PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana menjebak Jerry


__ADS_3

Jerry yang baru saja mengirim lokasi dimana dia berada saat ini mulai menyeruput teh susu yang dia pesan.


Daniel dan Ryan juga tampak sedang sibuk dengan roti panggang nya.


Sekitar 10 menit kemudian, mobil berwarna putih itu berhenti di depan kafe. Setelah menurunkan kaca mobil sedikit dan pengemudinya melihat keluar, baru lah mobil itu mencari tempat parkir yang kosong.


Setelah mobil di parkir, tampak seorang pemuda keluar dari mobil dan langsung berjalan memasuki kafe.


Dari jauh pemuda itu telah melihat Jerry melambaikan tangannya sambil menyeringai.


"Herman.. Sini!" Kata Jerry yang disambut dengan senyum oleh Herman.


"Jauh sekali kalian kesini hanya untuk sarapan?" Kata Herman sebaik saja dia sampai di meja tempat Jerry, Ryan dan Daniel duduk.


"Duduk dulu Herman! Manajar Daniel yang mentraktir ku makan disini." Kata Jerry sambil tertawa.


Mendengar Jerry mengatakan Manajer di pangkal namanya membuat Daniel tersedak kopi susu dan nyaris muntah.


"Manager? Manager dimana Daniel?" Tanya Herman serius.


Daniel yang masih belum bisa menguasai keadaan segera melambaikan tangannya.


"Jangan percaya dengan celetukan Jerry ini Herman! Dia biasa begitu jika penyakit lamanya kambuh." Kata Daniel.


Mereka bertiga lalu tertawa terbahak-bahak melihat wajah Daniel memerah akibat tersedak kopi susu.


"Oh ya.., ada apa kau mencari ku Herman?" Tanya Jerry.


"Sebenarnya aku bukan mencari mu saja Jerry. Tepat nya, aku mencari kalian." Kata Herman.


"Begitu kah? Oh.., silahkan pesan dulu mau makan dan minum apa!? Kali ini Manajer Daniel yang akan mentraktir kita." Kata Jerry lagi seperti tidak merasa punya beban. Padahal baru semalam dia dikejar-kejar anak buah tuan Paul. Tapi sekarang dia sudah bisa becanda.


Daniel hanya bisa menarik nafas pasrah melihat tingkah laku Jerry ini. Sebagai sahabat yang sudah malang melintang bersama, dia faham betul sifat Jerry ini.


"Begini Jerry. Kedatangan ku kemari adalah menyampaikan pesan dari Anton bahwa dia ingin merayakan terpilih nya dia sebagai presiden persatuan mahasiswa kampus. Dia berencana akan mengadakan acara berkemah dan mungkin akan ada acara panggang-memanggang di sana. Dia menyuruh ku untuk menyampaikan undangan kepada kalian bertiga." Kata Herman menjelaskan kedatangannya menemui Jerry dan kedua sahabat nya.


"Hmmm... Tumben Anton begitu peduli kepada kita Jerry." Kata Ryan dengan nada suara penuh kecurigaan.


"Mana aku tau." Kata Jerry sambil mengangkat bahu nya.

__ADS_1


"Aku curiga dibalik undangan ini ada maksud tertentu." Kata Ryan lagi.


"Menurut kalian bagaimana? Rindy juga mungkin telah menyampaikan kepada Lisa, Jenny dan Rina tentang rencana Anton ini. Jika kau keberatan, Aku dan Rindy juga tidak akan ikut." Kata Herman sambil memainkan ujung tangkai gelas teh nya.


"Pikirkan lagi Jerry! Aku bukan ingin menakut-nakuti mu. Tapi besar dugaanku bahwa Anton memiliki rencana busuk yang akan merugikan mu." Kata Ryan tetap teguh dengan kecurigaan nya.


"Hmmm..., aku justru merasa tertantang dengan rencana Anton ini andai dia memang benar-benar memiliki rencana busuk untuk menjebak kita." Kata Jerry.


"Bukan kita Jerry. Tapi kau lah yang akan dijebak oleh Anton." Kata Ryan lagi.


"Tunggu.., tunggu.., tunggu! Sebenarnya ada apa antara Anton dan Jerry ini?" Tanya Herman yang sama sekali tidak tahu menahu masalah kemarin.


Sebelum menjawab pertanyaan Herman, Ryan terlebih dulu memandang kearah Jerry untuk meminta persetujuan.


Ketika melihat raut cuek dari wajah Jerry, Ryan pun mulai menceritakan bahwa 3 hari yang lalu, Jerry dikirim oleh tuan Ronald bekerja sebagai mata-mata di lokasi proyek Hillstreet. Dan Jerry ketahuan disana. Namun sebelum Jerry ketahuan, Jerry terlebih dahulu telah melarikan buku laporan dan memori card yang berisi semua file keluar masuk bahan material di perusahaan itu.


Oleh karena itu lah maka kemungkinan besar, tuan Paul meminta Anton untuk menjebak Jerry agar Jerry mau mengembalikan bukti penyelewengan yang telah di bawa kabur oleh Jerry dari perusahaan.


Kini Herman baru mengerti mengapa Ryan sangat melarang Jerry untuk memenuhi undangan dari Anton.


"Benar kata Ryan, Jerry. Kau tidak perlu mengikuti dan masuk ke dalam rencana Anton ini. Sudah pasti Anton akan menimbulkan masalah dan kerugian kepadamu." Kata Herman khawatir Jerry akan masuk kedalam perangkap Anton.


"Sssst....!"


