PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Fardy memenuhi undangan dari Tuan Arold Miller


__ADS_3

"Boss.. Anda mencari saya?"


Tampak seorang lelaki muda dengan rambut cepak berwarna pirang, memiliki kulit kuning langsat, mata sipit dan di jari telunjuk sebelah kiri terlihat pemuda itu memakai cincin dengan lambang tengkorak.


"Jimmy. Darimana saja kau?" Tanya seorang lelaki berusia 40-an kepada pemuda yang baru saja tiba itu.


"Saya dari luar mencari informasi tentang keadaan di Hongkong. Mengapa kita tidak kembali saja ke Hongkong Boss?" Tanya pemuda bernama Jimmy itu.


"Kita memang akan kembali ke Hongkong dalam beberapa hari lagi. Namun sekarang kita ada urusan yang harus diselesaikan."


"Apa itu Boss? Maaf jika saya boleh tahu." Tanya pemuda pirang itu.


"Beberapa hari yang lalu seorang pengusaha di daratan sedang bersenang-senang di Macau ini. Kemarin dia mengirim utusan untuk menemui ku sekaligus meminta aku untuk menemui nya. Aku akan memenuhi undangan itu. Kau harus menemaniku dalam pertemuan itu nanti!" Kata Fardy mengajak Jimmy untuk ikut serta dalam pertemuan itu.


"Baik Boss." Jawab pemuda itu kemudian bertanya, "kapan kita akan berangkat memenuhi undangan itu Boss?"


"Malam ini. Kau boleh bersiap-siap mulai dari sekarang. Orang ini tidak biasa. Jika kita bisa menarik simpati orang ini, besar kemungkinan tidak butuh waktu lama untuk ku kembali bangkit."


"Maaf Boss Fardy. Siapa orang itu sebenarnya. Sepertinya Boss sangat antusias sekali untuk memenuhi undangan itu."


"Puluhan tahun yang lalu semua orang mengenal William King, Jasson Walker, Leon Smith serta Aaron Patrik. Di antara empat kekuatan dari Metro city itu ada seorang pengusaha dari MegaTown bernama Ramendra. Nama terakhir yang aku sebutkan ini adalah Ayah ku sendiri."


"Dulu, dengan kerjasama keempat naga dari Metro city ini, mereka berhasil membendung invasi dari seorang pengusaha bernama Arold Miller. Walaupun Ayah ku sudah sekuat tenaga membantu merealisasikan agar Arold Miller beserta perusahaannya bisa menembus pasar bisnis di Metro city, namun mereka gagal meyakinkan keempat naga Metro ini sehingga menyebabkan perusahaan Arold Holding Company batal berdiri di sana."


Dengan membawa dendam dan kekecewaan, Tuan Arold berusaha untuk menguasai seluruh pasar bisnis di Asia bahkan eropa. Dia berhasil. Namun Metro City, MegaTown, Starhill, Country home dan beberapa kota lainnya gagal dia taklukkan. Dialah Arold the great. Raja pengusaha dari daratan China."


"Wah. Hebat sekali orang itu Boss. Lalu, apa tujuannya untuk mengundang anda bertemu dengannya?" Tanya Jimmy penasaran.

__ADS_1


"Aku masih samar tentang maksud dari undangannya ini. Namun dapat dipastikan bahwa ini ada hubungannya dengan balas dendam." Kata Fardy.


"Balas dendam? Jika begitu, aku khawatir mereka hanya akan memanfaatkan situasi Boss saat ini saja. Tidakkah boss merasa kalau nanti nya kita hanya akan dijadikan alat belaka." Kata Jimmy mengutarakan kekhawatirannya.


"Apapun itu, bagiku sama saja. Kita sudah hancur lebur oleh Jerry William. Satu-satunya aset yang aku miliki hanyalah apartemen dan club malam yang tidak dapat dijadikan tempat menggantungkan hidup. Apa kau kira kita bisa bangkit dari keterpurukan ini? Andai bisa, butuh waktu yang sangat lama. Lalu harus sampai kapan? Apakah harus menunggu mati?"


"Boss. Anda mungkin sangat dendam atas kekalahan yang lalu. Tapi bukankah anda tau bahwa Jerry William sudah angkat kaki dari perusahaan. Lalu, kepada siapa dendam mu itu akan anda lampiaskan?" Tanya Jimmy merasa heran.


