PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry kepergok tuan Isa


__ADS_3

"Clara.., sudah hampir siang. Ayo kita kembali ke pondok. Nanti kakek dan ibumu akan khawatir jika kita lambat kembali." Kata Jerry dengan lembut berbisik di telinga Clara.


Clara hanya mengangguk saja dan tidak menolak ketika Jerry menyeka air matanya penuh dengan perasaan kasih sayang.


Baru saja beberapa langkah mereka meninggalkan depan kedai tersebut, tiba-tiba satu suara menegur mereka dari belakang.


"Tuan muda...?!"


Cetaaaar.....!?


Bagai di sambar petir di siang bolong ketika Jerry mendengar ada yang mengenali dirinya dan memanggil dirinya dengan sebutan tuan muda.


Jerry hanya berdiri mematung tanpa bergerak sambil memegang tangan Clara yang terlihat heran melihat ekspresi yang mendadak berubah di wajah Jerry.


"Apakah saya tidak bermimpi?" Kata seseorang yang tadi menegurnya sambil tergesa-gesa menelikung tubuh Jerry yang hanya mematung tak bergerak.


Setelah dia berhasil berdiri tepat di hadapan Jerry, kini tampak lelaki setengah baya itu menatap seakan-akan tidak percaya melihat siapa pemuda yang kini berdiri di hadapannya itu.


Lelaki setengah baya itu menutup mulut nya dengan tangan sebagai bentuk dari rasa tidak percaya melihat orang yang selama ini di cari oleh mereka ternyata dalam keadaan sehat tanpa kekurangan satu apa pun.


"Apakah.., apakah saya tidak salah orang?!" Kata lelaki setengah baya itu sambil meraba-raba wajah Jerry dan memijit-mijit lengan Jerry.


"Ah ini nyata. Ternyata anda masih hidup, Tuan muda." Kata lelaki itu dengan sangat gembira.


Kejadian di depan kedai ini menarik perhatian beberapa staf dan pekerja proyek tersebut dan mulai menghampiri lelaki setengah baya tersebut.


"Ada apa Tuan Isa?" Tanya salah seorang dari mereka kepada lelaki setengah baya yang pertama tadi.


"Tuan Raven. Kemarilah! Coba anda lihat! Apakah saya salah bahwa ini adalah Tuan muda?" Kata lelaki yang di panggil tuan Isa tersebut kepada teman nya yang bernama ruan Raven.


Mendengar perkataan tuan Isa, tuan Raven segera melangkah mendekati lalu mengamati tanpa berkedip. "Iya benar. Ini adalah Tuan muda. Tidak salah lagi. Mata mu belum rabun. Ini pasti Tuan muda kita. Woy.., kemarilah! Tuan muda kita masih hidup." Kata tuan Raven memberitahu kepada yang lainnya.


Begitu mendengar teriakan dari tuan Raven, beberapa orang mulai berdatangan diantaranya ada tuan Rustam dan tuan Rikardo.


Begitu mereka memperhatikan dengan seksama, tanpa di komandoi lagi mereka langsung membuat barisan dan membungkuk memberi hormat kepada Jerry.


"Ternyata anda masih hidup Tuan muda.." Kata mereka dengan raut wajah masing-masing tampak bahagia.


Clara yang melihat adegan ini merasa sangat terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Jerry ini begitu berpengaruh.

__ADS_1


Dia berfikir ketika ibunya begitu menghormat kepada Jerry adalah sikap berlebihan. Kini dia baru tau siapa Jerry ini sesungguhnya. Dan yang pastinya ini belum seberapa jika di banding dengan Starhill, Country home dan Hillstreet.


Adegan ini juga menarik perhatian warga termasuk pemilik kedai dan juga tampak pak Morgan berjalan tergesa-gesa menghampiri kerumunan itu.


Pemilik kedai itu merasa malu sendiri karena telah merekomendasikan agar pemuda yang ternyata adalah pemilik perusahaan yang sedang membangun di kampung halaman nya itu untuk melamar pekerjaan sebagai buruh kasar. Benar-benar konyol sekali.


"Tuan Raven, Tuan Isa. Ada apa ini? Apakah ada masalah di lokasi proyek?" Tanya pak Morgan begitu tiba di tempat kerumunan itu. Namun begitu dia melihat Jerry ada di sana bersama seorang gadis, dia langsung menghampiri dan kembali berkata, "Jerry.., kapan kau tiba di kampung ini?" Tanya pak Morgan.


"Ceritanya panjang Pak. Ayo kita kerumah anda!" Kata Jerry.


"Oh.., silahkan Jerry. Ayo yang lain juga!" Ajak pak Morgan.


Ketika mereka sudah tiba di rumah pak Morgan, Jerry pun mulai menceritakan kejadian yang menimpa dirinya kepada semua yang ada di tempat itu.


Jerry juga tak lupa berpesan untuk sementara waktu ini agar jangan dulu membocorkan tantang keberadaannya di hillir sungai bagian Mountain slope ini.


"Apakah ada di antara kalian yang menyimpan nomor ponsel ayah angkat ku?" Tanya Jerry.


"Maaf Tuan muda. Kami tidak pernah berhubungan dengan Drako. Ini karena kami takut untuk berhubungan dengan ketua gengster tersebut." Kata mereka.


"Tuan Raven, kau bisa meminta nomor Drako kepada tuan Barry atau Ronald. Aku membutuhkan nomor tersebut untuk menghubunginya. Ini karena aku tidak tahu di mana ponsel ku hilang ketika kejadian itu." Kata Jerry.


