PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Para demonstran di kepung


__ADS_3

Sekitar jam 9 pagi, tampak team investigasi bersama pemerintah daerah sedang merundingkan sesuatu dengan tuan Barry, Mr.Brylee dan tuan Obery.


Dari hasil pertemuan ini, pihak pemerintah daerah akan meninjau ulang batas hutan yang dicurigai telah di langgar oleh perusahaan Future of Company. Pihak pemerintah daerah juga akan langsung melakukan peninjauan di dampingi oleh tuan Obery untuk menanyakan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak langsung dari proyek pembangunan yang di jalankan.


Sesuai dengan hasil yang telah mereka rundingkan tadi malam antara tuan Barry, Mr.Brylee, tuan Obery dan ketiga anak muda itu, maka di tetapkan bahwa baik pihak pemerintah maupun pihak perusahaan akan melakukan peninjauan bersama dengan para wartawan dan meliput langsung hasil dari peninjauan ulang ini.


"Pak wali kota. Saya menduga bahwa kejadian ini adalah murni dari persaingan bisnis. Anda juga telah mengetahui dengan jelas bahwa perusahaan tidak pernah sekali pun melanggar prosedur yang telah di tetapkan oleh pemerintah." Kata tuan Barry.


"Saya menyarankan agar team investigasi tetap menjalankan penyelidikannya. Hanya dengan ini perusahaan baru bisa membersihkan nama di mata investor dan mitra bisnis di luar negara. Menurut saya, ini adalah masalah serius tentang hidup dan mati nya sebuah perusahaan. Ketika perusahaan telah kehilangan kepercayaan dari pihak yang bersangkutan, maka akan sangat sulit bagi kami untuk memulai di masa yang akan datang." Kata Mr.Brylee.


"Jika benar seperti kecurigaan anda, maka kita akan lihat bagaimana selanjutnya. Peninjauan dan pertemuan dengan masyarakat yang terkena dampak dari masalah ini harus segera di adakan. Tuan Obery akan bersama dengan kami dan kuasa hukum perusahaan yaitu Mr.Brylee juga akan ikut langsung. Sebagai pemegang kuasa hukum di perusahaan, anda harus mengumpulkan bukti dan data yang valid jika terpaksa perusahaan akan menghadapi tuntutan pengadilan." Kata pak Wali kota.


"Dengan senang hati, Tuan Wali kota." Kata Mr.Brylee.


Tak lama kemudian rombongan pemerintah daerah di dampingi oleh tuan Obery dan Mr.Brylee mulai melakukan blusukan ke kawasan yang di perkirakan mengalami kerugian.


Mereka membagi beberapa team guna melakukan penyelidikan secara serentak. Sedangkan beberapa wartawan yang kemarin mewawancarai tuan Barry, tuan Obery dan Mr.Brylee juga membentuk team guna meliput aktifitas tersebut bagi mengumpulkan data dan fakta dan rencananya akan memuat berita ini secara besar-besaran.


Para wartawan ini sama sekali bukan wartawan bayaran. Mereka ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi pihak FoC juga bisa melukai pihak Ramendra.


...*...


Sekitar 2 jam setelah pihak pemerintah daerah di dampingi oleh tuan Obery dan Mr.Brylee meninggalkan kantor besar perusahaan, kini para demonstran yang kemarin petang datang melakukan unjuk rasa mulai berdatangan menggunakan beberapa bus besar.


Para demonstran ini kembali melaungkan slogan-slogan anti perusahaan diikuti oleh wartawan bayaran yang dengan setia menangkap setiap momen untuk di jadikan bahan berita.


"Mereka telah datang." Kata Riko yang kelihatan sangat gelisah.


"Tuan Syam dan Pak Drako belum juga ada kabar apakah mereka sudah di bandara atau belum." Kata Daniel


"Tuan Syam tidak akan datang ke mari. Aku tahu betul cara bermain tuan Syam ini." Kata Herey.


"Apa maksudnya Herey?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Tuan Syam telah tiba dari tadi di Country home. Hanya saja dia tidak langsung datang ke kantor besar ini, melainkan menyisir setiap inci di sekitar tempat kejadian. Biasanya sejauh zoom kamera mampu menangkap gambar dengan jelas." Kata Herey.


"Wah. Tuan Syam ini sangat berpandangan jauh dan teliti sekali." Kata Daniel memuji.


"Hanya orang yang sejaman seperti Drako, Robin, tuan Barry dan yang lainnya saja yang faham betul sepak terjang tuan Syam ini. Beliau adalah mantan agen rahasia dari kesatuan tentara. Makanya kami anak buahnya di latih dan di didik layaknya seorang tentara. Harus siap 24 jam ketika di beri tugas oleh tuan kami." Kata Herey.


"Baiklah. Kita akan melihat seperti apa keadaan di luar. Kita fokuskan kepada rencana yang telah kita atur tadi malam. Herey dan anak buahnya bertindak untuk mengamankan para wartawan bayaran. Paman Jeff dan anak buahnya mengepung para demonstran dari setiap sudut di bantu oleh Tuan Austin. Kita bertiga akan menemui para demonstran untuk mengulur-ulur waktu agar anak buah Herey dan Paman Jeff berhasil mengepung mereka." Kata Ryan.


