PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Riko menerima tawaran dari Sendiego


__ADS_3

Bab 106


Sore itu sorang pemuda sedang berjalan gontai menuju sebuah bangunan yang tidak seberapa besar.


Dia tampak seperti tidak ter-urus, kumal dan dekil dengan beberapa memar di wajah nya.


Begitu dia tiba di depan bangunan tersebut, dia segera mendorong pintu dan segera masuk tanpa mengabaikan seorang wanita yang bertugas sebagai penyambut tamu di pintu masuk itu.


Wanita yang kaget dengan kedatangan lelaki muda itu segera menghalangi nya sambil bertanya, "Maaf Tuan muda, apakah anda sudah memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang disini?" Tanya wanita itu.


"Aku ingin menemui Sendiego atau Manajer Alice. Katakan kepada mereka bahwa Riko ingin bertemu dengan mereka!" Kata pemuda yang ternyata adalah Riko adanya.


"Baik Tuan. Silahkan anda menunggu sebentar. Saya akan menghubungi tuan Sendiego." Kata wanita itu dengan sedikit jijik melihat tampang Riko yang sangat dekil itu.


Bagaimana Riko tidak dekil dan nyaris seperti gembel? Ini karena setelah habis di pukuli oleh anak buah Sendiego, tas ransel, dompet serta ponsel nya juga di jarah. Oleh sebab itu lah Riko terlihat sangat memperhatikan saat ini.


Setelah menunggu agak beberapa lama, kini tampak seorang wanita tadi berjalan menuju ke kursi tempat duduk Riko bersama dengan seorang lelaki setengah baya dan wanita muda lainnya.


Belum lagi lelaki setengah baya itu sampai di tempat Riko duduk, dia sudah tersenyum dan tertawa senang.


"Wah.., Riko-- Riko--- Riko. Aku tidak menduga kau akan datang secepat ini." Kata lelaki setengah baya itu sambil tersenyum riang.


"Tuan Sendiego, aku datang ke sini bukan udah beramah-tamah atau untuk sekedar mendengarkan basa-basi dari anda. Sekarang katakan! Apa yang harus aku lakukan untuk dapat membayar hutang ku kepada mu?" Tanya Riko dengan tatapan bengis.


"Aku suka.., aku sangat suka. Ikuti aku!" Kata Sendiego sambil melangkah menuju sebuah ruangan.


Riko yang merasa tidak perlu untuk takut apa lagi sungkan segera mengikuti Sendiego memasuki ruangan itu.


"Riko.., apa yang terjadi dengan mu?" Tanya seorang wanita muda dan cantik sebaik saja Riko melintas di hadapannya.

__ADS_1


"Nona Alice.., urus saja pekerjaan mu dan jangan urusi aku." Kata Riko dengan acuh.


Riko lalu meninggalkan kedua wanita itu dan segera memasuki ruangan dimana Sendiego tadi masuk.


"Tuan Sendiego.., aku sudah berada di sini saat ini. Tolong katakan apa yang harus aku lakukan untuk bisa melunasi hutang ku kepadamu?" Tanya Riko sebaik saja dia sampai di depan meja di mana Sendiego duduk.


"Hahaha..., sabar Riko. Kau terlalu terburu-buru. Tapi baiklah. Aku tidak akan berbasa basi lagi."


"Katakan saja Tuan! Aku akan menuruti kemahuanmu asalkan ibu ku harus kau bebaskan dengan segera." Kata Riko.


"Aku tidak pernah menyandra ibumu Riko. Itu bukan pekerjaan yang menguntungkan. Tapi jika kau membuat ulah, maka aku bisa menghabisi keluarga mu dengan mudah." Kata Sendiego mengancam.


"Begini Riko..., aku melihat bahwa kau pandai bertarung. Kau juga sangat gesit dan lincah. Dan yang paling aku suka adalah usia mu yang masih sangat muda." Kata Sendiego memuji.


"Lalu?" Tanya Riko.


"Cepat lah katakan Tuan Sendiego!" Desak Riko yang mulai hilang kesabaran nya.


"Baiklah. Aku akan menjelaskan pekerjaan nya."


