PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 66 Melindungi Rinata


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa seyakin itu? Katakan yang sejujurnya pada ku!". Desak Haikal dengan berbisik agar alat perekam suara tidak bisa mendeteksi suara mereka.


Rinata baru sadar kalau ia sudah membuat Haikal curiga pada dirinya dengan perkataan nya tadi. Ia bingung harus berkata jujur sekarang atau harus bagaimana untuk mengalihkan perhatian Haikal.


"Nggak perlu bahas itu. Mas bisa memastikan nya sendiri kalau penasaran tapi aku harus ikut ke sana untuk memastikan mereka tidak akan menyakiti mas lagi". Sahut Rinata mengalihkan pembicaraan..


"Kamu jangan coba - coba mengalihkan pembicaraan Rina! Katakan yang sejujurnya pada ku!". Haikal kukuh mendesak Rinata untuk jujur.


"Sekarang bukan saat yang telat mas untuk membahas hal itu. Kita harus ke sana sekarang untuk membuktikan ucapan ku kalau mereka pasti peduli pada mu bahkan sangat peduli pada mu. Aku hanya nggak mau kalau mas merasa gagal dengan rencana mas dan akhirnya malah membahayakan nyawa sendiri lagi". Sahut Rinata semakin membuat Haikal curiga.


Haikal bisa memastikan sesuatu dari tingkah Rinata ini. Ia ternyata seorang mata - mata yang di kirim seseorang untuk menemaninya di sini. Tapi motif utama penyamaran masih terlalu samar bagi Haikal.


"Baik lah, sekarang kamu bisa selamat dari pertanyaan ku tapi tidak untuk waktu lain. Aku akan ke sana sekarang tapi kamu tetap di sini saja, di sana pasti hanya ada pria aku takut mereka macam - macam sama kamu". Imbuh Haikal.


Rinata menelan slavina dengan susah payah. Hampir saja Haikal mengetahui semua nya. Ia harus segera menyelesaikan tugas nya lalu menjauhi Haikal lagi. Ia tak mau Haikal murka dengan keputusan yang sudah ia ambil.


"Nggak mas! Aku tetap akan ikut ke sana untuk melindungi mu dari mereka yang mencoba menyerang mu nanti". Tolak Rinata masih kukuh ingin menemani Haikal karena khawatir dengan keadaan pria itu yang masih belum sepenuh nya pulih.

__ADS_1


"Kamu mau melindungi aku? Menjaga diri kamu sendiri saja belum tentu bisa, ini mau sok - sokan ingin menjaga ku pula, ha ha ha". Haikal malah meragukan niat baik Rinata karena belum mengetahui kemampuan yang di miliki gadis kecil nya itu.


"Terserah mas mau percaya atau tidak, yang pasti aku akan tetap menemani mas ke sana. Titik". Ujar Rinata kukuh pada keinginan nya.


"Terserah kamu saja. Tapi aku nggak janji yah bisa melindungi kamu di sana nanti. Lihat sendiri kan keadaan aku sekarang bagaimana?". Sahut Haikal pasrah untuk membawa Rinata menemaninya. Tapi titik fokus nya tetap untuk melindungi gadis itu dari pria hidung belang anak buah Ronal di sana.


Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar menuju ruangan pertemuan dengan berjalan beriringan. Sesampai di depan pintu, terdengar jelas kekacauan di dalam sana. Benda - benda keras terdengar berjatuhan di mana - mana, suara Ronal yang berteriak tak tentu bergelegar seisi ruangan sedangkan beberapa orang berusaha menenangkan Ronal yang sedang tantrum itu.


"Apa yang terjadi pada om Ronal?". Tanya Haikal pada Ijal yang sedang asik bermain ponsel mengabaikan kondisi Ronal saat ini.


"Akhirnya kamu datang, ini baca!". Ijal menyerahkan ponsel milik Ronal yang masih memaparkan dua pesan dan sebuah foto yang di kirim oleh Klan Naga Merah..


"Siapa sebenarnya mereka berdua?". Tanya Haikal pada Ijal.


"Wanita tua yang ada di dalam foto itu adalah saudara kembar dari almarhum ibu bos Ronal. Ia sudah di asuh semenjak berusia lima tahun oleh wanita itu maka nya bos Ronal sangat menyayangi nenek di foto ini. Sementara pria tua ini pula ada suami dari wanita tua itu sekaligus pemimpin sebelumnya Black Tiger dan ayah kandung dari nonalJasmin". Jelas Ijal.


