." Kata tuan Syam membalas pesan pemuda tersebut.


"Tidak banyak waktu, tuan Syam. Cepat lah datang!" Kata pemuda itu lagi.


"Baiklah Tuan muda Jerry. Saya akan segera ke sana." Kata tuan Syam.


"Clara. Kau nanti jangan mencela pembicaraan kami, ok?!!" Pesan pemuda yang ternyata adalah Jerry William tersebut.


"Tenang saja Kak. Aku akan diam saja." Jawab Clara dengan acuh tak acuh.


Setelah menunggu hampir 1 jam, akhirnya yang di tunggu pun tiba juga.

__ADS_1


Setelah mengetuk pintu, tuan Syam pun memasuki ruangan tersebut dan dengan hormat menyapa Jerry.


"Tuan muda. Apakah ada hal yang begitu penting yang ingin anda bicarakan atau ada tugas yang ingin anda berikan kepada saya?" Tanya tuan Syam.


"Kedua-duanya Tuan Syam." Kata Jerry sambil mempersilahkan tuan Syam untuk duduk.


"Baiklah Tuan muda. Silahkan anda mengatakan kepada ku tugas seperti apa dan hal apa yang harus kita bicarakan?!" Kata tuan Syam sambil duduk.


"Tuan Syam. Tidak akan lama lagi pelelangan akan di buka di MegaTown. Anda pasti tau bahwa Ramendra akan mengikuti acara pelelangan itu. Namun tugas untuk itu telah diambil alih oleh Daniel dan Ryan."


"Masalahnya saat ini adalah, aku ingin menyerang Ramendra dan Robin ini dari dua sisi." Kata Jerry.


"Saya tertarik untuk mendengarkan lebih lanjut seperti apa rencana Tuan muda ini." Kata tuan Syam menggeser duduk nya.


"Begini Tuan Syam...?!" Kata Jerry sambil membisikkan sesuatu di telinga tuan Syam.


Tuan Syam yang mendengarkan penuturan dari Jerry sedikitpun tidak menyelah sampai Jerry selesai berbicara.


"Lalu apa yang harus saya lakukan, Tuan muda?" Tanya tuan Syam.


"Aku mengetahui bahwa anda memiliki ramai kenalan dari pihak kepolisian yang masih aktif bertugas. Aku ingin Tuan Syam menghubungi mereka untuk menyamar dan jangan lupa untuk menyewa wartawan agar memuat berita palsu di media baik itu media cetak, online atau pun televisi. Buat berita ini seheboh mungkin agar target memakan umpan ini. Setelah itu, sergap dan korek keterangan dari mangsa yang telah memasuki perangkap kita." Kata Jerry.


"Baiklah Tuan muda. Aku akan melakukan sesuai dengan rencana anda. Masalah seperti ini, Syam paling pandai mengerjakan nya." Kata tuan Syam sambil tersenyum.


"Lusa, tarik anak buah anda secara bertahap dan gantikan dengan para petugas kepolisian dengan menyamar. Kita akan lihat apa yang bisa mereka lakukan untuk terlepas dari perangkap ini." Kata Jerry.


"Baiklah Tuan muda. Jika hanya itu, maka saya meminta diri dulu untuk mempersiapkan segala sesuatu nya. Saya akan segera menghubungi anda jika semuanya telah diatur." Kata tuan Syam sambil bangkit berdiri.


"Tuan Syam. Mengenai penghianat itu, terserah anda mau memperlakukan nya seperti apa. Aku sangat muak menghadapi penghianatan seperti ini." Kata Jerry.


"Dia akan berakhir di tangan ku. Tuan muda tenang saja." Kata tuan Syam.


Setelah semuanya selesai, tuan Syam pun berbalik hendak meninggalkan ruangan tersebut. Namun dia mengurungkan niatnya ketika dia melihat Clara.


"Anda.., apakah anda sekarang mulai nakal Tuan muda?" Tanya tuan Syam.


"Hah?" Kata Jerry terkejut. Dia lalu cepat menguasai keterkejutannya ketika melihat arah pandangan tuan Syam.


"Oh. Itu adalah Clara. Putri ayah angkat ku." Kata Jerry menjelaskan.


"Wah.., ternyata Drako berhasil menemukan kembali keluarga nya yang telah hilang. Aku turut bahagia untuk nya." Kata tuan Syam lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2