"Dua hari lagi, Arena tarung bebas yang aku kelola secara ilegal akan kedatangan seorang petarung dari negara 'T'. Aku ingin kau turun untuk melawan orang ini dan memenangkan pertarungan itu. Masalah bayaran, kau pasti akan sangat tergiur karena, aku akan memberikan mu bayaran sebanyak lima puluh ribu Dollar jika kau bisa mengalahkan petarung itu. Bagaimana?" Tanya Sendiego dengan tersenyum jahat.


"Lima puluh ribu Dollar jika aku memenangkan pertarungan itu. Lalu bagaimana jika aku kalah?" Tanya Riko dengan penasaran.


"Hahaha..., jika kau kalah, maka aku akan melempar mu ke jalanan untuk menjadi gembel. Atau kau akan menjadi budak ku sampai hutang mu lunas." Kata Sendiego sambil menatap lurus-lurus ke bola mata Riko.


"Hahaha..., jika kau merasa bahwa aku takut dengan ancaman mu, maka kau salah besar Sendiego. Di sini hanya ada kita berdua. Bahkan jika aku nekat membunuh mu di sini, itu bukan lah sesuatu yang sulit bagi ku." Kata Riko kembali tertawa dingin.


"Lalu, mengapa tidak kau lakukan?" Tantang Sendiego sambil merentangkan tangan nya.

__ADS_1


"Kau-- Kau-- Kau memang bajingan Sendiego. Aku tau bahwa kau masih menjadikan keluarga ku sebagai jaminan bagimu. Kau begitu menjijikkan Sendiego." Kata Riko dengan geram.


"Praaak..."


"Riko! Aku masih bersabar dengan mu. Jika tidak, sejak kemarin kau pasti sudah jadi makanan anjing liar." Kata Sendiego sambil memukul meja.


"Tapi kau tidak melakukannya kan?" Ejek Riko.


"Sekarang kau mau menerima tawaran ku atau tidak? Jika tidak, maka kau tidak akan bisa keluar dari ruangan ini." Kata Sendiego sambil membanting sepucuk senjata api di atas meja.


"Selain senjata api, apa lagi yang bisa kau gunakan untuk menakut-nakuti orang?" Tanya Riko lalu kembali melanjutkan. "Ok. Tawaran mu adalah tantangan bagiku. Mari dua hari lagi kita turun ke gelanggang untuk membantai tamu yang mencari lawan itu. Aku akan mengajarkan kepada mu bagai mana caranya untuk menjadi lelaki sejati." Kata Riko lagi sambil menyindir Sendiego.


"Hahaha... Bagus..., bagus sekali. Kau akan mendapatkan fasilitas yang terbaik dan mendapatkan tempat latihan yang layak." Kata Sendiego bersemangat.


"Plok... plok..., plok..."


Begitu Sendiego menepuk tangan nya, kini seorang wanita memasuki ruangan itu.


"Tuan Sendiego, apakah ada tugas untuk saya yang harus saya kerjakan?" Tanya wanita yang baru masuk tadi.


"Manajer Alice, bawa Riko ke kamar belakang dan perlakukan dengan baik. Aku akan menghubungi pelatih Ramos untuk membimbing anak ini. Dan kau Riko, segera obati luka mu dan pastikan dua hari lagi fisik mu benar-benar fit untuk melakukan pertarungan!" Kata Sendiego memerintahkan.


"Segera saya laksanakan Tuan." Kata Manajer Alice dengan hormat lalu mempersilahkan Riko untuk mengikuti nya.


Begitu mereka telah meninggalkan ruangan itu, Sendiego tampak begitu bersemangat.


"Uang..., uang akan segera mengalir dengan deras. Aku yakin bocah ini mampu mengalahkan petarung dari negara T itu. Aku akan mengumumkan pertarungan ini dan akan membuka taruhan. Karena Riko belum terkenal, maka sudah pasti tidak ada yang akan sudi bertaruh untuk nya. Disini aku akan memasang taruhan. Begitu Riko memenangkan pertarungan itu, maka semua uang akan menjadi milik ku. Hahahaha... Sungguh sempurna. Sangat sempurna." Kata Sendiego dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2