PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 50 Pelampiasan


__ADS_3

Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang ingin Haikal berikan pada Dinata tapi keadaan mereka yang sedang berada markas membuatnya tidak leluasa berbicara banyak. Ia memutuskan untuk memeriksa ruangan pribadi nya ini untuk mengetahui posisi kamera pengintai ada di mana aja. Tapi ia harus melakukan akting yang cukup ekstrim baginya.


Haikal berjalan menuju suis lampu dan mematikan semua lampu yang ada di ruangan ini.


"Ke - kenapa lampunya di matikan mas Haikal?". Tanya Rinata gugup. Ia takut kalau Haikal malah salah paham dengan keadaan nya yang sekarang menjadi wanita penghibur.


"Kamu takut? Bukan kah ini yang kamu ingin kan?". Goda Haikal sambil menyodorkan cahaya senter ponsel milik nya ke sebarang arah.


"Ma - mas sedang mencari apa?". Tanya Rinata dengan perasaan yang sudah tidak bisa terbendung lagi. Ia cukup takut jika Haikal berbuat macam - macam pada nya padahal ia masih belum siap untuk melakukan hubungan intim.


"Aku sedang mencari sesuatu yang bisa kita gunakan untuk bersenang - senang. Kamu harus tahu kalau aku ini jenis pria yang sedikit berbeda saat melakukan hubungan. Aku suka melihat kalau wanita yang melayani ku kesakitan dan meraung kesakitan". Imbuh Haikal sengaja membuat Rinata ketakutan.


Haikal hanya menjadikan itu semua sabagai alasan, agar yang sedang memperhatikan mereka di balik kamera pengintai tidak curiga. Kini ia sudah menemukan beberapa kamera pengintai yang di letakkan di beberapa tempat tertentu dan sudah pasti tidak ia pikirkan sebelum nya. Ada beberapa sudut yang tidak terespos oleh kamera pengintai.


"Ta - tapi aku belum...". Rinata ingin meminta Haikal untuk menunda terlebih dahulu tapi lampu tiba - tiba menyala menyilaukan matanya.


"Lain kali saja lah. Di ruangan ini tidak ada pun yang bisa ku gunakan untuk menyiksa mu sesuai keinginan ku". Imbuh Haikal dengan wajah kecewa.


Rinata membuang nafas lega sambil mengusap dadanya perlahan karena merasa lega Haikal membatalkan niat nya.


"La - lain kali aku akan menyediakan apa saja yang mas ingin kan di ruangan ini". Ucap Rinata berusaha menghilangkan gugup yang sempat menguasai diri nya.

__ADS_1


"Kamu serius ingin menyerahkan tubuh mu itu pada ku?". Kini Haikal duduk berhadapan dengan Rinata dan menatap wanita itu lekat.


Rinata menjadi salah tingkah dengan pertanyaan Haikal. Sikap pria itu sangat jauh berbeda dari yang ia kenal.


"Ka - kalau mas mahu, aku hanya bisa pasrah". Sahut Rinata tanpa menatap Haikal. Jantunga nya sudah memompa darah hangat ke seluruh tubuh nya. Ia bingung harus mengambil sikap bagaimana sekarang. Ia pikir Haikal tidak akan tertarik padanya tapi melihat sikap pria itu sekarang, ia harus siap jika sewaktu - waktu harus kehilangan keperawanan nya.


"Sekarang kamu istirahat saja di sofa itu. Jangan khawatir untuk sekarang aku nggak berselera melihat mu tapi tidak tahu nanti". Kata Haikal mempersilahkan Rinata menggunakan sofa nya untuk tidur.


"Te - terima kasih". Balas Rinata. Ia mulai merebahkan tubuh nya berbaring memunggungi Haikal. Ia sangat lelah tapi tidak bisa tidur karena takut Haikal tiba - tiba menerkam nya saat ia lengah.


"Sudah tenang saja. Aku nggak akan melakukan nya kalau kamu belum siap. Tidur lah dan tak perlu takut atau kamu bisa ke kamar kamu sendiri". Tawar Haikal seperti bisa membaca kalau saat ini Rinata sedang mode waspada pada nya.


