PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Kartu bank palsu


__ADS_3

Saat itu Daniel sedang melakukan sandiwara dengan berpura-pura menerima kartu tersebut dan memberikannya kepada Manager Tom.


Manager Tom yang telah menerima kartu tersebut lalu pergi meninggalkan mereka untuk membuat pembayaran.


Sesuai dengan rencana awal yang sedikit melenceng karena Ramendra terlalu berhati-hati.


Untung saja Daniel berpura-pura bodoh sehingga Ramendra terlalu percaya diri bahwa dia bisa membodohi Daniel dengan uang 500 juta Dollar tersebut.


Manager Tom yang berpura-pura ingin menarik sejumlah uang untuk membayar harga makan siang mereka kali ini hanya berpura-pura meninggalkan mereka dan akan datang ketika waktunya tepat.


"Nah Pak Daniel. Uang tersebut telah saya transfer ke dalam rekening perusahaan." Kata Ramendra dengan bersemangat.


"Baik lah Tuan Ramendra. Saya akan menelepon sekretaris perusahaan. Setelah uang tersebut benar-benar telah masuk, saya akan memanggil pengacara perusahaan yaitu Mr.Brylee agar proses pengalihan saham ini bisa di selesaikan secara hukum." Kata Daniel mengeluarkan ponselnya dan mulai melakukan panggilan.


Setelah mengkonfirmasi bahwa perusahaan saat ini telah kemasukan dana sebesar 500 juta Dollar, Daniel berpura-pura terkejut.


"Apakah uang yang masuk ke rekening perusahaan hanya sebesar 500 juta?" Tanya Daniel melalui panggilan telepon tersebut


"Benar Pak Daniel. Saat ini saya hanya mendapat pemberitahuan bahwa rekening perusahaan hanya menerima 500 juta Dollar." Kata Sekretaris tersebut.


Daniel kini langsung mematikan panggilan dan berpura-pura marah kepada Ramendra.


"Apa maksud anda Tuan Ramendra? Apakah anda ingin membeli saham perusahaan sebesar 51% hanya dengan 500 juta Dollar? Apakah anda mengira bahwa perusahaan kami sama dengan harga kacang goreng?" Tanya Daniel dengan marah.


"Wah... Apa maksud anda Pak Daniel?" Tanya Ramendra dengan heran.


"Apakah anda tau berapa nilai pasar yang di miliki oleh perusahaan Future of Company?" Tanya Daniel dengan muka merah menahan marah.


"Nilai pasar perusahaan Future of Company dalam nilai pasar global adalah bernilai 30 Milyar Dollar. Apakah anda mengira 500 juta mu itu cukup besar untuk membeli saham sebesar 51%. Anda bercanda Tuan Ramendra." Kata Daniel lagi.

__ADS_1


"Apa maksud anda Pak Daniel? Bukan kan kita telah sepakat dengan uang 500 juta Dollar tersebut. Sekarang saya menagih janji anda." Kata Ramendra berusaha menekan Daniel.


"Apa? Bukankah anda mengatakan akan mentransfer dana sebesar 15,5 Milyar Dollar? Jika anda ingin membeli saham dengan tenaga uang yang anda miliki ini, maka 500 juta itu hanya mampu, oh tidak. Anda telah berusaha menipu saya. Maka saya akan berbaik hati memberikan anda 1% Saham di perusahaan." Kata Daniel.


"Praaaak....?!"


Terdengar suara piring dibanting di atas meja hingga hancur berantakan.


"Anda mempermainkan saya Pak Daniel. Kau tau akibatnya jika mempermainkan Ramendra?" Tanya orang tua itu dengan wajah merah padam.


"Anda mengancam saya Tuan Ramendra? Lalu apakah anda akan mengkeroyok saya bersama dengan anak buah anda lalu membuang mayat ku ke dalam sungai Metro city?" Tanya Daniel yang tanpa tedeng alin-aling langsung menembak pas membuat Ramendra yang tampak mulai gelisah.


"Oh ya?! Tadi anda mengatakan bahwa dengan pengalaman yang anda miliki, anda menganggap bisa menakhodai perusahaan Future of Company yang memiliki nilai pasar sebesar 30 Mliyar hanya dengan 500 Juta anda itu? Apakah anda sehat, Tuan Ramendra? Lalu pengalaman apa yang anda maksud? Apalah anda adalah seorang spesialis yang hanya bisa membodohi orang lain? Berharap dengan uang yang sedikit lalu ingin menguasai perusahaan sebesar Future of Comoany hanya dengan modal pengalaman dan uang sampah anda itu?" Tanya Daniel lagi dengan sangat galak.


