PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jackson dan Kenny bertemu dengan Jerry


__ADS_3

Bab 95.


Lelaki setengah baya itu seperti tampak sedang terburu-buru. Tampak nya kali ini dia sedang di kejar oleh waktu dan terus berjalan cepat mengabaikan beberapa karyawan yang menghormat ketika berpapasan dengannya.


Sampai di sebuah ruangan besar dimana disana tertulis dengan jelas RUANGAN CHAIRMAN, lelaki setengah baya itu langsung menyetuk pintu.


""Masuk..!"


Terdengar suara bernada perintah dari dalam ruangan tersebut.


Begitu pintu di buka, kini tampak di dalam ruangan itu tuan William di dampingi oleh pelayan setia nya yaitu Lenard dan tiga anak muda yang tampak masih sangat muda dan tampan itu sedang membicarakan sesuatu.


Lelaki setengah baya itu segera menghampiri meja Chairman dan segera bertanya. "Ayah, apa maksudnya dengan mengadakan rapat mendadak seperti ini? Apakah ada perubahan strategi yang ingin di bicarakan atau kah ada sesuatu yang sangat mendesak sehingga, Ayah mengadakan rapat mendadak ini?" Tanya lelaki setengah baya itu dengan nafas terengah-engah.


"Duduklah dulu Jackson. Karena sebentar lagi akan ada kejutan untuk mu." Suruh tuan William agar Jackson meluruskan dulu nafasnya yang sedang tak beraturan itu.


Karena dia sangat patuh pada ayahnya, maka dia hanya menurut saja. Namun tetap memasang wajah penuh dengan kerutan tanda tanya.


"Dimana kalung liontin bintang yang dikembalikan oleh Leon kepada mu Jackson? Tanya tuan William.


"Ada di tangan Kenny, Ayah." Jawab Jackson.


"Jemput Kenny sekarang. Atau suruh seseorang mengantar nya kesini. Tapi ingat Jackson! Hanya Kenny. Tanpa Dianna." Kata tuan William memperingatkan.


"Mengapa begitu Ayah? Bukankah Dianna adalah direktur eksekutif di perusahaan ini Ayah?" Tanya Jackson.


"Aku adalah Chairman di perusahaan ini dan seluruh jajaran dewan direksi berada si bawah kendali ku. Dan aku juga masih memiliki 40% saham dan masih bisa mem-veto setiap keputusan kongres yang telah diambil dengan suara bulat. Apa itu Direktur eksekutif bagiku?" Tanya tuan William.


Mendengar ini, Jackson hanya bisa menelan ludah dan tidak berani membantah lagi.


Memang di akui walau pun dia adalah Chief Executive Officer, namun untuk segala keputusan yang telah dia buat tetap harus melalui persetujuan dewan direksi dan tuan William adalah otak di balik layar dari semua keputusan yang di setujui itu.


"Baik Ayah. Aku hanya menurut apa mau mu saja." Kata Jackson menyerah.


*******


Saat ini di Aula dalam gedung pencakar langit yang merupakan kantor besar bagi William Group Company sedang di padati oleh beberapa pejabat tinggi perusahaan, para investor dan petinggi senior dalam jajaran dewan direksi.


Kasak kusuk pun terjadi di antara mereka. Ini karena, Mantan pemilik perusahaan sekaligus pendiri dari WGC bertindak seperti tidak biasa.


Banyak spekulasi kini timbul dikalangan mereka. Ada yang menduga bahwa akan terjadi rapat darurat yang berakibat terhadap perombakan kabinet dalam jajaran staf. Ada yang menduga bahwa rapat ini diadakan karena perusahaan sedang dalam masa merugi karena beberapa proyek yang terbengkalai.


Namun tidak ada yang menduga bahwa perusahaan tersebut sebentar lagi akan di akuisisi oleh perusahaan yang terbilang cukup baru. Yaitu, Future of Company.

__ADS_1


Tak lama setelah itu kini tampak dari luar, masuk beberapa orang berpakaian serba hitam sambil mendorong kursi roda yang di duduki oleh seorang lelaki yang berumur sekitar 28 Tahun.


Para pengawal yang mendorong kursi roda itu segera memasuki lift dan lansung menghilang dari pandangan semua orang yang ada di aula itu.


Bisik-bisik kini kembali seperti dengungan suara tawon diantara mereka.


Kini tampak beberapa lelaki berpakaian serba hitam dengan mendorong kursi roda itu terus melangkah menuju ruangan besar dimana tuan William, dan Jerry berada bersama yang lainnya.


Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk, tampak lah kini seorang lelaki di kursi roda sedang di dorong kearah meka dimana tuan William duduk di dampingi oleh Lenard.


Kemudian, setelah mengantarkan lelaki cacat tadi, para pengawal itu segera meninggalkan ruangan tersebut dan berjaga-jaga di depan pintu.


Jerry yang melihat lelaki yang duduk di kursi roda itu sedikit mengernyit. "Mungkin kah lelaki ini adalah kakak sepupu ku Kenny?" Fikir Jerry dalam hati.


"Jackson.., Silahkan pinta kalung liontin yang ada pada anakmu." Kata tuan William.


"Ayah..., apa maksud dari semua ini?" Tanya Jackson tidak mengerti.


"Lakukan saja Jackson. Kau akan segera bertemu dengan keponakan mu Jerry William."


"Benarkah Ayah.?" Tanya Jackson dengan tidak percaya. Lalu menghampiri Kenny dan meminta kalung liontin yang saat ini masih dikenakan di lehernya.


"Kenny yang tidak terlalu banyak membantah segera melepaskan kalung itu dan memberikan kepada ayahnya tanpa di minta.


"Jerry..., kemari lah cucu ku. Perlihatkan kalung liontin yang kau miliki!" Pinta tuan William.


