
Dua unit mobil kini memperlambat kecepatan begitu memasuki kawasan pinggiran timur kota Metro City.
Dari jauh sudah terlihat bangunan mewah namun sudah tua. Itulah Villa Klasik. Villa milik mendiang Wilson William ayahnya Jerry yang dulu dia hadiahkan kepada Drako.
Sebelum berangkat dari Garden Hill, Tuan Syam yang tau bahwa Jerry ini terkadang terlalu pintar dan pada akhirnya kepintarannya itu berubah jadi kebodohan pun berpesan agar kembalinya mereka ke Metro City harus di rahasiakan.
Jerry pun menurut saja apa yang dipesankan oleh Tuan Syam tersebut.
Kini dia unit mobil yang sama sekali tidak kelihatan mewah itu mulai mendekati gerbang pagar Villa Klasik tersebut.
Dengan kunci cadangan, Drako pun membuka pintu pagar itu lalu mempersilahkan kedua mobil itu untuk memasuki halaman Villa dan memarkir kendaraan tepat di depan bangunan tua itu.
"Sepi sekali Villa ini. Kemana mereka semua pergi?" Tanya Jerry membatin dalam hati.
"Akhirnya kita sampai juga." Kata Tuan Syam sambil menggeliat sekedar mengendorkan urat-urat dan ototnya.
"Mengapa sepi sekali? Kemana semua orang?" Tanya Jerry.
"Sesuai dengan perintah mu. Mereka semua sudah berpencar di beberapa kota dan membentuk cabang di Starhill, Country home, New Village bahkan mereka juga sudah membentuk ranting di Mountain slope." Jawab Tuan Syam.
"Hmmm... Tuan Syam. Perintahkan semuanya kembali ke Villa Klasik ini! Hanya orang-orang yang berada dalam lingkup Dragon empire dan Tiger saja." Kata Jerry.
"Baik ketua." Jawab Tuan Syam lalu segera mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan suara di group WhatsApp.
"Villa Klasik. Aku telah kembali. Terimalah salam hormat ku!" Kata Jerry.
Setelah itu dia lalu membuka pintu mobil bagian belakang dan memandu Clara untuk turun.
"Hati-hati sayang. Kau sedang hamil. Mari aku antar ke dalam untuk beristirahat." Kata Jerry.
"Uhh... Pengap sekali Villa ini. Debu di mana-mana. Ini tidak baik untuk Clara." Kata Jerry.
__ADS_1
"Jangan bawa Clara di ruangan tengah itu Jerry! Bawa dia ke bagian belakang. Di sana ada satu rumah penjaga. Mungkin rumah itu bersih." Kata Drako.
Jerry hanya menurut saja dan langsung menuntun Clara dengan sangat lembut menyusuri jalan di bagian samping Villa itu menuju sebuah rumah kecil yang dikatakan oleh Drako tadi.
"Sayang. Sehari semalam diperjalanan. Kau tentu sangat lelah. Istirahat lah yang baik. Jangan sampai anak kita nanti sakit. Iya kan Joe!!! Anak ayah.. Nang Ning Nang Ning nong." Kata Jerry sambil mengelus perut Clara.
"Hahaha. Jangan kak geli." Kata Clara sambil menepis tangan Jerry.
"Kau juga istirahat kak. Sepanjang jalan kau terus mengemudi. Dari pagi ke pagi. Istirahat lah." Kata Clara lagi.
"Tidak ada waktu sayang. Aku tidak bisa beristirahat kalau sesuatu yang aku kerjakan belum beres. Kau saja. Ingat! Di dirimu ada dua kehidupan. Aku tidak mau salah satunya sakit."
"He'em aku akan istirahat. Kau urus lah pekerjaan mu." Kata Clara sambil merapikan tempat tidur.
"Ok sayaaaang. Aku keluar dulu. MuuuaaaaCh." Kata Jerry yang sebelum keluar masih sempat mencium kening istrinya itu.
*********
"Piranha. Kau datang sekarang ke Villa Klasik. Bawa beberapa cleaning servis untuk membersihkan Villa Klasik ini!" Kata Jerry mengirim pesan suara dan terus saja melangkah menuju ke Villa.
