PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry mendapat kabar dari Arslan


__ADS_3

Jerry yang saat ini sedang bersama Daniel dan Ryan di kamarnya segera meraih ponsel nya ketika dia mendengar ada pesan masuk melalui Whatsapp.


Dengan perasan penasaran Jerry langsung mengklik pesan tersebut yang ternyata dari Arslan.


"Jerry.., apakau sedang sibuk? Jika tidak, tolong hubungi aku segera! Ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan padamu." Kata Arslan dalam pesan suara Whatsapp tersebut.


"Ada apa dengan kak Arslan Jerry? Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting." Kata Daniel.


"Entah lah. Kita akan mengetahui nya sebentar lagi." Kata Jerry lalu segera melakukan panggilan melalui aplikasi whatsapp tersebut.


Begitu panggilan terhubung, diseberang sana terdengar suara Arslan, "Hallo Jerry."


"Ya Kak. Ada apa? Apakah kau baik-baik saja di sana?" Tanya Jerry.


"Aku baik-baik saja di sini Jerry. Oh ya, aku membawa kabar penting untuk mu." Kata Arslan.


"Kabar apakah itu Kak?" Tanya Jerry.


"Ini tentang Riko, Jerry!" Kata Arslan.


"Lanjut kak! Aku mendengarkan."


"Begini Jerry..." Kata Arslan lalu menceritakan semua yang dia ketahui dari Ramos kepada Jerry tanpa sedikit pun di kurangi atau di tambah.


"Begitu lah kabar yang aku dapat Jerry." Kata Arslan.


"Terimakasih Kak. Terus berhubungan dengan pak Ramos ini dan kabarkan kepada ku!' Kata Jerry.


"Baiklah Jerry." Kata Arslan lalu mengakhiri panggilan.


"Bagaimana Jerry?" Tanya Daniel.


"Ini tentang Riko. Dia saat ini di ambang bahaya." Kata Jerry menceritakan semua yang dia ketahui dari Arslan.


"Wah bahaya ini. Kita harus bisa mencegah Riko." Kata Daniel.


"Ryan.., kau hubungi Riko. Katakan kepadanya kita ingin bertemu dan membicarakan sesuatu kepadanya."


"Baik Jerry." Kata Ryan.


"Daniel.., kau telepon tuan Obery. Tanyakan kepadanya bagaimana keadaan mereka saat ini. Aku akan menyiapkan beberapa orang untuk mengawasi dan menjaga keselamatan mereka." Kata Jerry.


"Ok Jerry. Aku akan menelepon pak Obery sekarang." Kata Daniel sambil mengeluarkan ponsel nya.

__ADS_1


Jerry juga tidak ketinggalan untuk melakukan panggilan kesana sini.


...*...


"Hallo Tuan muda. Anda menelepon saya. Apakah ada sesuatu yang perlu saya kerjakan?" Tanya satu suara di seberang telepon.


"Herey.., pilih dua orang anak buah mu yang terbaik, suruh mereka menemui ku di Starhousing. Aku ada sesuatu untuk mereka kerjakan." Kata Jerry.


"Baik Tuan muda. Segera saya laksanakan."


Tanpa membuang waktu lagi Jerry langsung mengakhiri panggilan dan membuat panggilan baru.


Kali ini dia membuat panggilan ke Metro city.


"Ada apa kau menelpon ku Jerry?" Tanya satu suara begitu menjawab panggilan dari Jerry.


"Ayah.., saat ini sahabatku dalam masalah. Robin dan Sendiego telah bekerja sama untuk mencelakai sahabat ku. Dalam 5 hari ini mereka akan mengadakan adu tarung antara Herey Patrik dengan Riko sahabatku." Kata Jerry.


"Lalu, apa yang kau ingin aku lakukan?" Tanya lelaki yang dipanggil Jerry sebagai ayah.


"ayah, persiapkan anak buah Ayah. Bekerja sama lah dengan tuan Syam. Tunggu perintah dariku. Jika terjadi sesuatu dengan sahabat ku, hanya ada satu yang bisa bertahan, Future of Company, atau keluarga Patrik. Aku menginginkan kepala Robin terpisah dari badan." Kata Jerry.


"Berarti kau ingin memantik api perang?" Tanya lelaki itu.


"Api perang sudah lama disulut oleh mereka. Apa lagi? Balas lah! Pokoknya aku tidak mau tau Ayah.., aku menginginkan kita atau mereka yang hancur." Kata Jerry dengan nada suara mengandung kemarahan yang besar.


