
Pagi itu seorang pemuda tampak turun dari Taxi sambil membawa map.
Setelah agak celingak-celinguk sebentar, akhirnya pemuda tersebut segera berjalan menuju pos security.
"Selamat pagi pak security! Apakah saya boleh masuk ke dalam?" Tanya pemuda itu.
Security yang sangat mengenal siapa pemuda ini berpura-pura membuat pemeriksaan.
"Jerry.., akhirnya kau datang juga. Mengapa tuan Ronald tidak mengantarmu seperti beliau mengantarku kemarin?" Tanya security itu.
"Tidak perlu kak. Aku takut nantinya para pegawai di sini akan mengira bahwa aku terlalu diistimewakan." Kata Jerry.
"Tunggu lah di sini sebentar. Karena belum ada staf yang datang. Terlalu pagi kau datang ke sini Jerry." Kata security tersebut.
"Baiklah. Oh ya kak.., bagaimana dengan pekerjaan mu di hari pertama kemarin?" Tanya Jerry.
"Semua berjalan dengan lancar Jerry. Dan aku juga menemukan beberapa ke-anehan di sini."
"Maksudmu kak?"
"Sepertinya ada kelompok yang memang telah bekerja sama dengan perusahaan lain dan itu semua di bawah kendali seorang manajer bernama Paul." Kata Arslan menjelaskan.
Jerry hanya diam saja mendengar penjelasan dari security tersebut. Dia tidak menyelah sedikitpun apa yang disampaikan oleh security itu.
"Jerry.., terlalu banyak musuh di lokasi konstruksi ini. Kau berhati-hati lah!. Mereka tidak segan-segan melakukan penindasan kepada para staf yang tidak mau diajak bekerja sama."
"Aku mengerti kak!" Kata Jerry.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya sebuah mobil Mitsubishi Xpander berhenti di luar pos security itu dan tampak seorang lelaki berbadan tegap keluar dan segera membuat laporan ke pos security.
Sebelum lelaki itu kembali masuk ke mobilnya, dia tanpa sengaja melirik ke-arah Jerry dan segera bertanya, "Anak muda, apakah anda seorang tamu yang akan melihat-lihat bangunan yang sudah jadi, atau seorang mahasiswa yang baru lulus dan ingin melamar pekerjaan?" Tanya lelaki itu.
__ADS_1
"Maaf pak, saya adalah seorang mahasiswa yang ingin magang di perusahaan ini." Jawab Jerry.
"Anak muda, sebelum anda memasuki kawasan pembangunan, saya sarankan agar anda menggunakan perlengkapan keselamatan seperti memakai helmet proyek, memakai safety vest dan sepatu proyek demi kemanan dan perlindungan diri. Jika terdapat salah seorang pekerja yang melanggar, maka saya tidak akan segan-segan memberi sangsi dan mendenda pelaku, bahkan jika itu presiden Barry sekalipun." Kata lelaki itu.
"Saya adalah orang baru di sini pak. Bagaimana cara saya untuk mendapatkan segala perlengkapan yang anda sebutkan tadi?" Tanya Jerry.
"Baiklah. Saya akan membantu anda. Untung saja saya menyimpan beberapa. Kau bisa menggunakan ini dan aku harus menulis nama mu sebagai orang baru dan semuanya berada didalam pengawasan ku sebagai Safety officer." Kata lelaki itu yang ternyata adalah seorang yang menjabat sebagai Safety officer di kawasan konstruksi itu.
Setelah semua proses selesai, Jerry kini tampak seperti seorang buruh proyek benaran. Dia kini tampak memakai Helm proyek warna kuning, mamakai safery vest yang bersinar terkena pantulan sinar matahari dan memakai sepatu safety yang sangat berat dimana ujung dan telapaknya dilapisi dengan besi.
Security yang tadinya hanya memperhatikan saja, kini tampak tersenyum-senyum melihat penampilan Jerry.
"Terimakasih Pak Safety." Kata Jerry yang dibalas anggukan oleh lelaki berbadan tegap tadi.
"Sekarang kau boleh memasuki kawasan konstruksi. Di sana nanti anda tidak diperbolehkan mangambil gambar bangunan yang telah siap. Anda juga tidak dibenarkan membawa handycam, kamera dslr dan apa pun itu."