"Ayah. Tidak perlu. Nanti akan ada yang datang membersihkan nya. Bagaimana dengan anak buah kita? Apakah ayah sudah menyuruh mereka untuk datang?" Tanya Jerry.
"Sudah. Aku sudah menghubungi Arslan. Tapi mereka saat ini sedang berada di Indonesia bersama dengan Herey, Black dan David. Oh ya, di sana juga ada Ryan, Riko dan Daniel." Jawab Drako.
"Indonesia? Untuk apa mereka pergi ke sana?" Tanya Jerry heran.
"Perusahaan bangkrut milik Robin yang kau akuisisi itu mendapat proyek di kota Kemuning. Daniel berhasil memenangkan tender proyek itu di sana." Kata Drako.
(Jika ingin tau tentang perjalanan R2D di Indonesia, bisa baca novel karya saya yang berjudul Black Cat)
"Hanya untuk sebuah proyek saja harus semua pentolan organisasi berangkat. Apa istimewanya proyek itu?" Tanya Jerry.
__ADS_1
"Tidak ada yang istimewa. Namun pemilik proyek itu yang istimewa. Menurut Arslan, namanya Tigor. Pemuda seumuran dengan dirimu. Dia ini anggota geng kucing hitam satu tingkat di bawah ketua. Dia juga kepala gengster di kota Kemuning. Makanya mereka ini tertarik dengan kepribadian Tigor ini." Kata Drako menjelaskan apa yang dia ketahui dari Arslan.
"Biarkan Ryan, Riko dan Daniel tinggal di sana. Suruh Arslan, Herey, Black dan David kembali!"
"David ini di suruh mengawal Kenny bersama Kevin malah keluyuran kemana-mana. Harus mendapat hukuman." Kata Jerry lagi.
Baru saja Jerry selesai bicara, dari arah depan kini berhenti satu unit Mobil dan dari dalam mobil tersebut langsung keluar dua orang lelaki setengah baya yang sangat mereka kenal.
Kedua lelaki setengah baya itu langsung berlari dan menubruk Drako membuat Drako sedikit kelabakan.
"Dari mana saja kau Ketua?" Tanya kedua orang yang baru tiba itu.
"Dari menjemput Jerry." Jawab Drako.
"Tuan muda. Eh... Maksud saya Ketua. Salam untuk anda!"
"Sudahlah paman Jeff dan Paman Regan. Jangan terlalu sungkan." Kata Jerry.
"Bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu dengan Tuan muda kita?" Tanya Regan penasaran.
"Syam ini lah. Dia menipu ku. Katanya ingin berangkat ke Miami dan menetap di sana. Aku mempercayainya. Untuk meninjau lokasi di Miami, kami berangkat berdua dan meninggalkan istri kami di Hillstreet. Sial nya Syam bukannya mengajak aku ke Miami, akan tetapi membawa ku ke tempat jin buang anak. Sialan Syam ini." Kata Drako merungut.
"Hahaha. Jika aku tidak menipunya, dia akan bernyanyi di sepanjang jalan dan mengatakan bahwa kami ingin menemui Tuan muda. Tau kan Drako ini mulutnya seperti Knalpot Racing." Kata Tuan Syam.
"Kau bayangkan saja andai dia bernyanyi dan orang lain tau keberadaan Tuan muda kita. Kan bisa terganggu ketenangan nya. Jadi aku membuntuti Tuan muda diam-diam dan setelah memastikan, kami pun berangkat menemuinya. Sama seperti Drako. Sialnya aku tertipu oleh Tuan muda." Kata Tuan Syam lagi.
"Maksud anda Tuan Syam?" Tanya Jeff.
Sambil tertawa merasa lucu, Tuan Syam pun menceritakan bahwa selama ini Jerry hanya berpura-pura. Lalu Tuan Syam pun menceritakan tentang acting yang diperankan oleh Kenny, Mr.Brylee dan Kakek Malik kepada Regan dan Jeff.
"Hahahaha... Kami tertipu." Kata Jeff tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Bukan hanya kalian yang tertipu. Para pembaca juga tertipu." Kata Jerry mewakili penulis.
Hahahaha