
Hening seketika di dalam ruangan pertemuan itu. Tampak beberapa orang di dalam ruangan itu saling pandang karena tidak tau apa yang sedang terjadi antara Diana dan Jerry.
Suasana hening di ruangan itu kemudian berubah menjadi bisik-bisik diantara mereka ketika Austin memasuki ruangan bersama seorang lelaki yang sedikit lebih muda dari Austin kini berdiri tegak di tengah-tengah ruangan.
Tuan Raven, tuan Isa dan tuan Rustam kini saling pandang dan saling berbisik diantara mereka.
"Siapa lelaki itu Isa? Apa kau mengenalnya?" Tanya tuan Raven kepada Isa yang duduk di samping kiri.
"Entah lah Raven. Mungkin Rustam mengenal lelaki itu." Kata tuan Isa.
Mereka berdua kini saling pandang lalu mengalihkan pandangan nya ke-arah Rustam.
Melihat kedua orang itu memandang kearah nya membuat Rustam segera menggelengkan kepalanya.
Berbeda dengan ketiga orang itu, Diana, Kenny dan Jeckson tampak sangat terkejut melihat kehadiran Pero di ruangan itu.
Dan diantara orang yang paling kaget adalah Diana Regnar. Dia tidak habis fikir mengapa Pero bisa ada di tempat ini.
"Pero.., ternyata dia masih hidup. Apakah dia telah bekerja untuk Jerry dan mengkhianati aku dan Robin? Celaka kalau sampai Pero membongkar borok ku di tempat ini." Kata Diana dalam hati.
Memikirkan apa yang bakalan terjadi membuat wajah Diana pucat pasi. Dia tidak menyangka rencana yang dia rancang untuk memojokkan Jerry ternyata memakan diri sendiri.
"Bibi.., apakah Bibi mengenal lelaki yang berdiri di tengah ruangan itu?" Tanya Jerry sambil menunjuk ke-arah Pero.
"Ak.., ak.., aku tidak. Aku tidak mengenal siapa lelaki itu. Apa maksudmu bertanya seperti itu kepadaku Jerry?" Tanya Diana Regnar agak tergagap.
Kini tampak jelas riak ketakutan terpancar dari wajahnya.
"Coba Bibi perhatikan sekali lagi dengan seksama! Aku yakin bahwa Bibi pasti mengenal orang itu." Kata Jerry sambil tersenyum.
"Diana.., ada apa antara kau dengan Pero ini? Bukankah dia adalah bekas pengawal dari keluarga Smith yang kemudian terjerat hutang dengan perusahaan Arsend lalu bekerja sebagai orang suruhan di keluarga Patrik?" Tanya Jackson sambil menatap curiga ke-arah Diana.
__ADS_1
"Apa maksud mu dengan membawa orang bernama Pero ini kesini Jerry? Kau jangan coba-coba mencuci tangan dan ingin memfitnah ku. Sandiwara apa lagi yang akan kau pertontonkan kepada ku?" Bentak Diana sambil memelototkan matanya kearah Jerry.
"Hmmmm, begitukah? Baik aku akan memberitahukan semuanya disini agar semuanya jelas." Kata Jerry lalu kembali melanjutkan. "Pertama-tama adalah, Bibi bekerja sama dengan Robin menyusupkan Pero menjadi mata-mata untuk mengorek informasi tentang diriku. Namun dapat aku gagalkan karena kejelian sahabat-sahabat ku Ryan dan Daniel ini." Kata Jerry sambil menunjuk kearah Ryan dan Daniel.
"Yang kedua adalah Bibi bersama dengan Robin memerintahkan Pero untuk mencegat Kakek William dibawah jembatan Metro city ketika kakek William akan berkunjung ke Villa Smith karena mengetahui bahwa aku berada disana." Kata Jerry membeberkan semua yang dia ketahui.
"Fitnah..., itu adalah fitnah keji yang tidak beralasan!" Kata Diana berteriak seperti orang kesurupan.
"Sekarang Paman bisa bertanya sendiri kepada Pero ini apakah yang aku katakan adalah fitnah atau fakta." Kata Jerry mempersilahkan Jackson untuk bertanya langsung kepada Pero.
"Apa benar seperti itu Pero? Ingat! Jika terbukti kau berusaha untuk memfitnah Istriku, kau akan merasakan akibatnya!" Kata Jackson memberi peringatan kepada Pero.
"Semua yang dikatakan oleh Tuan muda benar adanya. Bahwa Nyonya besar telah menyuruh ku untuk mencegat rombongan tuan William king dan membunuhnya agar beliau tidak pernah bisa bertemu dengan Jerry." Kata Pero menjelaskan. (Untuk lebih jelasnya, pembaca bisa membaca Pero membocorkan rencana Dianna, serta Pembantaian dibawah jembatan Di bab 88 dan bab 89)
Setelah Pero menjelaskan semuanya, kini semua orang yang hadir di tempat itu sama-sama mengalihkan perhatian mereka ke-arah Diana.
"Kalian semua adalah bajingan. Kau Pero. Berapa kau di bayar oleh gelandangan ini untuk memfitnah ku? Kalian telah berkomplot untuk memfitnah ku." Kata Diana berteriak histeris.
