PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Berangkat ke MegaTown


__ADS_3

Dear readers...


Tak perlu lah kita ceritakan tentang anak buah Robin yang membantai Anton dan Via setelah di buru oleh Simon dan anak buah nya. Karena ini terlalu sadis. Takutnya ada yang terinspirasi dan author tak sanggup sama dosa jariah nya. hahahaha. Izinkan author tertawa.


Lanjooot....!


...*...


Setelah selesai dengan tugasnya, Simon pun kembali ke Villa Patrik dan melaporkan bahwa mereka telah menyelesaikan pekerjaan mereka dengan menabrak mobil yang di kendarai oleh mereka dengan Truck berat di jalan menuju perbatasan.


Setelah itu, baru lah mereka membakar mobil tersebut dan mendorongnya masuk ke dalam sungai.


"Bagus. aku suka dengan keberhasilan mu." Kata Robin sambil mengeluarkan ponsel nya untuk membuat panggilan.


"Hallo Tuan besar." Kata satu suara ketika panggilan itu terhubung.


"Sendiego.., percepat jadwal pertarungan Hyden dan Riko. mulai tengah hari besok, tutup semua taruhan online dan petang nya mulai pertarungan. Umum kan kepada semua yang terlibat!" Kata Robin memberi perintah.


"Ada apa Tuan besar? Mengapa begitu mendadak dan melenceng dari jadwal yang telah di tetapkan?" Tanya Sendiego dengan heran.


"Kau ikuti saja perintah ku Sendiego! Setelah ini, akan ada pekerjaan berat yang menanti mu. Aku telah menemukan informasi tentang pemilik perusahaan Future of Company. Kita akan menyingkirkan nya tak lama lagi." Kata Robin.


"Wah.., ini berita yang sangat bagus. Baik lah Tuan besar. Aku akan memajukan jadwal pertarungan itu besok sore." Kata Sendiego.


"Kau atur lah sebaik mungkin. Ingat untuk menjalankan segala rencana yang telah kita atur! Kau mengerti Sendiego?" Tanya Robin.


"Mengerti Tuan besar. Sangat-sangat mengerti." Jawab Sendiego.


"Hmmm.., bagus!" Kata Robin lalu mengakhiri panggilan tersebut.


...**...


Berita pagi ini.


Telah terjadi kecelakaan di perbatasan Metro city-MegaTown yang mengakibatkan sebuah mobil mengalami kebakaran.


Pihak kepolisian yang melakukan investigasi saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti penyebab kecelakaan tersebut.


Selang berapa menit kemudian televisi kembali mewartakan bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi kecelakaan tersebut dan menarik kesimpulan bahwa pengemudi ketika itu mengalami kantuk berat sehingga mobil tersebut melanggar pembatas jembatan dan terbakar sebelum terhumban kedalam sungai.

__ADS_1


Dilaporkan juga bahwa penumpang di dalam kendaraan itu berjumlah dua orang lelaki dan perempuan kesemuanya dalam keadaan tewas dengan luka bakar di sekujur tubuh mereka.


Pihak kepolisian juga menjelaskan identitas korban adalah Anton Paul berusia 22 tahun dan Via Abraham juga berusia 22 tahun.


...***...


Saat itu di Starhill Jerry baru saja selesai menonton tayangan berita tersebut bersama Daniel dan Ryan langsung merasa lemas di sekujur tubuh nya.


Jerry tampak tidak dapat menerima kenyataan dan langsung melorot dari sofa lalu terduduk di lantai sambil menangis sejadi-jadi nya.


Ryan dan Daniel yang menyaksikan ini bersusah payah menenangkan Jerry.


"Sudah lah Jerry. Sudah takdir nya seperti itu. Dia telah memilih jalan nya sendiri." Kata Daniel mencoba membuat agar Jerry tabah menghadapi musibah yang menimpa Via.


"Jika melihat dari posisi terjadinya kecelakaan, aku menduga bahwa Anton dan Via ini baru kembali atau memang dari Metro city. Aku curiga jangan-jangan mereka ini menemui seseorang di Metro city." Kata Ryan.


"Apa maksud mu Ryan? Siapa yang kau curigai?" Tanya Daniel.


"Ketika aku melakukan transaksi di rumah susun bersama Ramond, dia sempat menjelaskan bahwa Via ingin menjual identitas Jerry kepada Hyden dengan sejumlah uang. Namun karena Via meminta harga terlalu tinggi, Hyden menunda kesepakatan diantara mereka. Ini pasti."


"Pasti apa Ryan? Apakah kau menduga bahwa ini perbuatan Hyden?" Tanya Daniel.


"Jadi kau menduga bahwa ini adalah perbuatan Robin? Oh Tuhan. Jika benar begitu, berarti identitas Jerry sudah bocor dan telah sampai ke tangan Robin." Kata Daniel.


"Kau harus hati-hati Jerry! Robin ini pasti akan memburu mu." Kata Ryan.


