PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menculik tuan Patrik


__ADS_3

...MegaTown...


Siang menjelang sore itu tampak Syntia sedang menginstruksikan sesuatu kepada Jessica, Jimmy, Efander dan Simon tentang rencana mereka untuk menyerbu ke Villa Patrik di Bukit metro, Metro city.


Semua perencanaan telah matang saat ini dan masing-masing diantara mereka telah sepakat dengan tugas yang di berikan oleh Syntia.


Sementara itu di Villa Patrik, tampak Robin sangat gelisah sendirian di Villa itu. Sejak kemarin dia menunggu kabar dari Syntia tentang pelaksanaan rencana yang telah mereka atur dan mereka sepakati bersama. Namun sampai saat ini, Syntia masih belum menghubungi dirinya. Ini yang membuat Robin menjadi gelisah.


Tepat ketika dia sedang ingin menghidupkan televisi, tiba-tiba ponselnya berdering. Dan dengan sangat bersemangat Robin melangkah kearah ponselnya berdoa semoga saja yang menelepon itu adalah Syntia.


Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Bagai kata pepatah, ternyata apa yang dihatapkan oleh Robin menjadi kenyataan ketika dia melihat ke layar ponsel di sana tertera nama si pemanggil ternyata adalah Syntia.


Robin buru-buru mengusap layar untuk menjawab panggilan telepon tersebut dan.., "Hallo Syntia. Lama sekali kau menghubungi ku. Aku sudah tidak sabar menunggumu." Kata Robin begitu panggilan itu terhubung.


"Mengapa begitu terburu-buru Robin? Apakah semuanya sudah kau persiapkan?" Tanya Syntia.


"Persiapan apa yang kau maksud Syntia?" Tanya Robin heran.


"Maksudku begini. Apakah orang tua itu ada di rumah saat ini? Jika ada, maka kau harus menahan orang tua itu untuk tidak keluar dari Villa! Kami akan berangkat sebentar lagi untuk menjemputmu di Metro city." Kata Syntia.


"Sangat di sayangkan Syntia, bahwa saat ini orang tua itu sedang mengurus bisnis nya. Kemungkinan dia akan kembali sore ini atau besok siang ke Villa." Kata Robin.


"Wah.., bagaimana ini. Apakah kau tidak bisa menelepon nya untuk kembali. Kau bisa beralasan bahwa kau sedang sakit atau apa lah." Kata Syntia dengan nada kecewa.


"Mana aku bisa. Kau tau sendiri semenjak aku kembali ke Villa ini, aku seperti tidak di anggap lagi. Beruntung bagiku aku tidak di usir dari Villa ini." Kata Robin.


"Jika begitu, kita tunda saja membawa mu ke MegaTown. Ini karena jika tidak bisa membunuh orang tua itu, rencana ini tidak akan sempurna." Kata Syntia.


"Aku tidak bisa menunggu lagi, Syntia. Jika kau mau, maka hari ini lah saatnya. Jika tidak, maka aku akan memberikan informasi kepada Jerry tentang kekuatan mu dan kau akan hancur di tangan anak itu. Saat ini aku adalah kunci bagi kedua belah pihak. Pilihan ada di tangan mu." Kata Robin mengancam.


"Baiklah. Walau sedikit meleset dari rencana, tapi tidak apa-apa. Kau bisa bersiap-siap sekarang. Aku akan menjemputmu. Jangan lupa untuk membuat para pengawal Villa itu mabuk. Ini akan mempermudah kami melumpuhkan mereka." Kata Syntia.


"Ok. Kau jangan khawatir. Aku akan membuat mereka mabuk hari ini." Kata Robin lalu segera mengakhiri panggilan.


Sama seperti Syntia menelepon Robin, Jessica juga saat ini menelepon tuan Syam dan memberi kabar bahwa Mereka akan berangkat ke Metro City untuk menyerang Villa Patrik dan berpura-pura menculik Robin.


Drako yang saat ini sedang bersama dengan tuan Syam mulai merencanakan pencegatan di jalan sepi menuju ke bukit metro. Hal ini mereka lakukan untuk mencegat tuan Patrik dan menghalanginya agar tidak kembali dulu ke Villa itu sampai orang-orang suruhan dari MegaTown selesai dengan rencana mereka.


"Ayo Syam. Kita sudah tidak banyak waktu lag!" Kata Drako segera berdiri dari kursinya.


"Iya. Sekarang aku harus memberitahu kepada 4 orang anak buah ku yang di tempatkan di Condominium untuk merekam semua yang terjadi nanti di sana." Kata tuan Syam.


Setelah dia selesai mengirim pesan kepada anak buahnya di Condominium bukit Metro, mereka berdua pun akhirnya bergegas meninggalkan rumah mewah tuan Syam ini sambil diikuti oleh puluhan anak buah tuan Syam sendiri.


"Drako.., apa kita tidak harus memberitahu terlebih dahulukepada tuan muda tentang hal ini?" Tanya tuan Syam.


