
Mountain Lotus
Pagi itu, bertempat di sebuah bangunan yang sangat mewah serta megah, telah berlangsung pertemuan yang melibatkan seluruh anggota staf baik itu dari jajaran tertinggi di perusahaan, dewan direksi maupun dari pihak Future Fondation.
Pertemuan lintas usia dan jabatan itu diadakan bagi membahas rencana jangka panjang yang harus mereka ambil pasca kembalinya perusahaan itu kepada nama asalnya yaitu Smith Group Company.
Begitu semua sudah memasuki sebuah ruangan tempat rapat akan diadakan, suasana nya sudah sangat aneh bagi Ryan, Daniel dan Riko.
Betapa tidak, saat ini pandangan mereka sedang tertuju pada kursi Owner perusahaan yang sedang kosong.
Tidak ada seorang pun yang berani menduduki kursi tersebut. Dan sebagai gantinya, hanya ada Jas milik Jerry yang disampirkan pada kursi ketua itu.
Sementara itu, tepat di dinding belakang kursi, terlihat foto Jerry sambil tersenyum dengan bingkai besar terpampang di dinding ruangan dengan foto Presiden dan wakil presiden tepat di atas foto milik Jerry tersebut.
"Cek... Cek... Cek!"
"Harap perhatiannya semua!"
Suasana yang sedikit berisik tadi seketika berubah menjadi hening ketika terdengar suara Tuan Barry sebagai Presiden perusahaan memulai sidang rapat perusahaan.
__ADS_1
"Selamat pagi untuk semua yang hadir dalam rapat kali ini. Tuan Richard, Tuan Tomson, Tuan Rustam, Tuan Isa, Tuan Ricardo, Tuan Obery, Ronald, Austin, Daniel, Ryan, Riko dan segenap jajaran staf Smith Group Company, serta para pemegang saham sekalian!"
"Seperti yang telah kita ketahui bahwa sang Founder, Owner merangkap sebagai CEO di perusahaan Future of Company yaitu Jerry William saat ini sedang libur panjang dan mengembalikan perusahaan ini kepada kakek beliau yaitu Tuan besar Leon Smith. Sementara itu, mungkin karena mempercayai kita ataupun karena usia yang sudah tidak memungkinkan dan membatasi pergerakan beliau, dengan ini Tuan Besar Leon Smith telah mempercayakan kepada saya selaku presiden untuk menjalani roda perusahaan."
"Selain itu, untuk tetap menjaga keseimbangan dalam perusahaan serta untuk menjaga agar tidak ada pihak yang semena-mena dalam membuat keputusan, Tuan Smith selaku Founder sekaligus Chairman dalam perusahaan telah membentuk sebuah lembaga yang akan bertugas sebagai peninjau ulang dari setiap keputusan yang sudah di sepakati oleh direktur eksekutif dan dewan direksi.
Mereka yang terpilih sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas penyetujuan keputusan akhir serta memiliki wewenang dalam memantau aliran dana yang keluar antara lain adalah adik kita Daniel, Adik kita Riko serta adik kita Ryan dan mereka bertiga ini akan di bantu oleh Ivan Patrik sebagai konsultasi ataupun penasehat."
"Perusahaan, dewasa ini telah mengalami banyak peningkatan yang signifikan baik itu dari ketepatan waktu, pertumbuhan total aset, serta standart kualitas kerja yang terus terjaga. Perusahaan juga tidak mengalami apapun perubahan pasca libur nya sang pemilik. Hal ini di karenakan adanya Tuan-tuan sekalian yang siap bekerja sama untuk memajukan perusahaan dan mampu bersaing dalam dunia bisnis global. Tepuk tangan untuk anda-anda semua." Kata Tuan Barry disambut dengan tepuk tangan bergenuruh dari semua yang hadir di acara rapat itu.
"Saya selaku presiden di perusahaan ingin mengatakan dan perlu kalian garis bawahi bahwa tidak ada perombakan dalam jajaran staf serta dewan direksi. Semua tetap pada jabatannya masing -masing. Apakah ada bantahan atau masukan dari para hadirin sekalian?" Tanya Tuan Barry sambil memperhatikan semua hadirin.
