PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 46 Suprise


__ADS_3

"Sebenarnya den Albar memiliki bakat yang kita semua tidak tahu. Ia perpaduan terbaik antara nyonya dan Tuan Zack". Ujar Pundas.


Aisyah menatap bingung ke arah beberapa orang kepercayaan nya itu. "Kalian pasti hanya ingin membujuk ku kan. Lebih baik kalian bergerak cepat sebelum kesabaran ku habis". Aisyah tidak terpengaruh dengan ucapan Pundas.


"Benar, nyonya. Masih ingat dengan bu Sukma, mama dari Titin yang pernah mengalami luka bakar di wajah nya. Dia sekarang bekerja di rumah di mana Den Albar berada". Jelas Pundas.


"Bu Sukma? Kenapa dia bisa bekerja dengan musuh kita? Tidak mungkin bu Sukma berkhianat". Aisyah geleng kepala membantah perkataan Pundas.


"Bukan seperti itu nyonya. Dengan wajah baru nya, ia berhasil menjadi mata - mata kita. Sehari setelah den Albar tinggal di rumah mereka, bu Sukma langsung melaporkan keadaan den Albar. Semalam ia juga menghubungi kami mengatakan kalau den Albar saat ini sedang menjalan kan misi untuk mengetahui hal sebenar dengan sendiri. Bahkan sekarang ia sudah mendapatkan begitu banyak teka - teki yang berhasil ia pecahkan dengan rencana yang kami juga tak pernah terpikirkan". Jelas Pundas.


"Kalian tidak sedang berbohong kan?". Aisyah masih kurang percaya pada yang Pundas katakan..


Pundas, Dilan dan beberapa orang lain mengangguk mengiyakan pertanyaan Aisyah.


"Berarti Albar sekarang berkemungkinan sudah tahu siapa orang tua kandung nya?". Aisyah tampak cemas.


"Iya. Bahkan tanpa di minta ia sudah berniat untuk menghancurkan Ronal dan sekutu - sekutunya. Jadi nyonya di sini tenang saja. Serahkan semua nya pada den Albar. Semua ini demi ia bisa menemukan jati dirinya yang masih tersembunyi dalam jiwa nya". Sahut Dilan memberi saran.


"Tenang? Enak aja kalian bilang. Kalian tetap harus mengawasi dan melindungi Albar di setiap pergerakan nya. Aku nggak mau anak ku satu - satu nya malah terjebak masalah besar. Dia masih terlalu muda untuk berhadapan dengan bahaya. Ia belum cukup berpengalaman". Ujar Aisyah masih tampak mencemaskan Albar..


"Itu sudah tentu nyonya. Kami sudah menempatkan beberapa orang anak buah yang kuat dan cerdas untuk berjaga di sekitar den Albar". Ujar Pundas dengan percaya diri.


"Kalau begitu aku setuju dengan tindakan kalian kali ini tapi dengan syarat. Aku mau Albar kembali dalam kurung waktu sebulan. Kalau kalian nggak berhasil membawa nya kembali ke pelukan ku maka aku akan pastikan masa depan kalian bersama keluarga kalian masing - masing akan hancur. Begitu pun dengan tuan kalian". Ancam Aisyah dengan sorot mata tajam.


Ia tak pernah bersikap seperti ini sebelum nya, tapi karena ia cemas dengan keadaan Albar ia tiba - tiba berubah jadi kejam dan suka mengancam. Apa lagi sekarang suami nya selalu menghindarinya karena suatu alasan yang sukar ia tebak, semakin membuatnya kesal. Mereka semua seolah menganggap sepele nyawa Albar. Sebagai seorang ibu yang baru bertemu dengan putranya setelah berpisah belasan tahun lama nya, ia selalu di liputi rasa takut akan kehilangan putranya lagi untuk kedua kali nya.

__ADS_1


Aisyah geram berlama - lama di markas suami nya. Ia memilih untuk pulang dan menenangkan pikiran.


Di tempat lain, Zack sedang mempersiapkan sesuatu di dalam kamarnya. Ia tahu beberapa hari ini ia sibuk urusan kantor yang tiba - tiba mengalami masalah, Albar yang di culik oleh musuh nya sangat menyita waktu nya sehingga tidak punya waktu banyak untuk berdua dengan sang istri tercinta.


Ia juga nggak bisa berbuat banyak untuk membawa Albar kembali ke Mansion karena ia juga setuju kalau anak nya berniat membongkar semua nya dengan cara nya sendiri. Ini waktu yang tepat untuk menguji jati diri putranya. Jika Albar berhasil maka ia tak perlu ragu lagi menyerahkan semua yang dia miliki pada Albar. Tapi jika Albar gagal maka Zack akan secara langsung menghancurkan kehidupan musuh nya sendiri.


