PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Villa Patrik di serbu


__ADS_3

Hotel mutiara Metro city.


Mobil sport Aston Martin itu melaju dari area perumahan kelas menengah keatas Metro city menuju ke hotel mutiara. Saat ini siang telah menggelincir jauh menuju sore membuat siang tadi terik matahari yang begitu panas menjadi sedikit sedikit bersahabat.


Begitu mobil sport Aston Martin itu berhenti di depan area parkir, tampak seorang pemuda turun dari mobil mewah tersebut dan di sambut oleh beberapa pengawal yang segera memberi hotnat ketika pemuda itu tiba di lobby hotel.


"Selamat sore Tuan muda." Kata seorang gadis resepsionis membungkuk hormat.


"Selamat sore juga. Apakah semua baik-baik saja?" Tanya pemuda itu sambil tersenyum.


"Semuanya dalam keadaan baik, Tuan muda." Jawab sang gadis lagi.


"Hmmm.., baiklah. Aku akan naik ke atas. Bekerjalah dengan baik!" Kata tuan muda itu sambil menepuk pundak sang gadis itu dengan pelan membuat resepsionis itu berulang kali membungkuk dengan perasaan tidak percaya.


Ketika tuan muda itu tiba di salah satu kamar tempat para sahabatnya beristirahat, pemuda yang di panggil dengan panggilan 'tuan muda' tersebut langsung mengetuk pintu.


Tak lama berselang, tampak seorang pemuda sebaya dengannya membukakan pintu dari dalam lalu mempersilahkannya untuk masuk.


"Hey Daniel. Bagaimana istirahat kalian?" Tanya pemuda itu kepada sahabat nya yang bernama Daniel.


"Yah lumayan lah buat meluruskan pinggang." Jawab Daniel.


"Kau sudah datang Jerry?" Tanya seorang lagi.


"Ya. Aku berencana untuk mengajak kalian mengunjungi Ivan di rumah sakit." Kata Jerry.


"Ivan sakit lagi? Sakit apa dia Jerry?" Tanya Riko.


"Kepalanya terbentur di dinding. Pecah." Jawab Jerry singkat.


Sebenarnya tujuan Jerry menjenguk Ivan di rumah sakit ini memiliki beberapa tujuan.


Tujuan yang pertama adalah memberikan semangat kepada sahabatnya itu agar lekas sembuh.

__ADS_1


Tujuan ke dua adalah melindungi sahabat nya itu andai Robin menyasarkan serangan ke rumah sakit untuk mencelakai Ivan.


Tujuan ke tiga adalah, andai Robin memang berencana untuk menghasut Ivan dan menjelek-jelekkan dirinya, maka dia memiliki kesempatan untuk membela diri.


"Semakin lama semakin aneh saja Ivan ini. Bisa-bisanya kepalanya terbentur ke dinding." Kata Ryan.


Mendengar perkataan bernada heran dari para sahabat nya, Jerry hanya diam saja. Baginya tidak perlu menjelaskan apa penyebab kepala Ivan sampai pecah.


"Ayo kalian bersiap-siap! Aku akan menunggu kalian di bawah." Kata Jerry.


"Ok. Kami akan segera menyusul mu ke bawah." Kata Ryan lalu bergegas bersiap-siap.


Di waktu yang sama di Villa Patrik, Robin sedang menjamu para pengawal dengan makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Ini dia lakukan untuk mempermudah rencananya melumpuhkan pengawal yang dibayar oleh tuan besar Aaron Patrik untuk menjaga Villa itu.


Tepat sekitar pukul 5 sore, dari arah depan kini berdatangan beberapa mobil Van dan berhenti tepat di depan Villa Patrik.


Dari dalam mobil tersebut tampak yang pertama keluar adalah seorang lelaki berambut pirang cepak memiliki kulit kuning langsat dengan tato besar di dada nya, di susul oleh seorang gadis yang memiliki tampak imut tapi dingin dengan gaya rambut di kepang ekor kuda.


Begitu semua yang berada di dalam mobil itu keluar, tanpa banyak bicara lagi mereka langsung menyerbu ke halaman Villa di mana para pengawal sedang teler akibat minuman yang di berikan oleh Robin kepada mereka.


Mereka sama sekali tidak menduga bahwa mereka akan mendapat serangan yang mendadak tanpa mereka pernah melakukan kesalahan atau menyinggung pihak mana pun.


Bagi mereka yang masih setengah mabuk, mereka terus melakukan perlawanan walau pada akhirnya tumbang juga. Tapi bagi mereka yang sudah teler berat, mereka hanya jadi sasaran empuk saja bagi pihak musuh yang datang menyerang membabi-buta itu.


Keadaan di halaman Villa saat ini benar-benar sangat berantakan. Terlihat beberapa perabot hias dekorasi mengalami kerusakan parah akibat serbuan dari pihak musuh itu.


Di pinggir jalan tidak jauh dari Villa Patrik, sebuah mobil hitam berpenumpang empat orang tampak memperhatikan jalannya peristiwa itu.


