PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana nyaris gagal


__ADS_3

Semua mata kini memandang ke arah seorang lelaki muda yang lumayan tampan sedang melangkah bagaikan seorang pahlawan dengan dada membusung dan menebar pesona bagaikan dalam film Bollywood.


"Hey kalian! Apakah kalian tidak tau malu mengganggu seorang wanita?" Tanya pemuda itu.


Mendengar pertanyaan seperti itu membuat mereka yang ada di tempat itu serentak tertawa dan berkata, "Hey anak muda. Apakah kau sedang mencari penyakit?" Tanya salah seorang dari mereka.


"Penyakit kata mu? Jika kau bertanya tentang penyakit, maka aku lah penyakit itu." Kata pemuda itu sambil mendongak menepuk dada.


"Hey kira-kita tuan muda bakalan marah atau tidak jika aku katakan bangsat?" Kata seorang lelaki kepada teman di sampingnya dengan berbisik.


"Mana aku tau. Kau coba saja lah!" Jawab orang yang di tanya tadi.


"Coba saja ya?!"


"Hey bangsat. Berani sekali kau ikut campur urusan kami. Apa kau sudah bosan dengan wajah tampan mu itu hah? Hey nak. Pulang lah dan jangan ikut campur urusan orang tua!" Bentak lelaki itu.


"Kalian terlalu berengsek untuk dibiarkan melakukan sesuka kalian di tempat ini. Sekarang kau hanya punya satu pilihan. Biarkan gadis itu pergi!" Kata pemuda itu masih tetap berdiri angkuh sambil berkecak pinggang.


"Hey teman-teman. Ayo kita bantai pemuda itu! Setelah itu giliran gadis ini. kau sabar ya manis! Nanti kita akan bersenang-senang." Kata lelaki itu sambil mencolek dagu gadis itu.


"Puih...?! Dasar tidak tau malu. Aku tidak punya urusan dengan kalian." Kata gadis itu sinis lalu bergegas berlalu dari tempat itu ingin masuk ke dalam restoran.


"Kurang ajar. Halangi betina binal itu!" Kata salah seorang dari mereka dengan berang.


Tak lama setelah suara perintah itu hilang, kini masing-masing dari mereka terbagi menjadi dua kelompok dan mulai mengepung pemuda dan gadis itu.


"Tuan muda. Maafkan kami jika nanti wajah anda benjol." Kata mereka berbisik ke telinga pemuda itu.


"Hajar saja lah! Yang benjol kan wajah ku bukan wajah kalian." Kata pemuda itu.


"Boleh kan kalau kami berbicara kasar kepada anda?" Tanya mereka lagi.


"Bukankah tadi sudah ada di antara kalian yang mengatakan 'bangat' kepada ku?"


"Emm.., anu. Maaf Tuan muda." Kata mereka.


"Cepat lah serang! Jika begini terus nanti gadis asing itu jadi curiga." Kata pemuda itu.


"Baiklah. Lihat serangan!" Kata lelaki itu sambil mengayunkan tinju nya.


Pertarungan yang tidak seimbang itu akhirnya pecah juga melibatkan seorang gadis asing di bantu oleh seorang pemuda tampan di keroyok oleh lebih 10 orang lelaki berbadan tegap dan garang.


"Ciaaaat..?!..

__ADS_1


Begh... ?!


Uhuuuk...?!


"Wadaw maaaak... Modar aku." Kata pemuda itu terjengkang akibat terkena tendangan si pengeroyok.


"Wey... Kau gila? Jangan terlalu keras! Mentang-mentang Tuan muda tidak melawan, seenaknya saja kau main hajar."


"Maaf. Aku kebablasan."


Sementara itu di lain sisi wanita yang di keroyok sekitar lima atau enam orang lelaki itu juga tidak kalah terdesak.


"Black.., beri tanda kepada anak buah mu untuk tidak terlalu keras kepada gadis itu!" Kata pemuda itu sambil memeluk Black dan menendang bagian perut lelaki itu menggunakan lutut nya.


"Baik Tuan muda." Kata lelaki yang dipanggil dengan sebutan Black itu.


Persis seperti yang telah di rencanakan, pertarungan itu sendiri bubar begitu saja ketika pihak kepolisian datang untuk melerai perkelahian itu.


"Polisi..."


"Ayo lari...!"


Begitu mendengar ketua mereka menginstruksikan untuk kabur, tanpa menunggu perintah kedua kali lagi, para pengeroyok itu langsung kabur melarikan diri di antara gang-gang toko dan restoran lalu hilang ditelan kegelapan.


Ketika polisi itu tiba, mereka langsung menghampiri gadis yang bersimbah keringat dengan nafas megap-megap itu dan mulai menanyakan apa penyebab perkelahian itu terjadi sambil meminta kartu tanda pengenal milik gadis tersebut.


Sang gadis pun menceritakan kejadian keseluruhannya kepada pihak kepolisian.


Ketika ditanya apakah dia akan memperpanjang masalah ini, sang gadis pun menjawab tidak perlu. Ini karena dia tidak ingin masalah ini mengganggu kelancaran tugas yang telah diberikan Fardy kepada dirinya dan Kakak nya.


