PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Telepon dari tuan Syam.


__ADS_3

Baru saja Jerry selesai mengungkapkan perasaan dan isi hatinya kepada Clara sambil di saksikan oleh sahabat-sahabat yang berada di tingkat paling atas hotel teratai tersebut, tiba-tiba saja ponsel milik Jerry berdering menandakan seseorang sedang meneleponnya.


Walau sedikit merasa kesal karena suara deringan telepon itu merusak suasana romantis yang dia bangun dengan susah payah, namun Jerry tetap juga mengeluarkan ponsel nya dan riak wajah serius langsung terbersit di wajah itu begitu dia mengetahui siapa orang yang sedang menelepon diri nya.


"Hallo Tuan Syam. Ada apa anda menelepon ku malam ini?" Tanya Jerry kepada si penelepon yang ternyata adalah tuan Syam itu.


"Maaf Tuan muda jika panggilan telepon ku ini mengganggu acara anda. Tapi ini karena ada hal penting yang harus saya sampaikan." Kata tuan Syam di seberang sana.


"Aku mendengarkan. Silahkan anda sampaikan hal penting apa itu?!" Kata Jerry.


"Begini Tuan muda. Anak buah ku mengatakan bahwa ada sepasang warga asing yang menyatroni Villa Patrik. Setelah aku menyelidiki, ternyata orang ini berasal dari Villa Ramendra di MegaTown." Kata tuan Syam.


Mendengar ini, Jerry langsung melonggarkan dasi nya dan berjalan menuju ke pinggir dekat pagar tingkat atas ruangan tanpa atap itu. Dia hanya memandang jauh ke depan sambil memikirkan apa lagi masalah yang akan ditimbulkan oleh keluarga Ramendra ini.


"Tuan Syam, bukankah Ramendra ini telah mati? Apakah ini perbuatan mantan istri Robin?" Tanya Jerry dengan kening berkerut tajam.


"Besar kemungkinan bahwa ini adalah pekerjaan dari mantan istri Robin. Alasannya sangat sederhana, yaitu dendam, karena Robin telah meninggalkan keluarga itu di saat mereka sedang terpuruk. Tapi ada hal yang tidak anda ketahui dan hal ini juga memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya." Kata tuan Syam.


"Lanjutkan Tuan Syam." Pinta Jerry.


"Tuan muda.., Ramendra ini sebenarnya memiliki seorang anak lelaki. Saat ini anak Ramendra ini tinggal di Hongkong sebagai mafia yang bergerak di bidang pemerdagangan gadis-gadis, memproduksi obat-obat terlarang, menjalankan bisnis perjudian secara ilegal dan yang terakhir, bisnis baru nya adalah memproduksi film biru dan mengedarkannya melalui website dan sebagian secara online di black market." Kata tuan Syam.


Lalu dia menambahkan, "Anak buah ku mengatakan bahwa sepasang muda-mudi warga negara asing ini sepertinya berasal dari hongkong dan setelah di selidiki, mereka ini baru tiba di negara ini sekitar 3 hari yang lalu. Aku menilai bahwa mereka menyatroni Villa Patrik ini karena ingin menargetkan Robin. Itu adalah kemungkinan yang terbesar." Kata tuan Syam lagi.


"Hmmm.., itu berarti masalah baru akan segera timbul dan akan menggoncang Metro city." Kata Jerry mengungkapkan perkiraannya terhadap masalah apa yang bakalan terjadi.


"Benar Tuan muda." Kata tuan Syam membenarkan prediksi dari Jerry.


"Namun ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Ini adalah, setelah Robin berhasil mereka bereskan, maka target selanjutnya adalah Daniel dan Ryan." Kata tuan Syam.

__ADS_1


Degh....?!


Berdebar jantung Jerry mendengar perkataan dari tuan Syam ini. Dia jelas bisa menangkap arah dari perkataan yang baru saja diucapkan oleh lelaki setengah baya melalui telepon itu.


"Jika tujuan mereka adalah balas dendam, Maka setelah Robin, mereka pasti akan memburu Daniel dan Ryan. Ini karena kedua anak muda itu terlibat sangat dalam bagi kehancuran Ramendra. Mereka tidak mengetahui bahwa anda masih hidup. Jadi, sasaran mereka adalah Daniel, Ryan serta Future of Company." Kata tuan Syam lagi.


"Apa bedanya mereka mengira aku masih hidup atau telah mati? Jika mereka mengusik orang-orang yang dekat dengan ku, maka itu jelas telah menantang ku untuk bertarung dengan mereka. Jika itu yang mereka inginkan, aku akan menjadikan Negara ini terasa sangat sempit bagi mereka bahkan Hongkong pun akan aku buat menjadi neraka bagi kedua orang ini sampai menarik nafas pun mereka tidak akan memiliki waktu." Kata Jerry dengan tangan terkepal menahan emosi.


"Lalu menurut anda, apa yang harus kami lakukan? Apakah kami bertindak segera dengan menyingkirkan pasangan dari Hongkong ini?" Tanya tuan Syam.


"Jangan! Mereka adalah orang-orang bayaran. Percuma saja membunuh kedua orang itu jika biang keladi nya tidak bisa kita atasi. Katakan padaku siapa nama anak Ramendra yang berada di Hongkong itu?" Tanya Jerry.


"Nama anak lelaki Ramendra ini bernama Fardy." Kata tuan Syam menjawab pertanyaan dari Jerry.