Dua diantara empat orang itu tampak tenang-tenang saja melihat kejadian itu, sementara dua orang lagi lelaki dengan usia yang jauh di atas kedua lelaki yang pertama tadi nampak menggigil menahan amarah.


"Hancur sudah Villa anda Tuan besar." Kata lelaki tua yang duduk di sebelah lelaki yang lebih tua darinya.


"Syam.., Drako. Mengapa kau hanya jadi penonton saja? Ayo bantu mereka! Bagaimana dengan nasib Robin yang berada di dalam Villa itu? Dia pasti akan di bunuh oleh mereka." Kata lelaki tua yang di sebut tuan besar itu.

__ADS_1


"Maaf Tuan besar. Tuan muda kami hanya memerintahkan kami untuk melindungi anda saja." Jawab tuan Syam.


"Lalu bagaimana dengan nasib putraku?" Tanya tuan besar itu lagi.


"Ini lah yang perlu anda saksikan. Tuan muda kami ingin menunjukkan kepada anda siapa orang yang anda akui sebagai putra itu. Jawabannya tidak akan lama lagi Tuan besar." Jawab tuan Syam.


Sementara itu di halaman Villa yang porak poranda seperti kapal pecah diamuk badai itu tampak sepasang muda-mudi seperti bukan warga negara asli itu menerobos ke dalam bangunan mewah itu dan membantai beberapa orang pengawal yang sempat melarikan diri memasuki Villa tersebut membuat perkelahian kembali pecah di dalam Villa.


Hampir 10 menit berselang, tiba-tiba tampak seorang lelaki setengah baya mengenakan stelan jas warna putih abu-abu berjalan santai keluar Villa sambil merapikan dasi nya di ikuti oleh dua orang asing tadi berjalan ke arah mobil pribadi yang terparkir di luar halaman Villa itu.


Begitu mereka tiba di dekat mobil yang terparkir, salah satu dari kedua orang asing itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan lelaki setengah baya itu untuk masuk dengan hormat.


Setelah lelaki setengah baya itu memasuki mobil tadi, kini semua orang yang datang menyerang para pengawal Villa tersebut pun berhamburan dengan gerak cepat memasuki mobil masing-masing dan tak lama setelah itu mereka pun melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kawasan perumahan elit bukit metro.


Sepi seketika. Sama sekali seperti tidak ada kejadian apa-apa. Kini yang tinggal hanya Villa Patrik yang berantakan bersama para pengawal yang rata-rata sudah pingsan dengan wajah dan anggota tubuh mereka babak belur.


"Maaf Tuan besar Aaron Patrik. Apakah anda sudah melihat semua yang terjadi barusan?" Tanya tuan Syam sambil menatap kasihan kepada lelaki tua itu.


"Dasar anak setan. Sekali setan tetap setan. Aku menduga bahwa dia telah berubah. Oh Tuhan.., kesalahan apa dulu yang telah aku perbuat di masa mudaku?" Kata lelaki tua itu sambil menangis membuat tubuhnya tergoncang keras.


"Sudah lah Tuan besar. Anda masih memiliki Ivan." Kata tuan James berusaha untuk menenangkan majikannya itu.


"Menyesal aku mencegah Jerry untuk membunuhnya kemarin. Jika waktu bisa di ulang, aku sendiri yang akan menyerahkan pistol ke tangan Jerry supaya dia ditembak oleh anak Wilson itu." Kata tuan besar Aaron Patrik lagi.


"Sekarang anda telah melihat dengan jelas. Tapi tugas kami belum selesai. Tuan muda kami memerintahkan agar setiap dari kami harus menjaga keselamatan anda. Saran saya, jangan kembali ke Villa itu Tuan! Anda harus berada dalam pengawalan anak-anak buahku atau orang-orang dari Dragon empire. Hanya itu pesan dari tuan muda kami." Kata tuan Syam.


"Benar Tuan besar. Aku menduga bahwa mereka sebenarnya menargetkan anda juga untuk memeras Ivan. Tidak aman bagi anda jika kembali ke Villa itu." Kata tuan James.


"Aku ikut apa kata Jerry saja. Jika dia tidak merasa terbebani." Kata tuan besar Aaron Patrik pasrah.


"Oh.., tidak Tuan. Tuan muda kami sama sekali tidak keberatan. Karena beliau sangat memperhatikan anda, makanya beliau mengirim kami untuk mencegat agar anda tidak kembali dulu ke Villa." Jawab tuan Syam.


"Semuanya sudah jelas bukan? Sekarang kemana kita? Aku malas berlama-lama di tempat ini." Kata Drako.

__ADS_1


"Mungkin tuan muda saat ini berada di rumah sakit. Kita berangkat kesana sekarang!" Kata tuan Syam.


"Ya. Sebaiknya memang begitu." Kata Drako lalu mengemudikan mobil itu menuju ke rumah sakit.


__ADS_2