PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pak Yanken di pecat


__ADS_3

Di kantor ketua yayasan saat ini sedang berlangsung suasana yang tidak mengenakkan antara tuan Barry, Ronald dan pak Yanken.


Ini karena, atas perintah dari Jerry bahwa pak Yanken harus segera di berhentikan dengan alasan bahwa dia sudah tidak kompeten lagi untuk menyandang jabatan Rektor di kampus tersebut.


Hal ini di dasari oleh beberapa keputusan yang telah di ambil oleh pak Yanken yang banyak merugikan mahasiswa dari golongan menengah kebawah. Tapi sebaliknya, menguntungkan bagi mahasiswa yang datang dari golongan menengah ke atas. Salah satu nya adalah Anton dan konco-konco nya.


Atas dasar ini lah reputasi perguruan tinggi elit di kota Starhill itu akhir-akhir ini mengalami penurunan dan banyak dari kalangan orang tua tidak ingin anak-anak mereka berkuliah di kampus tersebut.


"Pak Yanken.., sudah seharusnya kau di copot dari jabatan Rektor di university ini. Ini karena kau terlalu berat sebelah dalam menerapkan norma-norma keadilan kepada mahasiswa di university ini." Kata tuan Barry.


"Saya telah menjabat sebagai Rektor di kampus ini sudah belasan tahun Tuan Barry. Selama ini saya tidak pernah bertindak semena-mena kepada mahasiswa yang menuntut ilmu di university ini." Kata pak Yanken membela diri.


"Sudah lah pak Yanken. Tidak ada guna nya lagi bagimu untuk terus menerus mengajak kami berdebat. Apakah aku harus menbongkar semua tindakan mu di kampus ini?" Kata Ronald sambil menatap tajam ke arah pak Yanken.


"Sudah di tetapkan bahwa kau harus segera mundur dari kursi mu dan akan di gantikan oleh ketua yang baru. Dan kami telah memutuskan bahwa pak Robert lebih pantas. Selain Dosen senior, dedikasi serta kedisiplinan nya di kenal sangat tinggi dan juga beliau memiliki etos kerja yang tidak anda miliki." Kata tuan Barry.


"Tuan Preseden Barry. Saya menjabat sebagai ketua yayasan karena di angkat langsung oleh tuan Paul. Maka biarkan dia yang menurunkan jabatan saya dan menggantikannya dengan yang lain." Kata pak Yanken masih tidak mau mengalah.


"Tuan Paul katamu? Hahaha... Seharus nya kau tau dimana tuan Paul saat ini. Sebagai sahabat nya, anda harus menjenguk nya saat ini di dalam penjara!" Kata Ronald merasa lucu karena pak Yanken sangat mengandalkan tuan Paul.


"Apa? Apa maksud anda Tuan Ronald?" Tanya pak Yanken seperti tidak percaya.


"Sampah seperti tuan Paul mu itu tidak layak lagi bekerja di perusahaan. Apa kau tau bahwa atas penyelewengan nya menyebabkan perusahaan mengalami kerugian dan dia kini di tuntut atas penyelewengan itu. Kini dia berada di dalam sel tahanan Starhill ini." Kata Ronald.


"Segera kemasi barang-barang anda pak Yanken. Mulai hari ini anda di berhentikan!" Kata tuan Barry sambil berdiri dan meninggalkan pak Yanken begitu saja di ruangan kerjanya tersebut.


"Ingat pak Yanken! Anda sebelumnya telah mengeluarkan beberapa orang mahasiswa dari kampus ini akibat berselisih dengan anak Paul itu. Sekarang kau harus mengeluarkan anak Paul ini dan kedua sahabat nya jika kau ingin di berhentikan secara terhormat!" Kata Ronald kemudian juga melangkah keluar dari ruangan itu.


Kini tinggal lah pak Yanken sendirian sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri karena merasa sangat terpukul atas pemecatan itu.


...*********...


Di masa yang sama ketika Jerry baru saja selesai mengakhiri hubungan nya dengan Via, Jerry pun segera menghampiri teman-temannya dan mulai bercanda tawa.

__ADS_1


Beberapa mahasiswa yang tidak percaya bahwa Jerry telah berubah se-drastis ini mulai iseng menggoda Jerry.