Jerry yang pernah mengalami hal seperti ini ketika tuan Smith menemukan keberadaan nya hanya menurut saja.


Sambil berdiri, dia segera melepaskan kalung di lehernya dan menghampiri tuan William untuk memberikan kalung liontin giok berlambang bintang segi enam itu.


Jackson yang menyaksikan kalung yang di serahkan oleh Jerry sempat membelalakkan matanya dan segera menghampiri meja.


"Kau..., kau. Apakah kau anak kakak ku Wilson?" Tanya Jackson sambil memegang pipi Jerry.


"Kalung itu. Itu adalah pemberian ku ketika kau baru lahir di rumah sakit bersalin Metro. Ya.., itu dia." Kata Jackson menatap sepasang kalung itu tanpa berkedip.


"Kalung ini. Apakah menurut mu ini Asli?" Tanya tuan William.


"Sejuta persen aku yakin itu adalah kalung yang aku tempah ketika mengunjungi kota Tainan Taiwan. Tidak ada yang memiliki kalung dengan liontin giok seperti ini. Karena ini di tempah khusus dan berpasangan." Kata Jackson.


"Siapa namamu anak muda? Siapa orang yang telah mengasuh mu dan dimana kau menghabiskan masa kecil mu?" Kata Jackson memburu Jerry dengan pertanyaan beruntun.


"Namaku adalah Jerry. Ketika aku kecil, aku telah di asuh oleh Paman Yosep dan bibi lina di New Village. sejak Ayah Yosep meninggal ketika aku berusia delapan tahun, aku telah di pungut oleh Ayah angkat ku bernama Drako dan kami menetap di Hillstreet." Kata Jerry menjawab pertanyaan Jackson.

__ADS_1


"Tidak salah lagi Ayah. Dia adalah keponakan ku anak kak Wilson." Kata Jackson lalu segera memeluk Jerry sambil menangis bahagia.


"Jerry.., lihat itu!. Dia adalah kakak sepupu mu anak paman mu ini." Kata Jackson sambil menunjuk ke arah Kenny.


Jerry yang begitu merasa bahagia langsung menghampiri lelaki di kursi roda itu. Dia segera berlutut dan memeluk kaki Kenny.


"Kak Kenny..." Kata Jerry.


"Bagaimana keadaan mu Jerry?"


"Seperti yang kakak lihat. Aku baik-baik saja kak."


"Hmmm..., Syukur lah kalau begitu. Kau tentu sangat menderita selama 22 tahun ini Jerry?" Kata Kenny sambil menatap sayu ke wajah Jerry.


"Tidak juga kak. Aku tidak terlalu menderita. Tapi kak, apa yang terjadi dengan kaki mu?" Tanya Jerry.


"Tak perlu kau fikirkan tentang kaki ku ini Jerry. Ini adalah karma yang harus aku tanggung dari ketamakan. Ah sudah lah. Suatu saat kau akan mengerti." Kata Kenny.


"Ayah, kakek. Sudah saat nya yang muda yang bekerja. Ini akan lebih menjamin masa depan keluarga ini. Serahkan hak yang seharusnya menjadi hak Paman pertama kepada Jerry. Bukankah Jerry adalah anak paman pertama?" Kata Kenny.


"Benar Jackson. Biarkan yang muda bekerja. Kita hanya akan menikmati kebangkitan keluarga kita yang kian terpuruk. Masa depan keluarga kita harus di serahkan kepada yang lebih muda agar energi muda ini bisa mendongkrak status keluarga kita ketempat yang semestinya." Kata tuan William.


"Aku tidak pernah mempermasalahkan semua itu Ayah. Kembalinya Jerry kedalam keluarga William sudah merupakan anugrah tak ternilai bagiku."


"Ayah. Harap pertimbangkan kembali kata-kata Ayah tadi." Kata Kenny menyelah ucapan ayahnya.


"Apa maksud mu anakku?" Tanya Jackson merasa heran.


"Jerry tidak boleh kembali kedalam keluarga William untuk saat ini. Apa Ayah lupa yang telah terjadi kepada paman Wilson? Apa Ayah lupa atas kejadian yang menimpa ku sampai aku jadi cacat begini?" Tanya Kenny.


"Jerry tidak boleh kembali. Jika dia kembali, maka keluarga kita akan mati bersama dengan nya. Walau bagaimanapun, musuh keluarga ini tidak akan membunuh kakek dan Ayah. Mereka hanya menginginkan kami yang masih muda ini agar keluarga kita mati tanpa ada generasi penerus. Itu adalah siksaan jangka panjang yang sungguh tidak manusiawi." Kata Kenny.


"Ayah..., lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Jackson kepada tuan William.


"Pindahkan seluruh aset, saham dan segala sesuatu nya kepada Jerry. Anggap saja kalau kau dan aku telah menjual saham kita sebanyak 70% kepada Future of Company. Dengan begini, William Group Company akan menjadi anak perusahaan Future of Company dan segala sesuatu keputusan yang di buat harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan milik Jerry di Starhill." Kata tuan Smith.


"Jackson, segera lakukan rapat. Aku akan mengumumkan pelepasan saham milik kita kepada FoC dan besok, temani aku untuk mengadakan konferensi pers untuk mengkonfirmasi bahwa Perusahaan kita telah resmi diakuisisi oleh FoC."


"Baik lah Ayah. Jika sudah begitu, mari kita lakukan." Kata Jackson.


"Kalian tetap di sini. Jangan kemana-mana sampai aku selesai menggelar rapat bersama dewan direksi." Kata tuan William kepada Kenny, Jerry, Daniel dan Ryan.


Lalu mereka bertiga melangkah meninggalkan ruangan itu menuju ruangan pertemuan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2