
Setelah beberapa menit berselang, kini Ronald yang di dampingi oleh beberapa orang staf memberi laporan kepada Jerry bahwa untuk saat ini tidak ada perusahaan yang mengalami krisis.
Namun ada beberapa perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan stok bahan material setelah perusahaan Future of Company lebih menarik bagi pemasok dibanding dengan perusahaan konstruksi lain.
Beberapa perusahaan yang mengalami kesulitan tersebut adalah William Group, Patrik Group Company dan perusahaan Regnar.
Namun setelah William group telah di ambil alih oleh Jerry, maka dugaan yang sangat kuat saat ini adalah perusahaan Patrik Group yang berada di MegaTown. Sedangkan keluarga Regnar telah diambang kebangkrutan.
Setelah agak lama berfikir sambil mondar-mandir, Jerry akhirnya memutuskan agar sekitar 70 orang dari Dragon empire segera menyebar di sekitar Starhill menuju ke MegaTown.
"Paman Jeff.., segera pimpin orang-orang mu di sepanjang jalan menuju ke MegaTown! Pastikan kalian tetap berhubungan antara satu dengan yang lainnya!"
"Untuk Paman Ronald dan Paman Regan, kalian harus menunggu di Hillstreet! Pastikan kalian membuntuti armada pengangkut ini dari jarak tertentu. Ketika dapat dipastikan kemana arah tujuan yang jelas dari kendaraan berat ini, segera berkumpul. Jangan lakukan tindakan apa pun sebelum mereka melakukan transaksi?" Kata Jerry yang mulai mengatur rencana.
"Lalu apa yang akan kami lakukan dengan Paul ini Tuan muda?" Tanya Ronald ingin tau sebelum melakukan tindakan.
"Paul tidak akan kemana-mana. Berpura-pura lah kalian tidak mengetahui apa pun. Begitu transaksi selesai, segera ringkus orang yang menampung barang curian ini. Aku ingin melihat siapa dalang dari semua ini yang menyebabkan perusahaan ku mengalami kerugian." Kata Jerry.
"Kami mengerti Tuan muda. Anda tinggal menunggu kabar baik dari kami." Kata Regan dengan sangat percaya diri.
"Tarik 3 orang anak buah tuan Syam untuk bersembunyi dan merekam semua kegiatan transaksi nanti. Anak buah tuan Syam adalah ahli dalam melakukan hal seperti ini." Kata Jerry memerintahkan agar Ronald menarik anak buah tuan Syam untuk membantu merekam video transaksi. Kelak dengan Video ini lah Jerry akan mencekik leher Paul dan penampung barang gelap itu.
"Saya akan segera melakukan sesuai perintah anda Tuan muda." Kata Ronald.
"Baiklah.., semua sudah faham dengan kerja masing-masing bukan? Lakukan sesuai rencana dan segera bubarkan pertemuan ini!" Kata Jerry langsung melangkah keluar dari ruangan pertemuan itu.
Melihat Jerry melangkah keluar didampingi oleh Ryan, Daniel, David dan Kevin. Ronald buru-buru mengantar mereka berlima keluar menuju mobil sambil memayungi Jerry agar tidak terkena terik sinar matahari siang itu.
"Paman Ronald.., Austin akan kembali ke Starhill. Mungkin sebelum sore dia akan sampai. Ajak dia sekalian. Semakin banyak orang, akan semakin baik. Andai terjadi perkelahian nantinya, kalian bisa saling membantu karena memiliki jumlah yang ramai." Kata Jerry sambil berjalan dipayungi oleh Ronald.
__ADS_1
"Baik Tuan muda." Kata Ronald menjawab dengan singkat.
Sebaik saja Jerry meninggalkan halaman bangunan yang terletak dibelakang lotus mansion tersebut, Ronald kini segera memasuki ruangan dan mulai mengatur rencana penempatan posisi di setiap orang untuk mempermudahkan mereka berhubungan dengan segera ketika keadaan mulai tak terkendali.
"Baiklah.., semua sudah direncanakan dengan matang. Kami akan segera berangkat dulu." Kata Jeff yang kemudian memilih sekitar 70 orang dan segera bergerak menyebar di sepanjang jalan dari Hillstreet menuju ke simpang Metro city. Dengan begini mereka dapat mengetahui apakah barang-barang itu akan di bawa menuju Metro City atau ke MegaTown.
...***********...
Saat ini di lokasi proyek Hillstreet, tuan Paul tampak sangat berseri-seri wajahnya.
"Mood ku hari ini sedang baik. Aku akan memberikan kalian upah yang memadai karena sejak kemarin lembur terus." Kata tuan Paul memberikan amplop berisi uang kepada operator forklift dan crane termasuk Herey.
"Terimakasih Tuan Paul. Anda cukup murah hati. Saya menyesal mengapa baru sekarang mengenal anda." Kata Herey yang membuat hidung tuan Paul kembang kempis.
