PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pertarungan pertama Riko


__ADS_3

Bab 107.


"Para hadirin yang sangat kami hormati. Selamat datang di Arsend arena. Seperti biasa, pada kesempatan kali ini, kita akan mengadakan adu tanding diantara jago-jago dari beberapa kota bahkan dari luar negara. Dan untuk kesempatan kali ini, kami mendapat kehormatan untuk menjadi Tuan rumah bagi menyelenggarakan pertarungan antar jagoan ini."


"Seperti yang telah kita sama tahu, bahwa kali ini petarung unggulan dari negara 'T' telah melayangkan tantangan adu kekuatan dan ketangkasan dengan siapa saja. Bagi para Tuan-tuan yang merasa memiliki jagoan, maka silahkan untuk menerima tantangan tersebut dan kalian semua bisa mendukung jagoan kalian dengan memasang taruhan bagi petarung favorit anda sekalian."


"Namun karena tidak ada yang berani menerima tantangan itu, maka Tuan kami yaitu Sendiego akan memperkenalkan jagoan kami. Mari kita sambut...! Ini lah petarung kami, Rikooo..... Obery."


"Begitu pembawa acara selesai dengan kata-kata sambutannya, kini tampak lah keluar seorang pemuda dari salah satu ruangan dengan di dampingi oleh seorang lelaki setengah baya.


Lelaki setengah baya itu adalah Ramos yang bertugas sebagai pelatih Riko yang saat ini sedang berjalan membelah kerumunan penonton menuju sebuah pentas dimana seorang lelaki pembawa acara tadi menyampaikan kata-kata sambutan.


"Saudara-saudara sekalian. Perkenalkan! Pemuda ini adalah Riko. Dia adalah jagoan milik Tuan Sendiego yang akan menantang petarung dari negara 'T' yaitu Korakap. Jika diantara kalian semua ada yang menjago kan pemuda andalan Tuan Sendiego, silahkan pasang taruhan kalian. Apa bila di antara kalian semua ada yang menjagokan Korakap, maka silahkan pasang taruhan kalian dan pertarungan ini akan segera kita mulai." Kata pembawa acara menyampaikan.


Begitu pembawa acara menyampaikan, bisik-bisik para hadirin bergemuruh di antara mereka.


"Apa kau yakin dengan petarung baru itu?"


"Huh..., dia pasti akan mati dengan sekali gebrak oleh korakap."


"Tidak..., tidak. Aku tidak akan membuang uang ku secara cuma-cuma dengan menjagokan petarung baru itu."


"Aku akan mengadu nasib. Bagaimana pun, aku belum tau kehebatan petarung itu. Aku akan bertaruh 500 ribu Dollar untuk Riko itu."


"Apa kau gila? Baik.., aku akan melawan mu. Aku menjagokan Korakap. Mari kita Bertaruh!"


"Kalian ini memang dari dulu suka berlawanan. Baik lah. Aku akan menjadi saksi kalian berdua."


"Tenang..., tenang semuanya! Kalian bebas memilih siapa pun yang kalian jago kan. Tuan Sendiego akan menerima berapa pun taruhan kalian." Kata pembawa acara.


"Tuan Sendiego. Aku memilih Korakap dan akan bertaruh 2 juta Dollar untuk kemenangan nya." Kata salah seorang dari hadirin.


"Aku juga akan bertaruh untuk Korakap. 1 juta Dollar untuk kemenangan nya."


"Pak Sendiego. Aku memilih Riko dan 500 ribu Dollar untuk kemenangan nya."


"Aku akan melawan mu dan ini 500 ribu Dollar untuk kekalahan Riko." Kata seorang lelaki gemuk setengah baya sambil membuka koper yang semuanya berisi uang tunai.


"Hahahaha.... Baik.., baiklah. Silahkan serahkan taruhan kalian kepada panitia yang bertugas sebagai pengurus taruhan. Untuk melawan kalian, aku telah menyiapkan uang sebesar 20 juta Dollar dan kalian bisa bertaruh melawan ku jika tidak memilih Riko. Namun ingat! Jika ada yang memilih Riko, maka andai pertarungan ini di menangkan olehnya, 10% dari kemenangan kalian adalah pajak yang harus di potong. Intinya, setiap taruhan akan di potong 5% sebagai biaya operasional dan juga sebagai biaya penyelenggara. Bagaimana?" Kata Sendiego sambil berdiri dengan senyum khas nya yang licik.


"Tidak masalah. Aku akan tetap bertaruh untuk Riko."


"Kau fikir bisa memang den menyerahkan 10% mu kepada Sendiego? 5% ku tetap untuk Korakap.

__ADS_1


"Ting..."


"Ting..."


"Ting..."


"Tuan-tuan para hadirin sekalian! untuk menghemat waktu, maka saya persilahkan kepada anda semua untuk menyelesaikan transaksi taruhan agar pertandingan ini segera di mulai. Silahkan kalian menemui pihak panitia taruhan 30 menit dari sekarang dan bagi siapa yang terlambat setelah 1 menit pertarungan ini di mulai, maka taruhan anda akan di tolak." Kata pembawa acara.


