PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana jebakan itu berhasil.


__ADS_3

...*MegaTown*...


Berita pagi ini.


Ketiga anak muda yang di duga menjadi korban pengeroyokan sejumlah gengster di jembatan penghubung antara Metro City-MegaTown dikabarkan telah mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka akan segera sadar dari koma.


Sampai berita ini di siarkan, pihak rumah sakit telah mengkonfirmasi bahwa salah satu dari pasien tersebut yang bernama Ivan Patrik telah di izinkan untuk pulang pada sore kemarin.


Setelah kabar baik ini di rilis oleh pihak rumah sakit, Pihak kepolisian pusat Metro city bagian kriminal telah mempersiapkan diri untuk segera melakukan introgasi andai kedua pemuda yang menjadi korban tindakan kriminal ini, yaitu David Regan dan Kevin Lenard benar-benar telah siap untuk dimintai keterangan bagi mengungkap kasus hilangnya seorang pemuda kaya raya pemilik perusahaan Future of Company yang di duga telah menjadi korban dalam peristiwa tersebut.


Sekian berita pagi ini di laporkan dan saat ini pihak wartawan masih menunggu perkembangan dari rumah sakit metro city untuk segera dapat melaporkan berita terbaru kepada pemirsa sekalian.


Wassalam.


Praaaang....?!


Tampak sebuah gelas terbang tanpa sayap menghantam tepat di layar televisi tersebut membuat beberapa orang yang berada di ruangan itu terkejut.


"Robin. Kau fikirkan sesuatu. Jika kedua anak itu benar-benar siuman, maka kita berdua akan meringkuk di dalam penjara." Kata Ramendra sambil melotot ke arah Robin.


"Tenangkan dulu dirimu Ayah! Aku sama sekali tidak bisa berfikir jika kau marah-marah seperti ini." Kata Robin.


Dalam hati, Robin mengutuk orang tua ini habis-habisan.


"Tua bangka sampah. Selain amarah mu yang besar, ternyata otak mu sangat kecil. Aku telah salah meminta perlindungan kepada tua bangka tak tau diri ini. Kau tunggu masanya. Begitu kau gagal, aku akan meninggalkan mu meringkuk sendirian di dalam penjara." Kata Robin dalam hati.


"Bagaimana aku bisa tenang? Belum selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah yang baru." Kata lelaki tua itu.


"Aku sangat takut dengan berita apa lagi siang nanti. Aku akan menghubungi okigawa untuk membunuh kedua anak itu sebelum dia benar-benar siuman. Kau persiapkan segala sesuatu nya untuk kita mengikuti acara pelelangan itu!" Kata Ramendra.


"Baik Ayah. Aku akan mempersiapkan segala sesuatu nya. Aku juga sangat ingin memiliki hotel Mega tersebut." Kata Robin.


Ramendra hanya mengangguk saja dan mulai meraih ponsel nya dan membuat panggilan kepada anak buahnya seorang mantan ninja dari jepang untuk menanyakan bagaimana keadaan di rumah sakit saat ini.


"Hallo Tuan Ramendra." Kata satu suara di seberang telepon begitu panggilan tersebut terhubung.

__ADS_1


"Takesi. Bagaimana keadaan di rumah sakit saat ini?" Tanya Ramendra kepada mata-matanya itu.


Takesi okigawa pun segera melaporkan kepada Ramendra bahwa mulai semalam sore orang-orang yang menjaga kedua pasien yang koma itu satu per satu mulai meninggalkan rumah sakit. Bahkan kedua orang tua dari dua pasien tersebut juga telah mengendorkan penjagaannya.


Takesi menduga bahwa ini karena pasien tersebut sudah hampir sembuh menurut apa yang telah di laporkan oleh Dokter kemarin sore sampai pagi ini kepada wartawan.


"Bagus. Jika penjagaan sudah tidak ketat lagi, kau seharusnya bisa bergerak dengan leluasa bukan? Bunuh kedua pasien itu sebelum dia bernyanyi di depan pihak kepolisian. Aku tidak mau tau metode apa yang akan kau lakukan. Intinya, bunuh dan mati!" Kata Ramendra.


"Baik Tuan. Akan saya laksanakan." Kata Takesi okigawa sebelum mengakhiri panggilan telepon tersebut.


...*********...


Di ruangan pengawas saat ini beberapa orang lelaki muda dan separuh baya berpakaian seperti petugas rumah sakit sepertinya tampak sangat serius memperhatikan ke layar yang tertempel di dekat dinding ruangan tersebut.


Mereka ini adalah anggota kepolisian yang di kenal oleh tuan Syam dan tampak tuan Syam juga berada di ruangan itu saat ini.


Hampir 1 jam lebih mereka memperhatikan ke arah layar tersebut sampai akhirnya terlihat seorang lelaki berjalan dengan gaya mencurigakan memasuki sebuah ruangan dan keluar kembali setelah lebih kurang 10 menit. Namun kali ini lelaki itu telah bertukar pakaian seperti layaknya seorang dokter.


"Komandan. Target sudah memasuki perangkap." Terdengar suara pemberitahuan dari talkie walkie.


"Di terima. Siap laksanakan!" Kata bawahan tersebut.


"Bagaimana Tuan Syam?! Apakah Tuan ingin terjun langsung meringkus target kita ini?" Tanya komandan polisi tersebut.


"Hahaha... Hanya seekor ikan teri. Aku tidak akan mengotori tangan ku untuk itu. Ini bisa merusak reputasi Syam." Kata tuan Syam sambil tersenyum mengejek.


