
Mendengar jawaban yang cukup menyakitkan itu membuat Diana Regnar merasakan goncangan hebat dalam hatinya.
Bagaimanapun, kata-kata itu keluar dari bibir darah daging nya sendiri.
Sungguh tak pernah dia duga sebelumnya.
Awalnya dia merasa bahwa akan menjadi Ibu suri dalam keluarga William. Namun dia menjadi kecewa dengan perkataan Kenny barusan.
Tak ingin pulang ke keluarga Regnar dengan berhampa tangan, membuat dirinya tidak patah arang. Dia terus saja mencoba dengan berbagai cara. Yang penting dapat jabatan dalam perusahaan William Group.
"Putra ku Kenny William. Mungkin kau tidak pernah merasakan menjadi seorang wanita dari keluarga menengah yang selalu di tekan oleh keluarga yang memiliki kekuasaan dan kekuatan finansial seperti empat keluarga utama di Metro City ini. Kau terlahir dengan buayan kain sutra bersulam emas, makan di piring emas dan minum dari cawan yang terbuat dari batu mulia. Tapi aku, aku setiap hari harus merasakan betapa susahnya menjadi bagian dari keluarga Regnar yang selalu di intimidasi. Apabila kami gagal dalam memuaskan hati para penguasa di Metro City ini, maka ancamannya adalah kebangkrutan." Kata Diana.
Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
"Aku. Demi keluarga ku. Terpaksa harus rela menerima tawaran dari Robin dan masuk kedalam keluarga William sebagai menantu kelas dua yang kalah jauh jika dibandingkan dengan Ellena putri Tuan besar Leon Smith. Kau lupa bagaimana dinginnya kakek mu William King terhadap aku." Kata Diana lagi.
"Bu. Akan lebih mudah jika ibu dan kuarga Kakek Regnar bisa bersyukur. Bergaya lah sesuai kemampuan. Ini tidak! Kalian terlalu bermimpi menjadi orang kaya dan tidak bersyukur dengan apa yang kalian miliki. Kalian rela melakukan apa saja dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan."
"Sekarang aku ingin bertanya. Siapa yang membocorkan informasi ketika Paman Wilson dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran? Siapa yang menyabotase Hotel Mega sehingga terjadi kecelakaan dan merenggut banyak nyawa karyawan di sana? Siapa yang melakukan perencanaan dan memberitahukan kepada Robin tentang keberadaan ku sehingga aku di serang dan mengalami lumpuh bertahun-tahun? Siapa Bu? Ibu adalah dalang yang bermain di balik layar atas semua peristiwa itu."
"Sebagai anak, aku tidak ingin mendurhakai Ibu. Namun anak juga punya hak untuk kecewa dengan sifat tamak dan rakus yang dimiliki oleh Ibu nya. Aku tau. Jika aku memberikan satu jabatan walaupun itu sebagai cleaning servis kepada ibu, ibu pasti akan membocorkan rahasia perusahaan kepada musuh dan ibu pasti akan menghianati keluarga ini lagi untuk kedua kalinya. Jadi, tolong lah Bu! Ibu keluar saja dan jangan berharap terlalu berlebihan!" Kata Kenny.
"Baik. Baiklah. Ibu akan keluar. Tapi ingat! Aku adalah wanita yang melahirkan mu. Kelak diantara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!." Kata Diana lalu bergegas keluar meninggalkan ruangan owner perusahaan William Group Company itu.
"Maafkan aku Ibu. hanya ini saja yang bisa aku lakukan. Karena jika aku masih memberikan jabatan Direktur eksekutif kepadamu, mungkin perusahaan ini akan bangkrut dalam tiga tahun. Lalu, bagaimana aku harus memberikan penjelasan kepada Kakek sebagai Founder perusahaan dan kepada Jerry sepupuku yang memberikan hak kepemilikan ini kepada ku?" Kata Kenny dalam hati.
Lama dia termenung tidak tau harus melakukan apa.
"Aku tidak bisa terus begini. Aku harus menemui kakek. Bayang-bayang Jerry selalu saja melintas dalam benak ku. Kemana perginya dirimu sepupuku?" Rintih Kenny dalam hati.
*********
Klasik Villa.
Siang itu di meja makan, tampak Daniel, Ryan, Riko, Arslan, Herey, Black, David dan juga Kevin sedang memain-mainkan sendok di atas piring. Tidak ada keceriaan lagi yang mereka rasakan semenjak ditinggal oleh majikan sekaligus sahabat mereka.
__ADS_1
R2D adalah antara yang merasa sangat kehilangan. Mereka bukan cengeng. Tapi entah mengapa air mata itu menetes dengan sendirinya.
"Kira-kira sudah sampai di mana Jerry ya?" Tanya Riko kepada para sahabat nya.
"Ntah lah, Riko. Mungkin Jerry sudah tidak berada di provinsi ini lagi. Saat ini mungkin dia sudah jauh memasuki alam pegunungan yang indah dan masih alami." Kata Ryan.
"Bukan mustahil Jerry saat ini berada di kampung mu, Ryan." Kata Arslan.
"Tidak mungkin Kak. Jerry tidak mungkin berada di kampung Ryan. Itu karena di sana ada Tuan Richard dan para karyawan dari Future of Company yang masih menyelesaikan proyek di sana yang kini telah diambil alih oleh Smith Group." Kata Daniel.
"Sangat di sayangkan. Seorang Founder perusahaan Raksasa yang memiliki mada depan cerah harus pergi karena lelah dijadikan sebagai boneka oleh kedua kakek nya." Kata Ryan.