"Bibi.., ini adalah pertanyaan terakhir dari ku. Apakah Bibi benar-benar tidak mengenal orang yang bernama Pero ini? Belum terlambat untuk mengakui kesalahan. Aku masih tidak ingin keutuhan keluarga kita akan retak malam ini." Kata Jerry berusaha membujuk agar Diana melunak dan mau mengakui kesalahan nya.
"Baiklah. Baik. Paman.., Kak Kenny. Maafkan aku jika malam ini aku akan membongkar siapa musuh dalam selimut yang selama ini berada dalam keluarga William yang menyebabkan keluarga kita mengalami penurunan disetiap tahun nya." Kata Jerry sambil mengeluarkan ponsel nya.
Setelah mengutak-atik ponsel nya, Jerry akhirnya menemukan video yang dulu pernah dikirim oleh anak buah tuan Syam yang ditugaskan untuk membuntuti kemana Pero pergi setelah di bebaskan tanpa syarat oleh Jerry.
"Paman bisa melihat video ini dan silahkan Paman untuk membuat keputusan. Ini adalah masalah keluarga dan aku tidak akan ikut campur." Kata Jerry sambil memberikan ponselnya kepada Jackson William.
Setelah ponsel tersebut berpindah tangan, kini Jackson memutar video pertama ketika Pero bertemu dengan Diana. Dalam video tersebut tampak Pero seperti menjelaskan sesuatu kepada Diana.
Setelah Video pertama selesai, kini Jackson William beralih ke video kedua dimana dalam video tersebut Diana dan Pero sedang makan malam disebuah restoran bersama dengan seorang lelaki yang sebaya dengannya. Dia jelas kenal lelaki itu adalah Robin Patrik.
Jackson semakin penasaran dan memutar video ketiga dan keempat dan dia semakin yakin bahwa Diana adalah penghianat yang selama ini menjadi duri dalam daging di keluarga William.
__ADS_1
Dengan wajah merah padam Jackson kini menatap dengan tatapan marah kepada Diana.
"Apa arti dari semua ini Diana?" Tanya Jackson dengan tangan bergetar.
"Ak.. Ak..," Seperti orang bisu. Diana saat ini sama sekali tidak mampu untuk berkata-kata lagi.
"Plak..!"
"Plak...!"
Terdengar suara tamparan dua kali berturut-turut di susul dengan ambruknya Diana di lantai ruangan tersebut.
"Celaka kamu Diana. Kau menjual keluarga William kepada keluarga Patrik. Katakan apa tujuanmu melakukan penghianatan ini Diana!" Kata Jackson semakin memerah wajahnya.
Diana tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya bisa menangis sambil memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Jackson barusan.
"Maafkan aku Jackson. Aku melakukan semua ini hanya untuk menyelamatkan keluarga ku dari kebangkrutan." Kata Diana sambil menangis.
"Jika kau ingin menyelamatkan keluarga Regnar mu dari kebangkrutan, kau bisa membicarakan semua nya kepadaku. Bukan malah bekerjasama dengan Robin. Aku khawatir bahwa kau telah menjual keluarga ini kepada Robin Patrik untuk keuntungan mu sendiri." Kata Jackson.
"Ibu. Akui saja semua kesalahan mu. Kematian Paman Wilson dan cacat yang aku alami ini bukankah itu semua adalah ulah mu. Ibu bekerja sama dengan keluarga Patrik untuk membunuh semua ahli waris dalam keluarga William agar keluarga ini tidak memiliki lagi generasi penerus. Dengan begitu, kau bisa membagi-bagi kekayaan keluarga William kepada keluarga Patrik dan Regnar. Bukan begitu Ibu?" Kata Kenny.
"Tidak ku sangka kalau kau ternyata ular berkepala dua. Kesalahan besar mengapa aku menikahi wanita berhati iblis seperti mu."
"Sudah lah Paman. Nanti kalian bisa selesaikan semuanya setelah sampai di Metro city. Bagaimanapun ini adalah masalah keluarga. Tidak baik karena selain kita juga ada banyak mata disini yang menyaksikan. Aku tidak ingin masalah ini akan menjadi buah bibir orang-orang di Starhill ini kelak." Kata Jerry berusaha meredakan kemarahan pamannya.
"Kalian semua dengar baik-baik! Jika siapa saja yang membawa cerita ini keluar, maka aku akan memotong lidah kalian semua!" Kata Jackson dengan marah.
"Jangan khawatir Tuan besar. Kami tidak akan membicarakan semua yang terjadi di ruangan ini kepada siapa pun di luar sana." Kata Mereka yang hadir di tempat itu.
"Paman..., dan juga kalian semua yang ada di sini. Aku rasa pertemuan ini kita sudahi disini. Semuanya sudah jelas. Jika ada yang masih kurang faham, anda bisa bertanya kepada Tuan Barry. Saya Jerry William, menutup pertemuan ini sampai disini." Kata Jerry sambil mengambil nampan tempat gelas. Dia dengan hati-hati menyusun setiap gelas itu dan membawanya keluar persis seperti seorang pelayan membuat Manager Tom kembali menelan ludah.
__ADS_1
Setelah Jerry keluar dari dalam ruangan pertemuan itu, kini semua yang hadir dalam rapat itu satu per satu beranjak keluar meninggalkan Jackson, Diana dan Kenny yang masih berada di ruangan itu dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di ungkapkan.
Bersambung.....