PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menyumbat mulut Megan dengan uang


__ADS_3

Jerry yang saat ini tampil dengan memakai seragam pelayan hotel tidak ingin membuang waktu terlalu lama. Ini karena dia ingin menyelesaikan beberapa masalah yang telah tertunda penyelesaian nya.


"Tuan Barry..., silahkan panggil mereka semua untuk masuk kedalam ruangan ini! Panggil juga Ryan, Daniel David dan Kevin. Akan ada drama sebentar lagi yang akan dapat kalian saksikan secara langsung." Kata Jerry sambil mondar mandir di tengah ruangan itu diikuti tatapan mata Manager Tom yang masih di serang oleh rasa terkejut.


"Paman Austin, siagakan orang-orang dari Dragon empire di luar hotel. Tangkap siapa saja yang mencurigakan!" Kata Jerry.


"Baik Tuan muda..." Kata tuan Barry dan Austin bersamaan.


Ketika tuan Barry keluar dari ruangan pertemuan itu, beliau segera di sambut dengan oleh tuan Jackson William dengan berbagai pertanyaan.


"Barry..., apakah benar keponakan ku ada di dalam?" Tanya tuan Jackson William karena penasaran.


"Benar Tuan besar. Tuan muda ada di dalam menunggu kita sejak tadi." Kata tuan Barry sambil memandang kesekeliling.


Begitu dia menemukan orang yang dia cari, dia pun segera memerintahkan. "Ryan, Daniel, David dan Kevin. Kalian segera temui tuan muda di dalam. Cepat lah!" Kata tuan Barry menyampaikan pesanan Jerry.


Begitu mendengar perintah dari tuan Barry, mereka berempat segera bergegas kedalam di ikuti oleh tatapan heran dari Anton, Herman, megan, Lisa, Lira dan Rindy yang juga telah berada di tempat itu bersama dengan ayahnya.


Setelah ke-empat pemuda itu memasuki ruangan, kini tuan Barry mengajak semua yang ada di tempat itu untuk memasuki ruangan pertemuan tanpa terkecuali.


Satu persatu mereka mulai memasuki ruangan itu, diawali dengan tuan Jackson beserta keluarga, tuan Barry, Austin, Manager Olive, Aline, tuan Paul dengan Anton dan semua yang ada di situ terkecuali para penjaga keamanan.


Seperti satu per satu mereka memasuki ruangan itu, begitu lah raut wajah terkejut diantara mereka. Terutama Jackson William dan Kenny William yang melihat Jerry berpenampilan seperti pelayan.


"Jerry.., ada apa dengan mu? Apakah ini adalah trend seorang Boss besar?" Tanya Kenny sambil tertawa.


"Kak..." Kata Jerry segera menghambur begitu dia melihat bahwa Kenny kakak sepupu nya berada di ruangan itu bersama paman dan bibi nya yaitu Jackson William dan istrinya Diana Regnar.


"Mengapa kau berpenampilan seperti ini Jerry?" Tanya Kenny yang masih penasaran.


"Ceritanya panjang kak." Kata Jerry. Lalu dia menceritakan semuanya sambil melirik kearah Manager Tom yang saat itu terlihat sangat salah tingkah.


Mendengar penjelasan dari Jerry membuat Jackson dan Kenny tertawa terbahak-bahak.


"Hey pelayan mesum..! Apa yang kau lakukan di ruangan ini?" Teriak seorang wanita sebaik saja dia masuk kedalam ruangan itu bersama ayahnya.


Jerry melirik sedikit ke-arah datang nya suara yang dia kenal itu. Akan tetapi dia tidak memperdulikan dan asik becanda dengan Kenny yang juga tampak tidak terganggu dengan teriakan gadis tersebut.

__ADS_1


"Hey pelayan tidak tau diri. Apakah telinga mu sudah tuli dan tidak mendengar apa kataku?" Kata gadis itu lagi.


"Diam lah Megan. Jika tidak bisa diam, maka keluar dari ruangan ini agar kau tidak membuat ku malu!" Kata tuan Isa dengan kesal.


"Tapi Ayah.., pelayan itu telah melecehkan aku. Dasar orang miskin tidak tau diri. Aku tau tujuannya kesini pasti ingin mengemis pekerjaan." Kata Megan sambil menunjuk tepat-tepat ke-arah wajah Jerry.


"Drama pembukaan di mulai." Kata Jerry sambil bangkit dari Jongkok karena dia terpaksa berjongkok untuk berbicara dengan kakak sepupu nya, Kenny.


"Paman Ronald..., Keluarkan uang yang aku pesan kemarin dan sumbat kedalam mulut wanita ini!" Kata Jerry dengan lantang sambil menunjuk lekat-lekat kearah wajah Megan membuat mereka yang belum tau siapa Jerry mendadak terperanjat.


"Segera akan saya lakukan Tuan muda." Kata Ronald sambil membungkuk hormat.


"Tu..., Tuan muda? Apa-apaan ini? Kau Jerry...!?" Kata Megan tergagap mendengar bahwa baru saja Ronald memanggil Jerry dengan sebutan tuan muda.