"Jika benar seperti yang kalian katakan, maka sebelum dia yang memburu ku, aku lah yang akan terlebih dahulu memburu Robin." Kata Jerry dengan mata memerah menahan kemarahan.


"Kau kenapa Jerry? Dinginkan hati mu! Jika tidak, segara rencana kita akan berantakan." Kata Ryan menegur.


"Aku masih tidak percaya kalau Via secepat itu pergi meninggalkan kita." Kata Jerry.


"Via terbakar api dendam nya sendiri Jerry." Kata Daniel.


"Aku bukannya tidak turut berduka dan merasa kehilangan. Tapi Via ini terlalu berani bermain dengan api. Akhirnya dia terbakar karena ulah nya sendiri." Kata Ryan.


"Robin ini tidak bisa dijadikan teman. Aku menduga bahwa Via dan Anton telah di iming-imingi uang yang banyak. Mereka mengira bisa memakan uang Robin. Ternyata mereka salah besar. Nyawa seperti Via dan Anton ini ibarat nyawa seekor lalat bagi Robin." Kata Ryan lagi.


"Baiklah. Kalian siap-siap lah. Kita akan ke MegaTown. Kita akan mengucapkan belasungkawa kepada orang tua Via." Kata Jerry lalu bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Melihat Jerry nekat juga ke MegaTown membuat Ryan dan Daniel saling pandang.


"Bagaimana ini Ryan?" Tanya Daniel dengan kening berkerut.


"Tidak ada pilihan. Kita hubungi David dan Kevin. Kita suruh dia melaporkan semua ini kepada Herey atau tuan Ronald agar mereka segera mengirim pengawal bayangan untuk menjaga keselamatan Jerry. Aku khawatir walau pun kemungkinannya sangat kecil bahwa Robin akan langsung bergerak. Tapi tidak ada salahnya kalau kita membuat persiapan terlebih dahulu." Kata Ryan.


"Kau hubungi tuan Syam, Ryan! Kau katakan bahwa kau mencurigai bahwa Via telah membongkar identitas Jerry kepada Robin. Biar aku yang akan menelepon David agar mereka berdua bisa langsung meminta bantuan kepada tuan Ronald atau Herey." Kata Daniel lalu mengeluarkan ponsel nya untuk melakukan panggilan.


...*...


"Hallo Daniel.., Ada apa kau menelepon ku? Apakah ada masalah dengan tuan muda?" Tanya David begitu panggilan itu terhubung.


"David.., apakah kau sudah melihat berita pagi ini tentang kecelakaan di perbatasan Metro city-MegaTown?" Tanya Daniel.


"Ya sudah. Ada apa dengan berita itu?" Tanya David.


"David.., Jerry akan pergi ke MegaTown untuk menyampaikan ucapan belasungkawa nya. Aku khawatir...," lalu Daniel menjelaskan semua pembicaraannya dengan Ryan tadi dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


"Baik.., aku mengerti maksud kekhawatiran mu itu. Kapan tuan muda akan berangkat ke MegaTown?" Tanya David.


"Sekarang ini David. Kau harus memberi tahu masalah ini kepada tuan Ronald, paman Regan atau kepada Herey. Suruh mereka mengirim beberapa orang untuk mendahului kami ke MegaTown. Kau juga harus ikut!" Kata Daniel.


"Memang aku di perintahkan atau tidak, menjaga tuan muda memang sudah tugas ku dari ayah. Baiklah Daniel.., aku akan memberi tahu kepada ayah dan Herey tentang keberangkatan tuan muda ini. Aku akan menunggu kalian di kafe depan kampus untuk sama-sama berangkat ke MegaTown." Kata David.


"Ya.. Sebaiknya memang harus begitu David. Ok sampai ketemu di kafe depan kampus." Kata Daniel lalu mengakhiri panggilan.


"Bagaimana Daniel?" Tanya Ryan.


"Sudah. David akan memberitahu paman Regan atau Herey. Rencananya mereka akan mendahului kita ke MegaTown. Sedangkan David dan Kevin akan menunggu kita di kafe depan kampus." Kata Daniel.


"Sip lah. Ayo kita bersiap-siap. Kita harus menjemput Joanna dan Hellen. Tidak aman bagi mereka jika kita tidak berada di Starhousing ini." Kata Ryan.


"Ryan..., Daniel... Cepat lah bersiap. Aku kan menjenguk Sarah dulu di tempat pengasuh nya. Kalian segera menyusul ku ke sana!" Kata Jerry berteriak dari dalam kamarnya.


"Ok Jerry. Kau tunggu kami di rumah pengasuh putri kak Arslan itu. Kami akan menjemput Joanna dan Hellen terlebih dahulu." Kata Ryan.


"Baik. Jangan lama-lama!." Kata Jerry sambil keluar dari kamarnya menuju garasi.


Tak lama setelah itu tampak mobil super sport keluar dari bagasi dan terus melaju ke arah jalan lintas.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2