Rinata baru ingat kalau ia lupa menanyakan kamar nya pada Meri. "Aku belum tahu kamarku di mana. Saat baru sampai, mami langsung membawa ku ketemu dengan kamu. Bahkan tas berisi baju ku pun entah di letakkan di mana". Imbuh Rinata tanpa membalikkan badan.


Rinata tak menjawab, ia pura - pura sudah tertidur pulas karena ingin Haikal segera meninggalkan ruangan itu.


Sepanjang perjalanan menuju tempat latihan, Haikal terus bergumam dalam hati dengan keputusan Rinata yang memilih menjadi wanita penghibur. Beruntung pelanggan pertama gadis itu adalah Haikal, jadi ia masih bisa mempertahan kan kegadisan nya. Entah apa yang terjadi kalau pria lain yang menjadi pelanggan nya.


*


*

__ADS_1


Sementara itu, Ronal dan Meri yang sedang memperhatikan aksi Haikal dam Rinata di balik layar laptop menyayangkan kegagalan Rinata.


Meri sangat kesal pada Rinata karena sedikit lagi rencana nya hampir saja berhasil kalau gadis itu lebih berusaha menggoda Haikal. Berbanding terbalik dengan Ronal. Pria itu malah merasa senang karena Rinata masih belum berhasil membuka segel nya. Ia masih ada kesempatan untuk menjadi orang pertama yang membuka segel.gadis itu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ronal saat melihat Meri ingin keluar dari ruangan nya.


"Aku ingin menemui gadis bodoh itu". Sahut Meri terdengar kesal.


"Udah biarin aja dulu nanti juga pasti berhasil. Nggak ada pria yang bisa menolak pesona gadis perawan cantik seperti nya". Halang Ronal.


Meri bertambah kesal mendengar Ronal memuji Rinata. Ia semakin bertekat harus membuat Rinata dan Haikal melakukan hubungan int1m segera sebelum Ronal nekat meminta Rinata melayani nya di ranjang. Ia sudah begitu memahami sifat pria tua Bangka itu. Ia hanya penasaran saja kalau melihat wanita yang masih tersegel. Tapi setelah membuka nya ia bahkan tidak akan melirik lagi gadis itu.


Jadi sebisa mungkin Meri harus mengatur strategi secepatnya agar Rinata tidak lagi tersegel dan yang membuka segel itu bukan Ronal melainkan Haikal atau pria lain.


"Aku hanya ingin membawa kan koper baju ini dan sekali Gus mengatakan kalau dia akan tinggal di kamar yang sama dengan Haikal". Imbuh Meri beralasan.


"Terserah kamu saja. Tapi aku sekarang ingin belayan sekarang wanita, kalau kamu sibuk maka aku akan meminta wanita lain untuk memuaskan ku". Ujar Ronal tanpa menatap Meri.


Bagai mendapat angin segar di dalam ruangan tertutup, Meri langsung tersenyum sambil menghampiri Ronal. "Nggak kok sayang. Aku nggak sibuk - sibuk banget kok. Kalau untuk kamu mas biar aku sibuk bagaimana pun tetap kamu yang aku utama kan". Goda Meri sambil memeluk Ronal dari belakang.


Jari - jemarinya dengan lembut bermain di dada Ronal. Pria itu sudah dari tadi menahan gejolak di bahagian bawah nya akibat melihat Rinata. Tapi sebisa mungkin ia menahan nya karena ia bertekat untuk menjebak Haikal. Tapi dengan sentuhan Meri, membuatnya tidak bisa tahan lagi. Meri di jadikan p3lampiasan saja untuk menuntaskan hasrat nya yang sudah menggebu tak tertahan kan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu sedang berhasrat karena penasaran pada Rinata mas. Tapi aku nggak sanggup jika kamu di layani oleh wanita lain. Aku ikhlas jika kamu hanya menjadikan ku pelampiasan saja. Tapi aku akan pastikan suatu hari nanti kamu akan menjadikan ku satu - satu nya dan tidak akan sanggup kehilangan ku sampai kapan pun". Batin Meri.


Ia sama sekali tidak keberatan jika niat Ronal menyentuhkan karena berhasr4t pada wanita lain. Karena ia lebih tidak rela kalau Ronal melakukan hubungan bersama wanita lain.


__ADS_2