"Saya mengerti Pak." Kata Jerry buru-buru.
Setelah security itu membukakan Barrier gate, mobil Mitsubishi itu segera melaju memasuki kawasan konstruksi.
Mendengar itu, Jerry juga ikut tertawa.
"Sudah nasib harus begini kak. Oh ya.., aku sudah lengkap sekarang. Saatnya aku masuk dan menunggu para staf datang." Kata Jerry lalu segera berjalan memasuki area konstruksi diikuti oleh tatapan security tadi.
...*************...
Setelah seluruh proses diselesaikan, akhirnya kini Jerry resmi bekerja sebagai staf magang di bagian logistik.
Tidak ada banyak pernyataan yang harus dijawab oleh Jerry. Ini karena dia membawa sepucuk surat rekomendasi dari Ronald dan itu ternyata sangat berguna bagi Jerry.
Hampir setengah hari Jerry berkutat di depan komputer dan memeriksa beberapa laporan di sana.
__ADS_1
Perlahan namun pasti bahwa kini Jerry mendapat beberapa kejanggalan dari hasil laporan tersebut.
"Aku harus memeriksa langsung ke dalam gudang penyimpanan barang. Ini tidak bisa dibiarkan. Pantas beberapa bulan ini perusahaan terus merugi." Fikir Jerry dalam hati.
Setelah itu, Jerry mulai keluar dari ruangannya dan sembunyi-sembunyi menyelinap ke gudang. Disana dia melihat bahwa Herey juga sudah mulai bekerja.
Jerry kini secara diam-diam melakukan audit dari gudang yang penuh dengan barang-barang asas bangunan itu sampailah satu suara menegurnya dari belakang.
"Mr.Jerry Yosep. Tugas anda adalah berada di kantor, bukan di gudang." Kata Suara itu menegur dengan dingin.
Mendengar teguran ini, Jerry segera berbalik dan melihat lelaki setengah baya berdiri dengan tatapan tidak senang tertuju kepadanya.
"Maaf Tuan Manajer.., saya hanya melakukan pekerjaan saya untuk mencatat barang-barang yang masuk dan akan memasukkan kadalam buku laporan harian." Kata Jerry dengan tenang.
"Anda adalah orang baru di perusahaan ini. Saya telah membentuk team audit sendiri dan mereka akan menyerahkan laporan kepada anda. Anda hanya cukup mencatat berdasarkan laporan dari team yang telah saya tunjuk. Bukankah itu lebih meringankan tugas anda Mr.Jerry Yosep?" Kata Paul dengan tegas.
"Ah.., Tuan Paul. Saya mampu melakukan pekerjaan ini dan memang saya sedang mencari pengalaman. Saya tidak merasa pekerjaan ini terlalu berat bagi saya." Kata Jerry tetap dengan pendiriannya.
"Ikuti saja perintah ku Pak Jerry! Atau aku akan memberhetikan mu dari pekerjaan mu ini!?" Kata Paul membentak ke-arah Jerry.
"Baiklah Tuan Paul. Saya akan melakukan perintah anda. Namun saya akan tetap bertanya kepada tuan Ronald. Ini karena saya tidak ingin disalahkan karena tidak melakukan pekerjaan dengan benar sesuai dengan yang diperintahkan oleh tuan Ronald." Kata Jerry.
"Aku yang akan menjelaskan kepada tuan Ronald nantinya. Kau tidak perlu khawatir. Bagaimanapun kau adalah staf baru yang hanya sebagai karyawan magang. Aku rasa, tuan Ronald pasti akan mengerti dan dapat memaklumi." Kata Paul.
Jerry hanya mengangguk dengan pasrah.
Setelah memberi hormat, Jerry segera membalikkan badan dan segera berjalan mengarah bagian luar gudang dan kembali ke meja kerjanya.
"Aku mendapatkan mu Paul. Mau lari kemana kau setelah ini?" Fikir Jerry dalam hati.
Dia segera mengeluarkan ponsel dan segera mengirim perintah kepada Herey, Arslan dan Ronald untuk terus meningkatkan perhatian karena dia sudah tidak bisa lagi memasuki gudang.
__ADS_1
Begitu Ronald dan Arslan menerima pesan itu, mereka segera membalas agar Jerry tidak perlu khawatir.
Bersambung......