PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Mengatur rencana kerja


__ADS_3

Bab 120.


Libur semester kali ini benar-benar di manfaatkan oleh Jerry dalam menjalani agenda kerja yang telah di susun dalam beberapa hari yang lalu. Diantaranya adalah, Melakukan pemeriksaan terhadap aktifitas keluar masuk nya bahan material yang raib tanpa bekas di lokasi konstruksi Hillstreet.


Yang ke dua, melakukan perjalanan ke 3 negara yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand bagi menghadiri pertemuan para pengusaha muda dari seluruh dunia.


Yang ke 3 adalah, mengganggu proses adu tender pelelangan hotel bintang 6 di MegaTown yang akan di hadiri oleh Robin. Dan lain-lain rencana kerja termasuk mengatur segala sesuatu di lokasi konstruksi yang baru dimenangkan oleh FoC di Country Home dan New Village.


Seluruh persiapan telah benar-benar dilakukan oleh Jerry dengan matang.


Rencananya, begitu setelah dia berhasil membuka kedok orang dalam yang membuat perusahaannya merugi telah terungkap, maka sekembalinya dia dari luar negeri, dia mulai akan memperkenalkan dirinya di depan publik sebagai pemilik Perusahaan Future of Company sekali gus merombak jajaran staff yang masih bekerja pada posisinya di anak perusahaan FoC yaitu, William Group yang saat ini masih berpusat di Metro City.


Setelah menimbang-nimbang sejenak, Jerry mulai mengeluarkan ponsel nya dan membuat panggilan ke Ronald.


"Hallo Tuan Muda." Kata suara di seberang telepon yang ternyata adalah Ronald begitu panggilan terhubung.


"Paman.., apakah anda telah menyelesaikan segala keperluan yang saya minta kepada anda untuk mengurusnya?" Tanya Jerry.


"Semuanya telah saya persiapkan Tuan muda. Bahkan surat rekomendasi pun telah saya buat agar anda dapat di terima dengan status sebagai staf magang dibagian logistik di Hillstreet." Kata Ronald.


"Terimakasih paman. Sekarang saya minta anda menghubungi paman Austin. Katakan kepadanya untuk segera memindahkan Arslan ke Hillstreet mulai besok pagi. Dia bisa tinggal di perumahan yang telah dibeli bagi kegunaan tempat tinggal para karyawan staf disana." Kaya Jerry memberi perintah.


"Tuan muda, kapan rencana anda untuk turun langsung ke Hillstreet?" Tanya Ronald ingin tahu.


"Kemungkinan besar dalam 2 hari lagi jika tidak ada halangan yang berarti. Dan Paman harus bisa menjaga rahasia saya!" Kata Jerry memperingatkan.


"Masalah itu anda jangan khawatir Tuan muda. Anda dapat mempercayakan semuanya kepada saya!" Kata Ronald bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Baik lah Paman. Anda bisa menyelesaikan urusan untuk Arslan dulu. Pindahkan Security yang bekerja di sana atau pecat saja jika anda tega. Saya akan segera menghubungi tuan Syam dan Ayah angkat untuk urusan lain." Kata Jerry.


"Silahkan Tuan muda. Kalau begitu saya akan mengakhiri panggilan dan akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan dokumen palsu serta surat rekomendasi kepada anda." Kata Ronald lalu menutup panggilan telepon tersebut.


Selesai dengan Ronald, kini Jerry langsung menghubungi tuan Syam.


Begitu panggilan terhubung, satu suara yang dingin mulai menyapa, "Hallo Tuan muda. Anda menelepon saya?" Tanya tuan Syam dengan hormat namun tetap dingin.


"Benar Tuan Syam. Kali ini aku membutuhkan bantuan anda." Kata Jerry.


"Silahkan beri perintah anda Tuan muda!"


"Tuan Syam..., aku mencurigai adanya penyelewengan di Hillstreet dalam beberapa bulan terakhir ini. Aku menduga adanya penggelepan bahan material disana. Aku berencana akan mengusut tuntas masalah ini." Kata Jerry menjelaskan masalahnya.


"Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk anda Tuan muda?" Tanya tuan Syam ingin mengetahui apa yang bisa dia lakukan.


"Itu adalah masalah sepele Tuan muda. Berapa orang yang anda butuhkan?" Tanya tuan Syam.