Jadi, untuk beberapa orang yang telah kembali ke perusahaan Smith Group, bagaimana menurut Tuan Presiden? Apakah mereka akan di tempatkan di Hillstreet, New Village atau Country home?" Tanya Tuan Rustam."
"Hmmm... Sekarang mari kita dengan apa pendapat dari ketiga anak muda kita ini.
Silahkan siapa yang di antara kalian bertiga yang akan memberikan pendapat nya!" Kata Tuan Barry memberi kesempatan kepada Daniel, Ryan dan Riko untuk bersuara.
"Terimakasih Tuan Barry.
__ADS_1
Menurut saya sederhana saja. Makan tidak makan asal ngumpul." Kata Daniel membuat semua yang hadir di ruangan itu tercengang.
Hal ini juga sangat dirasakan oleh kedua sahabatnya. Bahkan Ryan sempat mencubit paha Daniel sebagai isyarat agar dia jangan main-main berbicara dalam pertemuan ini.
"Loh. Mengapa anda semua heran? Saya adalah anak muda yang akademik. Setiap orang memiliki Visi dan Misi serta filosofi dalam hidup untuk menyikapi sesuatu keadaan. Bagi ku, makan tidak makan asal ngumpul itu adalah sebuah filosofi hidup." Kata Daniel sambil memandang semua yang hadir di ruangan itu.
Daniel kembali melanjutkan. "Sebagai orang yang berada dalam wadah yang sama, tentunya kita harus bisa menyatukan ratusan buah pemikiran, menjadi satu kesatuan pendapat yang dapat membawa kita ke satu titik dari titik di mana kita berada saat ini. Semua itu perlu permusyawaratan. Maju mundur nya sebuah prestasi dalam perusahaan adalah karena sebuah keputusan yang kita ambil bersama. Jika perusahaan mendapat keuntungan, maka semua mendapat pujian. Jika perusahaan mengalami kerugian, maka semua akan merasakan resikonya dan kita perlu kembali untuk bermusyawarah dalam mencari berbagai solusi untuk setiap masalah. Itu adalah filosofi makan tak makan asal ngumpul." Kata Daniel menjelaskan.
"Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Daniel barusan." Kata Riko.
"Mari kita ambil contoh dari sebuah produk saja. Setiap perusahaan tentunya tidak ingin berada di level yang sama dengan level sebelumnya. Contoh yang paling mudah saja adalah smartphone. Jangankan di setiap tahun. Bahkan di setiap kesempatan pun mereka akan meng-upgrade perangkat ke satu tahap lebih tinggi dari tahap sebelumnya. Yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa. Jika tidak demikian, kita akan tetap berada di tempat yang sama tanpa perubahan. Ketika itu terjadi, kita hanya akan berada di bawah bayang-bayang kesuksesan masa lalu dan itu akan terus menjadi cerita pengantar tidur yang sama sekali tidak menjanjikan mimpi yang indah."
"Di sini saya ingin menambahkan sedikit tentang pendapat yang diberikan oleh kedua sahabat saya ini."
"Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, Inovatif. Meningkatkan kemampuan diri sendiri dalam berbagai aspek. Meningkatkan kemampuan dalam mengendus berbagai peluang yang ada serta memikirkan untung dan ruginya setiap keputusan yang di ambil.
Persaingan bisnis di era global ini lebih rumit karena kerja sama kita saat ini bukan hanya tentang pasar domestik saja. Jerry William selaku Owner dari perusahaan telah melebarkan sayapnya merambah kancah bisnis internasional yang melibatkan perusahaan-perusahaan di manca negara. Ini tantangan buat kita untuk terus berinovasi."
"Aku akui bahwa Jerry William memiliki otak yang sangat cerdas. Namun kembali lagi kepada kita. Jika kita kompak dan mau bermusyawarah, tentunya pemikiran yang kita miliki pasti bisa menandingi pemikiran yang ada pada diri Tuan muda Jerry William. Mungkin inilah makna dari filosofi yang di usung oleh Daniel tadi." Kata Ryan menambahkan.
__ADS_1
"Baik. Pembahasan kita masih panjang dalam rapat kali ini. Ini yang kita butuhkan dari anak muda. Mereka memiliki pemikiran modern yang masih segar. Keuntungan perusahaan Smith adalah, memiliki orang-orang di dalamnya dengan lintas usia dan generasi." Kata Tuan Barry kagum.