"Baiklah Nona Jessica. Jika ada apa-apa yang bisa kami bantu, harap untuk tidak sungkan untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Kantor kami buka selama 24 jam setiap hari bagi melayani masyarakat." Kata pak polisi itu sambil menyerahkan pasport milik gadis yang bernama Jessica itu.


"Terimakasih pak polisi." Kata Jessica tersenyum lalu berjalan memasuki restoran tanpa memperdulikan pemuda yang tadi menjadi pahlawan kesiangan.


Sementara itu di samping lorong tidak jauh dari tempat perkelahian tadi, tampak beberapa orang merapat ke dinding mengingat seluruh kejadian lalu salah seorang dari mereka berbisik. "Kasihan tuan muda. Gadis itu sama sekali tidak memperdulikannya."


"Iya benar katamu Black. Apakah rencana kita ini telah gagal?" Tanya salah seorang di samping lelaki bernama Black tersebut.


"Entah lah. Kita lihat saja." Kata Black.


Sementara itu begitu si pemuda yang di keroyok itu merasa bahwa tidak ada yang memperdulikan dirinya, dia pun langsung bangkit berdiri dan berjalan kaki dengan gontai meninggalkan lokasi perkelahian tadi dengan pakaian acak-acakan persis seperti gelandangan.


Dia terus berjalan bermaksud hendak menuju ke mobil nya yang sengaja di parkir jauh dari lokasi perkelahian tadi. Namun belum lagi niat itu terlaksana, kini dari arah belakang terasa sinar lampu menyorot tepat di belakang punggung nya.

__ADS_1


Karena merasa penasaran, pemuda itu membalikkan tubuh dan sambil menyipitkan matanya, dia menatap ke arah cahaya yang ternyata dari sorot lampu mobil berwarna abu-abu.


Tak lama setelah itu tampak seorang wanita turun dari mobil tersebut dan setengah berlari menghampiri pemuda itu.


"Maaf Kak. Aku tadi terlupa kepada mu untuk mengucapkan terimakasih. ini karena aku terlalu sibuk menjawab pertanyaan dari pak polisi tadi." Kata gadis itu begitu tiba di dekat pemuda itu.


"Ah tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dilupakan." Kata pemuda itu dengan nada di buat mengiba sedemikian rupa membuat gadis itu menatap kearahnya dengan perasaan kasihan.


"Apa kau terluka Kak? Jika kau terluka, aku akan mengantarmu ke klinik terdekat." Kata gadis itu menawarkan bantuan.


"Ah tid.., tidak apa-apa. Tidak perlu susah-susah. Aku bisa pergi sendiri." Kata pemuda itu menolak tawaran gadis itu.


"Baiklah Kak. Jika begitu, apakah aku boleh meminta informasi kontak mu?" Tanya gadis itu.


"Oh boleh." Kata pemuda itu sambil menyebutkan nomor ponsel miliknya.


"Satu lagi Kak. Bolehkah aku mengetahui siapa nama mu?" Kata gadis itu lagi.


"Namaku Jerry." Kata pemuda itu.


"Jerry? Apakah itu Jerry william?" Tanya gadis itu dengan kening berkerut.


"Hahaha... Terimakasih karena telah menyandingkan antara aku dengan orang yang kaya raya itu." Kata Jerry sambil tertawa.


"Oh ya. Siapa nama mu. Dari tadi kau bertanya terus." Kata Jerry sambil mengulurkan tangan nya.


"Nama ku Jessica." Jawab gadis itu sambil menyambut uluran tangan Jerry.


"Aw..." Kata Jerry pura-pura kesakitan.


"Oh maaf. Apakah tangan mu sakit?" Tanya Jessica.


"Ah tidak. Tidak apa-apa. Besok juga akan sembuh." Kata Jerry.


"Oh ya Jessica, kau sepertinya bukan orang sini. Terlihat dari wajah dan logat bahasa mu. Dari mana asal mu?" Tanya Jerry.


"Emm.., aku berasal dari Hongkong. Aku datang ke negara mu ini untuk melanjutkan studi ku. Namun aku belum menemukan university yang bagus. Oh ya Jerry, senang berkenalan dengan mu. Aku sedang buru-buru. Terimakasih karena telah membantu ku. nanti jika ada waktu, aku akan menghubungi mu." Kata gadis itu dengan senyum manis.


"Ya. Senang juga berkenalan dengan mu. jangan sungkan untuk menghubungi ku, kau harus mentraktir ku makan sesuatu." Kata Jerry becanda.


"Tidak masalah. kau tunggu saja." Kata Jessica lalu berbalik dan masuk ke mobilnya.


Tak lama kemudian mobil berwarna abu-abu itu pun meluncur meninggalkan Jerry yang berpura-pura melambaikan tangannya sambil bersiul-siul melangkah menuju mobil Lamborghini nya yang terparkir tidak terlalu jauh dari tempat dia dan Jessica ngobrol tadi.

__ADS_1


__ADS_2