PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Ivan menjelaskan peristiwa itu


__ADS_3

Dua unit mobil sport Jaguar dan Mercedez itu berhenti beriringan di area parkit rumah sakit Metro di Metro city.


Tak lama kemudian dari ke dua mobil itu keluar empat orang pemuda yang keadaannya tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


Setelah berjalan melewati loby di rumah sakit tersebut, keempat anak muda itu lalu mengarah kebagian administrasi untuk melaporkan keadaan dua orang di antara mereka sekaligus menanyakan di kamar bagian mana seorang pasien bernama Ivan Patrik mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.


Setelah beberapa perawat menangani Arslan dan Riko yang terluka di beberapa bagian, barulah mereka berjalan melewati koridor rumah sakit menuju ke kamar tempat Ivan di rawat menurut petunjuk dari kepala administrasi tersebut.


Setelah mengetuk pintu kamar di mana Ivan di rawat, tampak seorang gadis membukakan pintu.


Begitu gadis tersebut melihat siapa yang datang dengan keadaan babak belur, gadis tersebut pun terkejut sampai-sampai dia harus menutup mulut nya karena kaget.


"Ryan.., Daniel. Ada apa dengan kalian? Mengapa kalian bisa babak belur begini?" Tanya gadis itu terkejut. Wajar jika dia tidak terlalu akrab dengan Riko dan Arslan. Ini karena ketika hari pertama gadis itu masuk ke kampus Golden university, Riko langsung keluar di hari yang sama ketika dia di pecat oleh Anton saat bekerja di restoran Paul dan dipermalukan di depan mahasiswa lain.


Gadis itu juga tidak begitu mengenal Arslan. Ini karena Arslan sama sekali tidak kuliah. Usia Arslan juga terpaut sekitar tujuh tahun dengan usia mereka.


"Kau di sini Lorna? Apakah Ivan sudah membaik?" Tanya Ryan.


"Oh. Dia sudah lumayan. Ayo kalian masuk dulu!" Kata Lorna mempersilahkan.


"Hey... Daniel, Ryan..?! Oh ada Riko dan Kak Arslan juga." Kata Ivan dengan bersemangat sambil mencoba untuk duduk bersandar ketika melihat siapa yang datang mengunjungi nya.


"Kau sudah membaik Van. Syukur lah. Maaf karena kami tidak bisa mengunjungimu waktu peristiwa itu terjadi. Ini karena jarak dan banyaknya pekerjaan yang harus kami tangani." Kata Ryan.


"Ah tidak masalah. Sekarang bukankah kalian sudah di sini? Aku sudah merasa bahwa itu lebih dari cukup." Kata Ivan. Namun dia mengernyitkan alis matanya melihat keadaan keempat orang itu. Ini terlebih lagi dengan keadaan Riko dan Arslan yang di balut perban di sana sini.


"Kau Riko.., dan Kak Arslan?! Apa yang terjadi dengan kalian? Mengapa kau seperti baru saja mendapat perawatan?" Tanya Ivan dengan terheran-heran.


"Kalau bukan atas ulah ayah mu maka siapa lagi yang bisa mencelakai kami. Ceritanya panjang." Kata Daniel menjawab.

__ADS_1


Mendengar jawaban yang sangat ketus dari Daniel, Ivan hanya bisa tertunduk malu. Apa lagi Daniel baru saja menyebut ayah nya.


"Ah sudahlah Van. Ini adalah ayah mu. Itu sama sekali bukan salah mu." Kata Daniel meralat sedikit kata-kata yang dia rasa terlalu berlebihan tersebut.


"Coba kalian ceritakan bagaimana ayah ku bisa mencelakai kalian?!" Kata Ivan.


"Aku juga tidak tau bagaimana ayah mu mendapat informasi bahwa kami akan berangkat subuh-subuh dari Starhill ke Metro city ini. Yang aku ingat adalah, ayah mu tiba-tiba mengepung kami bersama anak buah nya. Beruntung bagi kami ada anak-anak Dragon empire yang membantu bersama seorang yang tidak kami kenali wajah nya." Kata Daniel menjelaskan duduk perkara nya kepada Ivan.


"Aneh. Pasti ada yang telah berkhianat." Kata Ivan lalu kembali bertanya, "Di mana kalian di hadang oleh ayah ku?" Tanya Ivan ingin tahu.


"Tepat di atas jembatan Metro city-MegaTown." Jawab Ryan.


"Huhh... Jembatan itu lagi." Kata Ivan sambil mendengus.


Memang benar bahwa Jembatan itu telah banyak memakan korban. Korban pertama adalah istri Drako. Kemudian Drako juga hampir mati jika tidak di tolong oleh Wilson William. Yang ke tiga adalah Anton dan Via. Yang ke empat adalah Jerry dan yang terakhir Daniel, Ryan, Riko dan Arslan hampir menjadi korban juga di jembatan itu.