"Sudah aku katakan. Jika kalian mau bekerja sama dengan ku dan menuruti semua perintah, maka kalian akan memiliki uang yang banyak selain gaji pokok." Kata tuan Paul sambil menepuk dada.
Sebaik saja mobil yang dikendarai oleh tuan Paul menghilang dari pandangan, Herey segera melangkah menuju pos security dan mengambil sebuah kursi lalu duduk sambil mengipas-ngipas badannya dengan topi yang dia kenakan tadi.
"Herey..., apa yang kalian bicarakan tadi dengan tuan Paul?" Tanya Arslan penasaran.
"Biasalah Arslan. Kau seperti tidak tau saja buaya buntung itu. Dia memberiku uang. hahaha... Dia fikir uang segini ini sangat berarti bagi ku?" Kata Herey mencibir.
"Apa kau tidak ingat perintah tuan Ronald bahwa kita harus mengikuti arus?" Tanya Arslan.
"Bukan hanya tuan Ronald saja. Tuan muda juga memintaku untuk mengikuti apa saja yang dikatakan oleh Paul ini." Kata Herey menjelaskan.
"Kau sudah bertemu dengan tuan muda itu Herey?" Tanya Arslan dengan kekaguman.
"Aku sempat berbicara dengannya. Tapi aku tidak dapat melihat wajahnya. Itu karena wajah nya di tutupi dengan masker dan dia memakai kacamata hitam." Kata Herey dengan ekspresi wajah kecewa.
__ADS_1
"Herey.., setelah misi kita ini selesai, apakah kau akan kembali ke Metro city?" Tanya Arslan.
"Entahlah Arslan. Aku tidak tau. Jika tuan muda itu menginginkan aku untuk tetap di Starhill, maka tuan Syam tidak akan bisa menolak nya." Kata Herey.
"Aku merasa bahwa terlalu kebetulan mendapat pekerjaan disini. Awalnya aku begitu melarat. Aku di tolong oleh pemuda bernama Jerry. Dia juga yang mencarikan aku pekerjaan. Mempertemukan aku dengan tuan Ronald sampai lah terlibat langsung dalam misi pengungkap penyelewengan Ronald ini." Kata Arslan sambil mengenang masa-masa sulit yang dia hadapi.
"Arslan! Tadi kau menyebut nama Jerry? Apakah Jerry ini seorang pemuda berusia sekitar 22 tahun?" Tanya Herey dengan ekspresi yang sulit di ungkapkan.
"Bagaimana kau bisa tau Herey?" Tanya Arslan heran.
"Apakah.. Pasti dia orang nya." Kata Herey.
"Apa maksud mu Herey?" Tanya Arslan tidak mengerti.
"Kau beruntung Arslan. Kau bertemu langsung dengan tuan muda kita. Kau bahkan di tolong olehnya dan langsung di terjunkan kesini untuk membantunya mengungkap penyelewengan tuan Paul. Aku iri padamu Arslan. Tidak mudah bagi tuan muda kita memberi kepercayaan kepada orang yang baru dia kenal." Kata Herey sambil menepuk pundak Arslan.
"Apa...? Jerry itu tuan muda kita? Ah kau becanda Herey." Kata Arslan tidak percaya.
"Untuk apa aku becanda. Tuan Syam mengatakan kepadaku bahwa tuan muda pemilik perusahaan ini bernama Jerry William. Dia adalah cucu dari tuan besar Smith dan tuan besar William. Coba kau fikir tentang Jerry ini! Apakah begitu mudah baginya untuk bertemu dengan tuan Ronald? Orang biasa tidak akan bisa sembarang bertemu dengan tuan Ronald. Apa lagi meminta tuan Ronald untuk memberimu pekerjaan. Jangan pernah bermimpi Arslan!" Kata Herey dengan serius.
"Jika apa yang kau katakan barusan benar, alangkah rendah hati dan baik sekali tuan muda ini. Dia terlihat seperti biasa saja. Tapi siapa sangka bahwa Starhill ini adalah miliknya."
"Tuan muda kita memang begitu. Dia di besarkan dalam keadaan menderita selama 22 tahun. Oleh karena itu kau jangan kaget dengan penampilan nya. Selain untuk menyembunyikan identitas, dia memang orang yang terlalu bersahaja. Ini aku ketahui dari cerita tuan Syam." Kata Herey dengan sangat bersemangat.
"Bagaimanapun, aku berhutang budi kepadanya Herey. Berkat dia lah putri ku kini di rawat di rumah sakit. Dia juga mengirim penjaga untuk menjaga putriku agar aku bisa fokus dalam bekerja dan tidak khawatir tentang keadaan putri ku." Kata Arslan dengan terharu.
"Aku juga merasa bahwa dibalik sikap tegas tuan muda ini, dia menyimpan perasaan yang belas kasih. Pokoknya kita selesaikan tugas kita dengan baik disini. Setelah itu apapun nanti keputusan atasan, kita terima saja." Kata Herey yang segera diamini oleh Arslan.
Bersambung....
__ADS_1