
"Tuan muda, tuan Barry, Ronal, Austin dan Jeff sudah tiba di Klasik Villa bersama hampir lima ratus orang dari anak buah mereka yang berada di Starhill dan Country home juga telah tiba."
Tampak seorang pemuda sedang mendengarkan isi dari pesan suara yang dia terima dari tuan Syam.
"Sudah saatnya melepaskan segalanya. Tanpa penyesalan, tanpa luka, tanpa duka, bebas melayang jauh sejauh mata memandang. Tanpa beban dan terbang sesuka hati tanpa ada yang membelenggu."
"Suruh mereka menunggu di sana. Aku akan segera tiba." Kata pemuda itu membalas pesan yang datang dari tuan Syam.
Setelah mengemas barang-barang yang dia ambil dari rumah Drako beberapa hari yang lalu dan menyisakan satu stel untuk dia pakai, pemuda itu pun melepas pakaian mahal yang dia kenakan kemudian mengganti dengan baju T-shirt biasa dan celana yang sudah sedikit pudar warnanya.
Selesai merapikan ruangan pribadinya di hotel mutiara itu dan menggantungkan semua pakaian yang dia peroleh dari kedua kakeknya termasuk jam tangan mewah, sepatu mahal, kacamata bermerek, dan lain sebagainya, dia pun menatap sayu ke arah ruangan itu.
"Ini adalah terakhir kali aku berada di sini sebelum besok aku berangkat ke MegaTown. Semoga Kenny bisa mengemban tugas untuk memajukan perusahaan menuju tempat yang semestinya. Maaf karena aku yang tidak bisa di atur ini." Kata pemuda itu lalu segera menekan satu tombol di meja dan berkata. "Buka pintu lift khusus! Aku akan keluar." Kemudian dia berjalan ringan menuju kearah mobil Lamborghini sian miliknya yang dia dapat dari pemberian para pengusaha ketika pertemuan di tiga negara sebagai hadiah atas kesepakatan kerja sama mereka.
*
Villa Klasik
Villa Klasik ini adalah hadiah dari Wilson kepada Drako ketika mereka masih muda dulu. Sebenarnya Drako ingin menempati Villa ini setelah bertemu kembali dengan istri dan anaknya yang telah lama berpisah. Namun karena istrinya tidak sanggup dengan kenangan masa lalu, maka Drako akhirnya membeli rumah di perumahan menengah ke atas Metro city untuk dijadikan tempat tinggal mereka dan Villa klasik tetap menjadi markas besar bagi Dragon empire.
Saat ini di halaman Villa itu telah berkumpul lebih dari dua ribu orang berpakaian seragam serba hitam. Hanya yang membedakan diantara mereka adalah, sebagian besar lelaki berpakaian serba hitam itu memiliki gambar seekor naga di bagian dada nya. Inilah perbedaan antara anak buah tuan Syam dan anak buah Drako.
Dari ujung jalan kini tampak sebuah mobil super sport Lamborghini sian berwarna putih meluncur dengan kecepatan sedang mengarah ke arah Villa itu.
Semua orang yang berada di Villa itu saat ini segera membentuk barisan rapi bagi menyambut tuan muda mereka yang akan datang itu.
Tidak sampai satu menit akhirnya mobil itu benar-benar telah tiba dan langsung berhenti tepat di tengah-tengah barisan orang-orang berpakaian serba hitam itu.
Kini tampak seorang pemuda memakai baju kaos yang usang serta celana yang sudah memudar warnanya keluar dari dalam mobil tersebut dan di sambut dengan tatapan heran dari semua yang ada di tempat itu termasuk tuan Syam, tuan Barry, Ronald, Drako, Austin, Jeff serta Regan.
"Ada apa kalian seperti melihat hantu?" Tanya pemuda itu.
"Tuan muda. Anda..?!"
"Ada apa Tuan Barry? Ada yang salah?" Tanya pemuda itu.