"Sekarang mereka berdua sudah di sandra oleh Naga Merah. Mereka tidak mau menebus nyawa mu dengan uang melainkan nyawa dengan nyawa". Sambung Ijal membuat Haikal semakin paham dengan situasi sekarang.

__ADS_1


"Apa kah om Ronal sangat memerlukan uang, sehingga ia semarah itu karena gagal mendapatkan nya dari mereka sebagai tebusan nyawa ku?". Tanya Haikal penasaran. Selama ini ia kurang tahu tentang perekonomian Black Tiger, apa kah lancar atau malah pengeluaran yang lebih tinggai dari pemasukan.


Lihat dari beberapa hari ia tinggal di markas ini, ia sama sekali tidak pernah melihat Ronal memegang uang sementara mereka hanya asik bersenang - senang dengan minuman, barang haram dan wanita yang sudah tentu memakan biaya yang cukup besar jika pemasukan tidak stabil.


"Kita di sini menjalan kan banyak bisnis d dunia gelap dan sudah tentu pemasukan dari bisnis itu banyak. Minuman, barang haram wanita bahkan kami juga menjual manusia dan organ. Tapi bisnis kami akhir - akhir ini bisnis menurun karena di manipulasi oleh Naga Merah. Maka nya bks Ronal segera memanggil mu kembali untuk membalas dendam ternyata rencana kita sia - sia. Maka nya bos Ronal sangat marah sekarang". Balas Ijal menjelaskan masalah bisnis Black Tiger yang mulai menurun.


Haikal berpikir keras untuk memecahkan masalah ini. Bukan karena peduli pada Ronal atau dua orang yang ada di foto itu, ia hanya tidak ingin berlama - lama lagi tinggal di markas ini. Begitu merindukan pelukan dari keluarga sendiri yang sudah tentu lebih menyayangi nya dengan tulus. Wajah beberapa orang yang ia rindukan terlintas dalam pikiran nya saat ini.


"Aku ada ide yang bisa membantu memecahkan masalah ini". Tiba - tiba Rinata bersuara membuat semua mata tertuju pada nya terutama Ronal.


"Kata kan apa rencana kamu? Aku tak mau dengar rencana yang hanya asal - asalan keluar dari mulut mu itu dan ujung - ujung nya merugikan ku". Sahut Ronal menghampiri Rinata dengan wajah yang sangat menyeramkan..


Haikal khawatir kalau Ronal berusaha menyakiti Rinata, ia maju lebih dulu untuk melindungi Rinata dari serangan Ronal. "Kamu apa - apa an, sih! Jangan ngomong sembarangan sekarang, situasi sedang tidak baik jangan kamu tambah kan masalah lagi". Bisik Haikal pada Rinata.


"Kenapa kamu malah menyudutkan nya Haikal. Biarkan dia mengutarakan ide nya, tapi kalau ia hanya ingin bermain - main dengan ku maka jangan berharap aku akan memaafkan nya". Imbuh Ronal dengan tatapan tajam nya.


"Ti - tidak om. Biarkan aku saja yang memikirkan ide yang harus kita jalan kan untuk melawan Naga Merah itu. Rinata hanya berniat baik ingin membantu tapi lebih baik jangan libatkan dia dalam masalah ini. Dia hanya seoarang wanita yang nggak tahu apa - apa tentang urusan lelaki". Halang Haikal mencoba melindungi Rinata.

__ADS_1


"Kamu kenapa, sih mas? Aku benar - benar ada ide brilian untuk memecahkan masalah yang di hadapi bos Ronal sekarang. Izin kan aku mengatakan nya sekarang". Bisik Rinata yang sedang di lindungi oleh Haikal di belakang punggung nya.


"Diam! Aku nggak mau kamu terlibat dalam hal ini. Aku nggak mau kamu kenapa - napa kalau rencana kita gagal nanti nya. Sudah lebih baik kamu diam saja jangan nyewel mau ngomong pada om Ronal". Cerca Haikal tidak setuju jika Rinata terlibat dalam masalah yang di hadapi Ronal saat ini..


__ADS_2