
Di waktu yang sama, setelah anak buah Jerry menyelesaikan orang-orang yang di kirim oleh Sendiego untuk membuntuti Riko.
...*...
Mobil Audi Rs7 meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah MegaTown menuju ke Metro city.
Di dalam mobil tersebut tampak seorang pemuda bersama seorang gadis cantik sedang fokus mengendarai mobil tersebut tanpa berbicara sepatah kata pun.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka memasuki kota Metro yang megah tersebut.
Mobil itu terus melaju ke arah MetroHill dan berhenti tepat di depan sebuah Villa bagai istana.
Tampak para pengawal yang berjaga-jaga di sana segera menghampiri mobil tersebut dan bertanya, "Anak muda dan Nona cantik, ada keperluan apa kalian datang ke Villa Patrik ini?" Tanya pengawal tersebut.
"Kami berdua datang dari MegaTown. Tolong sampaikan kepada tuan mu bahwa kami membawa sesuatu yang sangat penting. Dan sebelumnya kami memang telah ada janji dengan tuan besar." Kata pemuda itu.
"Baik. Silahkan menunggu sebentar." Kata pengawal itu lalu segera masuk untuk melaporkan kepada majikannya.
Tak berapa lama kemudian pengawal itu kembali dan segera menghampiri mobil tersebut.
"Kalian berdua ikuti aku! Tuan besar berkenan menerima kedatangan kalian." Kata pengawal itu lalu dia mendahului di depan di ikuti oleh sepasang muda-mudi tersebut.
Setelah mereka sampai di dalam Villa, kini tampak seorang lelaki setengah baya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan batu giok yang terdapat pada kepala tongkatnya.
"Kalian berdua... Silahkan lebih mendekat kemari!" Kata lelaki itu.
Mendengar lelaki setengah baya itu memerintahkan, sepasang muda-mudi tersebut segera lebih maju kedepan.
"Ada berita apa yang kau bawa dari MegaTown?" Tanya lelaki itu.
__ADS_1
"Tuan besar.., aku adalah putri dari tuan Abraham dari MegaTown. Kedatangan ku ke sini karena beberapa hari yang lalu tuan muda Hyden menemui ayah ku untuk meminta bantuan supaya aku dapat mencari informasi tentang pemilik perusahaan Future of Company yang bernama Jerry William." Kata gadis itu menyampaikan alasannya datang ke Villa Patrik menemui lelaki setengah baya itu.
"Hmmmm.., aku mengenal ayah mu dengan baik. Dia adalah bawahan yang bisa di andalkan. Katakan pada ku apakah kau berhasil mencari informasi tentang pemilik perusahaan itu?" Tanya lelaki setengah baya itu.
"Bukan hanya informasi. Bahkan segalanya tentang Jerry William ini pun aku mengetahuinya seperti melihat telapak tangan ku sendiri." Kata gadis itu.
"Tuan besar. Mengenai keakuratan informasi yang akan kami sampaikan kepada anda ini, anda tidak perlu khawatir. Bagaimanapun kami adalah mahasiswa di Golden university dan ayah ku dulu pernah bekerja di perusahaan milik Jerry William ini sebagai Manager logistik." Kata pemuda itu menambahkan.
"Manager logistik. Hmmmm.., katakan siapa nama ayah mu anak muda!" Kata lelaki setengah baya itu.
"Ayah ku bernama Paul. Namun sekarang berada dalam penjara karena tertuduh sebagai bawahan yang menyalahgunakan jabatan." Kata pemuda itu menjelaskan.
"Ooh.. Paul. Ya aku sangat mengenal ayah mu ini. Baik.., aku percaya kepada kalian sekarang." Kata lelaki setengah baya itu lalu bangkit berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah sofa.
"Silahkan duduk!" Kata lelaki itu menawarkan.
"Terimakasih Tuan besar." Kata mereka berdua bersamaan dan segera duduk.
"Sebelumnya tuan muda Hyden mengatakan kepada ayah ku bahwa Tuan besar sangat membutuhkan informasi tentang Jerry William ini. Dia juga mengatakan bahwa Tuan besar akan membayar mahal untuk ini. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk mendapatkan bayaran tersebut dengan memberikan informasi ini kepada Tuan besar." Kata gadis itu menjelaskan.