"Jerry. Mengapa kau berpenampilan seperti ini? Apakah..?!"
"Benar. Aku telah menandatangani surat pengembalian perusahaan dan 70% Saham di William Group. Setelah semua ini berakhir, aku akan mengundurkan diri dan akan pergi meninggalkan Metro city ini bersama dengan Clara. Tentunya setelah Ayah merestui aku dan Clara menikah." Kata Jerry.
"Benar-benar gila. Lalu siapa yang akan menjalankan roda perusahaan?" Tanya Drako.
"Ada Tuan Barry, Paman Ronald, Paman Austin untuk Smith group. Lalu ada Kenny sebagai pewaris keluarga William." Jawab Jerry.
"Apakah Tuan muda sudah memikirkan segalanya?" Tanya tuan Syam.
"Sudah." Jawab Jerry singkat.
"Mengapa terlalu terburu-buru Tuan muda. Mengapa anda tidak memikirkan...,"
"Jika tidak ada yang memikirkan tentang perasaan ku, lalu apa artinya aku memikirkan perusahaan? 22 tahun aku sudah terbiasa miskin. Apakah hanya karena setahun menjadi orang kaya akan merubah karakter ku? Apakah kalian juga sama seperti kedua kakekku yang hanya taunya perusahaan, keuntungan, koneksi dan bla bla bla? Sialan kalian semuanya." Bentak Jerry membuat semua yang ada di tempat itu spontan menunduk.
"Jangan berlama-lama. Aku akan memimpin pertemuan ini. Jika tidak ada yang mau mendengar kata-kata dan perintah dariku, itu lebih baik agar semakin cepat aku menyingkir dari Metro city ini dan lepas tangan apakah perusahaan akan runtuh digerogoti musuh atau bersama denganku membasmi musuh yang sangat berbahaya bagi Smith Group, William Group, Dragon empire dan anda sendiri Tuan Syam." Kata Jerry dengan sangat keras.
"Silahkan Jerry. Kau pimpin rapat ini. Aku akan mendukung apapun keputusan yang akan kau ambil nanti." Kata Drako.
"Baik. Mari kita ke dalam!" Ajak Jerry lalu mereka pun segera mengikuti Jerry yang telah maju duluan memasuki Villa klasik tersebut.
__ADS_1
"Semuanya harap menempati posisi kalian masing-masing! Dengarkan semua yang akan aku sampaikan karena aku tidak akan mengulangi perkataanku sampai dua kali." Kata Jerry berdiri di depan meja tepat di dekat kursi ketua. Benar-benar terlihat aura pembunuh, aura kekerasan dan haus darah dari tatapan itu. Hilang sudah Jerry William yang dulu lemah lembut dan penuh dengan kesopanan.
"Selamat sore menjelang malam semua yang hadir di ruangan ini. Tuan Syam, Ayah angkat, Tuan Barry, Paman Ronald dan semuanya tanpa terkecuali." Kata Jerry memulai pertemuan itu.
"Selamat Sore Tuan muda...!" Kata mereka serentak membuat langit-langit ruangan itu seperti akan runtuh karena gema suara mereka yang hadir dengan jumlah yang banyak itu.
"Ada satu informasi terbaru yang aku dapat dari Jessica dan Jimmy yang mengatakan kepadaku bahwa Robin telah mengatur orang-orangnya termasuk Simon dan Efander untuk mengadu domba antara kita dan Fardy. Mereka merencanakan akan melakukan kekacauan terhadap pihak kita agar kita membalas tindakan mereka. Jika kita membalas, sudah pasti orang-orang Fardy akan menentang kita karena orang-orang yang telah dipengaruhi oleh Robin adalah orang-orang yang juga adalah bekas anak buah Ramendra. Jika kita tidak melawan, maka sudah pasti kita akan babak belur dalam pertemuan itu nanti. Jadi, cara satu-satu nya adalah melawan dengan kekuatan penuh."