Baru saja pembawa acara selesai menyampaikan kata-katanya, kini di ujung ruangan sebelah kanan tampak pintu telah terbuka dan keluar lah lelaki setengah baya di ikuti dengan seorang lelaki muda tegap dan berotot dengan memakai ikat kepala seperti seorang pendekar berwarna merah.


Mereka lalu berjalan membelah kerumunan di ikuti sorak sorai para hadirin yang menjagokan nya.


"Lihat! Korakap telah keluar."


"Gagah sekali dia"


"Aku khawatir anak itu akan mati sekali pukul saja." Kata yang lainnya.


"Hahaha..., apa kau menyesal dengan keputusan taruhan mu tadi?"


"Hahaha.., kau ini. Uang 500 ribu bagi ku hanya serpihan tak berarti. Lain kali aku akan bertaruh 5 juta untuk anak itu."


"Baik lah. Kita akan lihat siapa diantara kita yang akan menang."


"Siapa takut."


Setelah para petaruh dan petarung sudah selesai dengan urusan mereka, maka saat yang di nanti-nanti pun telah tiba.


Kini tampak ke dua petarung sudah saling berhadap-hadapan.


"Ingat! Selain menggunakan senjata, pertarungan ini tidak memiliki aturan yang khusus. Pertahankan nyawa kalian jika masih ingin menikmati mata hari esok! Pukul yang mana suka, tendang yang mana bisa. Hanya menggunakan senjata yang tidak di diperbolehkan."


"Apa kalian sudah siap?" Tanya pembawa acara.


Riko hanya mengangguk. Sedangkan lawan nya sempat melayangkan ancaman.


"Aku akan mematahkan leher mu sebentar lagi." Kata Korakap mengancam bertujuan untuk melemahkan mental lawan.


Riko hanya tersenyum mencibir saja dan memberi jempol terbaik ke arah wajah Korakap.


"Kalian berdua siap? Pertarungan di mulai?" Kata pembawa acara dengan suara keras.


"Hajar...?"

__ADS_1


"Pukul dia Korakap."


"Riko. Aku bertaruh untuk mu. Buktikan kalau kau layak untuk itu!"


Pertarungan kali ini benar-benar di luar dugaan para hadirin. Bagaimana tidak, mereka yang tadi nya menyangka bahwa sekali gebrak saja Riko akan tumbang ternyata mampu memberi perlawanan yang sangat ketat.


Memang di awal, Riko sempat kewalahan mengimbangi gaya bertarung Korakap. Mungkin karena faktor pengalaman. Namun siapa menduga ketika pertarungan berjalan 10 menit, Korakap mulai merasakan kelelahan dan nafas nya kembang-kempis saat ini.


Riko yang masih segar bugar mengambil kesempatan dengan mempersempit jarak dan mulai menekan Korakap dengan pertarungan gulat.


Berkali-kali tinju Riko menghantam paha Korakap membuat dia merasakan pegal dan linu di sekitar paha nya.


"Perut Riko...! Pukul perut nya!" Kata Ramos meneriaki Riko.


Riko yang sabar mencari celah akhirnya dapat menemukan ketika Korakap lengah dan dengan cepat mengirim tendangan ke-arah perut membuat Korakap merasa mual.


Begitu dia terbungkuk, Riko kembali mengirim sepakan keras yang tepat menghantam dagu Korakap membuat dia terdungak dan jatuh terduduk.


Riko yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan segera meluruh ke bagian belakang dan mencengkram rambut jambul milik korakap. Dia menekan bawah dagu Korakap dengan tangan kiri dan menekan kening dengan tangan kanan. Lalu....,


"Kraaaak...."


Terdengar suara tulang leher patah di ikuti dengan ambruk nya sesosok tubuh di lantai arena pertarungan.


Kini semua mata terbelalak menyaksikan tubuh Korakap sudah mengejang kaku tergeletak.


Apakah dia mati? Entah lah.


Tidak ada yang bersuara. Semua hadirin menyaksikan dengan mulut terbuka lebar.


Siapa yang menduga, jagoan yang sudah berpengalaman itu tumbang dalam 25 Menit pertarungan tanpa jeda itu.


Tidak ada yang menduga jika Riko mampu bertahan dari gempuran yang mematikan dari Korakap.


Kini semua mata tertuju kepada Riko yang berlutut membantu meluruskan leher Korakap yang tadi telah dia putar dengan keras.


Ramos juga segera berlari menghampiri.


"Minggir kamu Riko. Jika kau salah dalam melakukan pertolongan, nyawa nya tidak akan tertolong."


"Baik guru." Kata Riko lalu segera menyingkir.


Kini Riko telah berdiri di hadapan semua hadirin.

__ADS_1


Dia segera mengangkat tangan sebagai tanda kemenangan dan segera berlalu menuju ruangan dimana tadi dia keluar.


Bersambung...


__ADS_2