PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Transaksi di mulai.


__ADS_3

Jewel star. Pukul 7 menjelang malam.


Mobil Mercedez sport AMG GT melaju dengan santai lalu berhenti di tempat parkir yang agak terlindung di samping bangunan rumah susun 7 lantai itu.


Tak lama setelah itu, tampak seorang pemuda memakai jaket hitam keluar dari mobil tersebut dan langsung memasuki lorong lalu berbelok menaiki tangga menuju pintu bernomor A 12.


Setelah mengetuk pintu, tampak seorang lelaki membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan lelaki tadi untuk masuk.


Kini tampak beberapa lelak yang berjumlah sekitar 10 orang sedang menatap ke arah lelaki yang baru sampai tadi dengan tatapan penuh selidik.


"Kalian tidak perlu curiga. Orang ini adalah rekan baru kita." Kata lelaki yang membukakan pintu tadi.


"Mike, kenalkan kepada kami siapa orang ini." Kata salah seorang dari mereka.


"Mengapa kalian seperti melihat hantu?" Tanya lelaki yang baru sampai itu.


"Ah.., sudahlah Ryan. Wajar jika mereka mencurigai mu. Ini karena pekerjaan kami ini sangat beresiko. Kami takut jika kau adalah mata-mata dari pihak kepolisian." Kata lelaki yang bernama Mike itu.


Mendengar perkataan Mike, Ryan lalu berdiri di tengah-tengah ruangan dan mulai berkata. "Jika kalian mencurigai ku, kalian bisa memeriksa ku sekarang!" Kata Ryan sambil merentangkan tangannya siap untuk di periksa.


"Maafkan kami anak muda. Kami tidak bermaksud menyinggung perasaan anda."


"Kalian telah menyinggung perasaan ku dengan memasuki area kekuasaan ku secara membabi-buta. Kalian mencurigai ku di rumah ku sendiri. Apakah itu pantas?" Kata Ryan yang berpura-pura tersinggung.


"Ah sudah lah Ryan. Oh ya, Apakah mau membawa uang nya bersama mu saat ini?" Tanya Mike.


"Masalah uang itu hal yang sangat sepele bagi ku. Kau akan mendapatkan uang itu Mike." Kata Ryan sambil duduk dan meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Apa kalian tidak memiliki sedikit untuk di pakai sambil menunggu?" Tanya Ryan.


"Itu lah masalahnya Ryan. Barang yang aku berikan kepada mu itu adalah stok terakhir yang ada pada ku." Kata Mike menyesal.


"Sama Ryan. Kami semua juga kehabisan barang." Kata yang lainnya.


Ryan tampak gelisah lalu membuka jaket nya dan tampak dari saku jaket Ryan jatuh seikat uang dalam jumlah 10 ribu yang membuat mata mereka terbelalak melihat Ryan hanya acuh menepikan uang tersebut dengan ujung sepatu nya.


"Apakah kau menganggap uang itu sampah Ryan?" Tanya Mike.


"Saat ini uang bagiku sama sekali tak berarti. Aku hanya ingin barang itu." Kata Ryan sambil melemparkan uang itu ke atas meja.


"Tunggu lah sebentar lagi Ryan. Ramond akan sampai. Saat ini dia sedang dalam perjalanan." Kata Mike.


"Siapa itu Ramond?" Tanya Ryan.


"Ramond ini adalah anak buah Sendiego. Dia juga adalah ketua kami." Kata Mike.


"Seerrr..."


Berdesir darah Ryan mendengar nama Sendiego ini di sebut.

__ADS_1


"Ternyata benar dugaan ku bahwa barang haram itu berasal dari Country home. Kalian tunggu lah. Ini tidak akan lama. Ucapkan selamat tinggal kepada dunia!" Kata Ryan dalam hati.


...*********...


"Target telah tiba."


"Target telah tiba."


"Di copy di copy.."


"Tuan muda.., saat ini tiga unit mobil dengan plat nomor Country home telah sampai di Jewel star. Apa instruksi dari anda selanjutnya?"


"Tunggu sampai mereka keluar dari mobil dan biarkan mereka masuk terlebih dahulu!"


"Baik Tuan muda."


"Paman Ronald masuk..! Paman Ronald masuk!"


"Ronald di sini Tuan muda."


"Perhatikan pergerakan target. Biarkan mereka masuk kedalam bangunan itu. Setelah itu, tugas anda adalah mengamankan pengunjung toko agar tidak berada di luar bangunan Jewel Star."


"Siap Tuan muda."


"Paman Regan.. Paman Regan.."


"Regan di sini... Regan di sini..."


"Regan mendengar perintah."


