
POV Haikal
'Hati - hati, setiap minuman yang di berikan terdapat obat tidur atau semacamnya. Tapi jangan khawatir karena makanan saya jamin aman'.
Ternyata bibik itu memperingati ku agar hati - hati dalam meminum sesuatu yang di berikan. Tapi beruntungnya makanan tidak. Semoga saja.
Ternyata di rumah ini masih ada orang yang baik hati memperingati ku untuk tetap berhati - hati. Aku semakin yakin jika om Ronal, tante Jasmin dan yang lain adalah orang yang jahat. Aku akan meminta bibik itu untuk membantu ku membongkar semua kebusukan mereka terhadap ku. Lihat saja nanti, aku akan membuat hidup mereka menderita karena sudah tega membuat hidup ku sengsara selama ini.
Aku tak tahu kalau mama dan papa ku masih hidup atau mereka sudah mati dan om Ronal memutar balikkan fakta atau semacam nya. Aku juga tidak tahu, tapi sekarang yang pastinya orang di rumah ini mau aku membalas kan dendam mereka pada keluarga Purbalingga.
Kata - kata om Ronal saat di mobil kembali terngiang.
"Bagus! Sekarang geledah pakaian nya. Jangan sampai markas kita di ketahui oleh keluarga Purbalingga. Sudah belasan tahun kita tidak mengusik keluarga itu dan hanya bergerak dalam diam. Tapi sebentar lagi mereka akan hancur di tangan darah daging mereka sendiri".
Jika secara tidak langsung ia mengatakan bahwa aku adalah bagian keluarga Purbalingga. Tetapi kenapa malah om Ronal yang mengetahui keberadaan ku sementara keluarga Purbalingga tiada satu orang pun yang mengenaliku. Kalau mereka benar keluarga ku pasti mereka bisa mengenaliku dengan baik bukan malah sebalik nya. Mustahil banget lupa.
Aku terus saja berperang dengan pikiran ku sendiri. Lebih baik malam ini aku istirahat aja dulu, aku nggak boleh bergerak gegabah tanpa strategi terlebih dahulu.
*
*
POV Author
__ADS_1
Sementara di mansion Purbalingga menjadi kacau karena kabar hilangnya Haikal. Oma Mega dan Opa Panji tampak kesal kerana rencana menantunya yang belum ingin mengungkapkan identitas sebenar Haikal berakibat seperti sekarang.
"Ini semua salah kamu, Zack! Seandainya dari awal kita menceritakan semua nya pada Albar, kejadian ini pasti tidak akan terjadi". Cerca Oma Mega tampak sangat khawatir.
Aisyah merangkul bahu ibu nya untuk memberi ketenangan. Meskipun sebenarnya ia juga sedang merasa sangat cemas. Sebagai seorang ibu yang baru saja bertemu dengan putra nya, ia kembali di landa ketakutan jika akan kembali berpisah dengan anak nya itu. Tapi sebisa mungkin dia terlihat tenang agar tidak menambah keruh keadaan yang sudah kacau.
"Maaf kan aku, ibu". Lirih Zack dengan wajah bersalah. Ia juga khawatir jika terjadi apa - apa pada putra nya.
"Kamu harus menemukan cucu ibu secepatnya. Ibu tak akan memaafkan kamu kalau sampai terjadi apa - apa padanya. Ingat Zack, selama ini ia sudah menjalani kehidupan yang memprihatinkan, ibu tidak mau lihat dia lebih menderita". Ujar Oma Mega dengan deraian air mata.
"Aku akan berusaha menemukan nya, ibu. Tapi tolong jangan seperti ini terus. Ibu juga harus menjaga kesehatan aku tidak mau ibu jatuh sakit karena kejadian ini". Bujuk Zack sambil berlutut di hadapan mertua nya.
"Mas tenang saja, aku akan membunuj ibu agar tidak terlalu ambil pusing masalah ini. Pergi lah, cari putra kita mas". Pinta Aisyah dengan mata berkaca - kaca.
"Maaf kan aku semua nya. Aku akan menebus kesalahan ini dengan membawa Albar kembali ke rumah ini. Dan pasti nya ia sudah tahu siapa diri nya yang sebenar. Aku janji pada kalian". Zack meninggalnya ruangan dengan perasaan menyesal dan bersalah.