Ddrrrrttt...


Ponsel nya berdering. Zack langsung mengusap tombol hijau untuk menjawab.


"Nyonya sudah kembali, baru saja". Lapor seseorang di seberang panggilan.


Tanpa menjawab, Zack langsung mematikan panggilan sepihak. Ia bergegas menyelesaikan kejutan untuk istri nya dan mematikan semua lampu kamar sehingga tampak sangat gelap.


"Siapa yang sudah masuk ke kamar ini dan lupa menghidupkan lampu". Gumam Aisyah saat masuk ke dalam kamar nya.


Suis lampu di hidup kan dan...


"Suprise!!". Seru Zack sambil meregangkan tangan untuk di peluk oleh sang istri.


Aisyah tampak mengerut kan dahi bingung menatap suami nya sendiri tapi setelah membaca tulisan yang ada di atas kasur, ia menjadi tersenyum.


"Kamu pasti pikir aku lupa dengan hari ini, kan". Ujar Zack sambil mendekati Aisyah dengan meletakkan satu tangan nya di punggung. "Aku nggak akan pernah lupa dengan hari - hari istimewa kita sayang. Bahkan kalau bisa setiap hari memberi kejutan buat kamu agar aku sentiasa melihat senyum bahagia di wajah mu aku juga sanggup tapi itu tidak mungkin. Ada perusahan yang harus ku urus dan klan kita yang memerlukan kehadiran ku di beberapa waktu. Jadi aku tak bisa setiap saat bersama mu". Ucap Zack.


Ia kemudian berlutut di hadapan Aisyah dan memberi kan wanita itu sekumpulan bunga mawar merah yang sangat indah. "Happy anniversary yang ke 15 sayang". Seru Zack sambil tersenyum hangat pada istri nya.

__ADS_1


"Kamu kenapa bisa selalu ingat sih mas? Pulang tahun ku, ulang tahun anak ku, anniversary kita dan semua nya sedangkan aku sama sekali tak ambil peduli semua itu pada hal seharusnya aku yang mempersiapkan semua nya". Lirih Aisyah merasa bersalah.


"Kamu mau terima nggak bunga ini. Lutut ku udah sakit nih sayang. Maklum lah usia udah semakin tua". Goda Zack sambil memegang lutut nya pura - pura kesakitan.


"Lebai deh". Kata Aisyah sambil mengambil bunga itu dan menciumnya.


"Biarin tapi kamu sayang kan". Goda Zack. Ia kemudian menarik tangan Aisyah menuju balkon.


"Tunggu dulu mas". Aisyah tiba - tiba berhenti dan memasang wajah cemberut.


"Ada apa sayang?". Tanya Zack.


"Hah, enggak. Aku cuma mau bilang kalau Aku sudah lapar". Aisyah mengurung kan niat nya sementara karena perut sudah melilit minta makan.


"Iya sayang. Aku tahu, maka nya ikut aku ke balkon". Zack kembali menggandeng tangan istrinya.


Di balkon tertata hidangan lezat kesukaan Aisyah. "Wah, mas tahu aja aku lagi pengen makan ini". Aisyah langsung melahap makanan nya dengan penuh nikmat. Di markas marah - marah membuat tenaga nya terkuras habis. Sekarang waktu nya isi tenaga dan lekas istirahat. Ia masih mencemaskan Albar tapi setidaknya sekarang ia sedikit merasa lega karena Albar tak selemah yang ia pikirkan.


Sepanjang menikmati hidangan masing - masing, Aisyah sama sekali tidak mengeluarkan suara untuk menanggapi suami nya yang terus mengoceh nggak jelas di hadapannya.


Zack pikir setelah memberikan kejutan pada sang istri maka wanita itu sudah bisa melupakan sikap nya yang beberapa hari ini mencoba menghindari nya. Bukan apa nya, ia pusing jika terus di pojokkan atas kejadian Albar di bawa pergi oleh musuh mereka.


Selesai makan, Aisyah meminta Zack untuk mengambilkan jus yang ia simpan di kulkas. Zack menurut tapi saat ingin masuk kembali ke kamar sambil membawa segelas jus. Pintu terkunci.


"Sayang, mas mau masuk nih. Kamu lagian ngapain sih kok pakai kunci pintu segala. Ini jus kamu udah mas ambilin". Zack terus menggedor pintu tapi sama sekali nggak ada sahutan dari dalam.

__ADS_1


Satu pesan masuk ke ponselnya yang tak lain dari istri nya sendiri. "Tidur di luar!".


__ADS_2