Setelah tuan Raven mendapatkan informasi kontak Drako dari Ronald, dia langsung memberikan ponsel tersebut kepada Jerry.


Jerry yang menerima ponsel tersebut langsung menelepon nomor Drako.


Begitu panggilan tersebut terhubung, terdengar suara seorang lelaki yang menyeramkan dari seberang sana.


"Hallo. Siapa ini?" Kata Drako dengan suara khasnya yang serak-serak kasar.


"Ayah. Ini adalah aku Jerry." Kata Jerry menyebutkan namanya.


"Heh.., kau tau siapa aku? Jangan main-main dengan ku jika tidak ingin bernasib naas." Ancam Drako karena merasa di permainkan.


"Ayah. Apakah kau sudah tidak mengenali suara ku lagi?" Tanya Jerry.


"Hmmm.., memang mirip. Katakan dimana kau saat ini!" Kata Drako.


"Ayah. Saat ini aku berada di mountain slope." Kata Jerry lalu menceritakan semua nya hingga dia hanyut terbawa arus dan di tolong oleh seorang gadis bersama kakek dan ibu nya.

__ADS_1


"Ayah.., kau harus datang ke mountain slope ini sendirian. Jangan bocorkan kepada siapa pun bahwa aku masih hidup." Kata Jerry berpesan.


"Mengapa Jerry? Mengapa kau tidak mengizinkan aku untuk memberitahu kepada siapa pun?" Tanya Drako heran.


"Aku tidak akan kembali ke Starhill dalam waktu 3 bulan ini. Ini karena aku masih dalam tahap pemulihan. Pokoknya selain Ayah, tidak ada yang boleh datang kemari. Aku juga sudah berpesan kepada orang-orang ku yang melakukan pembangunan pabrik di sini agar tidak membocorkan bahwa aku masih hidup. Jika tidak, aku akan memecat mereka dan menjadikan mereka seperti tuan Paul." Kata Jerry mengancam membuat tuan Raven, Isa, Rustam dan Rikardo hanya bisa menelan ludah ketika mendengar ancaman dari Jerry.


"Baiklah. Aku akan datang sendirian ke Mountain slope. Lalu bagaimana aku bisa bertemu dengan mu nanti di sana?" Tanya Drako.


"Begitu Ayah tiba di Mountain slope ini, Ayah bisa menghubungi nomor ini, dan pemilik nomor ini akan mengantarkan Ayah ke tempat aku di rawat. Ayah juga bisa menitipkan mobil ayah di rumah kepala desa mountain slope ini." Kata Jerry menjelaskan.


"Baiklah. Kau jaga dirimu dan segera lah pulih. Aku tidak akan lama. Paling lambat 2 hari lagi aku akan tiba di mountain slope setelah masalah di sini selesai." Kata Drako.


"Masalah apa yang sedang Ayah hadapi?" Tanya Jerry.


"Ini masalah Daniel sahabat mu. Dia telah menipu uang Ramendra sebanyak 500 juta dan kini dia di buru terus-terusan oleh anak buah Ramendra. Beberapa telah berhasil aku singkirkan. Tapi dasar rubah tua itu tidak ada jera nya. Kau bersabar lah menunggu di sana!" Kata Drako.


Mendengar bahwa Daniel telah mengerjai Ramendra membuat Jerry tertawa terbahak-bahak.


"Daniel ini. Hahaha..., berani sekali dia." Kata Jerry.


"Selama ada Arslan dan Herey di bantu oleh Riko, aku tidak terlalu khawatir. Tapi saat ini keluarga Regnar juga sudah mulai ikut campur. Ini karena paman mu Jackson telah mengusir Diana dan menceraikannya. Keluarga Regnar yang sakit hati mulai merapat ke Villa Ramendra dan menjadi anjing di sana." Kata Drako memberitahu keadaan di Starhill, Metro city, dan MegaTown kepada Jerry.


"Biarkan mereka Ayah. Biarkan mereka merasa menang terlebih dahulu. Saat masanya tiba, seorang pun tidak akan selamat dari cengkraman ku." Kata Jerry yang mulai dingin nada bicara nya.


"Sebelum ayah berangkat, suruh Regan untuk mengawal Villa kakek William ku. Atur juga Jeff dan Arslan serta Herey untuk tidak jauh-jauh dari Daniel dan Ryan. Aku khawatir setelah aku, mereka akan menargetkan ketiga sahabat ku itu." Kata Jerry.


"Kau tidak usah khawatir Jerry. Herey dan 25 orang anak buahnya selalu siap siaga untuk melindungi ketiga sahabat mu itu." Kata Drako.


"Terimakasih Ayah. Aku akhiri dulu panggilan ini. Aku khawatir jika terlalu lama, dewa penolong ku akan khawatir karena aku dan Clara sudah terlalu lama meninggalkan pondok." Kata Jerry.


"Tunggu!!! Siapa Clara itu. Apakah kau sudah memiliki kekasih di sana?" Tanya Drako.


"Cepat lah datang. Aku akan memperkenalkan Ayah angkat kepada calon Istriku." Kata Jerry sambil melirik ke arah Clara yang langsung mendelikkan matanya.


"Baiklah. Jaga dirimu!" Kata Drako sambil mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Setelah panggilan tersebut berakhir, Jerry yang harus kembali ke pondok langsung meminta diri lalu sepasang muda mudi itu pun keluar dan berjalan melenggang sambil bergandengan tangan seperti tanpa beban apa pun.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2