"Hahah.. Benar juga apa yang anda katakan. Baiklah..?! Aku akan menunggu bagaimana mereka akan mengatasi ini." Kata komandan tersebut sambil mengalihkan perhatian ke rekaman video cctv yang terfokus pada ruangan di mana Arslan dan Riko sedang terbaring.


Pada waktu yang sama, seorang lelaki bertubuh sedikit pendek memiliki kulit berwarna kuning dengan mata sipit kini mendorong pintu kamar dan mulai memasuki ruangan tersebut dengan gerak-girik mencurigakan.


Setelah lelaki itu tiba di salah satu ranjang di mana Riko saat itu berbaring, lelaki itu mulai mengeluarkan sebilah pisau yang terselip di pinggang nya dan mulai mengarahkannya ke dada Riko.


Namun belum sampai pisau itu mengenai sasaran, tiba-tiba...,


"Wew.... Kena kau?!" Kata Riko sambil membuka matanya dan tertawa membuat lelaki yang ingin menikamkan pisau tersebut menjadi terkejut dan mundur beberapa langkah.

__ADS_1


Dia tidak menduga bahwa kali ini dia telah di jebak. Dengan raut wajah terkejut, lelaki itu terus mundur beberapa langkah sampai satu tendangan mendorong punggungnya hingga membuat lelaki itu kembali terdorong ke arah ranjang tempat Riko terbaring.


Mungkin karena terlalu terkejut sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa dia telah mundur mendekati ranjang tempat Arslan berbaring. Hal ini memudahkan bagi Arslan untuk menjangkau punggung lelaki itu dengan kakinya. Lalu, tendangan itu pun mendarat dengan sangat manis di punggung lelaki itu.


"Ka.., kau.., kau...?!" Hanya itu yang keluar dari mulut lelaki jepang mantan ninja itu.


"Mengapa? Apa kau terkejut? Hahaha... Ternyata tuan mu sangat pikun dan sudah tidak kompeten lagi untuk bersaing dengan anak muda. Kau tau bahwa berita di media dan penarikan seluruh pengawal yang berjaga di rumah sakit ini hanyalah sebuah jebakan." Kata Riko sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kau telah mengecoh ku. Sebaiknya aku bunuh kau sekarang juga." Kata lelaki itu sambil mengarahkan pisau di genggaman tangannya dan bersiap hendak menyerang Riko.


Belum lagi lelaki jepang ini bertindak terlalu jauh, tiba-tiba pintu kamar telah di tendang dari luar. Kini tampak dari luar bermunculan lelaki menggunakan seragam kepolisian dan pakaian petugas rumah sakit memasuki ruangan itu sambil mengacungkan pistol ke arah lelaki jepang tersebut


"Jangan bergerak! Anda sudah di kepung." Kata para petugas kepolisian itu sambil mengarahkan pistol nya bersiap melakukan tembakan apa bila lelaki ini melakukan perlawanan.


"Buang senjata mu dan angkat tangan lalu berbalik ke dinding!" Kata mereka lagi.


Tidak ada pilihan bagi lelaki jepang tersebut selain menuruti keinginan dari polisi. Dia lalu menjatuhkan pisau yang berada di tangan nya lalu berbalik menghadap dinding dengan tangan terangkat di atas kepala.


"Ringkus lelaki itu! Bawa dia ke kantor dan masukkan kedalam sel tahanan! Kita akan mengorek informasi dari lelaki ini nanti." Kata lelaki yang mengetuai kelompok itu.


Tak lama kemudian beberapa orang mulai maju dan meringkus lelaki itu lalu memborgol tangan nya dan segera membawanya keluar dari ruangan itu untuk di masukkan kedalam ruang tahanan sebelum nanti di introgasi.


Setelah orang-orang yang meringkus lelaki tadi berlalu, Sang kapten pun menghampiri Riko dan Arslan lalu bertanya, "Adik-adik..?! Apakah kalian tidak apa-apa?"


"Kami tidak apa-apa Pak polisi." Jawab Riko dan Arslan secara bersamaan.


"Saya mewakili seluruh jajaran kepolisian Metro city bagian kriminal untuk mengucapkan ribuan terimakasih kepada adik-adik berdua ini karena telah membantu pihak kepolisian dalam mengungkap kasus yang belum bisa di pecahkan dalam 6 bulan ini." Kata kapten polisi tersebut.


"Terimakasih kembali Pak polisi. Kami juga berharap agar pihak kepolisian dapat dengan segera mengungkap kasus ini dan mengetahui siapa dalang di balik kejadian yang menimpa sahabat kami 6 bulan yang lalu." Kata Riko.


"Adik-adik dapat tenang dan yakin bahwa pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini dan menyeret orang yang bertanggung jawab ke dalam penjara. Polisi ada untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. Yang bersalah, pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal menurut undang-undang." Kata kapten tersebut.


"Baiklah adik-adik.., jika begitu, kami permisi dulu dan kalian berdua harus lebih berhati-hati lagi! Setelah ini kemungkinan besar akan ada orang-orang yang akan menaruh dendam kepada kalian berdua. Jangan sungkan untuk menghubungi pihak kepolisian jika kalian menghadapi tindak kriminal, dan pihak kami akan segera membantu kalian untuk meringkus penjahat tersebut." Kata kapten itu lagi.


Riko dan Arslan segera mengangguk lalu menyalami kapten dan beberapa anggota kepolisian lainnya sebelum mereka berpisah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2