"Herey.., siapkan diri anda! Ketika mereka sedang melakukan transaksi, segera rekam video!"


"Herey siap Tuan muda. Semua alat kamera telah terpasang."


"Apakah Anda menggunakan kamera 360?"


"Betul sekali Tuan muda."


"Bagus. Lakukan sesuai rencana."


Pembicaraan melalui interkom itu berakhir dan mereka yang terlibat dalam misi kali ini telah bersiap sedia sepenuhnya.


...*...


Seorang pemuda tampak keluar dari ruangan Manager Olive dan buru-buru menuruni tangga diikuti oleh dua orang pemuda lainnya dari belakang.


"Kalian siap?"


"Kami siap Tuan muda."

__ADS_1


"Bagus! Kita akan mulai tidak lama lagi."


"Paman Jeff dan Paman Austin.., bersiaplah! Kita keluar sekarang."


"Baik Tuan muda."


...*...


Saat ini di tempat parkir, tampak sekitar delapan orang lelaki memasuki lorong sambil membawa tas dan menghilang di balik tikungan dengan menaiki tangga.


Setelah rombongan itu sampai di kamar dengan pintu bernomor A 12, Lelaki yang paling depan segera mengetuk pintu.


Tampak pintu kini mulai di buka dari dalam dan lelaki tadi tanpa basa-basi langsung masuk dan memperhatikan mereka semua yang ada di tempat itu dengan tatapan tajam.


"Siapa lelaki ini Mike?" Tanya lelaki berbadan tegap itu.


"Namanya adalah Ryan. Dia adalah pelanggan Baru kita Ramond." Kata Mike menjelaskan.


"Plak..."


"Bodoh sekali kau Mike! Kau berani membawa orang asing masuk kedalam sarang kita. Kamu benar-benar bajingan."


"Bug..."


Terdengar suara tamparan di susul dengan suara tendangan secara beruntun membuat tubuh Mike kini meringkuk di lantai.


"Jaga amarah anda Tuan. Saya datang kemari dengan maksud baik dan ingin melakukan transaksi dengan anda." Kata Ryan.


"Hmmm.., anak muda. Aku sangat mengenal mu. Bukan kah kau dulu yang berangkat ke Metro city bersama dengan tuan muda dari keluarga William itu?" Tanya Ramond dengan tatapan penuh selidik.


Mendengar pertanyaan ini membuat Ryan merasa kedok nya sudah terbongkar. Namun dia dengan cepat berusaha menguasai diri.


"Ya benar. Waktu itu mereka mampu membayar ku dengan bayaran mahal. Oleh karena itu aku menyanggupi untuk menjadi pengawal tuan muda keluarga William itu." Kata Ryan.


"Apakah kau memiliki foto tuan muda itu? Jika kau memilikinya, Aku akan memberimu barang dengan cuma-cuma." Kata Ramond.


"Ah Tuan.., itu adalah privasi. Bagi ku, mengkhianati kepercayaan orang adalah hal yang tabu untuk di lakukan. Tapi sekali lagi aku ingin bertanya, bagaimana anda tau tentang diri ku dan bagaimana anda tau bahwa aku pernah menjadi pengawal tuan muda dari keluarga William?" Tanya Ryan.


"Sebelum aku kemari, sudah pasti aku mempersiapkan segala sesuatu nya. Ketahui lah bahwa aku mengenal mu dari seorang wanita. Namun ketika aku menanyakan seperti apa Jerry William itu, dia meminta harga terlalu tinggi dan Boss ku sengaja menunda itu. Dia juga memberi ku keterangan tentang dirimu yang sempat mengalami over dosis di hotel teratai. Itu lah sebabnya aku percaya padamu jika kau memang benar-benar bukan lah mata-mata dari pihak kepolisian."


"Ah.., Terimakasih atas kepercayaan anda. Tapi aku tidak memiliki banyak waktu untuk basa-basi ini. Apakah anda bisa memberikan sedikit kepada ku? Aku begitu lapar saat ini." Kata Ryan.


"Apakah ku membawa uang itu?" Tanya Ramond.


"Ya aku membawa uang tersebut. Sekarang aku ingin melihat seperti apa barang yang kau bawa." Kata Ryan.


"Hahaha... Anda terlalu berhati-hati Ryan. Tapi baiklah. Kau boleh melihat. Hanya melihat tanpa menyentuh. Karena sistem kerja kami adalah, Ada uang, ada barang." Kata Ramond sambil membuka tas koper yang mereka bawa.


Setelah semua koper telah di buka, tampak lah kini butiran kristal yang terbungkus rapi dalam kemasan membuat mata semua orang melotot dengan lidah berulang kali membasahi bibir mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2