"Tidak perlu. Kita lanjutkan saja sesuai rencana. Setelah kita berhasil menghalangi tuan Aaron kembali ke Villa, baru kita memberi kabar kepada Jerry." Jawab Drako.


"Baik lah. Saatnya kita menyebar." Kata tuan Syam dan memerintahkan kepada anak buahnya untuk bersembunyi di sekitar jalan sepi itu dan menempatkan dua orang di pinggir jalan seolah-olah mobil mereka sedang rusak.


Beberapa lama setelah itu, mata-mata yang di kirim oleh tuan Syam memberi tahu bahwa tuan Aaron Patrik beserta beberapa pengawalnya telah bergerak kembali dari kantor Patrik group menuju ke bukit metro.

__ADS_1


Benar saja. Setelah agak lama menunggu, kini tampak mobil Mercedez benz S-class sedang melaju dengan kecepatan tidak terlalu laju mengarah ke arah anak buah tuan Syam yang berpura-pura sedang memperbaiki mobil mereka.


Tepat ketika mobil target sekitar 20 meter lagi dari mereka, tampak ban mobil yang rusak itu menggelinding di tengah jalan sehingga menghalangi rombongan tuan Aaron Patrik yang akan mengambil jalan tersebut.


Suara ban di rem kini memekakkan telinga karena sang sopir yang mengemudikan kendaraan membawa tuan Aaron Patrik ditemani oleh James kepala pelayan keluarga itu menginjak rem secara mendadak membuat tuan Patrik seperti terdorong ke depan dan hampir saja wajahnya terantuk bagian kursi sang sopir.


"Ada apa kau menginjak rem secara mendadak?" Tanya James kepada pak sopir.


"Maaf Tuan James. Ada mobil mogok di depan dan tiba-tiba ban mobil mereka menggelinding menghalangi jalan kita." Kata pak sopir tersebut.


Beberapa saat berselang, tampak delapan lelaki berbadan besar keluar dari dalam mobil di belakang mobil tuan Patrik kemudian menghampiri anak buah tuan Syam.


"Ada apa dengan mobil kalian? Cepat singkirkan ban mobil kalian ini! Tuan ku mau lewat." Kata salah seorang dari lelaki berbadan tegap itu.


"Maaf kawan. Kami tidak sengaja. Ini karena kami terlalu buru-buru untuk memasang ban tersebut. Apakah kau bisa membantu ku untuk mengambilkan ban tersebut?" Kata anak buah tuan Syam.


"Kurang ajar sekali anda. Apakah kau sudah bosan makan nasi padang dan semur jengkol serta teh bandrek pake susu?" Tanya pengawal rombongan itu lagi.


"Sama sekali tidak bosan. Kau membuat perutku menjadi lapar. Mana ada tenaga jika perut lapar. Tolong ambilkan ban itu!" Kata anak buah tuan Syam lagi.


"Bangsat kau. Ternyata kau tidak bisa di kasih hati. Aku akan menghajar mu di sini!" Kata lelaki itu lagi.


"Ada apa kalian ribut? Cepat bersihkan jalan ini agar kita bisa lewat." Kata tuan James.


"Baik Tuan James." Kata lelaki itu kemudian mendelik dengan geram kepada anak buah tuan Syam.


"Bagaimana? Apakah kita hajar saja?" Tanya anak buah tuan Syam yang lainnya.


Begitu beberapa orang lelaki tadi merunduk untuk menggeser ban itu, tiba-tiba...,


"Hiaaaat....?!"


Wuzz....?!


Ciaaat...


"Wadaaau... Pantat ku...?!"


Bruuugh....


Tampak dua orang lelaki itu jungkir balik kedepan begitu pantat mereka di sodok dengan ujung sepatu anak buah tuan Syam.


Sepontan keenam yang lainnya seperti mematung melihat teman mereka menggeliat sambil memegangi pantat mereka yang terasa sengal akibat sodokan ujung sepatu tentara yang memiliki lapisan besi di ujungnya itu.


"Hey monyong. Jangan diam saja kau. Hajar dua ekor kunyuk itu!" Kata sang korban tendangan memerintahkan agar keenam temannya yang lain menghajar anak buah tuan Syam yang menendang pantatnya.


Begitu mereka diteriaki oleh temannya, anak buah tuan Patrik yang enam orang lagi langsung bergerak mengatur posisi untuk menyerang. Tapi sebelum itu terlaksana, tiba-tiba saja lutut mereka terasa menggigil ketika dari samping kiri dan kanan berkeluaran orang-orang berpakaian serba hitam dan memgepung mulai dari mobil yang rusak sampai ke mobil yang membawa tuan Aaron Patrik dan James.


"Mak.., mati kita. Kita telah di kepung." Kata mereka.


Dari balik orang-orang berpakaian hitam itu, kini menyelinap dua orang yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi tuan Aaron dan James. Mereka adalah Drako dan tuan Syam.

__ADS_1


Kehadiran dua pentolan pencabut nyawa di Metro city ini membuat delapan anak buah yang mengawal tuan Aaron Patrik terkencing-kencing di celana.


