PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 57 Mengatur rencana


__ADS_3

"Kamu ngomong apa nih, sayang? Nggak ada yang bisa keluar dari pulau ini. Sama ada bapak mu atau kamu sekali pun. Nenek nggak akan biarkan hal itu sampai terjadi". Tolak Bu Wahida.


"Tapi kenapa, nek? Katakan sama aku sebab nya. Kenapa?". Desak Hansi.


Bu Wahida terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan cucu nya. Selama ini ia memendam semua nya sendiri, ketakutan dan trauma yang pernah ia rasakan dulu membuatnya nekat berbuat tega pada anak nya sendiri. Meskipun hidup di pulau ini sama sekali tak menjanjikan tapu demi keamanan keluarga nya, ia sanggupin menjalani semua nya dengan ikhlas.


"Kalau nenek nggak mau bilang penyebab nya maka aku akan ikut dengan bapak ke kota itu melanjutkan sekolah. Aku bosan tinggal di sini dan nggak pernah melihat pemandangan di luar sana, aku nggak suka tinggal di pulau ini". Ujar Hansi dengan kesal. Ia berlalu meninggal kan b Wahida yang tercengang dengan perkataan cucu kesayangan nya.


"Tidak Hansi. Jangan lalukan ini pada nenek! Jangan buat tinggal kan nenek di sini sendirian". Lirih Bu Wahida kembali meneteskan air mata.


Kini semua nya semakin jelas. Rehan dan Hansi sudah membulatkan tekat mereka untuk kembali ke kota Makasa untuk menjalani hidup yang selama ini di hindari bu Wahida. Susah paya ia bersembunyi selama belasan tahun dari semua orang yang mengenal nya. Membawa serta Rehan yang waktu itu sedang koma dan lupa ingatan saat sadar. Begitu banyak ingatan yang di lupakan oleh Rehan dan bu Wahida yakin sekarang ingatan nya tidak sepenuh nya kembali.


"Ingatan Rehan hanya kembali sebagian. Jika ia benar - benar sudah ingat semua nya maka ia tidak akan nekat ke kota itu lagi untuk menyerahkan diri pada takdir yang selalu kejam pada nya. Yang ku lakukan selama ini semuanya untuk diri nya sendiri, aku takut trauma yang kami alami di kota itu kembali menghantui hidup kami". Lirih Bu Wahida sedih. Ia sangat mengkhawatirkan putra nya jika benar - benar nekat kembali ke kota .


"Aku harus mencari akal agar Rehan mau pun Hansi tidak ada yang bisa pergi ninggalin aku sedirian di sini". Gumam bu Wahida penuh tekat.


Bu Wahida menuju sebuah meja dan mengeluarkan sesuatu dari laci meja itu. Sebuah botol obat ia ke kan dengan senyum sinis di wajah nya.


Karim yang masuk ke dalam dapur karena haus menyajikan bu Wahida sedang memegang botol obat itu dengan wajah yang mencurigakan.

__ADS_1


"Aku harus menceritakan ini pada Rehan agar ia waspada. Bu Wahida tampak nya sedang merencanakan sesuatu agar Rehan tidak pergi". Gumam Karim di balik dinding.


*


*


Kembali ke Markas Ronal. Sebanyak lima orang ketua geng yang berada di bawah naungan klan Black Tiger sudah berkumpul bagi membicarakan rencana apa saja yang akan mereka ambil untuk menggulingkan klan musuh mereka yaitu klan Naga Merah yang tak lain klan milik Zack.


Di ruangan itu juga ada Haikal yang duduk di sebelah kanan Ronal sebagaai tangan kanan pria paruh baya itu. Meskipun belum memegang beberapa wilayah kekuasaan tapi sekarang rencana nya lah yang menjadi utama dalam pertemuan ini. Yang keluar dari mulut Haikal lah yang akan menjadi rencana utama.


"Aku sudah memikirkan rencana yang cukup bagus untuk kita lakukan. Kalian tahu kan kalau sebelum aku di jemput oleh om Ronal untuk kembali ke dalam keluarga ku yang sebenar, aku bekerja di mansion keluarlah Purbalingga. Aku di anggap keluarga di sana sedangkan aku hanya bekerja sebagai supir. Awal nya aku sempat menganggap mereka baik, tapi setelah tahu kalau mereka lah penyebab kematian kedua orang tua ku dan membuat hidup anggota keluarga ku yang lain menderita. Maka aku menjadi sangat men benci mereka. Sekarang mereka pasti khawatir karena aku tiba - tiba menghilang". Kata Haikal.