"Nah masalah Jerry ini. Sebenarnya mengapa dia sampai di kepung musuh? Aku hanya mendengar cerita yang simpang siur tentang masalah ini. Kau adalah orang yang bersama dengan Jerry malam itu selain Kevin dan David. Bisakah kau menceritakan kepada kami Van?!" Kata Ryan yang ingin mendengarkan tentang peristiwa itu langsung dari orang yang mengalaminya sendiri.


"Panjang ceritanya." Kata Ivan sambil mendesah lalu menghempaskan nafas berat.


"Ceritakan lah Van jika kau tidak keberatan. Kami akan mendengarkan nya." Kata Daniel setengah memohon.


"Peristiwa itu berawal dari kakek ku, tuan besar Smith, tuan besar William dan tuan besar Walker kakek si Lorna ini mengadakan pertemuan." Kata Ivan sambil menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan.


"Awalnya pertemuan itu berlangsung dengan sangat baik ketika Mr.Brylee mengumumkan surat wasiat yang mengatakan bahwa aku adalah pewaris kekayaan keluarga Patrik. Namun entah mengapa tiba-tiba muncul idea dari tuan besar William ingin menjodohkan Jerry dan Lorna." Kata Ivan sambil menggeleng pelan seperti mengeluh.


"Hah? Menjodohkan Jerry dan Lorna? Mengapa kau diam saja Van? Harusnya kau memberitahu kepada mereka bahwa Lorna dan dirimu ada hubungan." Kata Ryan menegur Ivan.


"Itu lah yang sampai saat ini menjadi penyesalan terburuk di hatiku. Ketika itu entah karena keluarga ku sudah terhutang budi kepada Jerry, di tambah lagi aku tidak diberikan kesempatan untuk berbicara, membuat aku hanya bisa pasrah menerima keputusan mereka. Jangankan aku, Jerry pun tidak diberikan kesempatan untuk mempertahankan pendiriannya." Kata Ivan.

__ADS_1


"Lalu apa hubungannya dengan peristiwa itu?" Tanya Daniel semakin penasaran.


"Akibat keputusan sepihak itu membuat Jerry bertengkar hebat dengan tuan besar Walker, tuan besar William dan tuan besar Smith. Sampai pada puncaknya, Jerry mengancam akan memisahkan dua perusahaan yang telah di lebur menjadi satu dan akan di kembalikan kepada masing-masing tuan besar tersebut."


"Jerry yang ketika itu sangat marah segera pergi. Aku menduga bahwa dia hanya ingin mencari ketenangan. Itu lah sebabnya aku tidak membawa pengawal untuk mengejar nya. Yang aku tahu setelah aku pergi, aku tidak pasti apakah David dan Kevin duluan atau aku. Yang jelas kami bertiga sama-sama menyusul Jerry yang seperti kesetanan mengendarai mobil nya menuju ke jembatan lalu berhenti di sana."Kata Ivan.


"Lalu apa yang terjadi setelah itu Van?" Kali ini Riko yang bertanya sambil menggeser kursi nya lebih mendekat.


"Ketika aku hampir sampai, tiba-tiba sebuah truck menabrak mobil Jerry dari belakang yang mengakibatkan Jerry yang ketika itu sedang duduk melamun di atas mobil terlempar ke depan menghantam aspal. Setelah itu dari gerobak truck berkeluaran orang-orang berbadan tegap menyerang Jerry. Aku pun sampai dan ikut bertarung membela Jerry bersama Kevin dan David. Namun tak lama setelah itu satu pukulan keras menghantam bagian belakang kepalaku. dan aku pun tumbang seketika itu juga dan tidak ingat apa-apa lagi." Kata Ivan menjelaskan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Jerry mengalami musibah tersebut.


"Jadi, kau tidak tau dalang dari peristiwa itu?" Tanya Riko.


Sebagai jawaban atas pertanyaan Riko tersebut, Ivan hanya menggeleng lemah.


"Aku tidak sempat melihat siapa pun selain para pengeroyok. Tapi kemungkinan besar David dan Kevin pasti tau." Kata Ivan.


"Berarti saat ini David dan Kevin pasti menjadi incaran mereka. Wah.., ini tidak baik." Kata Ryan seperti berbicara pada dirinya sendiri.


"Ya ampun. Mengapa aku tidak berfikir ke arah sana?" Kata Ivan.


"Lorna.., pinjam telepon mu. Aku harus menelepon kakek untuk meminta bantuan pengawal agar kamar tempat mereka dirawat di kawal siang dan malam." Kata Ivan.


Setelah mendapatkan telepon genggam milik Lorna, Ivan segera memberitahu kepada tuan besar Patrik tentang kekhawatirannya.


Dalam telepon tersebut, tuan Patrik berjanji akan mengirimkan beberapa pengawal untuk membantu menjaga keamanan David dan Kevin.


"Aku akan memikirkannya. Akan memikirkannya. Mereka harus di jebak. Kau tunggu lah seperti apa Ryan memperdayaimu orang-orang sialan!" Kata Ryan sambil mengepalkan tinju nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2