"Tetap tenang! Lihat di ujung jalan sana. Bukankah itu Mobil Anton?" Kata Ryan sambil mengarahkan ujung sendok teh nya sebagai isyarat.


Jerry, Herman dan Daniel saat ini segera memperhatikan dengan sudut mata mereka kearah yang di tunjuk Ryan.


Benar saja. Kini tampak dari ujung tikungan sebuah mobil Audi Rs7 berbelok ke-arah jalan depan Jewel Star dan terus melaju sekitar 300 meter kedepan dan berhenti tepat di area parkir rumah susun di ujung deretan toko Jewel star.


"Hmmm... Semakin aku penasaran apa yang akan kau lakukan disana Anton!? Kini jelas sudah bahwa pereman yang mengeroyok aku dan Ivan adalah orang suruhan mu. Kita lihat saja. Kau pasti akan menyesal bermain dengan ku." Kata Jerry dalam hati.


"Apa yang dia kalukan ditempat seperti itu?" Kata Herman dengan penuh keheranan.


"Entah lah. Biarkan saja dia dengan masalahnya. Tidak ada hubungannya dengan kita. Teruskan sarapan kalian dan kita akan pergi dari sini." Kata Jerry.


"Oh ya.., Herman! Kau katakan kepada Anton bahwa kami menerima undangannya dan kita akan berpartisipasi dalam perayaan pengangkatannya sebagai presiden dari persatuan mahasiswa Golden university." Kata Jerry lagi sebelum dia beranjak menuju kasir untuk membayar sarapan pagi mereka.


"Apa kau yakin akan ikut Jerry?" Tanya Daniel dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Mereka telah menjual. Mengapa kita tidak membeli?" Kata Jerry dengan wajah sedikit tegang.


"Baiklah. Jika sudah di putuskan begini, Besok kita bertemu di kafe depan kampus. Karena di sana bus yang telah disewa oleh Anton menunggu kita. Ingat Jerry! tepat pukul 10 pagi." Kata Herman memberitahu waktu dan tempat dimana mereka harus berkumpul sebelum berangkat menuju Mountain bamboo di Country Home.


"Baiklah. Kalau begitu, mari mita berpisah disini." Kata Jerry langsung menuju mobil Volvo butut nya.


...**********...


Kini mari kita ikuti Anton dengan segala perencanaan busuk nya.


Setelah mereka membubarkan diri di kafe depan kampus, Anton, Zeck dan John segera sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


Misalnya John, dia kini bertugas untuk mencari bus sewaan yang akan digunakan sebagai pengangkut mahasiswa-mahasiswi yang akan berangkat besok pagi.


Zeck pula sibuk dengan segala keperluan seperti perlengkapan kemah sewaan, menghubungi pemandu yang akan memandu mereka di perbukitan bambu nanti dan segala sesuatu nya.


"Pokoknya kalian harus melakukan perencanaan dengan matang! Aku ingin dengan satu batu bisa mengenai sasaran sebanyak dua kali." Kata Anton ketika itu.


"Kau tenang saja Anton. Aku juga sudah mengundang Via dan anak baru sepupu Lisa. Pokoknya semuanya akan beres." Kata Zeck sambil tersenyum jahat.


"Mengenai sepupu Lisa, pastikan gadis mata duitan itu melakukan acting dengan baik. Dan kalian juga harus membantu beracting agar semuanya berjalan dengan sempurna!" Kata Anton mememberi arahan.


"Kami sudah memastikan bahwa rubah betina itu saat ini sedang menikmati uang yang kau berikan kepadanya. Gadis itu benar-bener serigala." Kata John.


"Baiklah. Sudah diputuskan begini, maka lakukan sesuai rencana. Aku akan pergi dulu." Kata Anton lalu bergegas menuju mobil nya.


Setelah Anton memasuki mobil tersebut, maka mobil itu segera melaju ke-arah Jewel star seperti yang dilihat oleh Ryan tadi.


Anton yang tampak terburu-buru segera bergegas keluar setelah memarkir mobilnya secara serampangan.


Dia terus berjalan memasuki lorong rumah susun itu dan berhenti di depan tangga ketika sekelompok pria berbadan tegap seperti sengaja menunggunya di tempat itu.


Begitu Anton tiba, dia segera melemparkan amplop berisi uang kepada salah satu laki-laki yang paling depan, dan berkata. "Di dalam amplop itu ada 5000 Dollar dan sisanya akan aku berikan setelah kalian berhasil melakukan tugas yang telah aku berikan." Kata Anton dengan lagak angkuh.


"Hahahaha..., Tuan muda. Anda hanya percaya dan kami akan melakukan semua tugas yang anda berikan dengan baik. Pokoknya anda akan puas dengan pekerjaan kami." Kata salah seorang dari kumpulan lelaki bertampang kasar itu.


"Lakukan dengan baik. Jika berhasil, bonus menanti kalian." Kata Anton dan tanpa basa-basi lagi segera berbalik di ikuti oleh gelak tawa dari sekitar 10 orang lelaki preman yang memiliki tampang sangar itu.


Begitu mobil Audi Rs7 itu meluncur, kesepuluh orang berbadan tegap itu langsung membagi-bagikan uang pemberian Anton tadi dengan sama rata.

__ADS_1


"Hahaha... Besok kita akan berpesta. Kita mana pernah gagal. Ya kan.., ya kan? Hahaha" Kata ketua dari kelompok pereman itu di ikuti oleh gelak tawa yang lainnya.


Bersambung...


__ADS_2