"Fardy..?! Baik lah. Kalau begitu tugaskan anak-anak untuk menyelidiki bandara dan juga menyelidiki Villa Ramendra di MegaTown. Gunakan Kantor besar proyek kita di MegaTown sebagai base camp untuk mengatur pergerakan." Kata Jerry memberikan perintah.


"Segera akan saya laksanakan." Kata tuan Syam.


"Aku tidak benar-benar ingin mengembalikan perusahaan itu. Semua yang aku lakukan adalah karena kakek terlalu memaksa ku untuk menikahi Lorna putri keluarga Walker. Sesekali orang tua itu harus dikerasi supaya dia tau bahwa masadepan ku adalah milik ku dan masa depan perusahaan adalah tanggung jawab bersama." Kata Jerry.


"Syukurlah jika anda masih tetap menjadi boss besar dalam perusahaan. Ini karena, tidak ada yang sanggup mengemban tugas seperti yang anda lakukan. Jackson dan Kenny tidak memiliki dukungan dari siapa pun. Sedangkan anda berbeda. Di sisi anda ada Ryan dan Daniel yang memiliki pendidikan dan otak yang cerdas. Mereka mampu memanfaatkan sebuah peluang walau sekecil lubang jarum sekali pun. Ini yang tidak di miliki oleh orang lain. Anda juga ada Riko, Arslan dan beberapa bawahan lainnya yang bahkan siap mati untuk anda. Siapa lagi yang memiliki hal seperti anda? Bahkan mendiang Wilson pun tidak memiliki sahabat seperti sahabat yang anda miliki." Kata tuan Syam.


"Tuan Syam. Aku akan memberitahukan kepada Ivan tentang bahaya yang sedang mengintai keluarga nya. Anda teruslah selidiki orang asing itu dan juga jangan lupa untuk terus memantau penerbangan dari Hongkong ke negara ini! Aku ingin tau kapan si Fardy ini akan kembali ke MegaTown." Kata Jerry memberi perintah.


"Baik Tuan muda. Anda bersenang-senang lah. Saya akan mengurus semua yang anda perintahkan." Kata tuan Syam.


"Sudah tidak ada waktu lagi untuk bersenang-senang. Saatnya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi." Kata Jerry.


Setelah panggilan telepon itu berakhir, mereka yang melihat ekspresi tegang di wajah Jerry segera bertanya.

__ADS_1


"Ada apa Jerry? Siapa yang telah menelepon mu?" Tanya Riko.


"Wajah mu terlihat sangat tegang, Jerry. Ada apa?" Tanya Daniel pula.


Jerry tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Dia malah menghampiri Ivan dan berkata, "Ivan. Apakah kau bisa segera kembali ke Metro city malam ini juga?" Tanya Jerry.


"Ada apa Jerry? Apakah kau marah kepada ku atau sengaja ingin mengusir ku dari tempat ini?" Tanya Ivan sambil becanda.


"Saat ini aku serius. Dengar baik-baik! Tadi tuan Syam menelepon ku dan mengatakan bahwa tiga hari yang lalu ada sepasang muda-mudi yang datang dari Hongkong. Mereka telah menyatroni Villa Patrik mu. Dugaan ku dan tuan Syam adalah, bahwa kedua orang itu adalah ahli bela diri yang sengaja di utus oleh Fardy anak lelaki Ramendra untuk mengincar keluarga mu terutama ayah mu Robin." Kata Jerry.


Begitu mendengar penjelasan dari Jerry, kini tanda tanya di hati mereka terjawab sudah mengapa tadi wajah Jerry kelihatan sangat tegang sekali.


"Jerry.., apakah tuan Syam mengatakan bagaimana keadaan keluarga ku saat Ini?" Tanya Ivan mulai panik.


"Saat ini belum. Tapi yang jelas, jika mantan ibu tiri mu dan adiknya sangat mendendam kepada Ayah mu. Terus terang saja bahwa ayah mu saat ini sedang dalam bahaya." Kata Jerry.


"Aku harus segera kembali malam ini juga. Jika tidak, Aku tidak akan bisa tenang." Kata Ivan bergegas bangkit dari kursi nya.


"Tinggalkan mobil mu di sini. Aku akan meminta tuan Barry untuk menyiapkan Helikopter untuk mu." Kata Jerry.


"Kapan kau akan datang ke Metro city, Jerry?" Tanya Ivan.


"Secepatnya. Ini karena aku harus meninjau proyek di Hillstreet dan Country home terlebih dahulu. Mungkin lusa aku sudah berangkat dari sini menuju Metro city." Jawab Jerry.


"Baiklah Jerry. Aku berharap agar kita bisa secepatnya bertemu kembali di Metro city." Kata Ivan sambil memeluk Jerry.


"Ingatlah untuk tidak membiarkan ayah mu keluar Villa terlalu lama. Ini bisa berbahaya bagi keselamatan dirinya." Kata Jerry.


Sebenarnya dia tidak terlalu memikirkan Robin mau terbunuh atau tidak. Dia hanya tak ingin musuh nya berhasil dengan mudah melakukan tugas nya. Bagaimana pun, dia menginginkan Robin berlutut meminta belas kasihan kepadanya.

__ADS_1


Tidak lama setelah Jerry meminta bantuan kepada tuan Barry untuk mengirim helikopter agar Ivan bisa segera sampai di Metro city, Jerry pun berangkat meninggalkan Hotel tersebut untuk kembali ke Starhousing diikuti oleh sahabat-sahabat yang lainnya.


Bersambung...


__ADS_2