Sementara itu, Zack melajukan mobil nya menuju markas. Ia sudah mengirim semua mata - mata untuk mencari keberadaan Haikal secara diam - diam sebelum nya. Sekarang giliran ia menemui anak buah kepercayaan nya untuk berunding tentang apa yang akan mereka lakukan pada musuh mereka.
Dengan langkah terburu - buru, Zack memasuki ruangan nya. Di dalam sudah ramai yang menunggu nya untuk berdiskusi.
"Kita harus musnahkan mereka sekarang juga! Sudah habis kesabaran ku hanya memerhatikan sikap semena - mena mereka pada orang lain, sekarang aku baru tahu kalau mereka juga lah yang menyembunyikan putra ku selama belasan tahun. Aku tak akan memaafkan mereka kali ini". Ujar Zack di hadapan semua anak buah nya.
"Tenang dulu tuan, kalau bergerak dengan rencana saat diliputi amarah seperti ini hanya akan membuat semua nya semakin berantakan. Aku yakin mereka tidak akan membunuh den Albar begitu saja. Selama ini mereka juga tidak membunuh nya bukan, aku curiga kalau mereka ingin menghancurkan kita dengan mencuci pikiran den Albar dan memperalat den Albar". Saran Pundas.
__ADS_1
"Benar tuan, sekarang kita harus mencari tahu markas mereka saja untuk saat ini. Karena mustahil jika den Albar di sembunyikan di rumah mereka. Itu sangat beresiko menurut ku". Sahut Dilan turut memberi pendapat.
"Menurut kalian antara Rafa dan Danish, siapa yang menjadi dalang dalam masalah ini?". Zack tampak sedikit lebih tenang setelah mendengar saran anak buah sekaligus sahabat nya..
"Kita semua tahu kalau Rafa lah yang menculik den Albar saat ia masih kecil dulu tapi berkemungkinan juga kalau mereka saat ini sudah bekerja sama untuk menghancurkan kita. Menurut laporan Josep, pria yang membawa den Albar semalam terlihat seperti ponakan Si tua bang kak Danish itu. Siapa lagi namanya? Kalau nggak silap aku, Ronal. Ya Ronal". Balas Pundas..
"Tapi Danish akhir - akhirnya ini sudah jarang terlihat, mungkin karena faktor usia. Tapi mungkin saja ponakan nya itu yang mengambil alih klan nya dan malah memutuskan untuk bekerja sama dengan Rafa". Imbuh Dilan lagi.
"Kalian masih ingat kan dengan Cleo? Saudara kembar Jasmin yang sekarang menyamar menjadi Jasmin agar terhindar dari kejaran polisi. Sampai sekarang dia masih menjadi buronan tapi dengan wajah baru nya ia masih bebas dengan aman. Boleh saja ia juga ingin membalas dendam pada kita melalui den Albar". Pundas membuat Zack teringat pada mantan tunangan nya yang merupakan seorang psikopat kelas kakap.
Zack semakin di buat khawatir dengan keselamatan anak nya. Ia kemudian menjadi kesal dan menghancurkan barang - barang yang ada di hadapan nya.
"Panggil Josep ke sini sekarang! Aku harus memberi nya pelajaran atas kecerobohan nya ini". Teriak Zack dengan sangat frustasi.
Pundas mau pun Dilan tiada yang berani menenangkan tuan nya kalau sudah marah tahap tinggi seperti sekarang. Mereka hanya bisa melihat dan berharap dalam hati semoga Josep tidak mati malam ini.
"Ini dia orang nya tuan". Beberapa orang anak buah Zack menghempaskan tubuh Josep tepat di hadapan Zack yang sedang mengamuk.
Josep tampak pasrah mendapat tendangan serta pukulan bertubi - tubi ke tubuh nya. Zack melampiaskan kekesalan nya pada Josep dengan membabi buta.
"Sudah lah Zack! Kamu bisa membunuh nya. Ingat dengan janji kita, kita tidak akan membunuh anggota kita kecuali ia berkhianat". Dilan menahan tubuh Zack agar tidak lagi memukul Josep.
"Tapi dia sudah lalai menjaga putra ku, Lan". Zack tiba - tiba menangis setelah puas melampiaskan amarah nya.
__ADS_1
Pundas segera meminta anak buah nya membawa Josep keluar untuk di obati. Kondisi Josep sangat memprihatinkan dengan darah yang bercucuran keluar dari hidung dan mulutnya.
"Aku tahu kamu hanya merasa bersalah, tapi jangan sampai kamu menghilangkan nyawa seseorang yang tak bersalah". Bujuk Dilan.