Sama hal nya dengan delapan anak buahnya, tuan Aaron juga tidak kalah kagetnya. Tidak ada silang sengketa antara dirinya dengan Jerry William. Namun mengapa anak buah tuan muda keluarga Smith dan William itu mencegat perjalanannya?


"Kalian tidak perlu takut. Aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa. Asal kalian tidak bertindak bodoh, maka kalian akan baik-baik saja." Kata tuan Syam.


"Drako.., Syam..?! Apa maksud mu dengan mencegat perjalananku ini?" Tanya tuan Aaron Patrik dengan marah.


"Maafkan kami Tuan besar Patrik! Kami hanya menjalankan perintah dari tuan muda kami untuk mengamankan anda agar tidak menjadi target dari orang-orang MegaTown." Jawab tuan Syam.


"Orang-orang dari MegaTown? Apa maksud mu?" Tanya lelaki tua itu tidak mengerti.


"Ketahuilah bahwa anak durhaka anda yang bernama Robin itu telah merencanakan pembelotan kedua kepada anda, Tuan." Kata tuan Syam lalu menceritakan semua kepada tuan besar Aaron Patrik.


"Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Ba.., bagaimana mungkin. Baru saja dia berubah ingin menjadi orang baik."


"Tuan besar. Semuanya akan terjawab tidak lama lagi. Mohon anda untuk mengikuti kami!" Kata tuan Syam lalu mempersilahkan tuan besar Aaron Patrik untuk mengikuti tuan Syam dan Drako menuju ke mobil mereka yang tersembunyi.


Tidak ada pilihan bagi tuan besar Patrik dan pembantunya tuan James selain mengikuti keinginan dari dua pentolan terkuat di Metro city itu.


Kalian semua, bawa setiap satu orang dari mereka ke dalam mobil. Dan kawal terus jangan ada seorang pun yang bisa lolos dari penjagaan kalian sampai masalah ini benar-benar jelas." Kata tuan Syam kepada anak buah nya.


Lalu anak buah tuan Syam pun setiap 3 orang mengambil satu dari pengawal tuan besar Patrik dan berangkat menuju ke utara bukit metro markas besar tuan Syam.


Begitu semuanya sudah selesai, tuan Syam lantas mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jerry.


"Hallo Tuan Syam."


"Tuan muda. Perintah dari anda sudah kami jalankan. Saat ini tuan besar Aaron Patrik berada bersama kami." Kata tuan Syam melaporkan.


"Bagus. Anda bisa membawa tuan besar Aaron Patrik tersebut bersama dengan anda. Tunggu kedatangan orang-orang suruhan Fardy dari MegaTown dan tunjukkan kepada tuan besar itu bagaimana kelakuan putra bangsat nya itu mengelabui mata tua nya."


"Baik Tuan muda. Perintah anda, akan saya laksanakan bersama dengan Drako." Kata tuan Syam.


"Ya sudah jika begitu. Aku akan menemui sahabat-sahabatku di hotel mutiara untuk berangkat ke rumah sakit tempat Ivan di rawat. Ingat untuk merekam video dan kirimkan kepadaku nanti! Aku akan membuat kejutan untuk Ivan. Ini karena, Robin pasti akan menjelek-jelekkan aku di hadapan Ivan untuk mengadu domba antara aku dan anaknya itu. Maka jika itu terjadi, aku akan memiliki bukti atau anda sendiri yang akan membawa langsung tuan besar Aaron Patrik menemui aku dan Ivan di rumah sakit." Kata Jerry.


"Begitu juga boleh. Baiklah Tuan muda. Aku akhiri dulu panggilan ini. Menurut perhitungan ku, orang-orang dari MegaTown pasti sudah dekat." Kata tuan Syam.


"Silahkan Tuan Syam. Jaga jarak dan katakan kepada anak buah anda agar jangan melakukan tindakan apapun. Kalian cukup memperhatikan saja seperti apa cara main mereka ini. Sita juga ponsel milik tuan besar Aaron dan orang-orang nya agar tidak ada yang mengirim informasi kepada Robin atau para pengawal Villa itu. Aku tidak ingin Robin curiga dan membatalkan rencananya ini sehingga membuat aku harus menunggu lagi untuk membunuh nya." Kata Jerry.


"Saya laksanakan Tuan muda." Kata tuan Syam lalu mengakhiri panggilan tersebut.


"Black!!! Sita semua ponsel milik delapan anak buah tuan besar Aaron Patrik. Jangan biarkan mereka dapat mengirim informasi kepada Robin atau para pengawal di Villa Patrik!" Kata tuan Syam mengirim pesan suara kepada Black.


"Siap Tuan." Jawab Black singkat.


"Sudah beres. Ayo kita berangkat, Drako!" Ajak tuan Syam.


"Ok. Silahkan anda masuk ke mobil dan duduk lah dengan tenang, Tuan besar dan Tuan James!" Kata Drako dengan nada dibuat seramah mungkin.


Setelah semuanya memasuki mobil, Drako pun memecut laju mobil tersebut meninggalkan lokasi tadi dengan mengambil jalan memutar menuju Villa Patrik untuk mengintai apa yang akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2