"Dia salah satu teman ku yang berkerja di mansion Purbalingga. Karena belum tahu yang sebenarnya jadi aku sempat pamit padanya dan minta agar ia membawa mama angkat ku ke rumah sakit. Mungkin sekarang perempuan itu sudah menceritakan siapa kalian pada teman ku itu. Tapi setelah aku bertemu dengan mama angkat ku kemarin ia sama sekali tak mengetahui kalau teman ku itu adalah bagian dari musuh kita. Ia hanya mengatakan kalau aku di culik oleh kalian. Awal nya mama ku itu kaget tapi setelah aku menceritakan semua nya ia memilih bungkam. Untuk berjaga - jaga agar ia tetap tutup mulut, aky sudah menempatkan seseorang untuk menjaga nya di rumah sakit". Balas Haikal dengan tenang.


Yang di katakan Haikal tiada satu pun yang bertentangan dengan laporan yang di terima oleh anak buahnya. Ronal menjadi semakin yakin kalau Haikal benar - benar masuk ke dalam perangkap nya. Semua yang di renacan kan oleh Haikal sesuai dengan harapan mereka semua.


"Jadi renacana kita selanjutnya bagaimana Haikal?". Tanya Ronal penasaran..


"Sampai saat ini mantan majikan ku itu pasti masih mencari keberadaan ku, kita pura - pura saja membuktikan segala persepsi mereka. Buat aku seolah - oleh sedang di culik oleh kalian. Buat rekaman penyiksaan dan minta pada mereka uang tebusan yang cukup banyak. Minta ketua mereka secara langsung mengantarkan uang itu kepada kita. Di saat itu lah kita bisa membunuh ketua mereka itu. Siapa lagi nama nya, Zack Purbalingga". Jelas Haikal menceritakan rencana nya.

__ADS_1


"Menurut ku rencana itu sangat bagus, bagaimana menurut kalian?". Imbuh Ronal setuju dengan rencana Ronal.


"Tapi bos. Bukan kah itu sangat mudah di baca oleh mereka. Bagaimana kalau kita gagal karena meteka tidak terlalu perduli pun dengan hilangnya satu orang supir kecil mereka ini?". Salah seorang ketua geng di bagian selatan memberanikan diri untuk berpendapat.


"Kalian tenang saja. Aku bisa menjamin rencana ini berjalan dengan lancar dan yang pastinya berhasil. Aku sangat di sayangi dalam keluarga itu, karena wajah ku dan usia ku sama persis dengan almarhum anak mereka yang meninggal belasan tahun lalu. Aku yakin mereka sanggup melakukan apa saja untuk menebusku kembali. Atau di antara kalian ada rencana yang lebih bagus untuk menjebak mereka agar mau masuk k perangkap kita?". Sahut Haikal menjawab pertanyaan yang di tunjukan pada Ronal..


Semua orang merasa Haikal sangat lancang berbicara tapi Ronal malah bersikap biasa - biasa saja.


"Menurut ku rencana Haikal sudah sangat bagus. Dan jika ada rencana lain lebih baik di jadikan plan B saja kalau memang rencana Haikal gagal. Ada siapa - siapa yang ingin menyampaikan sesuatu?". Imbuh Ronal.


Semua hanya diam menandakan tiada yang bisa mengeluarkan ide yang lebih cemerlang berbanding rencana yang di kemukakan oleh Haikal.


"Kenapa semua malah diam aja? Bukan kah tadi semua nya tampak mencemooh rencana Haikal, tapi saat aku meminta pendapat kalian malah diam aja. Maka nya jangan banyak bacot kalau memang otak kalian kosong!". Ketus Ronal.


"Jadi semua sudah setuju pada rencana Haikal. Mulai besok kita harus mulai beraksi agar klan itu segera terhapus dari daftar musuh berat kita. Semua boleh bubar!". Titah Ronal pada semua orang.


"Eh, kok bubar bos? Biasanya nya kita minum - minum dulu sambil bersenang - senang bersama wanita sebelum pulang". Sahut salah satu anak buah Ronal bingung.


"Apa kamu nggak dengar tadi? Bos bilang besok kita harus mulai beraksi. Kalau kita sekarang mabuk dan bersenang - senang, siapa yang akan bangun awal besok pagi, mayat mu?". Teriak yang lain kesal.

__ADS_1


sebenarnya ia juga berharap hal yang sama tapi sekarang ia tak boleh gegabah karena Ronal berada pada mode serius.


__ADS_2