"Pertemuan di acara peresmian hotel Mega itu hanya berharap dua hari lagi dari sekarang. Yang harus kalian lakukan adalah, menyusup secepatnya ke dalam hotel itu. Untuk anak-anak Dragon empire, kalian harus bersiap-siap di kawasan sekitar hotel. Mulai besok pagi kalian harus sudah menyebar di segala penjuru sekitar hotel Mega sebelum acara itu di mulai. Apakah ada yang tidak faham?" Tanya Jerry.
"Kami sudah mengerti Tuan muda." Kata mereka.
"Bagus."
"Ingat! Ketika peperangan pecah, tidak ada seorang pun yang aku izinkan untuk membunuh Robin. Nyawa bangsat itu adalah milik ku. Apa kalian mengerti?"
"Kami mendengar perintah anda Tuan muda."
"Mantap."
"Untuk strategi lebih rinci lagi, kalian bisa mengikuti saran dari Tuan Syam dan Ayah angkat ku Drako. Segera lakukan sesuai perintah dan jangan lupa untuk terus saling berhubungan! Aku akan membagi-bagi tugas kepada kalian semua."
"Paman Jeff..!"
"Saya Tuan muda."
"Anda bawa dua ratus orang dan bersiap siaga di sisi kiri hotel Mega.
"Paman Regan..!"
"Siap Tuan muda."
"Saya laksanakan Tuan muda."
"Paman Ronald dan Paman Austin..!"
"Kami Tuan muda."
"Bawa orang-orang dari Starhill dan Country home untuk bersiap sedia di sepanjang jalan antara MegaTown-Hillstreet."
"Siap Tuan muda."
"Herey...!'
"Saya Tuan muda..."
"Bawa dua puluh lima anak buah mu memasuki hotel Mega. Kalian bisa menyamar sebagai apa saja yang kalian suka."
"Dimengerti..!" Kata Herey.
"Black..!"
"Saya Tuan muda."
"Pimpin limaratus orang untuk bersiaga di sekitar gang-gang, dan lorong-lorong di sekitar hotel Mega. Begitu ada tanda bahwa peperangan akan pecah, keluar dan babat mereka yang melarikan diri."
"Siap laksanakan."
__ADS_1
"Tuan Syam..!"
"Saya Tuan muda."
"Gunakan koneksi yang anda miliki untuk memperlambat kehadiran pihak petugas keamanan. Aku tidak ingin terjadi bentrok antara kita dengan pihak kepolisian MegaTown."
"Baik Tuan muda."
"Sisa dari kalian berada dalam komando Ayah angkat ku, Drako. Ingat! Jika ada yang membocorkan tentang rencana ini, tidak ada lagi Jerry William yang toleransi, belas kasih, dan penuh timbang rasa. Yang ada, Jerry William yang akan memotong lidah kalian untuk makanan anjing tak bertuan." Kata Jerry memberi ancaman keras.
"Satu lagi dan ini yang terakhir. Tuan Barry, Paman Ronald, dan anda Paman Austin. Setelah misi ini selesai, aku akan membubarkan perusahaan Future of Company dan akan mengasingkan diri mencari ketenangan. Keputusanku sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. Anda akan diawasi oleh anak-anak buah tuan Syam. Jika kalian membocorkan tentang masalah ini kepada kakek ku sebelum hari 'H' tiba, mohon maafkan keponakan mu ini jika keponakan mu ini terpaksa membunuh kalian."
"Semuanya silahkan bubar dan besok, segera berangkat secara terpisah ke MegaTown." Kata Jerry lalu turun dari kursi ketua.
"Tetap di sana Jerry!" Kata Drako melarang Jerry untuk turun.
"Silahkan anda tetap duduk Tuan muda. Jika anda memiliki keputusan, maka kami juga memiliki keputusan juga." Kata tuan Syam.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Jerry tidak mengerti.