"Kau.., kau Daniel..! Aku akan menuntut mu dengan tuduhan telah melakukan penipuan terhadap ku." Ancam Ranendra sambil memegang dadanya yang mendadak sesak.


Saat ini kelicikan sedang bertarung melawan kelicikan juga. Mungkin Ramendra terlalu menganggap remeh kepada anak muda yang berada di depannya saat ini.


Mungkin juga dia terlalu percaya diri dengan segudang pengalaman yang dia miliki tanpa dia sadari bahwa anak muda yang berada di hadapannya ini adalah mahasiswa terbaik dan terpelajar di Golden university.


Kesalahan pertama telah dia lakukan dalam hidupnya. Dia tidak bisa lagi menarik uang yang telah masuk ke dalam rekening perusahaan.


"System transaksi yang anda lakukan terlalu kolot Tuan Ramendra. Anda lupa bahwa saya adalah anak muda masa kini. Salah nya terletak pada diri anda yang tidak mau berinovasi dan merevolusi diri anda mengikuti perkembangan zaman." Kata Daniel sambil mencibir.


"Aku akui kau memang sangat licik Daniel. Namun aku tidak akan berhenti. Aku akan menuntut kau dan perusahaan Future of Company di pengadilan." Kata Ramndra sambil bangkit berdiri.


Baru saja Ramendra akan pergi meninggalkan kursi nya, tiba-tiba Manager Tom tergopoh-gopoh berlari menghampiri meja di mana tadi mereka makan.


"Tuan Ramendra. Maafkan jika saya mengatakan bahwa Kartu bank milik anda ini palsu." Kata Manager Tom dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


"Apa maksud anda Manager? Sejak kapan aku memiliki kartu bank yang palsu?" Tanya Ramendra yang hampir saja naik pitam.


"Kartu ini. Bukankah anda yang telah memberikan kartu ini kepada Pak Daniel untuk di berikan kepada saya bagi membayar tagihan kalian berdua di restoran ini?" Tanya Manager Tom dengan ekspresi wajah keheranan.


"Wah.., anda benar-benar sangat buruk sekali Tuan Ramendra. Awalnya anda ingin mengelabui saya dengan uang 500 juta Dollar anda agar saya menyerahkan saham perusahaan sebesar 51% Kepada anda. Kini anda juga dengan tidak tau malu telah memberikan kartu palsu kepada saya. Buruk sekali anda ini Tuan Ramendra." Kata Daniel dengan senyum mencibir.


"Kau.., kau.., bangsat kau Daniel. Kau telah bermain api dengan Ramendra. Kartu itu adalah milik mu sendiri. Aku bisa membuktikannya bahwa kau telah menjatuhkan kartu itu dan aku membantu mu untuk mengambilkan kartu tersebut dan menyerahkannya kepada mu."


"Manager.., apakah restoran mu ini ada cctv nya?" Tanya Ramendra kepada Manager Tom.


"Wah.., apakah anda menghina Rostoran besar dan mahal ini Tuan? Pedagang kaki lima pun memiliki cctv. Apa lagi restoran elit ini." Jawab Manager Tom.


"Aku ingin melihat rekaman cctv itu. Kau akan menyesal karena aku akan menyeret anda ke pengadilan karena berusaha mempermainkan dan menipu Ramendra sang pengusaha besar dari MagaTown." Kata Ramendra.


"Silahkan Tuan Ramendra untuk ke ruangan kepala pengawas agar bisa melihat rekaman cctv di restoran kami." Kata Manager Tom mempersilahkan.


Mereka bertiga kemudian berjalan bersama menuju ruangan kepala petugas keamanan untuk melihat rekaman cctv sekitar 1 jam yang lalu.


Di ruangan kepala pengawas keamanan itu tampak Herey sedang duduk menggunakan seragam keamanan dan menyambut mereka serta menanyakan apa tujuan mereka datang ke ruangan itu.


Setelah Ramendra mengemukakan alasan serta keluhannya kepada Herey, Herey pun mulai memutar hasil rekaman cctv itu.


Alangkah terkejutnya Ramendra ketika dia tidak menemukan adegan Daniel terpeleset tadi. Yang ada hanya ketika dia menyerahkan kartu bang tersebut ke tangan Daniel.


"Apakah anda sudah melihat nya Tuan? Aku peringatkan! Jika anda masih ingin memperpanjang masalah ini, maka aku akan memastikan bahwa anda lah yang akan meringkuk di dalam penjara." Kata Daniel dan segera berlalu meninggalkan ruangan kepala pengawas keamanan itu dengan kemenangan mutlak.


Ramendra yang merasa telah di tipu mentah-mentah oleh anak muda yang masih ingusan itu hanya mengepalkan tinjunya dengan tatapan berapi-api ke arah punggung. Daniel yang belum jauh meninggalkan mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2