"Ayo kita berpencar." Kata Herey sambil keluar bersama 25 orang anak buahnya dari pintu belakang di ikuti oleh Jeff dan Austin tidak lama kemudian.


"Kendalikan emosi mu Riko, sebelum mendapat tanda dari Herey dan pak Jeff!" Kata Ryan memperingatkan sahabat nya itu.


"Kau tenang saja lah!" Kata Riko.


Mereka bertiga lalu melangkah ke luar untuk menghadapi para demonstran yang mulai berteriak-teriak di luar kantor besar itu.


...**...


"Perusahaan Future of Company telah banyak merugikan masyarakat?!"


"Kami tidak akan pergi sebelum pihak petinggi dari perusahaan tidak memenuhi tuntutan kami!"


"Tenang...!


"Tenang lah! Kita bisa membicarakan ini dengan baik?!" Kata Daniel berusaha menenangkan para demonstran.


"Hey anak muda. Kau itu siapa? Kami ingin bertemu dengan presiden Barry. Beliau harus memenuhi tuntutan kami!" Kata salah seorang dari pendemo yang memiliki tubuh besar.


"Kalian bisa mengirim perwakilan untuk membicarakan langsung masalah tuntutan kalian kepada presiden Barry. Kalian boleh memilih ketua kalian sebagai wakil. Siapa yang menurut kalian layak?!" Kata Daniel lagi.


"Kami tidak membutuhkan negosiasi. Yang kami inginkan adalah, perusahaan ini segera menghentikan kerja-kerja proyek pembangunan yang sedang berlangsung." Kata laki-laki itu lagi.


"Jika begini cara kalian, berarti kalian tidak menginginkan masalah ini selesai dengan cara baik-baik." Kata Daniel.

__ADS_1


"Tidak ada cara baik selain proyek ini di hentikan!" Kata lelaki itu.


Mendengar dialog yang tak kunjung usai antara Daniel dan lelaki bertubuh besar tersebut membuat Riko mulai hilang kesabaran dan berteriak dengan lantang. "Apakah kalian tau bahwa aku adalah putra daerah asli kelahiran Country home ini. Aku mengenal setiap wajah dari masyarakat yang berada di sekitar proyek di jalankan. Tapi yang aku herankan adalah, mengapa aku tidak mengenal wajah mu. Katakan padaku dari mana kalian berasal?!" Kata Riko berteriak dengan kemarahan yang sudah memuncak.


"Hey anak ingusan. Aku telah berada di Country home ini sebelum kau lahir. Katakan saja bahwa tuan mu itu tidak berani menemui kami. Mengapa harus mengalihkan isu tentang identitas segala." Kata lelaki itu masih tetap ngotot di luar pagar.


"Kurang ajar kalian semua." Kata Riko lalu...,


Dor..!?


Dor..!?


Dooor....!?


"Tangkap mereka semua dan masukkan ke dalam halaman kantor ini! Paksa mereka duduk dengan membuat barisan atau aku akan menembak setiap satu dari kalian!" Kata Riko sambil mengacungkan pistol nya ke atas.


Selesai Riko dengan teriakannya, dari arah belakang kini tampak ratusan orang berseragam hitam telah mengepung para demonstran itu dengan senjata pistol tersembunyi di tangan.


Di sisi lain anak buah Herey juga telah merampas kamera dari tangan para wartawan dan memaksa mereka untuk memasuki halaman depan kantor besar itu.


Setelah mereka diamankan dan duduk berbaris, Ryan lalu meminta kepada Tuan Barry untuk memanggil wartawan yang telah mewawancarai dirinya semalam.


Tak lama setelah itu, satu regu wartawan bersama pihak kepolisian dan utusan dari pemerintah daerah datang untuk meliput kejadian itu dan mulai mewawancarai mereka serta memaksa mereka untuk mengeluarkan kartu identitas mereka satu per satu.


Setelah pihak kepolisian ini berhasil mengorek informasi tentang identitas mereka, maka di ketahui bahwa mereka yang datang ke kantor besar perusahaan ini bukan berasal dari Country home, melainkan berasal dari MegaTown.


Kini jelas sudah bahwa segala tuduhan dan tuntutan yang mereka buat hanya untuk merusak citra perusahaan di mata investor dan mitra luar negri demi persaingan bisnis.


Para wartawan juga telah mengakui bahwa mereka telah di bayar oleh pengusaha sukses dari MegaTown untuk membuat pemberitaan palsu guna menjatuhkan nama baik perusahaan Future of Company dengan berita palsu yang mereka muat dalam laporan mereka.


Kini para wartawan bayaran itu menyesal karena ulah mereka bisa membuat perusahaan tempat mereka bekerja mengalami kerugian besar bahkan akan menghadapi tuntutan dari pihak Future of Company.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2