"Jerry tidak salah. Justru aku sangat bangga dengan sikap nya itu. Dia rela melepaskan segala yang dia miliki hanya untuk sebuah kata Prinsip. Andai aku berada diposisi nya, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama." Kata Riko.
"Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendoakan yang terbaik untuk dirinya. Dia pasti akan kembali. Firasat ku jarang meleset. Jika dia tidak ingin kembali, untuk apa dia berpesan ini dan itu kepada kita? Dia bahkan menitipkan kita kepada Dragon empire." Kata Ryan.
"Jujur saja. Aku yang paling menyesal." Kata David.
"mengapa kau berkata begitu David?"
"Ya. Aku menyesal karena tidak dapat lagi melayani seorang Tuan Muda merangkap ketua kita. Andai diizinkan untuk Ikut, aku pasti akan mengikuti kemanapun Tuan Muda pergi. Bahkan jika itu hanya untuk mencangkul di sawah pun, aku pasti tidak akan mengeluh." Jawab David.
"Untuk apa kalian mencoba untuk melacak keberadaan Jerry?"
Terdengar satu suara teguran dari arah pintu masuk yang membuat semua anak muda yang sedang terlibat diskusi itu memalingkan wajah mereka ke arah datangnya suara tadi.
"Tuan Syam.." Kata mereka serentak.
Semua yang berada di meja itu bangkit berdiri dan segera memberi hormat kepada lelaki gaek yang menjadi pemimpin di Tiger Syam.
"Tidak sulit bagi Syam untuk melacak keberadaan Jerry. Namun untuk apa? Dia sudah memilih jalan nya sendiri. Biarkan dia tenang dengan kehidupannya. Atau dia akan marah kepada kalian?!" Kata Tuan Syam.
"Bukan begitu Tuan Syam. Kami hanya khawatir kepada Jerry. bagaimana nasibnya saat ini. Dia pergi tanpa membawa apa-apa." Kata Riko.
"Apakah kau sahabat Jerry? Jika sahabat, kau pasti tau seperti apa Jerry menjalani kehidupannya dulu sewaktu masih menjadi pemuda miskin. Jerry bukan lelaki manja. Bukankah kalian sudah lama bersahabat?" Tanya Tuan Syam lagi.
__ADS_1
"Semua yang dikatakan oleh Tuan Syam memang benar sekali. Kami saja yang terlalu mengkhawatirkan dirinya." Kata Ryan.
"Saat ini yang paling penting bagi kalian adalah persatuan. Ingat dengan Fardy? Dia masih bebas. Itu adalah ancaman terbesar bagi William, Smith, dan Patrik Group. Tadi aku sempat melihat bahwa wanita ular bernama Diana Regnar keluar dari kantor besar Willian Company. Aku tidak tau entah apa lagi yang akan dia lakukan. Sepertinya perusahaan William akan menjadi target utama musuh. Maka dari itu, jaga persatuan kalian. Jerry sudah menyatukan dua organisasi geng terkuat ini dan menitipkannya kepada kalian. Kalian harus menjalankan amanah itu dengan sebaik mungkin."
"Jangan Khawatir Tuan Syam. Kami akan menjaga amanah dari Jerry dengan sebaik mungkin." Kata Daniel.
"Aku kemari ingin mengucapkan selamat tinggal kepada kalian. Sudah waktunya tubuh tua ku ini sedikit santai. Aku akan mengajak keluarga ku untuk pindah ke Miami dan tidak tau kapan kami akan kembali ke Metro City lagi. Sudah waktunya tenaga muda seperti kalian ini yang bekerja." Kata Tuan Syam.
"Kau pergi mengapa tidak mengajak ku?"
"Drako?!"
"Sialan sekali anda ini Syam. Apa kau pikir aku tidak ingin bersantai? Dragon Empire sudah aku serahkan kepada Jerry. Jerry sudah mempercayakannya kepada Kalian semua. Jadi, aku juga akan berlibur dalam waktu yang panjang." Kata Drako sambil tersenyum.
"Ya. Kita memang harus segera istirahat. Kita sudah terlalu lelah menerjang badai dan api. Sudah waktunya." Kata Tuan Syam.
"Kalian semua dengarkan pesan ku. Kalian tidak boleh bercerai berai. Jika ada perselisihan, selesaikan dengan kepala dingin. Kelak jika Jerry kembali, dia pasti akan meminta pertanggung jawaban kalian." Kata Drako.
"Kami mendengarkan nasehat anda Paman Drako." Kata mereka bersamaan.
"Sesuai pesan Jerry, Untuk Dragon Empire, Arslan yang akan menjadi ketua nya. Untuk Geng Tiger, Herey akan di bantu oleh Black. David dan Kevin tetap menjadi pengawal Tuan Muda keluarga William yaitu Kenny. Sedangkan R2D (Ryan Riko Daniel) Kalian akan melanjutkan proyek bangkrut milik mendiang Robin di MegaTown." Kata Drako.
"Apakah ada bantahan dari kalian?" Tanya Tuan Syam.
"Tidak ada Tuan." Jawab mereka.
"Kalian ingat lambang itu! Itu adalah lambang Dragon empire. Suatu saat jika Jerry kembali, dia akan membawa lambang itu dan perintah mutlak afa ditangan nya." Kata Drako.
"Sudah Syam? Ayo kita pergi!"
"Ayo lah." Kata Tuan Syam pula.
Mereka lalu bergandengan melangkah meninggalkan ruangan itu diikuti oleh semua anak muda yang berada di meja tadi.
"Selamat jalan Tuan Syam. Selamat jalan Paman Drako."
__ADS_1
"Selamat tinggal untuk kalian semua. Jangan lupakan pesan kami tadi."
"Kami akan mengingatnya." Kata mereka bersamaan.