"Hai Jerry..., mau kah kau mentraktir kami sarapan pagi ini?" Tanya mereka.


"Baik lah. Aku akan mentraktir kalian semua yang ada di kantin ini." Kata Jerry di sambut dengan sorak-sorai dari mereka yang ada di tempat itu.


"Dan kau Rindy, kau tetap mentraktir ku. Sekarang aku mau sarapan, mau minum, mau di sediakan tisu mau ini mau itu dan lain-lain sebagainya." Kata Jerry yang tak kuat menahan perasaan lucu dengan kata-katanya sendiri.


"Kau ini Jerry. Mengapa begitu menyusahkan Rindy?" Tanya Ivan sambil menahan tawa.


"Salahnya sendiri. Siapa suruh berjanji ketika perayaan ulang tahun nya waktu itu." Kata Jerry mencibir.


"Tidak apa-apa Ivan. Biarkan aku menjadi pelayan Jerry satu hari ini. Besok juga kalau kau mau, aku masih bisa." Kata Rindy becanda.


"Ah.., tidak.., tidak.., tidak. Jika kau menjadi pelayan ku, sangat berbahaya. Aku ini buaya yang bejat dan munafik dan apa lagi ya?" Kata Jerry sambil berpura-pura berfikir.


"Kau Jerry. Tunggu lah pembalasa dari ku. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka orang lain pun tidak akan aku biarkan memilikimu." Kata Via dalam hati lalu buru-buru berlari meninggalkan tempat dimana dia dan Jerry tadi berbicara.


"Aku tidak kasar. Aku hanya mengatakan bahwa semuanya sudah tak lagi sama. Hanya itu.


"Lalu, mengapa dia menangis seperti itu Jerry?" Tanya Daniel lagi.


"Kita sudah bersahabat lama. Kau pasti tau lah seperti apa Via ini." Kata Jerry.


"Kriiiing..."


"Kriiiing...!"


Sebentar aku menjawab panggilan dulu!" Kata Jerry sambil mengeluarkan ponsel nya.


"Hallo Tuan Barry." Kata Jerry begitu panggilan itu terhubung.


"Tuan muda. Tugas yang anda berikan sudah kami laksanakan. Saat ini Yanken sedang mengemasi barang-barangnya dan mungkin hari ini dia tidak akan menjabat lagi sebagai ketua yayasan di kampus ini." Kata tuan Barry.

__ADS_1


"Bagus.., bagus. Biar dia tau rasa." Kata Jerry sambil tersenyum puas.


"Baiklah Tuan muda. Jika tidak ada apa-apa lagi, saya minta diri dulu untuk kembali ke Mountain lotus." Kata tuan Barry.


"Baiklah Tuan Barry. Silahkan!" Kata Jerry.


"Ada apa Jerry, siapa yang menelepon mu?" Tanya Ryan.


"Tuan Barry. Aku menyuruh nya untuk memecat pak Yanken dan digantikan dengan pak Robert." Jawab Jerry dengan santai.


"Wah.., ini berita bagus." Kata Daniel.


"Sudah saatnya Riko kembali masuk ke kampus ini. Ini karena orang yang paling dia benci telah aku singkirkan dari kampus kita. Pak Yanken, Anton, John dan Zeck mereka sudah di keluarkan dari kampus." Kata Jerry lagi.


"Ini benar-benar kabar gembira. Biang onar telah hengkang dari kampus. Benar-benar membuat ku bahagia." Kata Ryan sambil tersenyum.


"Apakah kalian sudah selesai? Jika sudah, ayo kita ke kelas. Aku sudah rindu dengan suasana di dalam kelas." Kata Jerry.


"Ayo lah. Aku juga sama seperti mu." Kata Ryan dan Daniel.


"Bayar dulu Jerry!" Kata Ivan sambil tersenyum dan menarik tangan Lorna.


"Oh.., hampir saja lupa." Kata Jerry sambil bergesas ke kasir dan membayar semua yang mereka makan di kantin itu.


"Terimakasih Jerry.."


"Wah Jerry.., kau baik sekali."


"Jerry.., aku pada mu. Sesekali ajaklah aku berkeliling dengan mobil mu." Kata mereka dengan genit.


Jerry hanya tersenyum saja dan segera menghampiri sahabat-sahabatnya lalu segera meninggalkan kantin tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2