"Saat ini semua bukti kejahatan Robin dan kelompok nya ada di tangan Herey anak buah tuan Syam. Tuan Syam pasti tau apa yang akan dia lakukan." Kata Jerry.


"Baik.., baik lah. Aku akan mengatur semua persiapan di sini. Kau tenang saja." Kata lelaki itu.


"Terimakasih Ayah." Kata Jerry sambil mengakhiri panggilan.


...**...


"Tok.., tok..., tok..!"


"Lihat siapa di luar itu Daniel!" Kata Jerry menyuruh Daniel untuk melihat siapa yang sedang mengetuk pintu.


Daniel segera melangkah keluar dari kamar Jerry menuju ke arah pintu.


"Siapa di luar?" Tanya Daniel.


"Kami anak buah Herey. Tuan muda menginginkan kami datang ke sini." Terdengar suara jawaban dari luar

__ADS_1


"Suruh mereka masuk Daniel!" Teriak Jerry dari kamar.


"Tuan muda. Kami adalah anak buah yang di kirim oleh Herey. Silahkan anda memberi perintah!" Kata salah seorang dari kedua lelaki itu dengan hormat begitu mereka berada di depan Jerry.


"Kau lihat foto gadis itu? Rumah nya berjarak 5 rumah dari rumah ku ini. Awasi dan lindungi dia!" Kata Jerry memberi perintah.


"Kami siap melaksanakan perintah dari anda Tuan muda." Kata mereka bersamaan.


"Jaga jarak dengan mereka. Aku khawatir mereka akan merasa ketakutan. Ada dua orang gadis di sana. Namun fokus mu adalah kepada gadis ini." Kata Jerry sambil menunjukkan foto Hellen.


"Siap Tuan muda. Jika begitu, kami akan memulai tugas kami."


"Ingat.., kalian hanya pengawal bayangan. Hindari kecurigaan orang lain!" Kata Jerry.


"Baik Tuan muda. Kami mohon diri dulu." Kata Mereka lalu segera keluar meninggalkan rumah Jerry.


"Aku Heran dengan Robin ini. Mengapa mereka seperti tiada habisnya membuat masalah?" Kata Ryan mengeluhkan situasi seperti ini.


"Jika tidak mereka, maka aku juga pasti akan memancing masalah dengan mereka." Kata Jerry.


"Daniel.., bagaimana situasinya dengan keadaan keluarga Obery?" Tanya Jerry.


"Mereka aman. Pak Obery dan bibi saat ini berada di perumahan elit bertetangga dengan tuan Barry. Tidak ada yang berani mengganggu jika di sana." Kata Daniel menjawab kekhawatiran Jerry.


"Kau Ryan. Apakah Riko dapat dihubungi?"


"Belum Jerry. Mungkin dia sedang sibuk." Jawab Ryan.


"Tinggalkan pesan suara kepadanya. Katakan bahwa kita mengajaknya untuk bertemu di restoran bahagia.


"Baiklah." Kata Ryan.


"Daniel.., kau jangan kemana-mana! Kita akan berbagi tugas. Kau lindungi Helen dengan nyawamu jika kau memang bener-benar cinta padanya." Kata Jerry menantang sikap lelaki Daniel.


"Aku tidak perlu mengatakan itu. Namun jika aku memiliki 10 nyawa. Mati sepuluh kali pun aku rela untuk Hellen." Kata Daniel dengan yakin.


"Bagus.." Kata Jerry sambil menepuk pundak Daniel.


"Lalu, apa selanjutnya yang akan kau lakukan Jerry?" Tanya Ryan.


"Sore ini kita akan pergi ke Mountain lotus. Kita harus mempersiapkan segala sesuatu nya di sana Ryan. Benar katamu kemarin, jika semua ini dapat kita menangkan, maka 75% kekuatan Robin dapat kita musnahkan. Saat ini hanya Sendiego yang tersisa setelah Long, Ramsey dan Ramond berhasil kita singkirkan."


"Kirim satu persatu anak buah Regan dan Jeff ke Country home dengan alasan kerja. Jangan sekali gus. Ini untuk menghindari kecurigaan mereka." Kata Ryan memberi pendapat.

__ADS_1


"Ya kau benar. Memang harus seperti itu. Ayo persiapkan diri kita. Kita juga harus ke kampus." Kata Jerry.


Bersambung...


__ADS_2