"Makin ramai makin baik. Jujur saja bahwa aku sangat ingin menangkap pelaku penyelewengan ini yang membuat perusahaan kita merugi. Jangan lupa membekali mereka dengan kamera agar sewaktu-waktu bisa merekam video untuk dijadikan sebagai bukti."


"Siap Tuan Muda. Sore ini aku akan memberangkatkan sekitar 20 orang anak buah ku yang akan di pimpin langsung oleh Herey." Kata tuan Syam.


"Terimakasih tuan Syam. Sebelum anak buah anda berangkat, perintahkan kepada mereka agar tetap menjaga rahasia bahkan kepada anak dan istri mereka sekali pun. Aku khawatir bahwa ada peran dari salah satu keluarga besar di Metro City dalam menampung seluruh bahan baku yang di gelapkan itu. Pastikan mereka menemui Ronald terlebih dahulu agar Ronald bisa mengatur rencana dan penempatan selanjutnya bagi anak buah anda." Kata Jerry.


"Jika itu pesanan anda Tuan muda, maka saya akan mengatur segala persiapan sebelum memberangkatkan mereka ke Mountain Lotus."


"Baik lah Tuan Syam, kita akhiri dulu dan aku masih ada urusan lain." Kata Jerry lalu segera mengakhiri panggilan.

__ADS_1


"Telinga ku panas di tempeli ponsel sejak tadi." Kata Jerry dalam hati. Lalu dia istirahat sejenak sebelum melakukan panggilan lainnya kepada Drako.


"Ryan.., Daniel...! Ayo kita jalan-jalan. Aku ingin mencari rumah kontrakan untuk kita." Kata Jerry. Bagaimana pun, setelah libur panjang ini, dia tidak nyaman untuk keluar masuk asrama dan harus melapor kepada pak Security setiap kali akan pergi dan pulang.


"Apa kau ingin kita pindah dari asrama yang sudah menampung kita selama hampir 3 tahun ini Jerry?" Tanya Daniel.


"Daniel.., bukannya aku mau melupakan jasa dan kenangan kita di asrama ini. Tapi memang kita harus berubah dan semakin maju. Ini karena tidak lama lagi kau juga akan bekerja dibawah bendera FoC milikku. Ya.., aku tau cita-cita mu adalah menjadi guru. Tapi untuk saat ini kau harus membantu ku. Apa kau bersedia?" Tanya Jerry.


"Aku bersedia dengan 5 Syarat." Kata Daniel mengajukan persyaratan.


"Apa itu Daniel? Ayo katakan!" Pinta Jerry.


"Yang pertama, kau harus membangun sekolah di kampung halaman ku. Yang ke 2 kau harus membangun rumah sakit. Yang ke 3, kau harus membangun jalan aspal di kampung ku. Yang ke 4, berikan subsidi bagi para pelajar miskin. Dan yang terakhir, Aku ketua yayasannya. Hahahah..." Kata Daniel sambil tertawa.


"Mulai muncul sefat tamak mu." Kata Ryan mencibir.


"Bukan serakah Ryan. Jika aku yang menjadi kepala yayasan disana, sudah pasti aku akan amanah. Kalian kan sudah tau sifat belas kasih dan kejujuran ku." Kata Daniel memuji diri sendiri.


"Bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Asalkan kau mampu meyakinkan ketua kampung di kampung mu nanti. Mungkin dalam 3 atau 4 tahun semua itu bisa terealisasikan. Nah..., selama itu, kau bekerja dengan ku tanpa gaji." Kata Jerry tertawa terbahak-bahak.


"Eh.., mana bisa begitu. Kau jangan terlalu perhitungan dengan ku Jerry!" Kata Daniel gusar.


"Aku becanda. Ayo lah kita keluar. Beberapa hari lagi Villa contoh akan di dirikan. Kau mungkin akan sibuk dengan segala tawaran investasi dari para investor yang akan berdatangan. Itu urusan mu dan pastikan agar kau dan Ryan mengetahui latar belakang calon investor ini. Apakah perusahaan yang mereka miliki memiliki badan hukum yang sah atau hanya sekedar mata-mata untuk merusak kita dari dalam. Kalian akan di bantu oleh beberapa orang senior yang akan memberikan nasehat untuk kalian." Kata Jerry.


"Mobil...! Bagaimana dengan mobil yang kau janjikan?" Kata Daniel menagih janji Jerry.


"Sudah..! makanya ayo kita keluar dulu. Kalau kita di sini terus, seluruh rencana hanya akan menjadi rencana saja." Kata Jerry lalu segera melangkah keluar dari kamar asrama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2