Tak lama kemudian tampak 2 orang lelaki berpakaian serba hitam dengan tubuh tegap membawa 2 koper uang dan langsung membukanya di ruangan itu membuat semua mata terbelalak melihat uang dengan jumlah yang tidak sedikit itu.


Begitu koper itu terbuka, Ronald segera meraup uang dari dalam koper dan menyuapkan uang tersebut ke mulut Megan membuat Megan megap-megap karena beberapa lembar uang kertas itu telah menghalangi saluran pernafasannya.


"Kau terlalu menghina Megan. Sekali dua kali mungkin aku akan memaklumi. Tapi kau sudah keterlaluan. Aku bersumpah di dalam hatiku bahwa aku akan menyumbat mulut mu dengan uang. Dan malam ini sumpah ku itu terlaksana." Kata Jerry sambil tersenyum acuh tak acuh.


"Mati lah aku kali ini. Aku sudah selesai. Apa-apaan Jerry ini. Dia ternyata adalah pemilik perusahaan tempat aku bekerja. Mati lah aku. Oh Tuhan..." Kata tuan Paul dalam hati.


"Tetap di tempat mu Lisa! Aku belum selesai dengan mu." Kata Jerry menatap tajam ke-arah Lisa yang tampak salah tingkah saat ini.


Melihat tatapan sinis dari mata Jerry membuat Lisa seolah-olah tidak memiliki tulang lagi.


Saat ini ingin rasanya dia lari sejauh-jauhnya untuk menghindar agar tidak dipermalukan seperti Megan oleh Jerry.


Melihat semuanya hanya terdiam, Jerry berjalan menuju ke ujung meja dimana disitu terdapat kursi istimewa tempat Boss besar duduk dan mengambil sebuah buku laporan yang dia larikan tempo hari semasa dia menyamar sebagai staf magang di lokasi proyek Hillstreet.


Melihat di tangan Jerry telah memegang buku laporan tersebut, tuan Paul yang saat ini telah ketakutan menjadi semakin ketakutan.


Jerry melangkah mendekati mereka dan tepat berdiri di depan Anton.


"Anton.., hanya demi melindungi kejahatan ayahmu, kau dengan sengaja telah menjebak aku bersama Lisa. Sekarang ambil untuk mu buku ini!"


"Plak...!"

__ADS_1


Terdengar suara tamparan keras ketika Jerry menamparkan buku itu tepat kearah wajah Anton membuat lembaran-lembaran kertas berserakan di ruangan itu.


"Kau Jerry... Kapan aku menjebak mu?" Tanya Anton berusaha menghindar dari kesalahan yang telah dia buat.


"Kau yakin tidak tau apa-apa Anton?" Tanya Jerry semakin dingin saja tatapannya.


Anton benar-benar dibuat mati kutu saat ini. Dia tidak tau lagi harus berbuat apa selain hanya menatap liar kearah orang-orang yang juga menatap kearah dirinya.


"Paman Jeff.., Bawa orang-orang itu masuk ke dalam!" Kata Jerry memanggil Jeff.


Tak lama kemudian, dari salah satu pintu lain di ruangan itu, tampak Jeff masuk bersama dengan 5 orang anak buahnya menyeret sekitar 10 orang lelaki dalam keadaan tangan mereka terikat.


Setelah sampai di tengah-tengah ruangan itu, Jeff langsung menendang mereka satu per satu sehingga mereka semua kini dalam keadaan berlutut.


"Kau kenal dengan mereka Anton?" Tanya Jerry sambil menatap tajam.


"Ak.., ak..., aku tidak mengenal mereka." Kata Anton tergagap.


"Semuanya akan terungkap malam ini Anton!" Kata Jerry lalu menepuk tangannya tiga kali.


Kini dari pintu yang sama keluar seorang lelaki sambil mendorong dengan paksa dua orang lelaki dan seorang wanita.


Begitu Anton melihat mereka, dia langsung terkejut.


"Zeck, John.., Audrey..." Kata Anton terkejut.


"Tolong kami Anton. Kau harus menyelamatkan kami. Ini semua adalah rencana mu." Kata John meratap agar dia di bebaskan.


"Bagaimana Anton? Apakah kau masih ingin menghindar?" Tanya Jerry.


Mendengar pertanyaan yang sangat mengintimidasi dari Jerry membuat Anton segera berlutut dan menangis memohon agar Jerry tidak memperpanjang lagi masalah itu.


"Aku bisa saja melupakan masalah ini andai itu tidak menyangkut tentang nama baik. Tapi kau telah mengusik sesuatu yang sangat sensitif Anton. Aku sangat sulit untuk memaafkan mu jika masalah ini belum selesai sampai tuntas." Kata Jerry dengan tenang.


Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana Jerry bisa menangkap orang-orang suruhan Anton.


Bagaimana Jerry bisa mengetahui bahwa Anton juga berkomplot dengan Zeck, John serta Audrey?

__ADS_1


Jawabannya ada di bab selanjutnya.


Bersambung...


__ADS_2