"Hahaha... Kita akan memaksa anak itu meninggalkan sarang nya. Dendam tetap dendam. Semua yang terlibat harus mendapatkan balasan yang setimpal. Mulai saat ini, pelajari lawan mu. William group Company adalah target utama kita. Sekali lagi aku katakan! Pelajari lawan mu. Maka kita akan tau di mana letak kekuatannya dan juga kelemahan nya."


"Baik Boss. Itu tidak sulit untuk dilakukan."


"Memang tidak sulit. Namun jika tidak dilakukan dari sekarang, semuanya akan serba terlambat."


"Satu kebodohan ku yang sampai saat ini tidak bisa aku maafkan adalah terlalu percaya kepada Robin Patrik dan Kakak ku. Aku terlalu terbawa emosi. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Belajar dari kesalahan mulai dari sekarang!" Kata Fardy sambil menatap ke arah jam tangan nya.


"Siap.Boss." Kata Jimmy lalu bergegas turun ke lantai bawah untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


*********


Galaxy Hotel Macau


Sebuah mobil BMW jenis sedan melaju memasuki ruang bawah tanah Hotel Galaxy lalu memasuki ruangan lift khusus kemudian naik ke lantai paling atas di hotel mewah tersebut.


Sampai di ruang parkir lantai atas, tampak lelaki yang masih berusia sekitar 28 tahun keluar dari mobil dan setengah berlari mengelilingi mobil tersebut untuk membukakan pintu dibagian belakang.


Setelah pintu terbuka, tampak seorang lelaki berusia sekitar 40-an mengenakan stelan jas putih-putih keluar dengan lagak bak seorang pengusaha sukses.

__ADS_1


Kedua orang itu kini berjalan menuju sebuah ruangan sesuai yang mereka baca di surat undangan itu.


Tiba di depan pintu, mereka di hadang oleh dua orang lelaki berbadan tegap kemudian bertanya. "Maaf Tuan. Jika boleh tau, dengan siapa saya berhadapan dan apa keperluan anda untuk datang ke sin?" Tanya pengawal itu.


"Namaku adalah Fardy. Dan ini adalah anak buah ku bernama Jimmy. Kami datang kemari karena mendapat undangan dari Tuan Arold. Apakah benar di sini tempat nya?" Tanya Fardy kepada penjaga pintu itu.


"Benar sekali Tuan. Tapi, sebelum anda masuk, bisakah anda menunjukkan kartu undangan anda?!" Kata Pengawal itu berubah sikap menjadi sedikit lebih sopan.


"Ini surat undangannya." Kata Fardy sambil menyerahkan sebuah kartu undangan ekslusif.


Setelah mengecek keaslian kartu undangan tersebut, pengawal itu dengan hormat membungkuk lalu mempersilahkan.


"Lewat sini Tuan!" Katanya sambil menunjuk jalan dengan lima jari terbuka.


"Terimakasih!" Jawab Fardy dengan senyum mengembang di wajah nya.


Setelah mereka berdua memasuki ruangan yang sangat luas di lantai paling atas hotel Galaxy tersebut, kini baik Fardy maupun Jimmy sempat terkagum-kagum melihat kemewahan pesta itu.


Fardy yang memiliki wawasan yang luas serta mengenal beberapa pengusaha sukses juga terkagum-kagum karena beberapa dari pengusaha itu terlihat di ruangan itu dan sebagian dari mereka tampak sangat menjilat kepada lelaki tua berusia sekitar 70-an yang duduk di kursi kebesaran sambil didampingi oleh dua orang gadis muda yang masih belia serta beberapa pemuda yang berdiri bagaikan patung di belakang kursi kebesaran lelaki tua itu.


"Apakah lelaki tua itu yang bernama Arlod Miller, Boss?" Tanya Jimmy berbisik.


"Benar. Walau sudah puluhan tahun tidak bertemu, aku masih ingat dengan wajah nya. Lelaki itu lah sekitar 30 tahun yang lalu datang ke MegaTown mengunjungi mendiang ayah ku."


"Jimmy. Ayo kita dekati mereka." Ajak Fardy sembari melangkah untuk mendekati lelaki tua namun memiliki sorot mata yang sangat mesum itu.


Lelaki tau itu bahkan tanpa malu-malu menarik seorang wanita muda untuk duduk di atas pangkuannya dan mulai menghujani tubuh gadis itu dengan ciuman sambil diiringi gelak tawa dari semua orang yang hadir di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2