"Benar Tuan besar. Bukan maksud kami untuk terlalu perhitungan dengan anda. Tetapi untuk saat ini kami membutuhkan uang untuk melarikan diri. Ini karena sebelumnya kami telah bentrok dengan Jerry William ini dan sampai saat ini anak buah nya masih memburu keberadaan kami." Kata pemuda itu berbohong sebagai bumbu yang membuat ceritanya semakin menarik minat lelaki itu.
"Uang...? Hahaha... Itu hanyalah masalah kecil bagi Robin Patrik. Kau akan mendapatkan nya. Sebut saja! 400? 500? Atau kau mau satu juta?" Kata lelaki itu yang ternyata adalah Robin Patrik.
Robin segera memasuki ruangan pribadi nya dan tak lama kemudian dia keluar lagi dengan membawa tas. Begitu dia sampai di depan kedua pemuda dan gadis itu, dia segera membuka tas itu dan kini terlihat lah tumpukan uang kertas dalam jumlah yang sangat banyak.
"Apakah ini cukup?" Tanya Robin kepada mereka.
Melihat uang yang sangat banyak tersebut, membuat kedua pemuda dan gadis itu membelalakkan mata dengan ekspresi tak percaya.
__ADS_1
"Uang itu akan menjadi milik kalian apa bila kalian mau memberikan informasi tentang Jerry William itu kepada ku." Kata Robin.
"Tuan besar. Di dalam tas ini ada catatan semua aktifitas Jerry William ini dan juga ada beberapa foto Jerry William. Anda dapat mempelajari semua tentang Jerry William dari buku catatan ini." Kata gadis itu sambil menyerahkan tas kecil yang dia bawa kepada Robin.
Dengan sangat bersemangat Robin menerima tas yang di berikan oleh gadis itu lalu dengan tidak sabaran segera membuka dan mengeluarkan isi nya.
"Hmmm..., ternyata seperti ini orang nya yang telah menyebabkan kepala ku hampir pecah. Ok.., kau akan tau dengan siapa kau berhadapan." Kata Robin sambil mengertakkan gigi nya.
"Tuan besar.., anda telah mendapatkan informasi dari kami. Apakah kami boleh pergi sekarang?" Tanya pemuda itu.
"Oh.., silahkan. Silahkan. Berhati-hati lah di jalan. Sekarang ini banyak orang jahat berkeliaran." Kata Robin memperingatkan sambil tersenyum jahat.
"Terimakasih Tuan besar. Kalau begitu, kami pergi dulu." Kata mereka berpamitan lalu segera keluar dari Villa itu dengan perasaan sangat senang.
Begitu sepasang muda-mudi itu keluar dari Villa itu, Robin segera bertepuk tangan tiga kali dan setelah itu tampak seorang lelaki berwajah sangar masuk dan membungkuk hormat kepada Robin.
"Silahkan beri perintah Tuan besar!" Kata lelaki sangar tersebut.
"Mereka ini. Dengan sahabat pun berkhianat. Ayah lelaki itu juga ular yang sanggup mengkhianati perusahaan tempatnya mengais rejeki demi uang. Benar-benar keluarga ular. Bereskan mereka dan buang ke sungai Metro!" Kata Robin memberi perintah.
"Dengan senang hati, Tuan besar." Kata lelaki itu lalu memutar badan dan segera keluar dari ruangan itu.
"Simon..! Ingat lah untuk tidak meninggalkan Jejak!" Kata Robin berpesan.
"Baik Tuan besar."
"Buat lah seolah-olah telah terjadi kecelakaan. Bakar mobil mereka dan humbankan kedalam sungai Metro. Hahahaha...."
"Saya mengerti maksud tuan." Kata lelaki itu lagi lalu segera mengumpulkan anak buah nya dan segera bergerak mengejar mobil Audi Rs7 yang sudah pergi meninggalkan Villa tersebut.
__ADS_1
Bersambung....