Sebelum bersuara, Drako mengeluarkan sebuah lencana terbuat dari batu giok berwarna biru berbentuk naga menyemburkan api lalu berkata. "Ini adalah lambang kepemimpinan Dragon empire. Dimanapun kau berada, ketika kau menunjukkan lambang kepemimpinan ini, semua orang-orang baik itu mantan atau yang masih aktif di dalam organisasi akan menuruti kata-kata mu." Mulai sekarang, kau adalah ketua dari Dragon empire." Kata Drako sambil menyerahkan batu giok berbentuk naga itu ketangan Jerry.
"Hidup Ketua. Hidup ketua. Hidup ketua...!" Kata mereka bersamaan.
"I.., ini.., ini. Apa maksudnya ini Ayah. Aku ingin mengasingkan diri. Bagaimana aku bisa menjadi kedua Dragon empire?" Kata Jerry dengan tak habis mengerti.
"Kau tenang saja. Masih ada aku, Regan dan Jeff yang akan mengurus semuanya di sini. Kau pergilah. Jangan menolak karena suatu saat kau akan sangat membutuhkan sebuah kekuatan besar. Kau dilahirkan memang untuk sebuah kekuasaan. Jadilah raja segala raja di dunia hitam dan bisnis. Aku tidak bisa meramal. Tapi jalan hidup mu akan penuh rintangan. Tanpa kekuasaan, kau akan mati di tangan orang-orang yang tidak menyukaimu sebagai kematian yang sia-sia dan kau akan menjadi seorang lelaki yang gagal." Kata Drako.
"Tuan muda. Aku juga menyerahkan tampuk kepemimpinan Tiger Syam kepada mu. Mulai saat ini kau lah ketua kami. Kau bebas pergi kemana saja. Setelah puas dalam pengembaraanmu, kembali lah dan kami akan menyambutmu. Aku sudah merasa terlalu tua untuk urusan dunia gelap seperti ini. Saatnya yang muda yang meminpin." Kata tuan Syam.
"Waduh. Satu masalah lagi ini." Kata Jerry.
"Herey.., Black!"
"Kami ketua."
"Apa kau ingin menjadi ketua?" Tanya Jerry.
Mendengar ini, Herey langsung menjatuhkan diri dan tertunduk. "Demi apapun, aku tidak berani." Kata Herey.
"Bagaimana denganmu Black?" Tanya Jerry.
"Hidup mati Black hanya untuk Ketua." Kata Black.
"Aku terjebak. Sepertinya aku tidak bisa lari dari urusan ini. Baiklah. Dengarkan kata-kataku!" Kata Jerry sambil mengangkat kedua simbol kepemimpinan itu.
"Siap Ketua. Kami mendengarkan perintah." Kata mereka bersamaan.
"Selama aku tidak ada, aku mengangkat Herey dan Black sebagai tangan kananku di dalam organisasi Tiger fire ini. Dan mengangkat Arslan dan Riko sebagai pembantu Ayah angkat di Dragon empire. Apakah ada bantahan?" Tanya Jerry.
"Menurut perintah. Menurut perintah. Menurut perintah." Kata mereka bersamaan.
"Setelah ini, pecahkan kekuatan menjadi dua. Bagi Dragon empire, kuasai Starhill dan Hillstreet dan luaskan jangkauan sampai ke MegaTown."
"Untuk Tiger fire, Kuasai Metro city, Country home dan New Village. Apakah kalian bisa?" tanya Jerry.
"100% bisa ketua...!" Kata mereka.
__ADS_1
"Bagus. Mulai saat ini, kita adalah saudara. Mari kita lakukan upacara pengangkatan sumpah setia!" Kata Jerry lalu berjalan di tengah-tengah ribuan orang-orang penguasa dunia kegelapan tersebut.
Begitu Jerry tiba di tengah-tengah mereka, beberapa orang mulai mengangkat tubuh Jerry di pundak mereka lalu mengarak tubuh itu keluar Villa untuk melakukan upacara taat setia sebagai anak buah kepada tuan nya.